Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Sweet Moment


__ADS_3

Kalau boleh minta! mampir yuk ke novel saya yang satunya CINDERELLA GENDUT, saya berharap kalian juga menyukainya, dan jangan lupa kasih bintang 5.


.


Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan votes ya.🙏👍


.


.


.


“Tunggu dulu!” Ucap Ella sambil menahan tangan suaminya yang akan membuka kancing kedua.


“Apa kamu yang akan memulainya?” Tanya Erik sambil mengecup leher istrinya, membuat Ella merasa geli.


“Aaaaa... Mas stop dulu!” Teriak Ella yang membuat Erik menghentikan kecupannya.


“Ada apa? Apakah lebih penting dari kewajibanmu melayaniku sampai-sampai kau menghentikan kegiatan romantis kita?” Tanya Erik menatap lembut mata istrinya.


“Jawab pertanyaanku dulu ini kamar siapa? Lala takut nanti yang punya kamar masuk kesini dan akan melihat kegiatan kita,” ucap Ella mengungkapkan rasa khawatirnya, karena dia benar-benar tidak tau jika itu adalah resort milik suaminya.


“Bagaimana mungkin ada yang berani menganggu kita, Sayang.” Ucap Erik yang sudah kehilangan kesabarannya, karena semakin gemas melihat ekspresi istrinya itu, ditariknya dress tipis yang menghalangi pendangannya matanya, membuat semua kancing terlepas karena rusak dan terlihat tubuh indah istrinya, yang sudah lama dia tidak menyentuhnya.


“Mas...! Nanti Lala pulang pakai baju apa?” Ucapnya bertanya pada Erik. Namun, Erik tidak mempedulikan pertanyaan istrinya, dengan lahapnya dia menikmati benda yang sama besarnya itu.


“Sepertinya Mas sangat kehausan,” goda Ella di tengah kegiatan Erik, ntah kenapa Erik tidak menjawab ucapan istrinya, dia lebih memilih menikmati tubuh istrinya yang sudah lama dia rindukan. Ella menjauhkan wajah Erik dari tubuhnya menggunakan tangan, membuat Erik menampilkan wajah kecewanya.


“Duduklah biar aku yang melayanimu,” ucap Ella tanpa rasa malu, membuat lelaki didepannya itu tertawa keras karena tidak bisa menahan rasa bahagianya.


Erik lalu mendudukan Ella diatas pahanya, dengan posisi yang masih sama-sama duduk.


“Kamu seperti wanita bayaran dengan harga ratusan milyaran perlakuanmu, aromamu, kecantikkan tubuhmu sangat layak men...” Ella mencium bibir Erik dengan panas membuat si pemilik tidak bisa melanjutkan ucapannya.


“Hanya aku yang boleh mengeluarkan suara, selebihnya aku hanya ingin mendengarkan suara sexymu,” ucap Ella dengan nakalnya, sambil melepaskan seluruh baju Erik tanpa bantuan dari suaminya.

__ADS_1


“Aaaa...” Teriak Ella saat melihat benda milik suaminya yang sudah sempurna.


“Kenapa? Apa kamu sekangen itu dengannya,” ucap Erik yang membuat nyali Ella menciut, dia lalu merebahkan tubuhnya di samping Erik, sambil menarik nafas dalam-dalam agar bisa menenangkan jantungnya yang hampir saja terlepas.


“Kamu sajalah... Aku takut... Punyamu sudah sekeras itu,” ucap Ella yang membuat Erik terkekeh geli.


“Kenapa takut yang menggigit itu punyamu,” ucap Erik yang membuat wajah Ella bersemu merah.


“Kamu sih! Suka banget godain Mas, jadinya ya seperti ini,” lanjutnya sambil menindih tubuh istrinya.


Erik menarik selimut tebalnya menutupi tubuh istrinya dan dirinya. Erik merasa sangat bahagia saat sudah memulai permainannya, rasanya masih sama seperti pertama kali dia melakukkannya, sedangkan wanita dibawahnya terlihat sedang menahan rasa perih karena merasa ini efek dari tidak melakukannya 2 pekan, hingga membuatnya kembali sempit.


Erik kembali mencium bibir Ella saat pelepasan pertamanya, mereka terdiam sejanak, mungkin mereka berdoa semoga malam ini bisa membuka kehidupan baru untuk seseorang yang dinantinya, mereka saling memeluk, mencium satu sama lain , dan mengucapkan kata-kata trimakasih pada pasangannya.


“Mas mau lagi,” ucap Erik sambil menggerakkan miliknya.


“Silakan saja, tapi kalau Lala lelah aku akan tidur,” ucap Ella dengan mengecup pelan bibir suaminya yang seperti candu baginya.


Keesokkan harinya...


Tapi kedua orang itu masih asyik berada di kamar mewahnya. Posisi yang buruk jika dilihat orang karena milik Erik yang belum terlepas dari milik istrinya, mereka masih di bawah selimut tebal yang membungkus keduanya.


“Bangun Yang, kenapa kau membangunkannya lagi,” tanya Erik yang berada di bawah Ella, sedangkan istrinya masih tertidur di dada bidang miliknya, dengan mata yang masih terpejam sempurna, pelan-pelan Erik menggerakkan milikknya. Mata Ella langsung terbuka lebar saat menerima perbuatan Erik.


“Mas nggak capekkah?” tanya Ella dengan nada lelah, bukan tanpa alasan Ella menanyakan hal itu, karena Ella baru dibolehkan tidur saat jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi.


“Sekali saja kita akan melakukannya dengan cepat,” ucap Erik pada istrinya.


Ella pun enggan menyahut ataupun membantah perkataan suaminya, dia masih lelah dan masih ingin tertidur di ranjang, mengabaikan perutnya yang merasa kelaparan itu, tapi suaminya justru mengerjainya habis-habisan.


“Mas...” Panggil Ella yang masih di atas tubuh Erik, dia menikmati pelukkan lembut suaminya itu.


“Apaa Saayanng,” ucap Erik dengan nada lembut.


“Bisa kau menghentikannya! Aku sangat lapar,” ucap Ella memohon pada suaminya itu.

__ADS_1


“5 menit lagi,” ucap Erik dengan mudahnya, membuat Ella pasrah menerima perlakuan Erik.


Hingga pukul 12 siang Erik akhirnya mengizinkan istrinya untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Erik pergi meninggalkan kamar menuju dapur untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh pelayan.


“Baru bangun Tuan,” tanya salah satu, pelayan yang sangat Erik kenal.


“Iya bu...” Jawab Erik dengan tersenyum ke arahnya.


“Sepertinya Tuan lelah sekali? Habis lembur ya?” Goda pelayan yang hampir 50 tahun itu.


“ Bu ijzah bisa saja,” ucap Erik sambil meneguk air es yang baru diambilnya di lemari pendingin.


“Mau saya buatkan beras kencur?” tawar bu ijzah pada Erik.


“Boleh bu, buatkan istri saya juga ya,” ucap Erik pada pelayannya itu, sambil memgambil makanan yang ada di meja.


“Iya nanti. Biar saya antarkan ke kamar,” ucap bu ijzah.


Erik lalu kembali kekamar dengan sepiring nasi dan lauknya, menunggu istrinya yang tengah berada di dalam kamar mandi.


“Yang aku pakai baju apa?” Tanya Ella yang beru saja keluar dari kamar mandi. Sedangkan Erik masih duduk di sofa, memainkan benda pipihnya, tidak mendengar Ella mengatakan apa.


Ella lalu duduk dengan menyilangkan kakinya di depan Erik, dia menggunakan handuk mandinya yang bewarna putih itu, hingga pahanya terlihat menggoda di mata erik


Erik melirik ke arah paha Ella yang tercetak jelas bekas kecupannya itu, membuat dirinya ingin menikmatinya kembali.


“Pakai bajumu Yang, katanya mau makan?” ucap Erik yang sudah kesusahan menahan hasratnya.


“Aku sudah berkali-kali bertanya padamu, dimana bajuku? Tapi yang ada kamu asyik dengan ponselmu itu,” ucap Ella sambil mengambil piring nasi didepanya itu, lalu memakan makanan makanan yang disiapkan Erik sesekali menyuapi suaminya.


“Makanlah yang banyak, setelah ini giliran Mas yang akan memakanmu!” Ella diam menhentikan acara mengunyahnya, lalu melirik ke arah Erik.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca, semoga suka cerita kisah lika-liku Erik dan Ella. Saya berharap readers mau memberikan dukungan like dan votes untuk saya.


__ADS_2