
Happy reading,
cuma ngingetin biar nggak lupa ngasih likeππ
β Papa, β terdengar teriakan anak kecil memanggil Erik dengan sebutan papa, Ella dan Erik langsung menoleh ke arah suara,terlihat anak kecil sedang menggandeng tangan wanita yang mungkin seumuran dengan Erik, tapi dia terlihat cantik dan feminim di mata Ella.
Anak laki-laki itu berjalan mendekat ke arah Erik, memeluk Erik dengan erat, seperti seorang anak meluapkan kerinduannya pada sang ayah, membuat pikiran Ella berlarian ke mana-mana.
β Marvel, nggak boleh begitu! β ucap wanita yang sudah menghampiri anak lelaki bernama Marvel. Namun tiba-tiba dia memeluk Erik dan mencium kedua pipi Erik, membuat hati Ella semakin sakit melihat suaminya di peluk wanita lain. Erik hanya menatap bingung ke arah Ella. Dia ingin menjelaskan tapi bibirnya kelu seperti tidak ada tenaga.
Apa Mas Erik jatuh cinta lagi pada wanita di depannya ini. Batin Ella.
Dia berusaha menepis pikiran jahatnya itu jauh-jauh tapi ucapan anak kecil itu membuat Ella semakin yakin kalau suaminya benar-benar sudah jatuh cinta pada wanita di depannya itu.
β Pa, kenapa Papa nggak pulang? Marvel kan kangen, β ucap anak lelaki itu. Erik bingung dengan ucapan anak itu, dia baru bertemu dengannya satu kali tapi dia langsung memanggilnya dengan sebutan papa.
Erik berusaha mencari jawaban dari wanita di sampingnya.
β Ji, maksudnya apa? Kenapa dia memanggilku Papa? β tanya Erik pada Jingga, dia hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Erik, membuat Ella semakin penasaran dengan kisah cinta masa lalu mereka.
β Mama selalu menunjukkan foto Papa saat aku tanya di mana Papaku, aku rindu Papa. Papa jangan tinggalkan Marvel dan Mama lagi ya, β ucap Marvel sambil memeluk Erik.
Hati Ella sudah nyeri mendengar ucapan anak kecil itu, dia merasa harus segera meninggalkan kedai ini, dia tidak kuat jika harus mendengarkan kebenaran jika suaminya telah mempunyai anak dengan wanita lain, dia segera mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kedai ice cream itu, tanpa mendengarkan teriakkan suaminya.
__ADS_1
β Yang! tunggu Yang, β teriak Erik saat melihat Ella berjalan keluar meninggalkannya.
β Tega kamu Ji, begini balasanmu, β ucap Erik menatap tajam ke arah Jingga.
β Maafkan aku Rik, β ucap Jingga meminta maaf pada Erik dengan tulus. Erik segera pergi meninggalkan mantan pacarnya itu tanpa mempedulikan Marvel yang tengah teriak memanggil namanya.
Jingga lalu meraih ponsel yang berada di tasnya, menelepon seseorang.
β Tugasku sudah selesai, biarkan kami bebas dan jangan lagi menganggu aku dan Marvel, β ucap Jingga saat sambungan telepon itu tersambung, lalu segera menutup ponselnya dan mengajak anaknya pulang.
Di sisi lain Ella masih berjalan, tanpa mempedulikan Erik yang tengah memanggilnya, dia menangis membayangkan suaminya memiliki anak dengan wanita lain, air matanya terus mengalir dengan derasnya.
β Yang, stop Yang, jangan berlari lagi kasian anak kita, β teriak Erik yang berjalan mengikuti Ella, lalu segera menarik tangan Ella dan menghentikan langkahnya.
β Stop mas! Biarkan Lala sendiri dulu, β pinta Ella karena dia sudah tak kuat menahan sesak di dadanya.
β Nggak! Kamu akan semakin salah paham nanti jika kamu tidak mendengarkan penjelasan Mas, β teriak Erik.
β Menjelaskan apa Mas! Mas mau bilang kalau Mas jatuh cinta lagi dengan cinta masa lalumu, dan mau bilang jika itu memang benar anakmu? Iya! β balas Ella yang sudah menaikkan suaranya.
β Yang, tolong tenangkan dulu dirimu, semua tidak seperti dengan apa yang ada di pikiranmu, kamu salah paham Sayang, β ucap Erik.
β Anak itu memanggilmu papa Mas, dan kamu juga dengar sendiri, jika wanita itu yang sudah memberitahunya, kalau dia bukan anak Joseph, itu berarti dia adalah anakmu Mas, β ucap Ella lalu kembali melanjutkan jalannya.
__ADS_1
β Yang! please kamu tau sendiri, bagaimana kita melewati malam pertama kita, apa Mas terlihat seperti orang yang sudah pernah melakukannya? semua ucapanmu nggak ada yang benar Yang, kamu yang pertama untukku, dari dulu Mas sudah menjelaskannya kamulah yang pertama! dan akan menjadi yang terakhir untuk Mas. Jangan pedulikan ucapan anak Jingga Yang, β Jelas erik yang membuat Ella terdiam mengingat kejadian malam pertamanya dulu, dia lalu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Erik.
β Tapi anak kecil selalu berbicara jujur Mas, β bantah Ella.
β Tapi orang tuanya bisa saja yang tidak jujur Yang, Jingga sudah membohongi anak itu, pasti Jingga mengatakan kalau Mas adalah papanya, please Yang percaya sama Mas, hanya kamu yang pertama dan berhak menjadi ibu dari anak Mas nggak ada yang lain, β jelas Erik.
β Kalau kamu masih tidak percaya, kita bisa tes DNA anak itu sekarang, β ucap Erik, Ella lalu menatap mata Erik mencari kebohongan di sana, tapi ternyata suaminya ini benar-benar berkata jujur padanya, Ella lalu menyentuh pipi suaminya.
β Aku hanya takut, jika itu benar terjadi, berarti artinya aku harus melepaskan Mas untuk mereka, Lala nggak siap Mas, β ucap Ella lalu memeluk erat suaminya.
β Itu nggak akan terjadi Sayang, cinta Mas dari dulu hanya untukmu, percaya sama Mas, β ucap Erik meyakinkan Ella sambil mengusap rambut istrinya, tidak peduli mereka sedang di pinggir jalan, yang penting mereka menyelesaikan masalahnya saat itu juga.
Erik mengajak Ella berjalan menuju tempat parkir kedai tadi untuk mengambil mobilnya, Ella merasakan perutnya yang kram, sejak dari tadi, Ella lalu menghentikan langkahnya dan memegang perutnya.
" Kenapa Yang? " tanya Erik saat melihat ekspresi Ella yang kesakitan.
β Aw... Mash perutku saakkiith, β rintih Ella yang merasakan sakit itu semakin menyerangnya, mata Ella melihat ke bawah, dia semakin syok saat melihat kaki putihnya sudah terdapat darah segar yang keluar dari dalam intinya.
β Mash...β ucap Ella yang sudah menangis, di samping Erik, dia takut jika harus kehilangan calon anaknya, rintihan Ella semakin keras membuat Erik segera menggendong Ella dan membawanya menuju rumah sakit, dia semakin panik melihat Ella tidak sadarkan diri ketika perjalanan ke rumah sakit, pikirannya sudah tidak bisa berfikir jernih lagi, saat melihat wajah istrinya yang semakin pucat, hatinya juga sesak melihat orang yang di cintainya kesakitan, apalagi jika harus kehilangan bayinya yang belum pernah dia temui.
Terimakasih jangan lupa likes, votes dan coment yaππ
follow IG saya yuk @Rehuella.
__ADS_1