Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Treatment


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.πŸ™πŸ‘


Author Pov


Keesokkan harinya Ella terbangun karena suara gedoran pintu kamarnya. Ia masih enggan untuk membuka pintu tersebut, karena tak kunjung berhenti akhirnya Ella pun berdiri dan membuka pintu kamarnya.


" KEJUTAN, ! " ucap dua bumil di depannya itu, reaksi Ella hanya biasa saja.


" Hay La, " ucap Anna yang sekarang juga tengah hamil enam bulan.


" Kalian menganggu tidurku, pergilah aku masih mengantuk, " ucap Ella kembali merebahkan tidurnya di atas kasur.


" Hellow, ini sudah jam delapan La, bersihkan badanmu sebelum petugas skincare datang kesini, untuk memberikan perawatan tubuhmu sebelum nikah, " ucap Anna


" Apa? "


" Iya La, perawatan pra nikah, buruan mandi, kita akan luluran sama- sama nanti, " ucap Sashi menjelaskan.


" Baiklah kalian keluar dulu, " usir Ella pada kedua sahabatnya itu.


" Kenapa harus keluar, kita akan menunggu di.kamarmu, " ucap Anna.


" Terserah kalian...! " teriak Ella lalu segera masuk ke dalam kamar mandi, Sashi dan Anna merebahkan tubuhnya di ranjang Ella tak lama terdengar ponsel Ella berdering.


Sashi yang penasaran segera berdiri dan mengambil ponsel itu.


" Kak Erik " ucap Sashi lirih lalu menatap Anna bertanya di jawab atau tidak.

__ADS_1


" Diangkat saja siapa tau penting, " ucap Anna.


" Hallo La, syukurlah akhirnya kamu mau mengangkat telepon Mas, La maafin Mas, atas kelakuan Mas kemaren, Mas nggak bermaksud menodaimu La, Mas hanya ingin kamu tau kalau Mas sangat mencintaimu, " Sashi yang mendengar itu bingung harus berkata apa,


" Please La, maafin Mas, Mas nggak mau Lala tambah benci pada Mas, " ucap Erik lagi tanpa peduli siapa yang sudah menjawab telepon dihandphone Ella.


Sashi yang mendengar itu berpikir pasti sudah terjadi sesuatu antara Ella dan Mas Erik, karena bingung akhirnya dia menutup panggilan tersebut.


" Apa yang terjadi dengan Ella dan kak Erik," tanya Anna sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.


" Kita tanya langsung ke Ella nanti, " handpone Ella pun kembali bergetar.


" Kak Erik lagi, " ucap Sashi. lalu membiarkan handpone Ella berdering hingga tidak bersuara lagi.


Setelah beberapa menit Ella pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk mandinya. Sashi yang melihat itu berjalan mendekati Ella dan segera menarik tangan Ella, mendudukannya diranjang.


" La, " teriak Sashi.


" Nggak ada yang terjadi, " ucap Ella tanpa memandang mata Sashi karena takut kalau ketahuan berbohong.


" La, jujur ke kita," ucap Anna melihat kearah Ella penuh selidik mencari kejujuran di mata Ella.


" Sudah aku bilang tidak ada, " teriak Ella yang mulai geram ulah sahabatnya itu. Ia pun segera berdiri karena ingin memakai bajunya, Sashi pun menahan tangan Ella, dan Ella berbalik kearah Sashi. Mata Sashi membulat saat melihat ada tanda kissmark didada Ella yang sedikit terbuka.


" Siapa yang melakukan itu La? " tanya Sashi menatap Ella, Ella yang melihat rasa penasaran sahabatnya itu kembali duduk diranjang berniat ingin menceritakan kejadian kemaren.


" Siapa La, Ken atau Erik? " tanya Sashi lagi karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Ella.

__ADS_1


" Mas Erik, " ucap Ella sambil menangis karena kembali mengingat kejadian kemaren. Sashi pun memeluk Erat tubuh Ella.


" Dia hampir saja menodaiku kemaren, " jelas Ella yang masih menangis Sashi dan Anna melotot karena kaget.


" Tapi kamu belum ternoda kan La, " tanya Anna


" Aku nggak tau, yang pasti dia berusaha memasukiku tapi dia selalu gagal dan akhirnya dia menyerah, karena melihatku menangis, " jelas Ella lagi, Anna dan Sashi pun saling memandang.


" Brengsek tu erik ya ! " umpat Sashi sambil mengelus lagi perutnya.


" Sudahlah aku nggak mau membayangkan kejadian kemaren, aku anggap kejadian itu hanya mimpi buruk, " ucap Ella.


" Apa Ken tau La? " tanya Sashi, Ella menjawab menggelengkan kepalanya cepat.


" Jangan sampai dia tau." ucap Anna.


" Tapi bagaimana dengan tanda ini, apa akan hilang saat malam pertamaku, " tanya polos Ella.


" Kita lihat saja nanti, " ucap Sashi.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.


" Itu sudah datang petugasnya dek, " ucap Damar pada Sashi.


" Suruh masuk saja Mas. " jawab Sashi.


Ella pun segera mempersiapkan dirinya untuk treatment pra nikah. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca maaf pendek jangan lupa klik like, dan votenyaπŸ™πŸ‘


__ADS_2