Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Kiss Mark


__ADS_3

Happy reading, yuk yang mau ikut challenge ditunggu sampai tanggal 23 Mei ya...


Caranya mudah petunjukknya ada di Part 100. Sebelum baca jangan lupa like 👍.


😀


😂


Erik menatap Ella yang masih terlelap,


dia menciumi lekuk leher Ella, berusaha membangunkan


istri nya yang masih terlelap di sampingnya. Semalam setelah pramugari mengetuk pintu dan memberitahu bahwa pesawat sudah landing, Erik justru menyusul istri nya tidur dan melepas pakaiannya, karena pendingin udara juga ikut dimatikan.


Dia masih menatap lembut wajah istrinya,


“ Yang ... Kita kesini untuk bulan madu, bukan untuk tidur, ” Ella perlahan mengerjapkan matanya saat samar-samar terdengar suara Erik, dia menatap Erik yang sudah tidak berpakaian, selain celana boxer yang dia pakai, Ella lalu menunduk melihat tubuhnya sendiri yang sudah tidak memakai bra.


“ Apa Mas melakukannya disini semalam, ” tanya Ella. Erik tersenyum ingin rasanya menikmati tubuh istrinya itu di atas sini, tapi otak sehatnya masih jalan mengingat betapa nyenyaknya Ella semalam tertidur.


“ Apa kamu benar-benar tidak mengingat kejadian semalam, kamu seperti kucing liar yang haus akan belaian! ” Ella menggelengkan kepalanya pelan, mencoba mengingat kejadian terakhir sebelum dia terlelap. Dia menyerah tak ingin lagi memikirkan otaknya sudah buntu karena tidak teringat apapun, tak peduli apa yang Erik lakukan semalam toh sekarang dia sudah menjadi suami sah nya. Ella menyingkap selimut tebal bewarna coklat itu, menyadari dirinya hanya menggenakan celana pendek yang sangat tipis, dia melirik ke arah suaminya, dan menggeleng tak percaya, pikirnya Erik benar-benar melakukannya semalam.


Ella berjalan menuju kamar mandi, kamar mandi yang sempit itu menyambutnya dengan pantulan cermin besar, yang memperlihatkan kondisi tubuhnya dengan jelas, dia menghela nafas panjang saat melihat banyak kiss mark di area sensitif bagian atasnya.


“ Masss Eriiikkkk ..., ” teriak Ella suaranya yang merdu memenuhi ruangan kamar itu, sedangkan Erik hanya tertawa tanpa suara di atas ranjang dia sudah bisa menebak hal ini pasti akan terjadi, dia berjalan ke arah kamar mandi, berpura-pura bodoh dia bertanya,


“ Ada apa Sayang, buka pintunya? Apa kamu terpeleset? ” tanya Erik dengan nada yang dibuat secemas mungkin, tapi bibirnya tersenyum simpul, dia masih berdiri di depan pintu toilet menunggu istrinya keluar.


“ Kamu ini ya! Bikin karya seenaknya saja! ” maki Ella saat membuka pintu, “ Terus bagaimana ini? ” tunjuk Ella pada bekas kiss mark yang dibuat Erik. Erik tersenyum lebar menanggapi ocehan Ella.


“ Biar tidak ada yang naksir kamu saat kamu berjalan sendiri nanti, sini kamu juga kasih Mas kiss mark biar cewek-cewek juga tau kalau Mas sudah ada yang punya, ” jelas Erik sambil menunjuk ke arah lehernya.


“ Bagus juga ide mu Mas, sini Lala kasih, ” ucap Ella sambil menjentikkan jarinya agar Erik mendekat. Ella lalu mengusap leher Erik mendekatkan bibirnya disana, tapi dia menggingit leher Erik dengan gigi taringnya, hingga membekas cetakkan gigi disana.


“ Ahhhhh.... Awwww, shakittt, ” ucap Erik meringis.


“ Katanya mau kiss mark, begitulah caraku! ” ucap Ella dengan santai, lalu berjalan ke arah ranjang.


“ Gapapa deh digigit kucing liar, yang penting dapat kiss mark, ” ucap Erik sambil berkaca melihat bekas gigitan Ella.

__ADS_1


“ Ayo kita sarapan, terus lanjut ke villa, ” ajak Erik pada istrinya.


“ Bukannya kita sudah di hotel? ” ucap Ella yang belum menyadari posisinya sekarang.


“ Kita masih di pesawat Sayang, ” Ella terbelalak kaget menyadari ucapan Erik benar adanya.


Dia lalu berjalan meninggalkan suaminya berjalan keluar pesawat.


“ Selamat pagi Nyonya, apa Anda bisa tertidur nyenyak semalam? ” sapa pramugari itu, Ella hanya mengangguk dan tersenyum ke arah 3 pramugari yang sedang berdiri di belakang pintu masuk. Dia menapakkan kakinya menuruni anak tangga, memakai kacamata hitam untuk menutupi matanya dari silau matahari pagi, Erik yang baru sampai di pintu keluar berhenti sejenak menatap ke tiga pramugari yang tengah berdiri disana.


“ Apa kalian ikut bermalam disini? ” tanya Erik.


“ Iya Tuan, ” jawab Brenda singkat.


“ Saya akan memberikan bonus pada kalian, silakan hubungi Yohan nanti, ” ucap Erik, sedangkan Ella sudah menatap suaminya tajam, karena berlama-lama berbicara dengan pramugari itu, Erik yang melihat tatapan Ella segera menuruni anak tangga dan memberikan senyuman manis untuk sang istri, tangannya ingin memeluk Ella ketika hampir sampai di tempat Ella berdiri, Ella justru menjauh dan berjalan lagi meninggalkan Erik.


“ Cemburu itu tandanya cinta, Mas senang dicemburui, ” ucap Erik yang sudah berjalan di samping Ella, sedangkan Ella hanya diam tidak ingin menanggapi ucapan suaminya. Erik lalu membukakan pintu mobil yang akan mengantarkan mereka ke villa tempatnya berbulan madu.


*****


Satu jam berlalu Erik dan Ella tiba di villa tempatnya menginap, Ella menatap bangunan kayu di depannya itu, sedikit ngeri karena bangunan terbuat dari kayu, tapi pemandangannya sangat indah, tak jauh dari pantai itu yang paling penting buatnya! Karena sudah lama dia tidak bermain air pantai. Matanya melirik ke arah suami yang berdiri di sampingnya.


“ Kenapa nyari villa kayu sih? Udah tau kita akan berbulan madu, nanti kalau tetangga kamar dengar bagaimana? ” Erik terkekeh mendengar ucapan istrinya, bisa-bisanya Ella berpikiran sampai ke situ.


“ Sama saja. Goyangannya akan terasa ke kamar sebelah, ” ucap Ella mengikuti berbisik ke arah Erik.


“ Villa kayu tidak seekstrim itu! Ayo!”ajak Erik, dia meraih tangan istrinya, mengajaknya masuk ke dalam villa itu.


“ Selamat siang Tuan dan Nyonya Erik, mari saya antarkan ke kamar, ” sapa karyawan villa yang sudah berdiri sedari tadi sejak Erik dan Ella tiba. Mereka berdua mengikuti langkah karyawan villa itu. Saat tiba di depan kamar Erik segera meminta Ella untuk masuk ke dalam, Erik menghentikan langkah lelaki paruh baya itu.


“ Apa sudah sesuai dengan apa yang saya minta kemarin? ” lelaki itu menatap Erik dan mengangguk


“ Iya Tuan, disini hanya ada Tuan dan Nyonya, tamu yang datang kita siapkan pada bagian depan, ” jelas lelaki paruh baya itu.


“ Baiklah. Jangan ada yang datang ke lokasi ini, kalau bukan saya yang memintanya, ” ucap Erik.


“ Iya Tuan, ”


“ Satu lagi, jangan panggil saya Tuan jika sedang bersama istri saya, dan beritahukan pada yang lain juga, ” peringat Erik.

__ADS_1


“ Baik Tu-Pak, ” ucap lelaki itu sedikit gugup.


Erik berjalan memasuki kamar villa itu, mencari-cari keberadaan istrinya, namun tidak ditemukan, dia berjalan ke arah pintu kamar mandi, di bukanya pintu kayu tersebut, terlihat Ella sedang melepaskan pakaiannya satu persatu.


“ Apa kamu baru melakukan persiapan untuk kita? ” Ella berjalan ke arah bath up saat Erik berjalan menghampirinya.


“ Bukan persiapan, hanya badanku saja yang gerah pengen berendam, ” ucap Ella lalu masuk ke dalam bath up yang sudah bertabur bunga mawar itu, Erik tanpa ragu lagi mengikuti istrinya masuk ke dalam bath up yang lumayam besar, dia dengan percaya dirinya duduk di belakang Ella.


“ Mas kenapa ikut masuk? ”


“ Mas mau pemanasan dulu pakai air hangat, ” Ella mendengus kesal saat mendengar ucapan Erik, mandi berendamnya harus gagal karena ulah Erik yang tidak mungkin hanya pemanasan saja, yang terjadi pasti aktivitas dewasa, 1 ronde, 2 ronde mereka lewati, melupakan makan siang karena kelelahan, karyawan hotel juga tidak ada yang berani mengetuk ataupun membangunkan pasangan itu, mereka berdua benar-benar menikmati bulan madunya di villa baru milik Erik.


*****


Hingga puku 4 sore Ella terbangun, karena merasakan lapar diperutnya, dia hendak membangunkan Erik, tapi dia urungkan karena mendengar dengkuran halus dari bibir Erik. Dia segera berjalan ke kamar mandi untuk melanjutkan kegiatan berendamnya yang tertunda karena ulah suaminya, menikmati sentuhan air hangat yang menyentuh tubuhnya, hingga tiga puluh menit dia keluar dari kamar mandi, melihat suaminya yang sudah terbangun dan memainkan ponselnya.


“ Baju aku mana Yang? ” tanya Ella, Erik hanya menunjuk ke arah lemari bewarna coklat kayu itu.


Ella berjalan menuju lemari yang Erik tunjukkan, dia segera membuka lemari yang hanya terisi lingrie dan bikini, Ella berjalan memdekat ke arah Erik.


“ Kenapa bajunya seperti ini semua? ” Tanya Ella sambil melemparkan bantal kecil berbentuk love itu ke arah Erik, Erik gelagapan menangkap ponselnya yang hampir saja terjatuh.


“ Kita honeymoon Sayang, nggak usah pakai baju juga nggak masalah, ” jelas Erik.


“ Dasar ya lelaki satu ini! Emang Lala mau seminggu di kamar terus hanya menatap wajahmu, ” maki Ella yang sudah merasakan emosi.


“ Sayang, kita ke sini untuk honeymoon bukan untuk marah-marah nggak jelas seperti ini, ” jelas Erik.


“ Ya sudah sana, carikan Lala baju! ” perintah Ella. Erik menurut dan melilitkan selimut tebalnya menutupi pinggang, karena dia belum memakai sehelai benangpun, mata Ella melotot sempurna ke arah Erik saat melihat Erik dengan sengaja menjatuhkan selimutnya tepat didepannya.


“ Hahaha maaf,,, maaf,,,maaf melorot selimutnya, ” ucap Erik yang melihat ekspresi Ella.


“ Dasar dokter mesum, ” cibir Ella.


“ Nih pakai ini saja, kita makan di luar ya? ” tanya Erik.


“ Iya, sana buruan Lala sudah lapar Mas, ” perintah Ella yang melihat Erik justru akan memelukkanya. Erik lalu mengecup bibir Ella dan berlari ke kamar mandi.


Setelah siap....

__ADS_1


Ella pergi ke rumah makan yang ada di dekat pantai, berjalan menyusuri bibir pantai, saling mengenggam erat tangan pasangan, hingga menyaksikan matahari itu tenggelam menyembunyikan sinarnya, Erik segera mengajak Ella kembali ke villa. Namun, langkahnya terhenti saat seseorang menghadang langkah keduanya, tatapan tajam dipancarkan dari orang yang berdiri di depannya itu, Ella hanya menunduk ketakutan, sedangkan Erik balik menatapnya dengan tatapan datar.


Terimakasih sudah membaca karya saya, jangan lupa like dan vote sebanyak-banyaknya.😊👍🙏


__ADS_2