Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Rumah Masa Depan


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.πŸ™πŸ‘


Pov Ella


Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit Zie pun menghentikan mobilnya disebuah bangunan rumah minimalis. Rumah yang sangat cantik dengan sebuah taman di depannya, aku yakin rumah ini baru selesai di bangun karena saat kulihat rumput yang ditanam di depan rumah belum sepenuhnya menutupi tanahnya.


" Rumah siapa Zie? " tanyaku penasaran.


" Rumah kita, rumah siapa lagi? aku ingin kamu masuk duluan baru aku, karena rumah ini kuhadiahkan untukmu sebagai kado pernikahan kita, " jelasnya padaku.


" Tapi kita belum menikah Zie, " ucapku


" Iya, itu karena aku yang tak sabaran untuk memberitahumu hehehe," ucapnya


Zie segera membuka pintu utama itu, begitu aku masuk aku semakin takjub saat melihat isi dalam rumahnya itu, rumah yang tidak terlalu besar, namun dengan ventilasi dan jendela kaca yang cukup banyak sesuai dengan apa yang aku mau. Dengan lantai satu yang diisi ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan " ruang kerja " ucapku saat melihat tulisan di ruangan paling ujung.


" Apa kamu menyukainya? "


" Sangat suka, siapa yang mendesain ini? " tanyaku


" Calon suamimu, memang siapa lagi? " jawabnya.


" Sepertinya kamu berbakat jadi arsitektur, hahah, " candaku padanya.


" Iya, nanti bisa buat part time, lumayan dapat tambahan penghasilan, " ucapnya


" Ayo keatas, " ajaknya menarik tanganku. " akan kutunjukkan kamar kita nanti, "


Zie pun menunjukkan tempat- tempat di lantai dua diruang tengah terdapat sofa yang menghadap ke tv 60 inch dengan karpet permadani ditengahnya, dia mengajakku memasuki ruangan yang begitu gelap tidak ada pencahayaan, dan aku hanya melihat sofa merah dibagian kiri ruangan itu menghadap layar LCD 1.5 meter dengan speaker yang menggantung diatasnya. saat dinyalakan lampu itu oleh Zie baru aku menyadari bahwa itu studio mini, dia tau kalau aku suka menonton film.


" Nanti kalau aku tinggal, kamu bisa liat film di sini, biar tidak kesepian saat aku tinggal bekerja, apa kau suka desainnya? " jelasnya


" Aku menyukainya, sepertinya aku akan betah seharian berada disini, " jawabku


" Baiklah ayo aku tunjukkan kamar kita, "


ajaknya lalu menuntunku kekamar yang terlihat sempit dari luar namun begitu masuk kedalam mungkin ukurannya 5 x 7m sangat luas jika hanya ditempati kami berdua, dia pun membuka jendela kamar itu dan terlihat matahari yang akan tenggelam, aku bisa melihat keindahan matahari sore itu, aku segera mendekat ke arah jendela itu, melihat matahari yang akan berganti dengan bulan.


" Re, " ucapnya sambil memelukku dari belakang, akupun sedikit tersentak dengan ulahnya yang tiba-tiba.


" Apa kamu masih ragu dengan pilihanmu setelah bertemu dengannya, kamu masih punya waktu untuk memikirkan semuanya Re? " ucapnya.

__ADS_1


" Aku akan menerima semuanya dengan ikhlas, karena aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia, aku nggak mau kalau kamu disampingku kamu akan selalu menagis karena kamu masih belum bisa melepaskannya, " ucapnya menjelaskanku.


" Zie, apa kamu tidak percaya bahwa aku mencintaimu? "


" Aku bahkan berharap bisa bersamamu setiap saat, " ucapku lali menghadap Zie dan mencium kedua pipinya. Zie pun kaget menerima perlakuanku.


" Baiklah enam hari lagi setiap saat kita akan selalu bersama, " ucapnya


" Aku berharap hanya kamu yang terakhir di hidupku, " ucapnya aku pun mengangguk.


" Ayo kita jalan- jalan lagi, " ajaknya aku hanya bisa mengikuti dari belakang,


" Dua ruangan ini aku sengaja mengosongkannya karena akan kugunakan untuk kamar anak- anak kita nanti, " aku pun hanya tersenyum mengangguk.


" Emang kamu mau punya anak berapa Zie? "


" Pengennya sih banyak, tapi aku akan mengikuti program pemerintah dua anak saja, " ucapnya menunjukkan angka dua dengan jarinya.


" Padahal aku pengennya lima hlo, " ucapku dengan tertawa kearahnya.


" Boleh saja, kita akan buat nanti saat malam pertama kita, " sahutnya.


" Aku lapar, maukah kamu memasak untukku? " perintah Zie padaku.


" Zie, kenapa hanya mie yang kau sediakan? apa kamu kehabisan uang setelah membuat rumah ini? " ledekku padanya.


" Hahaha bisa saja kamu, itu yang menyediakan ruben, nanti aku kenalin dia kekamu, dia pathner bisnis property ku disini, " jelasnya.


" Baiklah, kita makan mie saja, mie telor dengan sayur, " ucapku.


Setelah lima belas menit mie pun siap sudah selesai kumasak dan aku segera menyajikannya dimeja makan.


" Enak " ucapnya padaku,


" Kalau aku lapar tengah malam, apa kamu mau memasakkan untukku? "


" Itu sudah kewajibanku tak kamu minta pun aku akan melayanimu, " ucapku kulihat dia mengangguk dan tersenyum sambil memakan mie. Setelah selesai makan dia pun mencuci mangkokku dan punyanya sendiri,


" Benar- benar suami idaman " ucapku lirih mungkin dia tak bisa mendengar.


" Mau nonton film? " tawarnya setelah selesai menonton film.

__ADS_1


" Aku punya film romantis, "


" Boleh, "


Aku dan Zie segera menuju lantai dua menuju ruangan bioskop mini tadi, film pun di mulai, tapi ntah kenapa aku jadi nggak fokus untuk melihatnya,


" Apa kamu mengantuk? tidurlah dipangkuanku, " tawarnya. Aku pun merebahkan kepalaku dipahanya. Aku merasa nyaman saat dia menyentuh kepalaku dan memberikan kecupan dikeningku. Tanpa sadar tiba- tiba aku duduk dipangkuannya menghadap kearahnya, entah keberanian dari mana aku bisa berkata padanya.


" Aku akan memberikan ciuman pertamamu sekarang, " dia pun juga kaget dengan ucapanku, tak lama dia tersenyum kearahku dan menganggukkan kepalanya, segera kukecup bibirnya yang merah itu, kunikmati rasa manisnya aku bahagia bisa memberikan ciuman pertama untuknya, aku pun mulai ********** dengan lembut dan penuh perasaan mengabsen setiap rongga mulutnya satu-persatu, mata kami berpandangan saling menyampaikan rasa cinta kami, ******* kami pun berubah menjadi *******- ******* yang menggairahkan aku semakin menekan tengkuk leher Zie agar aku bisa memperdalam ciumanku. Zie menikmatinya, saling mengecap satu sama lain. Kami pun larut dalam ciuman panas itu dengan layar LCD yang masih menampilkan adegan panas seperti kami. Aku menghentikannya setelah kurang lebih dua menit, karena nafasku yang mulai sesak, namun tiba- tiba Zie mendekatkan bibirnya kebibirku dan berucap," terima kasih sudah memberikan ini, " dan aku segera turun saat menyadari ada sesuatu yang aneh dibawah sana.


" Maaf aku harus keluar sebentar, " pamit Zie padaku. Aku pun tersenyum menatapnya, aku pun segera merebahkan tubuhku kembali di sofa ruangan itu, sambil menonton film yang masih berputar.


*****


Keesokkan paginya aku terbangun karena cahaya matahari yang menyilaukan kedua mataku, aku ingin meregangkan tubuhku namun aku kaget saat merasakan tangan kekar yang melingkar di perutku. Aku langsung duduk dan membuka selimut, aku juga syok saat melihat Zie satu selimut denganku.


" Ya Allah apa Zie sudah melakukannya, " batinku. pikiranku pun berputar mengingat kejadian terakhir saat aku masih tersadar.


" Zie, Zie " teriakku mengoncangkan tubuhnya keras.


" Apa yang kamu lakukan padaku Zie? " ucapku setelah dia membuka matanya.


" Memang apa? apa aku salah jika mencicipimu sekarang, " ucapnya dengan santai. Saat kesadarannya belum sepenuhnya.


" Zie, " teriakku lagi


" Kita hanya tidur sambil berpelukkan Re, aku ingat pesan ayah kemaren supaya aku menjagamu, " jelasnya.


Aku menghela nafas panjang saat mendengar penjelasannya.


" Sana mandi aku akan mengantarmu pulang, " ucapnya.


Aku pun segera berdiri dan menuju kamar mandi,


" Kamu nggak mau ganti baju? di lemari sudah kusiapkan baju untukmu, "ucapnya aku segera membuka lemari baju itu dan benar saja, lemari itu sudah dipenuhi dengan baju- baju ukuranku. Bahkan dia bisa tau size pakaian dalamku.


" Kok bisa tau ukuranku? " tanyaku padanya sambil menunjukkan pakaian dalam yang aku ambil.


" Hehehe hanya melihat dan menerawang saja, " ucapnya sambil tertawa.


" Bisa ya seperti itu, " gerutuku lalu meninggalkannya masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca jangan lupa kasih like, vote dan comentπŸ™πŸ™πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2