
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
.
.
.
Pagi yang cerah, cahaya matahari masuk melalui celah jendela kamar Ella, Ella yang merasa terganggu sinar matahari, meregangkan tubuhnya, tiba- tiba matanya tertuju pada handphone yang masih tersambung dengan panggilan video Erik.
" Jadi dari semalam belum mati panggilannya. " ucap Ella pelan.
Duh gantengnya kalau waktu tidur. Batin Ella.
Lalu dengan jahil dia mengerjai Erik.
" Sayang...Sayang..." ucap Ella dengan suara yang dibuat sesensual mungkin, melihat Erik yang belum membuka mata, Ella kembali mengulangi penggilan itu.
" Sayang...Sayang...Sayang...! Bangun Sayang... sudah siang ini, " ucap Ella lagi.
Kali ini Erik terbangun setelah mendengar suara Ella, Erik langsung menatap wajah di layar ponselnya, dia tersenyum manis ke arah Ella.
" Hay Sayang, sudah bangun? " tanya Ella menatap wajah Erik yang baru saja terbangun..
" Hmm,,, kangen, " ucap Erik yang masih setengah sadar sambil menganggukkan kepalanya. Ella hanya tersenyum menatap wajah Erik yang menggemaskan.
" Pagi- pagi udah ngegombal, sudah mandi sana, biar wangi! " Perintah Ella.
" Mau liat aku mandi? " tawar Erik. Ella tak menghiraukan ucapan Erik dia pun langsung mematikan handphonenya.
" Dasar cowok mesum! " Maki Ella sambil berjalan ke kamar mandi, dia masuk ke dalam bath up dan berendam dengan air hangat, tanpa mempedulikan handphone yang sedari tadi berdering.
📥 S****ayang, marah ya? hanya becanda Yan****g pesan masuk dari Erik
" Kok nggak dibalas sich " gerutu Erik saat tidak mendapatkan balasan Ella.
Setelah tiga puluh menit, Ella baru menyelesaikan berendamnya. Melihat handphone yang masih berdering, lalu melihat 11x panggilan tidak terjawab dan pesan dari Erik.
📤 H****abis mandi
jawab Ella singkat
Kemudian Erik langsung video call Ella, Ella yang baru akan berganti baju segera menekan tombol hijau pada layar hapenya.
" Marah ya, " tanya lansung Erik begitu melihat wajah Ella.
" Nggak kok, kan tadi sudah dibales baru mandi, " ucap Ella.
"Belum pakai baju? " tanya Erik.
" Belum , aku matikan ya mau sarapan dulu*." ucap Ella yang malu karana hanya memakai handuk kimononya.
" Iya Mas juga mau mandi dulu, " ucap Erik.
" Bye assalamu'alaikum, " pamit Ella.
" Wa'alaikumsalam," jawab Erik.
Ella langsung menutup telepon dan memakai bajunya.
" Pagi Yah, pagi penganten baru, " sapa Ella setelah sampai di meja makan.
__ADS_1
" Pagi juga Sayang, ayo sarapan dulu, " ucap ayah Danu.
Setelah selesai sarapan tinggal Ella dan ayah Danu di rumah berdua, Damar dan Sashi sedang pergi ke rumah orang tua Sashi.
" La, kamu kapan mau nikahnya? " tanya ayah Danu tiba-tiba.
" Lala pengennya nunggu koas selesai dulu Yah, " ucap Ella.
" Ayah nanti ditinggal dong, " canda ayah Danu.
" Ayah, " ucap Ella dengan manja sambil memeluk ayah Danu.
" Lala akan selalu menemani Ayah, kalau perlu Ella tinggal disini saja sama Ayah, " lanjut Ella.
" Ya nggak boleh gitu dong kamu kan anak perempuan kalau sudah ada yang minta kamu berarti ya harus nurut sama suamimu, tanggung jawab ayah sudah beralih kesuamimu, " nasehat ayah Danu pada Ella.
" Oke kalau begitu biar Lala aja nanti sering -sering main ke sini." ucap Ella.
Setelah selesai berbicara pada ayahnya, Ella naik ke kamarnya, dia melupakan telepon nya yang sejak tadi pagi dicharge.
📥 Y****ang, aku kerumah mama ya, I LOVE U.
pesan dari Erik
📤 O****k Sayan****g
balas Ella
__________________________________________________
Hari pun berganti, hari ini adalah hari pertama Ella memasuki tahun ajaran baru. Ella begitu bersemangat mengingat pesan dari Erik semalam. Hari ini Erik mengajak berangkat ke kampus bersama. Setelah siap Ella bergegas turun ke bawah.
" Pagi semuanya. " sapa Ella.
" Mas Erik sudah datang ya Yah? " tanya Ella.
" Itu ada di ruang tamu," ucap ayah Danu.
" Yang, ayo sarapan dulu, " ucap Ella yang telah sampai di depan Erik.
" Nggak usah Mas sudah sarapan tadi di apartemen, " jawab Erik.
" Ya udah kalau gitu Ella berangkatnya sama Sashi saja, " ancam Ella.
" Baiklah, tapi Mas minum kopi saja ya, "
" Oke, Mas duduk dulu di meja makan Lala bikinkan kopi dulu." ucap Ella berjalan menuju dapur.
Mereka sarapan bersama pagi itu di temani obrolan ringan pagi hari yang menciptakan kehangatan kebersamaan.
" Yah, Lala berangkat duluan ya, " ucap Ella setelah menyelesaikan sarapannya.
" Iya Sayang, hati- hati ya Nak Erik," ucap ayah Danu.
" Iya Yah, duluan ya Mar, Shi, " pamit Erik.
Setelah sampai di depan rumah.
" Nih pakai dulu helmnya! " Ella yang mendengar itu hanya bingung menatap Erik.
" Helmnya baru Sayang, baru dibeli kemaren, " ucap Erik menjawab mimik wajah Ella yang kebingungan..
__ADS_1
" Motornya baru juga? " tanya Ella saat melihat motor Honda PCX keluaran terbaru.
" Nggak, dulu beli bareng sama mobil," jelas Erik.
" Biasanya, cowok itu suka naik motor gedhe, kenapa Mas malah milih motor bebek? " ucap Ella.
" Hehehe, biar nyaman aja yang duduk di belakang, " balas Erik menyunggingkan senyumnya.
" Bentar ya, Lala ambil jaket dulu, " Ella yang akan mengambil jaket tapi terhenti saat Erik menahan tangan Ella.
" Sudah ada Yang, " ucap Erik.
" Ini pakai, biar sama'an kaya Mas, " lanjut Erik memberikan jeket yang sedikit kebesaran jika dipakai Ella.
" Aduh.. jadi kaya abg alay kalau kaya gini, " ucap Ella tapi tetap memakai jaket yang diberikan Erik.
" Ayo naik, " Ella hanya menurut menaiki motor dan Erik segera melajukan motornya menuju kampus.
" Kok milih naik motor sih Yang, " tanya Ella yang tengah berada di belakang Erik.
" Biar ada suasana baru saja," jawab Erik.
" Nggak takut hitam memangnya? " tanya Ella.
" Walau hitam, Mas masih tetap ganteng kok Yang, percaya deh, " canda Erik.
" Ye ...narsisnya kambuh, " ucap Ella sambil tertawa dan obrolan romantis terjadi saat perjalanan ke kampus, sampai tiba di lampu merah Erik pun berhenti, tak lama terlihat mobil mensejajari motor Erik dari arah belakang , jendela mobil terbuka menampilkan Sashi dari dalam mobil.
" Duh romantisnya, pegangan La takut kalau kamu jatuh Pak Erik nggak nglihat, " ucap Sashi dari dalam mobil yang di kemudikan Damar.
" Heheheh sewot loe, pegangan beginikah? " ucap Ella sambil mengalungkan tangannya ke perut Erik, Erik tersenyum senang saat mendapatkan pelukkan dari Ella.
" Good, " ucap Sashi sambil tertawa lalu Damar melajukan mobilnya setelah melihat lampu berubah menjadi warna hijau. Setelah itu Ella juga melepaskan pelukannya dari perut Erik.
" Kok dilepas Yang, " tanya Erik sambil meraih tangan Ella kembali.
" Pegel, lehernya Yang, " jawab Ella dengan alasan yang tidak jelas.
" Kalau pegal, sandaran di bahu sini, " ucap Erik sambil menepuk bahunya, Ella pun hanya pasrah ketika tangannya diraih kembali oleh Erik, tangan Erik memegang jemari tangan Ella supaya tidak terlepas.
" Modus kamu ya, pakai motor biar dapat pelukan dari Lala kan? " ucap Ella.
" Heheheh bisa dibilang begitu, " ucap Erik dengan senyum yang susah dijelaskan.
Setelah sampai kampus Erik memarkirkan motornya di parkiran mahasiswa,
" Nanti pulangnya tunggu Mas disini ya Yang." perintah Erik.
" Iya, Lala duluan ya, " pamit Ella.
" Oke,, I LOVE U, jaga sikap kamu sekarang milikku. " bisik Erik pada telinga Ella , Ella pun memiringkan badannya menjauh dari Erik tapi Erik malah mengikuti badan Ella, sehingga terlihat orang seperti ciuman dari samping. Senyum Erik terpancar melihat Ella yang malu- malu.
" I LOVE U TOO, " ucap Ella pelan.
" Bye assalamu'alaikum, "
" Wa'alaikumsalam,"
Ella segera pergi meninggalkan Erik di tempat parkir yang masih terus menatapnya.
Begini ya rasanya dicintai, pengennya dekat terus. Batin Ella.
__ADS_1
" Jauh satu jam saja berasa setahun, " ucap Ella lirih.
Terimakasih atas dukungannya. Jangan lupa like, vote, dan comenya ya,🙏😊