Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Khawatir


__ADS_3

Happy Reading


POV AUTHOR


Ella segera turun dari mobilnya setelah sampai depan rumah berwarna hijau tosca itu.


" Nggak dimasukkan sekalian mobilnya non, " tanya pak Iwan


" Nggak usah pak Ella mau keluar lagi setelah ini, " jawab Ella lalu segera masuk ke dalam rumah.


" Bu Lusi apa buburnya sudah siap? " tanya Ella setelah sampai di dapur.


" Sudah non, mau ibu pindahkan ketempat bekal? " tanya bu Lusi.


" Kya bu, pindahkan saja Ella mau mandi dulu, " pamit Ella. Ella pun segera masuk kamar dan mandi.


Setelah dua puluh menit Ella pun sudah siap dan segera mengambil bubur yang sudah bu lusi siapkan.


" Ella pergi dulu ya bu, " pamit Ella pada bu Lusi.


" Iya, non hati- hati, jangan malam- malam pulangnya, " peringat bu Lusi


" Iya, " teriak Ella yang sudah berada diluar rumah.


Ella pun melajukan mobilnya ke apartemen Kenzie, setelah tiga puluh menit perjalanan Ella pun sampai di apartemen Kenzie, Ella menekan bel pintu apartemen Kenzie, namun sang pemilik tak kunjung membukanya. Ella segera mengambil ponsel di tas dan menelepone Kenzie.


" Hallo, " ucap Ella saat sambungan terhubung.


" H**mmm...." jawab Kenzi lemah


" Aku di depan apartemenmu, " ucap Ella lalu segera menutup teleponenya.


" Hay, " ucap Ella saat pintu di depannya terbuka.


" Kamu sakit apa? " lanjut Ella bertanya pada laki- laki didepannya.


" Masuklah " ucap Kenzie singkat tanpa membalas pertanyaan Ella.


" Badanmu panas Zie, sudah minum obat? " tanya Ella setelah meletakkan tangannya di kening Kenzie. Kenzie pun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


" Kamu makan dulu, ini aku bawakan bubur, " ucap Ella.


" Bisakah aku minta disuap, aku tidak punya tenaga, " ucap Kenzie setelah Ella meletakkan bubur di tangannya.


" Baiklah, karena kamu sedang sakit aku akan berbaik hati padamu, " ucap Ella lalu menyuapkan bubur ke mulut Kenzie.


" Kemaren aku kehujanan, setelah pulang dari rumah sakit makanya aku drop, " ucap Kenzie.

__ADS_1


" Apa kamu tidak punya persediaan vitamin tubuh, ? " tanya Ella.


" Nggak ada, " ucap Kenzie sambil mengunyah buburnya.


" Apa enak buburnya? " tanya Ella dan Kenzie hanya mengangguk.


Ella pun menyuapkan kembali buburnya ke Kenzie namun tiba- tiba Kenzie batuk- batuk dan tak kunjung berhenti.


" Apa buburnya pakai udang? " tanya Kenzie Ella pun mengangguk.


" Aku a-***-gi, " ucap Kenzie yang disertai batuk.


" Apa, " kaget Ella, seketika Ella pun panik mencari obat alergi, tapi tak kunjung ditemukan.


" Ru - ma sa-kit, " ucap Kenzie terbata-bata.


Ella pun segera memapah Kenzie ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit. Namun ketika dalam perjalanan Kenzie pinsan, dan itu membuat Ella semakin khawatir akan keadaan Kenzie.


Ella segera memanggil perawat setelah sampai di depan rumah sakit, dia pun segera menjelaskan kondisi Kenzie pada dokter yang menanganinya. Setelah tiga puluh menit di tangani dokter, Kenzie di pindahkan di ruang observasi.


" Untung anda cepat membawanya ke sini, kalau sampai terlambat, saya nggak tau apa yang akan terjadi padanya, kita tunggu dia 24 jam kalau dia masih belum sadar kita segera melakukan tindakan lebih lanjut, " ucap dokter berwajah bule itu menggunakan bahasa Inggris.


" Baiklah terima kasih, " ucap Ella lalu menuju ruang rawat Kenzie.


" Maafkan aku Zie, aku nggak tau kalau kamu alergi, " ucap Ella saat melihat tubuh Kenzie terbaring lemah di ranjang pasien.


" Hallo bu, ada teman Ella yang masuk rumah sakit jadi Ella jagain dia ya, soalnya dia tidak ada keluarga di sini, " ucap Ella saat panggilan tersambung.


" I**ya, hati- hati ya non, jaga diri kalau ada apa-apa segera kabari bibi, " ucap bu Lusi di ujung telepone.


" B**aik bu, " Ella pun segera menutup teleponenya.


Ella semakin khawatir karena Kenzie tak kunjung sadarkan diri padahal sudah 12 jam dia tertidur. Dia segera memberitahu Nindi bahwa Kenzie masuk rumah sakit, tak lama Nindi pun datang dan bertanya kejadian yang sebenarnya. Ella merasa bersalah karena sudah memberikan bubur udang ke Kenzie.


" Diamlah, aku jadi pusing sendiri melihat dirimu yang mondar- mandir seperti setlika dari tadi, " ucap Nindi.


" Aku takut terjadi sesuatu sama Zie Nin, apa yang harus aku katakan nanti pada bundanya jika aku mencelakai putranya. " ucap Ella. Nindi hanya tersenyum tipis setelah mendengar penuturan Ella.


" Apa kau sudah mulai mencintainya? " tanya Nindi penuh selidik.


" Apa maksudmu? " cibir Ella lalu segera duduk disebelah Nindi.


" Kamu terlihat begitu khawatir padanya, jadi aku berpikir kalau kamu sudah jatuh cinta pada Ken, " jelas Nindi.


" Aku hanya merasa bersalah saja pada Zie Nin, " jawab Ella.


" Sudahlah bentar lagi pasti dia bangun, " ucap Nindi menenangkan. dan benar saja tak lama Kenzie pun terbangun dari tidur panjangnya.

__ADS_1


" Tu lihat! " ucap Nindi mengangkat kepalanya kearah Kenzie sambil tersenyum.


" Maaf ya Zie, maafkan aku, gara- gara bubur itu kamu jadi seperti ini, " ucap Ella yang mendekat ke ranjang.


" Sudahlah aku sudah nggak papa, aku sudah sehat kok, aku juga salah karena tidak memberitahumu kalau aku alergi udang, " ucap Kenzie.


" Kalian nggak kuliah? " tanya Kenzie.


" Tidak, Ella sengaja meliburkan diri demi menjaga dirimu, " ucap Nindi.


" Apa kau tidak pulang dari kamaren? kenapa bajumu belum ganti? " tanya Kenzie, Ella hanya menggelengkan kepalanya.


" Pulanglah aku sudah sehat kok, " ucap Kenzie.


" Baiklah, aku akan pulang tapi nanti aku akan kembali kesini lagi untuk menemanimu, " ucap Ella.


" Okey terserah kamu saja, " Ella hanya tersenyum tipis karena sebenarnya dia juga merasa lelah setelah menunggu Kenzie semalaman, tapi apa boleh buat semua ini juga karana kecerobohannya dengan memberikan bubur itu ke Kenzie.


Ella segera masuk kedalam rumah setelah menempuh perjalanan empat puluh menit, bu Lusi segera menyambutnya dengan berbagai macam pertanyaan.


" Kemaren tuan Danu telepon non, katanya handphone non Ella tidak bisa dihubungi, " ucap bu Lusi.


" Benarkah,? turus bu Lusi bilang apa? "


" Ibu cuma bilang kalau non Ella jagain temannya di rumah sakit gitu aja, " ucapnya


" Bu Lusi nggak cerita macam- macam kan? " tanya Ella.


" Nggak kok non, emang siapa yang sakit non, nona Nindi atau Mas ganteng itu, siapa namanya ibu lupa? " tanya bu Lusi.


" Kenzie namanya bu. Iya dia yang sakit gara- gara makan bubur buatan ibu karena ternyata dia alergi udang " jelas Ella.


" Waduh, terus gimana kabarnya sekarang non? apa sudah sembuh Mas gantengnya, " tanya bu Lusi.


" Sudah, kok bu tapi nanti Ella balik lagi ya buat jagain dia, "


" Apa mau ibu temani non, "


" Nggak usah bu, biar Ella sendiri saja, ibu bikinkan cheeze cake aja ya biar nanti Ella bawa kerumah sakit, " ucap Ella


" Iya non. "


Ella pun segera berjalan menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya keranjang, tak lama dia pun mengambil bingkai foto yang di taruh dibawah bantal sampingnya.


" Apa benar kamu sudah pergi dari hatiku? aku rasa belum. karena cintaku padamu masih kurasakan, mungkin jantung ini akan kembali bergetar saat bertemu lagi denganmu. Sayangnya kamu sudah menjadi milik orang lain. " ucap Ella bermonolog sendiri sambil menatap foto itu, tak lama ia pun tertidur tanpa melepaskan pakaian yang di pakainya dari kemaren.


Terimakasih yang sudah like, vote dan coment. jujur membuat saya jadi tambah semangat buat mengetik.🙏👍

__ADS_1


__ADS_2