
Happy reading, jangan lupa ya votes dan likes nya🙏.
Sebulan telah berlalu, hari- hari Ella dan Erik terlihat sangat bahagia,
seperti pasangan baru pada umumnya, usia kehamilan Ella sudah 3 bulan,
mual dan muntah sudah tidak dia rasakan lagi,
tetapi sikap manja dan keinginannya yang minta aneh-aneh masih saja merepotkan Erik, seperti siang ini dia menelepon Erik memintanya untuk segera menjemputnya di klinik,
karena katanya Ella ingin memakan ice cream green tea, padahal bisa saja Erik tinggal membawakannya ke klinik, dan makan siang bersama di sana, tapi kata Ella dia ingin makan di kedai ice cream yang baru di buka seminggu yang lalu itu, karena di sana masih banyak promo makanan,
maklum perempuan kalau melihat yang promo langsung dikejar. Erik yang saat itu sedang sibuk rela meninggalkan pekerjaannya demi menemani sang istri makan ice cream.
“ Sampai. Ayo turun! ” ajak Erik saat mobil sudah berhenti di depan kedai ice cream yang Ella maksud, Ella segera turun dan berjalan di samping suaminya, bergelayut manja di lengan Erik, tanpa mempedulikan tukang parkir yang menetawakannya karena kelakuannya seperti anak kecil yang meminta ice cream. Kebetulan siang itu kedai ice cream sangat ramai karena ada anak yang merayakan pesta ulang tahun di sana. Mata Ella menatap design dinding yang penuh karakter kartun itu, ella sangat menyukai design yang mereka buat karena bisa manarik anak-anak untuk datang ke kedai ice cream.
“ Pasti nanti kalau dia lahir, bakalan sering minta diajak ke sini, ” ucap Ella.
“ Mas akan selalu menuruti apa yang diminta anak kita, ” ucap Erik, tak lama pelayan datang menawarkan beberapa menu favorit yang ada di kedai itu, serta menjelaskan promo-promo yang sedang berlangsung.
Erik meraih ponselnya saat pelayan itu pergi, dan Ella meminta izin untuk pergi ke toilet, saat berjalan ke toilet ada anak perempuan yang sedang berlari-lari dan menabrak Ella, anak itu terjatuh ke lantai sedangkan Ella hanya terhuyung ke belakang, karena dia berhasil meraih meja sampingnya untuk berpegangan, Ella hanya meringis saat kepala anak tadi membentur bagian perutnya.
“ Maaf tante, maaf. Maafkan Vina, ” ucap anak gadis itu tulus. Ella hanya mengacak rambut anak itu dan tersenyum manis.
“ Tidak apa-apa Sayang, lain kali hati-hati ya, dan mana ibumu? ” peringat Ella lalu gadis itu menunjuk tempat di mana orang tuanya berada. Ella hanya mengangguk dan melanjutkan jalannya menuju toilet.
Setelah selesai Ella kembali duduk di mejanya menatap Erik yang tengah fokus menatap ponsel di tangannya.
“ Ngapain sih, kok main hp terus dari tadi? ” tanya Ella menatap Erik penuh selidik.
__ADS_1
“ Nggak papa kok, Cuma membalas email saja, ” jelas Erik.
Pelayan lalu datang mengantarkan pesanan mereka, mata Ella berbinar mencium aroma ice cream green tea di depannya itu, sedangkan Erik hanya memesan kopi hitam dan beberapa cake kesukaan istrinya.
Ella mulai memasukkan ice cream itu ke dalam mulutnya, sedangkan Erik hanya menatap wajah senang istri manjanya itu, setiap hari dia selalu menuruti apa yang Ella inginkan termasuk membersihkan apartemennya, karena kata Ella bayinya yang menginginkan papanya untuk membersihkan apartemen.
“ Enak Yang, ice creamnya boleh nambah lagi? ” tanya Ella. Erik menatap Ella melihat bibir istrinya yang semakin merah karena merasakan dinginnya ice cream di depannya.
“ Nggak boleh! Jangan terlalu banyak makan manis Sayang, takutnya nanti berat janinnya terlalu besar, nanti kamu susah ngluarinnya, katanya mau lahiran normal? ” jelas Erik yang membuat Ella cemberut, tak mau menatap suami di depannya itu.
“ Kamu tau nggak, kalau kamu cemberut seperti itu, pengen deh rasanya Mas nglempar kamu ke ranjang, terus Mas glitikki, biar kamu tertawa lepas, ” ucap Erik, Ella lalu kembali menyuapkan es cream di depannya yang tinggal separuh itu.
“ Yang, bulan depan Mas mau ke Australia. Apa kamu mau ikut? ” tawar Erik bicara pelan supaya Ella tidak marah.
“ Ngapain ke sana Mas? ” tanya Ella heran.
“ Mas hanya mau cek saja, dan kata Axel akan ada peresmian rumah sakit baru yang Mas buat, ” jelas Erik.
“ Sayang, Mas hanya sebentar, mungkin hanya 1 minggu di sana, makanya Mas nawari kamu, Mas pengen sekalian ngajak kamu jalan-jalan, ” jelas Erik.
“ Lala nggak bisa ikut Mas, bulan depan juga akan ada pertemuan dari tamu luar kota yang akan memantau klinik, ” ucap Ella.
“ Yah, berarti LDR dong kita! ” keluh Erik yang sebenarnya sedih tidak bisa mengajak istrinya pergi.
“ Nggak papa, kan cuma 1 minggu, dan jalan-jalannya kita bisa mengatur ulang nanti, nggak perlu ke Australia juga, memang Mas nggak takut, Ella banyak kenangan manis di sana, ” canda Ella menatap wajah Erik yang sudah mulai berubah.
“ Kenangan manis dengan Kenzie maksudmu? Ngapain juga Mas cemburu dengan kenanganmu dengan orang yang sudah meninggal? ” ucap Erik.
“ Tapi kembarannya masih ada lho...” canda Ella semakin menggoda suaminya yang pencemburu itu.
__ADS_1
“ Itu nggak akan terjadi Sayang, Mas tau kamu hanya tertarik pada Kenzie bukan Haikal dan sekarang di hati kamu hanya ada Mas seorang, tidak ada yang lain, ” ucap Erik meyakinkan dirinya, Ella tersenyum mendengar ucapan Erik.
“ Percaya diri banget Mas bisa ngomong seperti itu, ” ucap Ella.
“ Iyalah, kamu sepenuhnya milik Mas dan akan menjadi milik Erik seorang, ” Ella hanya terkekeh mendengar Erik mengklaim dirinya.
Erik lalu mendekatkan wajahnya ke depan wajah Ella, mencium lembut bibir istrinya yang belepotan terkena ice cream, Erik membersihkan ice cream itu dengan lidahnya, Ella yang memberontak membuat Erik meraih tengkuk lehernya, Erik semakin tidak terkendali ciuman itu semakin dalam, hingga membuat Ella kehabisan nafas.
“ Mas! Banyak anak-anak, ” ucap Ella saat sudah terlepas dari bibir Erik, tapi Erik justru tidak perduli dengan ucapan Ella.
“ Enak ice creamnya, mungkin karena dari bibir kamu, ” ucap Erik sambil menyapu bibirnya dengan lidahnya sendiri, membuat Ella semakin manatap tajam
ke arah Erik.
“ Mau lagi dong, ice creamnya, ” ucap Erik menatap bibir Ella penuh dengan mesum, sedangkan Ella hanya bergidik ngeri melihat suaminya yang mesum di depan umum itu.
“ Mas... Jangan mesum ya! ” peringat Ella sedikit keras, Erik hanya tertawa lepas saat melihat ekpresi Ella yang menggemaskan.
“ Yang, ” panggil Erik, sedangkan Ella masih asyik memakan cakenya tanpa melihat ke arah Erik.
“ Sepertinya Mas sudah jatuh cinta lagi, ” ucap Erik.
“ Iya, jatuh cinta sama aku kan? ” tebak Ella. Namun, Erik hanya diam tersenyum tipis ke arah Ella, membuat Ella mendongak karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Erik.
“ Aku jatuh cinta sama..., ”
“ Papa....” terdengar suara anak kecil memanggil papa ke arah Erik.
Yang mau malam mingguan dan ngabuburit jangan lupa pakai 😷.
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mendukung karya saya, yang belum masuk group gabung yuk!
Jangan lupa likes dan votes nya.😘