
Happy Reading
Erik masih belum melepaskan pelukkannya saat malam sudah berganti pagi, ia justru lebih mengeratkan lagi memeluk istrinya, Erik melihat ke arah samping Ella rupanya kedua gadis kecil itu belum juga terbangun dari mimpi indahnya, Ella yang merasa sesak didada perlahan membuka matanya.
" Sudah bangun? " tanya Erik saat melihat Ella membuka mata, Ella yang mendengar itu justru malah membalikkan badannya membelakangi Erik, lalu kembali menarik selimut. Erik yang melihat kelakuan Ella mencoba membangunkan Ella dengan menciumi tengkuk Ella.
" Yank, aku masih ngantuk, " ucap Ella yang merasa terganggu.
" Ayo kita pulang, " ajak Erik sambil membalikkan wajah Ella menghadap dirinya.
" Nanti sore saja, aku masih mau bermain dengan mereka, " ucap Ella.
" Tidak bisa yang, aku maunya kita pulang pagi ini, " ucap Erik, Ella seketika langsung membuka matanya.
" Dari kemaren minta dituruti terus! " ucap Ella lalu kembali membelakangi Erik. Erik diam sejenak, mencoba mengingat apa yang diucapkan istrinya.
" Ya sudah terserah! kamu memang nggak mau ngertiin Mas, " ucap Erik yang sudah menaikkan suaranya.
" Pengantin baru itu dimana-mana selalu meminta haknya saat malam pertama, ini boro- boro, baru megang saja sudah diganggu terus, " gerutu Erik lalu membalikkan badannya ikut membelakangi Ella.
" Pengantin baru bukan hanya menikmati itu Mas, masih banyak lagi yang bisa kita lakukan, itu hanya pemanis saja, " jelas Ella.
" Mas kecewa sama kamu, " ucap Erik lalu kembali menarik selimutnya menutupi tubuhnya. Ella yang sudah terbangun sepenuhnya memikirkan ucapan Erik, dua kali kegagalan membuat Erik merasa kecewa, Ia lalu menatap kedua gadis didepannya itu, menciumi Zalina yang tidur didekatnya.
__ADS_1
" Baiklah kita akan pulang ke apartemen jam sepuluh, " ucap Ella lalu membalikkan badan menghadap Erik, Erik hanya pura- pura tidak mendengar ucapan Ella. Ella yang tak mendapati respon dari Erik mulai menciumi lekuk leher Erik, Erik hanya bisa menahan rasa geli yang Ella buat, sampai akhirnya dia menyerah dan membalikkan badannya ke arah Ella, namun masih pura- pura menutup mata.
" Baru sadar ternyata suamiku suka ngambek, " ucap Ella lalu menciumi bibir Erik, agar si pemilik segera membuka mata, deru nafas Ella yang semakin dekat dengan Erik membuat aliran darah Erik memanas, tiba-tiba Erik membalas ciuman lembut yang Ella berikan.
" Morning kiss," ucap Erik yang semakin memperdalam ciumannya, Erik segera menghentikan aksinya ketika melihat Zalina sudah duduk dan menatap ke arah mereka.
" Om ngapain sama tante? " tanya bocah kecil itu.
" Nggak ngapa- ngapain, om cuma membersihkan air liur yang menempel dipipi tante, " ucap Erik yang langsung mendapatkan pukulan dari Ella.
" Tante, nanti siang berenang yuk, besuk kata papa kita akan pulang ke Bandung, " ucap Zalina, Ella yang mendengar itu langsung menatap Erik yang sudah cemberut.
" Maaf ya sayang, tante sudah ada janji dengan teman tante, jadi nggak bisa menemani Zalin berenang, coba ajak opa saja," ucap Ella, Erik yang mendengar itu langsung tersenyum kearah Ella.
" Kita mampir ke supermarket ya, stok makanan dan sayuran sudah habis soalnya, " ucap Erik dibalik kemudi.
" Iya, " jawab Ella, lalu menyandarkan kepalanya disandaran mobil, menatap jalanan sambil membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam.
" Semoga malam nanti bisa berhasil, " batin Ella.
Erik segera mengajak Ella turun setelah mobilnya sudah terparkir, supermarket masih terlihat sepi karena memang ini masih telalu pagi, Erik segera mendorong troly mengikuti langkah Ella.
" Apa saja yang habis? " tanya Ella.
__ADS_1
" Beli saja semua kebutuhan sehari-hari, " ucap Erik yang tidak mau mengingat stok barang yang sudah habis.
" Mau sabun cair atau padat, " tanya Ella.
" Kamu biasanya apa? " tanya balik Erik, Ella menghela nafas panjang karena tidak mendapat jawaban dari Erik.
" Terserah kamu saja yang, aku pakai apa saja bisa, " lanjutnya setelah melihat ekspresi istrinya.
Setelah troly terisi penuh, Erik mulai membayar dikasir, dengan Ella yang masih berdiri disampingnya.
" Yakin nggak mau pakai ART, kita bakal seperti ini terus tiap bulan? " tanya Erik pada Ella.
" Yakin, justru ini waktu terbaik untuk kita agar bisa pergi berduaan, " ucap Ella menjelaskan, Erik hanya tersenyum menanggapi ucapan Ella.
Erik segera membuka pintu saat mereka sudah tiba di depan pintu apartemen Erik, Ella masuk kedalam kamar berniat mengganti baju, lalu segera menyusul Erik yang tengah menyususun belanjaannya didapur, Ella lalu mengambil minuman dingin dan langsung meminumnya, tanpa melihat tatapan mesum dari sang suami.
" Kenapa? " tanya Ella saat menyadari suaminya yang sedang menatapnya.
" kamu semakin sexy kalau memakai baju mas, " ucap Erik yang melihat Ella mengenakan bajunya tanpa menggunakan celana, Ella tak menanggapi ucapan Erik, dia langsung membawa snack kripik kentangnya dan membawanya ke depan tv, Erik yang melihat itu langsung menyusul Ella yang tengah duduk disofa, segera memeluk istrinya dari samping.
" Ganti baju dulu sana yang, " perintah Ella lalu Erik segera berdiri berjalan menuju kamarnya, Ella pun melanjutkan menonton filmnya hingga dia tertidur pulas disofa abu- abu itu.
" Nakal sekali istriku ini, tadi menggodaku sekarang tertidur pulas disini, " ucap Erik saat melihat Ella tertidur disofa, matanya menatap lekat wajah istrinya yang tertidur pulas itu, memyibakkan rambut panjang Ella, lalu segera mengangkat tubuh Ella dan memindahkannya kekamar. Erik lalu ikut menyusul tidur istrinya, menikmati masa liburnya yang tinggal dua hari lagi.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karya saya jangan lupa like, vote dan coment ya👍🙏