
Happy Reading jangan lupa Like dan votenya👍
Author Pov
" Hallo... " ucap Ella menjawab panggilan itu.
" ,,,, ,,,, ,,,,"
" Baiklah aku akan segera kesana, " ucap Ella dengan panik.
" Nggak usah Re, minta tukang bengkel saja buat ganti ban mobilku, soalnya nggak bawa gantinya. " ucap Kenzie diujung telepon.
" Tapi ini sudah malam Zie, aku kesana ya biar aku antar pulang, " tawar Ella
" Nggak usah, bahaya buat kamu, " ucap Kenzie.
" Ya udah. biar aku minta tolong kak Damar saja yang nganterin kamu." ucap Ella.
" Baiklah, aku tunggu. Kamu dirumah saja nggak usah ikut, siapkan tenaga buat besok, " canda Kenzie diakhir telepon. " aku baik- baik saja, kamu jangan panik seperti itu, " lanjutnya.
Setelah mendapatkan kabar dari Kenzie bahwa ban mobilnya kempes, Ella segera mengetuk pintu kamar Damar, meminta bantuan Damar untuk mengantar Kenzie pulang.
" Kak, hati- hati ya, jangan culik Zie. " ucap Ella saat Damar akan berangkat.
" Beres, nanti kakak sekap digudang, biar kamu nggak jadi nikah, " canda Damar lalu segera melajukan mobilnya. Ella yang mendengar itu hanya menatap kepergian Damar, setelah tak terlihat Ella kembali masuk kedalam rumahnya ingin beristirahat lebih awal.
*****
Keesokkan harinya Ella begitu bersemangat untuk bangun, padahal jam baru menunjukkan pukul lima pagi. Tak biasanya dia bangun sepagi itu. Ella segera mempersiapkan dirinya, mandi dengan air hangat yang sedikit ditetesi aroma teraphy agar bisa merilekskan tubuhnya.
" La, bangun ini MUA nya sudah datang, " terdengar suara tante Sinta memanggil Ella.
" Ella sudah bangun tante, " ucap Ella yang baru keluar dari kamar mandi lalu segera membuka pintu.
" Tumben pagi-pagi sudah keramas, biasa juga jam delapan baru bangun, " canda tante Sinta.
__ADS_1
" Ini kan hari spesial buat lala tant." ucap Ella.
" Ya udah sana, keburu calon suamimu datang, " ucap tante Sinta.
Wajah Ella sudah mulai dirias petugas MUA. Ella terlihat beda dari biasanya, baju kebaya bewarna putih itu tampak indah melekat di badannya, entah karena aura pengantin baru atau karena tukang make upnya yang pandai merias. Akad nikah akan dimulai jam sembilan pagi dirumah Ella, dan resepsinya diadakan nanti malam jam tujuh di gedung yang sudah disediakan kak Damar.
Jantung Ella semakin berdebar kencang saat jam menunjukkan pukul 08.30 pagi. Ella berdoa agar Mas Erik nggak akan datang waktu akad nikah nanti. Karena Ella nggak mau melihat kesedihannya.
" Kok ngalamun mbak, ngalamunin mantan pasti, " ucap petugas MUA itu.
" Ah...mbak bisa aja, nggak kok. "
" La, kok Kenzie belum datang ya, " tanya tante Sinta yang baru masuk ke dalam kamarku.
" Tante, jangan bikin Ella panik dong, " ucap Ella
" Coba kamu hubungi La, " perintah tante Sinta.
" Paling baru dijalan tant," ucap Ella.
Setelah beberapa menit terdengar suara dering ponsel Ella, Ella mengernyit saat membaca layar poselnya lalu segera menekan tombol hijau dilayar tersebut.
" Hallo mbak, maaf pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan, apa mbak bisa datang ke rumah sakit YDR? " tanya lelaki diujung telepon, Ella yang mendengar itu langsung syok dan ponselnya terjatuh. Tante Sinta yang melihat itu langsung panik kembali mengambil ponsel Ella dan berbicara pada penelepon. Ella masih diam mematung mencerna ucapan si penelepon.
" Kita kerumah sakit sekarang La, " ajak tante Sinta menggandeng tangan Ella yang masih syok.
" Mar, siapkan mobil kita ke rumah sakit YDR sekarang "
" Kenapa tante? Ella sakit? "
" Jangan banyak tanya, cepat siapkan dan mas Danu batalkan acaranya, " ayah Danu yang paham itu sudah paham pasti ada sesuatu yang terjadi, ayah Danu meminta tamu untuk pulang termasuk pak penghulu yang akan menikahkan Ella.
Sedangkan Damar yang sudah mengemudikan mobilnya masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Damar mencoba mencari jawaban dari Ella namun Ella hanya diam tak menjawab pertanyaan Damar.
" Cepat kak! " teriak Ella yang tak sabar ingin segera sampai di rumah sakit.
__ADS_1
" Iya, sabar ya. kakak yakin semua akan baik- baik saja, " ucap Damar.
Setelah sampai rumah sakit Ella segera berlari keruang IGD, tanpa mempedulikan pakaian apa yang dia kenakan, semua perawat menatap kearahnya dengan penuh tanda tanya.
" Ella.." panggil Yasmine setelah melihat kedatangan Ella.
" Harus kuat ya, semua pasti akan baik- baik saja, " ucap Hasmine sambil merengkuh tubuh Ella.
" Bagaimana keadaannya, " tanya Ella yang sudah mulai menangis, " kenapa dia bisa naik mobil sendiri? " lanjut Ella.
" La, " panggil bunda Kenzie yang baru datang dari arah pintu masuk. lalu segera memeluk Ella erat.
" Zie, bund." Ucap Ella sambil menangis.
" La, ini dokter yang menangani Ken, biar dia yang menjelaskan kondisinya, " ucap Yasmine.
" Kondisi Ken sangat memprihatinkan, kita hanya bisa menantikan keajaiban dari Tuhan, karena Ken mengalami kerusakan pada paru- parunya mungkin karena benturan benda tumpul dan ada pendarahan juga di.kepalanya." jelas dokter yang menangani Kenzie. Ella yang mendengar itu langsung lemas bagai tak bertulang Damar yang melihat itu langsung merengkuh tubuh Ella agar tidak terjatuh dan mengajaknya duduk di kursi ruang tunggu.
" Kak... " ucap Ella sambil menangis.
" Lala harus kuat, nanti kalau kamu lemah siapa yang akan menguatkan Kenzie ketika dia bangun, " ucap Damar yang sebisa mungkin menahan tangisnya karena merasakan kesedihan Ella.
Damar memeluk erat tubuh Ella berusaha menyalurkan kekuatan untuk Ella. Ella pun semakin keras menangis membayangkan kejadian terakhir bersama Kenzie.
" Kak, Lala cinta sama Zie, dia nggak boleh ninggalin Lala seperti Mas Erik kak, Lala nggak bisa jika harus kehilangan cinta lagi kak, " ucap Ella berbicara panjang lebar.
" Iya La, Lala berdoa terus ya buat Ken, supaya dia diberikan kekuatan oleh Allah." ucap Damar mencoba menenangkan Ella. Tapi sepertinya Ella tidak peduli dengan apa yang dikatakan Damar.
" Kak, Lala menyesal kenapa tidak menerima Zie dari dulu, hingga Zie harus berjuang lebih lla.
" Yang kuat ya sayang, " ucap ayah Danu sambil mengusap punggung Ella.
" Apa salah lala yah? " tanya Ella yang meratapi nasibnya.
" Kamu nggak salah sayang, kamu anak baik, Lala penurut sama ayah, " ucap ayah Danu.
__ADS_1
Ella terdiam menatap kosong pintu masuk diruang tunggu itu berharap pintu ruangan tersebut segera terbuka. Ella merenungi kejadian yang dia alami pagi ini, harusnya statusnya kini sudah berganti. namun takdir Allah berkata lain.
Terimakasih yang sudah membaca jangan lupa kasih vote, like dan comentnya ya👍🙏