
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
.
.
.
.
Dua tahun telah berlalu, hari -hari Ella di lewati dengan baik, Sashi sahabatnya kini sudah bahagia dengan kak Damar dan kini tengah hamil dua bulan, dan sekarang adalah masa- masa sulit baginya karena merasa mual dan tidak ada nafsu makan setiap hari. Anna kini juga sudah bahagia dengan Panji karena Panji sekarang sudah bisa mencintainya dengan tulus, Anna kini sudah mulai kuliah lagi setelah berhenti karena hamil, dan sekarang anaknya sudah berusia satu setengah tahun,
Dan Ella masih setia dengan laki- laki bernama Erik, lelaki yang tidak pernah bisa membuatnnya berpaling dari cinta yang lain. hubungannya masih suci, tidak ada orang ke tiga, tidak ada **** sebelum menikah dan terpenting mereka saling percaya, rencananya mereka akan segera melangsungkan pernikahannya tujuh bulan lagi, namun ujian datang di tahun ke tiga mereka bersama, kampus menetapkan bahwa Ella harus melakukan koas di Surabaya selama empat bulan.
Dari tadi Ella menatap wajah Erik yang duduk didepannya, mereka duduk di mini bar dapur apartemen Erik.
" Besuk biar Mas ikut ngantar kamu ya, " ucap Erik.
" Atau mau Mas antar sampai Surabaya juga nggak papa, " tawar Erik agar dapat mencairkan suasana,
Malam ini Ella datang untuk berpamitan pada Erik, karena besuk siang dia akan berangkat ke ibu kota Jawa Timur itu, Ella sengaja datang ke apartemen Erik.
" Mas, kita nggak pernah pisah selama ini, apa Mas bisa jaga hati Mas buat Lala! " ucap Ella.
" Kamu ngomong apa sich Yang, Mas cinta sama Lala mau 4 bulan, 1 tahun, 3 tahun, atau 5 tahun pun akan Mas tunggu, " ucap Erik, Ella pun langsung menghambur ke pelukan Erik.
" Kok jadi cengeng gini sih, apa mau Mas pindah ke Surabaya juga? " goda Erik Ella hanya menggelengkan kepalanya.
" Nanti kalau Lala kangen Mas gimana? kalau Lala kangen ciuman Mas bagaimana,? " ucap Ella.
" Nanti tinggal telephone saja, gampangkan? " ucap Erik yang melihat Ella masih menekuk wajahnya.
" Yang penting jangan lupa, selalu kabari Mas, ok! " peringat Erik, Ella hanya mengangguk mengerti.
" Lala malam ini mau tidur sini saja, " ucap Ella tiba- tiba.
__ADS_1
" Oke! " jawab Erik singkat menyetujui keinginan Ella. Erik lalu berdiri berniat menyiapkan kamar tidurnya, agar Ella bisa beristirahat.
" Sudah siap Yang, kamu tidur di kamar Mas saja biar Mas tidur di sofa, " ucap Erik lalu mengantarkan Ella dan menyelimuti Ella, tapi dia berhenti saat tangan Ella menahannya.
" Nggak, Mas tidur sini saja sama Lala, Lala mau di peluk sama Mas, " pinta Ella. Erik pun hanya menurut dan segera mematikan lampu kamar dan menganti dengan lampu tidur disampingnya.
Erik pun memeluk Ella, mereka saling berpelukan menyalurkan rasa cinta yang ada di hati mereka, Erik memulai mencium Ella, ciuman yang lembut pada bibir Ella yang masih terasa manis seperti saat pertama kali ia menciumnya, tak lama ciuman itu pun berubah menjadi ciuman panas, Erik mulai menyusuri leher jenjang Ella mengecup leher Ella, Ella yang merasa menikmati sentuhan Erik meleguh kenikmatan, saat Erik menjilat lehernya, ada sesuatu yang berbeda yang Ella rasakan saat ini, Erik memberikan tanda kepemilikan di leher jenjang Ella membuat Ella menjerit merasakan kecupan keras yang di berikan oleh Erik. Ella tak dapat menahan gairahnya, ia meremas rambut belakang Erik membuat Erik semakin ingin melanjutkan aksinya. Erik menurunkan ciumannya kebawah sampai pada pay*dara Ella, lalu menyentuhnya lembut, Ella mendesah pelan, merespon sentuhan Erik, Erik segera membuka kancing baju Ella dan terlihatlah tubuh indah Ella bagian atas, Erik semakin gencar karena suara desahan Ella yang semakin menggairahkan, ia kembali mer*mas dan menghisap punting pay*dara Ella, sampai Ella semakin terbuai atas sentuhan Erik, Erik menurunkan ciumannya sampai ke perut Ella, karena melihat Ella tidak menolak Erik pun memberanikan diri akan membuka celana Ella.
" Mas...." ucap Ella saat tersadar " maaf jangan dulu, " lanjut Ella.
" Kenapa Yang? " tanya Erik.
" Ini salah Mas, akan lebih nikmat jika kita sudah halal, " ucap Ella lalu segera memakai bajunya.
" Maaf ya, kita tunggu tujuh bulan lagi oke, " ucap Ella tanpa berdosa setelah membuat Erik tersiksa.
" Baiklah, tidurlah ! Mas keluar sebentar, " ucap Erik, Ella hanya mengangguk.
Ya Allah maaf kan Lala, Lala sudah khilaf. Batin Ella sambil duduk mengusap kasar wajahnya dengan tangan.
" Minumlah, " ucap Erik sambil menyodorkan minumannya, lalu berjalan menuju sofa merebahkan tubuhnya.
" Mas nggak mau tidur sini? " tanya Ella.
" Nggak mudah tidur disampingmu Yang, Mas takut nanti nggak bisa menahan diri lagi, " jelas Erik.
" Maafkan Mas atas kelakuan Mas tadi ya, " lanjutnya, Ella menatap wajah calon suaminya itu, dia merasa bersalah karena menggoda Erik dengan begitu liarnya.
Mereka pun tidur dengan terpisah sampai keesokkan harinya. Sungguh berat perpisahan yang akan mereka lalui mengingat mereka tidak pernah menjalani hubungan jarak jauh.
__________________________________________________
" Hati -hati ya Sayang, selalu kabari Ayah setiap hari ya, " ucap ayah Danu saat mengantarkan Ella yang akan ke Surabaya.
" Iya Ayah, Ayah juga hati- hati ya jaga kesehatan, " ucap Ella
__ADS_1
" Sudah siap semuanya La," ucap Damar yang ikut mengantarkan Ella.
" Sudah Kak, " ucap Ella.
" Hati- hati disana ya, Aku dan Ayah pulang dulu, " Damar mengajak ayah Danu pergi untuk memberi waktu dua sijoli itu mengucapkam salam perpisahan.
" Lala pergi dulu ya Sayang, " ucap Ella memeluk Erik, Ella pun sudah tidak dapat menahan tangisnya,
" Hey diamlah,! orang akan mengira aku menculikmu untuk dijual keluar negeri, " ucap Erik menenangkan Ella.
" Kita akan bertemu lagi nanti Yang, kemanapun kamu pergi ketahuilah kalau kamu tidak sendiri, hubungi dan selalu kabari Mas ya, Insya Allah kalau Mas sudah tidak sibuk Mas bakalan kunjungi kamu di sana, " ucap Erik sambil menyeka air mata dipipi Ella.
" Jakarta Surabaya itu hanya satu setengah jam, Sayang, " lanjut Erik lalu menciumi seluruh bagian wajah Ella dengan penuh cinta, lalu memegang wajah Ella.
" I Love You, " ucap Erik menatap mata Ella.
" I Love You too, " balas Ella.
" Mas jaga hati Mas buat Ella ya, " lanjutnya.
" Pasti dan hati Mas akan selalu buat kamu Sayang, " ucap Erik dengan tersenyum.
" Bye assalamu'alaikum, " salam Ella meninggalkan Erik.
" Wa'alaikumsalam " jawab Erik masih menatap kepergian Ella.
Empat bulan La, empat bulan waktu yang singkat harus bisa !. Batin Ella. Menyemangati dirinya sendiri, lalu berbalik ke belakang dan berlari memeluk Erik lagi, memberi ciuman dibibir Erik, Erik hanya menerima perlakuan Ella.
" Sudah, sudah, itu sudah ada panggilan buat naik pesawat, " ucap Erik memperingkan Ella.
Ella pun meninggalkan Erik dan melambaikan tangannya, Erik pun segera membalas lambaian tangan Ella, menunggu Ella sampai tidak terlihat lagi,
" Berat rasanya, walau aku selalu berkata aku mendukungmu, lanjutkan perjuanganmu dan raihlah mimpi mu Sayang, Mas akan selalu disisimu," ucap Erik lirih lalu segera meninggalkan bandara untuk menuju rumah sakit karena sudah waktunya jam praktik.
Terimakasih atas dukungannya semoga suka
__ADS_1
jangan lupa like, vote, dan coment ya,😊🙏