
Happy Reading jangan lupa vote ya🙏.
Erik melajukan motornya sambil menautkan jarinya ke jari Ella, dia sengaja melajukan motornya pelan karena tidak ingin terjadi sesuatu dengan calon bayinya, karena menurut pemeriksaan melalui denyut nadi tadi , Erik yakin jika istrinya tengah hamil muda.
Sedangkan Ella yang duduk dibelakang Erik masih memikirkan kondisinya yang belum pasti baik-baik saja, Erik yang mengemudikan motor sesekali menatap wajah gelisah istrinya melalui kaca spion, mencoba mengajak Ella berbicara, namun yang ada Ella tidak terlalu fokus dengan apa yang mereka bicarakan, dia masih memikirkan kesehatannya yang menurun belakangan ini.
" Yang, apa aku besuk ke rumah sakit untuk MCU ( Medical Chek Up ) ya? soalnya beberapa hari ini aku ngerasa nggak enak badan, aku takut ada penyakit serius, " ucap Ella yang berada dibelakang.
" Nggak perlu. Nanti setelah kita sampai di rumah mama biar Mas periksa kamu, " ucap Erik, Ella yang mendengar itu hanya cemberut karena tidak puas dengan jawaban suaminya.
Ella terdiam menikmati sorotan lampu yang mereka lewati, dia menyandarkan kepalanya dipunggung Erik, sambil mengeratkan pelukkan di perut suaminya.
" Ngantuk yang? " tanya Erik saat mendapatkan pelukan erat Ella.
" Enggak cuma takut jatuh saja, " Erik tersenyum mendengar jawaban Ella.
" Modus ya? pengen peluk Mas saja nggak mau bilang jujur, " kata Erik, namun Ella tidak menjawab godaan suaminya.
Setelah sampai di rumah mamanya, Erik memarkirkan motornya di depan pos satpam.
" Pak tolong bawa masuk ya! " titah Erik pada pak Bejo satpam di rumah mamanya.
" Kok tumben naik motor Mas? " tanya pak Bejo yang melihat majikannya tak membawa mobil.
" Iya, istri saya yang pengen," ucap singkat Erik, lalu mengajak istrinya masuk ke rumah.
" Di kunci? tumben mama mengunci pintu rumah, " ucap Erik lalu menekan tombol rumahnya.
" Sudah tidur mungkin yang, pulang saja yuk, " ajak Ella. Namun tak lama terdengar suara pintu terbuka, terlihat mama Jihan dengan nafas naik-turun.
" Erik Ella, " kaget mama jihan saat melihat mereka berdua.
" Mama habis main kuda-kudaan ya sama Papa, nafasnya gitu amat, " ucap Erik menggoda mamanya.
" Dasar anak nakal ya kamu! " ucap mama Jihan sambil menarik telinga Erik, karena malu ketahuan menantunya.
" Aduh...duh, sakit ma! nggak papa ma, itu artinya kalian berdua masih sehat, nggak perlu malu sama Erik, " ucap Erik saat merasakan jeweran mamanya.
" Ayo sayang ada yang mau mama omongin ke kamu, o ya mobil kamu mana Rik, " tanya mama Jihan sambil menengok kanan kiri namun tak terlihat mobil Erik.
" Erik nggak bawa mobil ma, Erik kesini naik motor, " jelas Erik.
" Dasar bandel ya kamu! malam-malam bawa istri naik motor nanti kalau Lala sakit bagaimana? " maki mama Jihan, ia lalu menggandeng tangan Ella dan membawanya ke depan tv.
" Sepertinya ada yang penting, kenapa kalian malam-malam berkunjung kemari, " tanya mama Jihan.
" Nggak papa kok ma, tadi kita cuma mampir saja, " ucap Ella, lalu meletakkan kepalanya disandaran kursi.
__ADS_1
" Apa kamu sakit sayang, " tanya mama Jihan.
" Nggak kok ma, hanya sedikit sakit kepala saja dari tadi pagi, " jawab Ella.
Erik yang mendengar ucapan istrinya seketika teringat kalau dia akan memeriksa Ella.
" Ke kamar yuk yang, " ajak Erik meraih lengan Ella.
" Enak aja. Ada hal penting yang ingin mama sampaikan ke Lala menyangkut pesta pernikahan kalian, " ucap mama Jihan menahan tangan Ella.
" Biarkan aku disini dulu Mas, kamu duluan saja, " ucap Ella, Erik hanya mengangguk.
" Apa di lemari pendingin ada permen jahe ma? " tanya Erik berusaha mencarikan pereda mual sementara untuk istrinya.
" Tidak ada, adanya permen yup* punya Zaina, " jawab mama Jihan sambil terkekeh.
Erik yang melihat istrinya asyik mengobrol dengan mamanya, dia lalu beranjak pergi ke kekamar, namun selang berapa waktu kembali turun ke bawah dengan box ditangannya.
" Coba kamu rebahan di pangkuan mama yang, " perintah Erik saat sudah berada di samping Ella.
" Buat apa? " tanya Ella bingung.
" Sudah nurut saja, nanti juga tau, "
" Apa kamu sakit La, ? " tanya mama Jihan yang penasaran dengan kelakuan anaknya.
Erik lalu memeriksa Ella dengan stetoskop mengarahkan tepat di perut istrinya.
" Sepertinya dugaan Mas benar, "
" Kenapa Mas? " tanya Ella yang sedikit khawatir.
" Sudah ada Erik Junior disini, " ucap Erik sambil mengusap pelan perut Ella.
" Beneran Mas? " tanya Ella meyakinkan lagi.
" Apa kamu bahagia? kerja lembur kita sebulan ini berhasil juga, " ucap Erik menatap ke arah Ella, mama Jihan hanya tersenyum ke arah Erik yang tidak tau malu mengumbar masalah begituan dihadapannya.
" Kamu jangan capek - capek ya La, ingat ini anak pertama buat kamu dan juga Erik, jaga calon cucu mama baik-baik," ucap mama Jihan sambil mengusap pelan rambut Ella, tanpa terasa Ella sudah meneteskan air matanya.
" Hey, kenapa menangis? " tanya Erik.
" Nggak apa-apa, ini hanya tangis bahagia," ucap Ella lalu segera memeluk mama Jihan, baru kali ini dia bisa merasakan kasih sayang seorang mama, dia sangat bersyukur punya ibu mertua yang sangat baik, tidak seperti kebanyakkan mertua lain diluar sana.
Erik hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya.
" Besuk kita USG di rumah sakit ya, kita lihat Erik junior di sana, " ucap Erik berpesan pada Ella, Ella hanya mengangguk setuju.
__ADS_1
" Ayo istirahat, sepertinya kamu sudah lelah, " ajak Erik, Ella lalu melepaskan pelukan dari mama Jihan.
" Jangan nambah Lala lelah lagi Rik, kasian calon anakmu, kalau mau nengok besuk-besuk saja, " goda mama Jihan.
" Mama mau nitip salam cium buat cucunya nggak? " balas Erik yang bergantian menggoda mamanya.
" Dasar dokter mesum, " ucap mama Jihan, Erik menjulurkan lidah ke arah mamanya dan berlalu mengikuti istrinya, sampai di kamar Ella memeluk erat suaminya.
" Kenapa? " tanya Erik mengusap rambut panjang istrinya.
" Apa aku beneran hamil? " tanya Ella yang masih belum sepenuhnya percaya.
" Apa kamu meragukan keahlian suamimu, " ucap Erik, Ella hanya menggelengkan kepala.
" Sekarang dengerin Mas, jangan terlalu capek, stress banyak nangis karena kamu tau? itu akan mempengaruhi dia yang sedang berkembang disini, " ucap Erik sambil mendudukkan Ella lalu mengusap perut Ella yang masih rata itu.
" Mas. Apa dia akan baik-baik saja? " tanya Ella lagi.
" Pasti sayang, papanya akan merawatnya saat masih diperutmu dan mamanya akan merawat dia ketika dia lahir nanti, " ucap Erik sambil tersenyum menjelaskan ke Ella.
" Tidurlah, jangan berpikir macam-macam, yakinlah semua akan baik-baik saja," ucap Erik merebahkan tubuh Ella di ranjang, lalu mencium kening Ella.
Dan malam itu adalah malam yang bahagia buat mereka berdua, dugaan Erik benar kalau istrinya tengah mangandung anaknya.
" Yang, geli ah...jangan begitu, " ucap Ella saat wajah Erik menghadap tepat di depan perut Ella sambil menggesek- nggesekkan bibirnya diperut rata Ella.
" Kira- kira nanti dia akan setampan aku nggak ya? " ucap Erik.
" Yakin banget kalau dia cowok! " ucap Ella.
" Yakinlah, kan aku maunya cowok, "
" Terus kalau lahirnya cewek, " ucap Ella lagi.
" Ya nggak papa habis lahir kita bikin lagi, " ucap Erik yang dihadiahi pukulan di punggung dari Ella.
" Cewek juga Mas suka, pasti dia akan secantik mamanya, " ucap Erik yang masih memainkan perut Ella dengan bibirnya.
Sepasang manusia itu masih mengobrol hingga dini hari, Ella tertidur setelah mendengar cerita suaminya, karena Ella sudah tidak tahan lagi untuk menahan kantuk yang sudah menyerang, Erik yang belum tertidur menatap wajah istrinya, dalam hatinya sangat bahagia saat mengetahui Ella hamil.
" I Love You sayang, " ucap Erik lirih lalu menempelkan bibirnya kebibir Ella, Ella yang merasa terganggu berbalik membelakangi Erik.
" Tidurlah sayang, Mas nggak akan menganggu tidurmu, " ucap Erik, lalu menyelimuti Ella dan dirinya dengan selimut tebal miliknya.
Terima kasih sudah membaca, target saya
" KEPINCUT CINTA DOKTER " ini hanya sampai 100 part saja, mudah -mudahan bisa cepat selesai. Jangan lupa like, vote, dan coment.
__ADS_1
Baca juga " CINDERELLA GENDUT " .👍😊🙏