Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Melamarmu


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voteya.🙏👍


.


.


.


Setelah menyelesaikan make up nya, Ella dan Anna yang menjadi bridesmaidnya segera menggandeng tangan Sashi.


“Shi! sumpah loe cantik banget, Raisa aja kalah sama loe,” ucap Anna yang sedang berdiri di belakang Sashi yang akan bersiap menuju taman hotel.


“Lebay deh loe Ann,” ucap Sashi tanpa menoleh ke Anna.


“Gue kok ikut deg -deg an ya Shi,” ucap Ella yang juga ikut merasakan ketegangan pengantin.


“Apalagi gue, takut pinsan ntar, tarik nafas, keluarkan,” ucap Sashi sambil mempraktikkan ucapannya sendiri.


Mereka bertiga berjalan masuk memasuki taman hotel, terdengar lantunan lagu Shane Filan ~ Beautiful In White.


“Siapa yang milih lagunya ini, pas banget sama momentnya,” cerocos Anna pada kedua sahabatnya. Lalu mereka berjalan mendekat ke arah mempelai laki-laki, pandangan Ella beralih pada groomsman di sebelah kiri Damar.


“Huf, kaya gue yang nikah aja, serasa jantung mau lepas dari tempatnya,” ucap Ella.


Ella lalu tersenyum ke arah Erik, saat lelaki itu juga tengah menatapnya, pandangan mereka bertemu tapi hanya bisa memendam rasa ke kaguman mereka masing-masing.


Pesta yang diadakan di luar ruangan itu membuat suasana semakin romantis, tamu undangan juga bisa merasakan kebahagiaan kedua mempelai, kedua mempelai sudah duduk pada kursi pelaminan. Ella dan Anna segera mencari kursi yang sudah disusun dengan melingkar dengan meja di tengahnya. Mereka duduk berdua, tak lama kemudian acara hiburan dimulai banyak penyanyi terkenal yang menyumbangkan lagu untuk Damar dan Sashi, dan terlihat kebahagiaan terpancar dari dua keluarga besar mereka.


“Eh La liat tu, Pak Erik ganteng akut tau nggak?” ucap Anna yang melihat Erik sedang bersama keluarganya, ada juga Bima yang menggendong anak kecil dan istrinya yang menggendong bayi yang kira-kira berusia 9 bulan.


“Ingat Panji! Tu liat anaknya jalan kemari,” ucap Ella yang melihat Panji mendekat ke arah mereka, lalu duduk di samping Anna.


“Gue nyapa tante Jihan dulu ya,” sambungnya karena tak mau menjadi penunggu dua sijoli yang sedang kasmaran.


“Assalamu'alaikum Tante,” ucap Ella sambil memeluk mama Jihan.


“Wa'alaikumsalam Sayang, gimana sehat?” tanya mama Jihan yang masih memeluk Ella.


“Alhamdulillah sehat Tan,” jawab singkat Ella.


Kemana tadi Mas Erik, kok ngilang gitu aja. Batin Ella.


Setelah tidak menemukan keberadaan Erik, dia lalu mengajak ngobrol kembali Jihan.


“Mas Erik kemana Tan?” tanya Ella matanya sambil mencari-cari keberadaan Erik.


“Ih... La, yang ditanya hanya Erik, Kak Bima gak dicari nih?” canda Bima.


“Hehehe, Kak Bima kan ada di depan Ella, kenapa harus dicari. Ih, gemes banget dedeknya Kak Mila, boleh Ella gendhong?” ucap Ella sambil menciumi pipi tembem bayi itu.


“Boleh, ini Kakak juga sudah pegel nggendongnya,” ucap Mila lalu menyerahkan anaknya ke tangan Ella.


“Kak Mila, Ella bawa ke sana ya dedeknya?” Mila hanya mengacungkan jempolnya tanda menyetujui. Ella meninggalkan keluarga besar Erik, dia berjalan menuju ke arah Anna dan Panji yang sedang bermesraan, seperti dunia milik mereka berdua.


“Hallo Tante Anna, Om Panji udah pantes belum aku jadi mama?” canda Ella pada kedua sahabatnya.


“Ih La, imut banget deh, anak siapa ini?” tanya Anna yang juga gemas melihat bayu yang baru 9 bulan itu.


“Keponakannya Mas Erik,” jawab Ella singkat.


“Udah cocok, sana jalan-jalan cari papa baru,” canda Panji menjawab pertanyaan Ella.


Saat Ella sedang asyik mengobrol, terdengar suara alunan piano dari arah depan, mengalihkan perhatian semua para tamu undangan, termasuk Ella dan para sahabatnya.

__ADS_1


“Mohon maaf saya meminta waktunya sebentar,” ucap laki-laki itu sambil duduk dan memainkan piano didepannya. Ella mengernyitkan keningnya saat mengetahui siapa yang tengah berada di depan.


“Saya akan menyanyikan sebuah lagu. Tapi, lagu ini bukan untuk kedua mempelai yang duduk di sana,” ucap Erik sambil menunjuk kedua mempelai dan tertawa pada keduanya.


“Tapi lagu ini, saya persembahkan untuk wanita yang memakai gaun berwarna putih, tepatnya yang sedang memangku seorang bayi,” lanjutnya sambil menunjuk ke arah Ella dan tersenyum mania ke arahnya. Sedangkan Ella menunduk sambil tersenyum ke arah Erik.


Erik lalu mulai menyanyikan lagunya.


Di ujung cerita ini, di ujung kegelisahanmu,


Kupandang tajam bola matamu,


Cantik, dengarkanlah aku.


( Mata Ella dan Erik saling memandang )


Aku tak setampan Don Juan,


Tak ada yang lebih dari cintaku,


Tapi saat ini 'ku tak ragu,


Ku sungguh memintamu.


( Dan Ella tak mampu menahan tawanya ketika mendengar Erik membandingkan dirinya dengan Don Juan )


Jadilah pasangan hidupku,


Jadilah ibu dari anak-anakku,


Membuka mata dan tertidur di sampingku,


Aku tak main-main Seperti lelaki yang lain,


( Erik masih menyanyikan dengan penuh penghayatan, dan tak lama kemudian berjalan ke arah Ella)


Aku tak setampan Don Juan,


Tak ada yang lebih dari cintaku,


Tapi saat ini 'ku tak ragu,


'Ku sungguh memintamu.


(Erik bernyanyi sambil mengulurkan tangannya, meminta Ella maju ke depan bersamanya, musik masih melantun diiringi langkah kaki mereka, dan suara Erik yang merdu melebihi penyanyi aslinya )


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Aku tak main-main Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu Kuingin melamarmu


( Mereka berdua sudah berdiri di depan para tamu, Ella masih tercengang dengan penampilan Erik yang tak kalah merdu dari penyanyi aslinya, bibirnya tersenyum tipis, matanya masih enggan beralih dari mata Erik. )


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku (di sampingku)

__ADS_1


Aku tak main-main (main-main)


Seperti lelaki yang lain, satu yang kutahu


Oh, satu yang kumau, Kuingin melamarmu


( Ella tidak dapat menahan rasa terharunya atas permintaan Erik, air mata yang dari tadi dia tahan akhirnya turun juga membasahi pipinya )


Dan lagu dari BPR ~ Melamarku yang dinyanyikan oleh Erik berakhir, terdengar suara tepukkan tangan dari para tamu undangan, meyadarkan pandangan mereka berdua yang saling terkunci.


“La, biarlah tamu yang hadir di sini menjadi saksi kisah cinta kita,” jeda Erik.


“Ngirit biaya,” canda Damar


“Cuit-cuit,” ucap Panji


“Romantis banget, andai pacarku seperti itu,” ucap Anna.


Suara sahut -sahutan cadaan terdengar dari para sahabat mereka.


“Seperti lagu itu, saya ingin memintamu untuk menjadi pasangan hidupku, menjadi ibu dari anak-anakku,” ucap Erik tanpa menghiraukan ucapan ucapan sahabatnya.


“Lala...(jeda ) kok deg-deg an ya,” candanya lagi, lalu merogoh kantong jasnya, dan menatap mata indah wanita didepannya itu, tatapan keduanya bertemu.


“Langsung saja ya WILL YOU MERRY ME,” ucap Erik sambil berlutut dan menyodorkan cincin pada Ella.


Tamu undangan berteriak histeris, menyuruh Ella untuk menerima lamaran Erik. Ella yang mendengar permintaan Erik masih terdiam, bingung mau menjawab apa lamaran dadakannya itu.


Kenapa harus secepat ini, baru beberapa bulan yang lalu ngomong cinta dan mau menungguku, apa dia sudah tidak bisa menunggu lagi. Batin Ella.


“Lala, saya janji tidak akan menghalangi mimpimu, saya akan jadi orang yang akan selalu ada dibelakangmu dan mendukung setiap mimpimu,” ucap Erik ketika melihat keraguan di mata Ella. Suasana taman itu tiba- tiba menjadi hening.


Dan tanpa ragu lagi akhirnya Ella menjawab dengan keras dan penuh keyakinan.


“YES, I WILL.”


“Are you sure?” tanya Erik lagi, Ella hanya menjawab dengan senyuman manis.


“Yes, i'am sure,” ucap Ella yakin.


“Thank you,” ucap Erik yang merasa bahagia, dia bahkan hampir saja melompat karena rasa bahagianya.


Tak lama terdengar lantunan lagu, I wanna grow old with you, mengiringi kebahagiaan mereka.


Ucapan selamat tidak hanya disampaikan kepada Damar dan Sashi, tapi juga kepada Erik dan Ella.


“Good job,” ucap Damar pada Erik yang tak jauh darinya.


“Selamat ya sayang mulai sekarang panggil Mama, oke?” ucap mama Jihan pada Ella.


Ella hanya memeluk dan mengucapkan terima kasih, kepada calon mertuanya, dia dari dulu ingin sekali memanggil sebutan itu, akhirnya sekarang bisa terwujud.


“Calon adik ipar, cepat atur pernikahan kalian, biar Erik nggak kelamaan jomblonya, hampir kepala 3 hlo dia, hahahah,” ucap Bima pada Ella. Dan Ella hanya menanggapi dengan senyuman dan melirik ke arah Erik.


Dan hari ini berakhir dengan hari kebahagiaan Damar & Sashi, Erik & Ella.


.


.


.


Terima kasih jangan lupa untuk like dan vote, serta komentar positif.👍😁🙏

__ADS_1


__ADS_2