Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Kenakalan Erik


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.๐Ÿ™๐Ÿ‘


AUTHOR POV


H - 5 Pernikahan


Kenzie pun begitu ceria pagi ini, entah karena ciuman pertama dari Ella atau karena hari pernikahannya yang semakin dekat.


" Apa ayah tidak akan memarahiku karena kamu semalam tidak pulang, " tanya Kenzie saat perjalanan di mobil bersama Ella.


" Mungkin ayah akan memintamu bertanggung jawab. " ucap Ella.


" Itu pasti, karena aku melakukannya, " Ella mengernyit bingung,


" Melakukan apa? " tanya Ella yang membuat Kenzie tertawa keras.


" Jangan panik seperti itu, " ucap Kenzie


" Zie, aku masih suci kan? kamu semalam tidak melakukan macam-macamkan? " tanya Ella menatap mata Kenzie mencari kejujuran di sana.


" Hanya satu macam, " ucap Kenzie.


" Zie, " teriak Ella.


" Apa kamu merasa ada yang sakit di area bawah sana? " Ella pun menggeleng cepat.


" Aku rasa kamu paham dengan pertanyaanku, mengingat dulu mantan tunanganmu adalah dokter kandungan. " ucap Kenzie.


" Sudah sampai ayo turun aku akan berkata pada ayah kejadian yang telah terjadi diantara kita, " ucap Kenzie, Ella semakin dibuat bingung dengan ucapan Kenzie.


Ella dan Kenzie pun segera masuk ke dalam rumah, Kenzie pun menceritakan kejadian saat Ella tertidur di sofa bioskop mininya. Lalu mengangkat Ella menuju kamar agar Ella merasa nyaman saat tidur. Tentunya Kenzie tidak menceritakan kalau dia juga ikut tidur seranjang dengan Ella.


Kenzie pun segera pamit untuk pulang setelah menjelaskan semuanya pada ayah Danu.


" Yah Lala kekamar dulu ya, " ucap Ella pada ayahnya.


" Baiklah coba kamu perawatan sebelum pernikahan la, biar tambah cantik, " ucap ayah menggoda Ella.


" Begini juga sudah cantik yah, " ucap Ella lalu segera berlalu kekamarnya.


Setelah sampai dikamar terdengar suara dering ponsel Ella.


" Mama Jihan " ucap Ella lirih dan segera mengangkatnya.


" Assalamu'alaikum ma, " ucap Ella saat mengangkat telepon itu.


" Wa'alaikumsalam La, apa Ella sedang sibuk? " tanya mama Jihan.

__ADS_1


" Tidak Ma, kenapa? apa mama kangen sama lala, " ucap Ella.


" La, mama mau minta tolong sama Ella, bisa Ella datang kerumah mama, Erik sedang sakit sudah mama kasih obat tapi demamnya tidak turun juga, " ucap mama Jihan.


" Kenapa nggak di bawa kerumah sakit saja ma? " ucap Ella karena sebenarnya dia tidak mau bertemu dengan Erik.


" La, mama mohon sekali ini saja ella datang kerumah mama, " Ella pu terdiam memikirkan permintaan mama Jihan.


" Baiklah ma, Ella akan kesana. " jawab Ella lalu segera menutup panggilannya kemudian mengambil jaket dan tasnya.


" Yah, kunci mobil Ella mana? lala mau pergi sebentar, " ucap Ella yang sudah berada dilantai bawah.


" Kamu mau kemana? pamali mau nikah malah keluar rumah, " ucap ayah Danu menasehati Ella.


" Lala cuma pergi sebentar kok yah, janji nggak akan lama, " bujuk Ella pada ayah Danu.


" Ingat hati- hati, " pesan ayah pada Ella sambil menyerahkan kunci mobilnya.


" Iya bye ayah assalamu'alaikum, " ucap Ella segera berlalu setelah mendapat jawaban dari ayahnya.


Setelah sampai di rumah mama Erik, Ella segera menekan bel pintu rumah itu, pintu pun terbuka terlihat mama jihan yang sudah tua namun tetap cantik.


" Assalamu' alaikum ma, " ucap Ella memeluk mama Jihan.


" Wa'alaikumsalam sayang, ayo masuk, " ucap mama Jihan mengajak Ella masuk.


" Erik masih dikamarnya La, badannya masih panas, mama ingin kamu merawatnya La, " perintah mama Jihan.


" Belum La, Erik nggak mau makan dia begitu terpukul saat mendengar kamu akan menikah dengan lelaki lain, " jelas mama Jihan.


" Baiklah Ella akan membuatkan bubur untuk Mas Erik, " ucap Ella tanpa menjawab ucapan mama Jihan tentang sakit hatinya Mas Erik.


Ella pun segera menuju dapur rumah itu untuk membuatkan bubur. Bubur pun siap setelah lima belas menit, bubur putih dengan tuna kering, daun bawang dan taburan bawang goreng di atasnya. " semoga lepas sembuh, " ucap Ella dalam hati.


Ella pun segera membuka pintu kamar Erik, melihat kearah ranjang terlihat Erik yang masih tertidur nyenyak di atas ranjangnya, Ella segera mendekat dan mengganti kain yang menempel dikeningnya. Erik pun merasa terganggu dengan tindakan Ella, segera ia membuka matanya.


" Lala, " ucap Erik memegang pergelangan tangan Ella.


" Apa ini benar kamu sayank, " lanjut Erik yang masih tidak percaya.


" Mas, maaf Lala nggak bermaksud menganggu tidurmu, Lala hanya mau mengganti kain ini, " ucap Ella.


" Makanlah dulu Mas, aku akan menyuapimu, " ucap Ella, Erik segera mendudukan dirinya menatap wajah Ella yang tengah menyuapinya.


" Mas yakin didalam hatimu masih ada cinta buat Mas, makanya kamu pedulikan terhadap Mas, " Ella pun terdiam mendengar ucapan Erik.


" Makanlah dulu Mas, setelah itu minum obat, aku nggak punya banyak waktu, " ucap Ella mengalihkan pembicaraan Erik.

__ADS_1


Erik memakan bubur hingga suapan terakhir yang diberikan Ella. Setelah selesai Ella meminta ijin untuk cuci tangan di kamar mandi Erik. Ntah pikiran dari mana Erik mengunci pintu kamarnya. Karena ia ingin Ella lebih lama lagi dengannya.


Erik berjalan kekamar mandi menyusul Ella yang masih mencuci tangannya. Memeluk Ella dari belakang dan menyandarkan kepalanya dipunggung Ella.


" La, Mas nggak bisa melihatmu dengannya, kamu hanya milik Mas La, " ucap Erik. Ella diam mematung mendengarkan ucapan Erik.


" Please jangan tinggalkan Mas La, batalkan pernikahanmu dengannya, " lanjut Erik.


" Maaf Mas hubungan kita sudah berakhir, cepatlah minum obat aku akan segera pulang, " ucap Ella sambil berusaha melepaskan pelukkannya dari Erik, namun Erik malah mendorong Ella ketembok dan ******* bibir Ella dengan rakus, Ella pun tak mampu menolak ciuman yang diberikan Erik, hatinya kembali berdebar saat menerima ciuman Erik. Setelah beberapa menit Erik pun melepaskannya.


" Bagaimana? apa masih teringat ciuman itu? " ucap Erik lalu kembali melanjutkan ciumannya tadi, Erikpun tak mempedulikan reriakkan Ella yang menyuruhnya untuk melepaskan.


" Mas tolong Ella mau pulang, " teriak Ella saat mulutnya terlepas dari bibir Erik, Ella segera keluar dari kamar mandi, setelah terlepas dari cekalan Erik. Entah setan dari mana Erik malah mendorong tubuh Ella keranjangnya. Menindih Ella dengan tubuhnya dan mengangkat tangan Ella ke atas kepalanya, Erik pun kembali teringat tentang kejadian dia yang menunggu Ella keluar dari rumah itu namun tak kunjung keluar, Erik pun berpikir bahwa Ella sudah melakukannya dengan Kenzie.


Segera dia membuka baju yang dikenakan Ella dan menikmati setiap lekukkan tubuh Ella memberikan tanda dikedua pay***** Ella, Ella tak kuasa menahan Erik yang terbawa nafsu. Erik yang menikmati itu tak mempedulikan teriakkan Ella yang memintanya untuk berhenti. Erik segera melepaskan pakaiannya sendiri ketika nafsunya sudah berada dipuncak, ia hanya ingin memuaskan nafsunya saat itu.


" Mas tolong jangan lakukan ini, " ucap Ella yang memohon pada Erik dengan air matanya.


" Sekali saja sayang, setelah itu kau bisa bersamanya, " ucap Erik yang sudah dirundung gairah.


Ella menjerit saat Erik sudah menempelkan miliknya ditempat Ella. Tangisnya semakin pecah ketika Erik berusaha memasukinya dengan miliknya.


" Tolong m


Mas, biarkan Lala pergi, " ucap Ella ditengah tangisnya. Erik pun semakin frustasi saat dirinya tak kunjung berhasil memasuki Ella, dia pun menatap mata Ella yang tengah menagis. hatinha ikut teriris melihatnya lalu dia menyerah dan melepaskan Ella.


Ella yang masih menangis pun segera memakai bajunya, Ella menahan rasa perih di area bawah sana meski Erik belum berhasil memasuki.


" Lala kecewa Mas, atas kelakuanmu, Lala menyesal sudah datang kesini, " ucap Ella lalu segera pergi dari kamar Erik. Namun tak bisa karna Erik mengunci pintunya.


" Please La, jangan tinggalin Mas, Mas mencintaimu La, mas mohon a, " ucap Erik mendekap tubuh Ella yang sudah berdiri di depan pintu.


" Tolong buka pintunya Lala mau pulang. " teriak Ella. Erik pun kaget melihat kemarahan Ella. Segera Erik melepaskan pelukkannya dan membukakan pintu.


Ella segera meninggalkan rumah itu dengan keadaan kacau, tanpa mempedulikan mama Jihan yang sedari tadi memanggilanya, Ella pun terus terbayang kejadian di kamar tadi. Andai dia menurut ucapan ayahnya untuk tidak pergi pasti kejadian itu tidak akan terjadi. Ia lalu mengambil ponselnya dan ingin segera menemui Kenzie.


" Hallo Zie,, " ucap Ella yang masih sesenggukan.


" Hai Re..ada apa denganmu? " ucap Zie.


" Bisa kita ketemu dirumah kita? " ucap Ella. Ponsel pun terjatuh karena tangan Ella yang masih bergetar atas kejadian tadi, Ella pun segera mengambil ponsel tersebut setelah mendapatkan ponselnya, Ella menyadari bahwa didepannya sudah ada truk yang hendak menabrak mobilnya, segera Ella membanting stirnya kekiri.


B R U A A K K


" Zie maafkan aku, aku mencintaimu, " ucap e


Ella sebelum kesadarannya hilang.

__ADS_1


" Re.......Re......Re......"


Terima kasih sudah membaca, jangan lupa vote, like dan comentnya๐Ÿ‘๐Ÿ™


__ADS_2