Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Extra Part


__ADS_3

...Selamat Membaca...


Nyaringnya bunyi alarm dari ponsel Naura, membuat dua manusia yang berada di bawah selimut terbangun. Saat wanita itu hendak mematikan alarm tersebut, sang suami justru menahannya.


"Biar aku saja! kamu tidur lagi, Sayang!" kata Abhi sambil meraih ponsel yang ada di meja kayu samping Naura. Sang istri tersenyum, sambil mengalungkan tangannya di leher Abhi.


"Thank you, Bhi!" dengan mata yang masih terpejam Naura mendekatkan pipi Abhi ke arah bibirnya, lalu mengecupnya singkat. "kamu juga tidur lagi!" ucapnya sambil menjatuhkan tangannya dari leher Abhi, lalu memejamkan mata lagi.


"Kamu tidak lapar, Sayang? Aku buatkan sarapan ya? Pasti masih sakit kan, karena kegiatan kita semalam?"


Pertanyaan dari Abhi membuat Naura tersentak. Ia baru menyadari jika keperawanan yang 31 tahun ia jaga berhasil direnggut suaminya. Leher Naura menegang, tidak bisa digunakan untuk menoleh ke arah Abhi. Ia hanya diam mematung sambil menatap langit-langit kamar.


"Selamat pagi, Nana. Assalamu'alaikum istriku ...."


"Pagi, Bhi. Wa'alaikumusalam." Naura menjawab lirih.


"Kenapa diam? Sudah sadar, kan kalau kita sudah halal!" Abhi mendekatkan wajahnya di wajah istrinya, berharap Naura mau menatap wajahnya yang memesona. "I love you, Nana ... jalan-jalan yuk, aku punya hadiah untukmu."


"Boleh," jawab Naura sambil menyingkap selimutnya. Namun, tangannya ditahan oleh Abhi.


"Jangan dibuka! Atau kamu akan menyiksaku seharian nanti!" peringat Abhi


"Astagfirullah," pekik Naura ketika menyadari tubuhnya tanpa pakaian. "Maaf ... maaf!" ucapnya sambil berlari kecil ke kamar mandi, menahan segala rasa sakit yang ia rasakan saat ini.


Naura menutup pintu kasar. Membuat Abhi tersenyum tipis, saat ia hendak menyusul Naura ke kamar mandi. Ponselnya berdering nyaring, nama Nathan tertera di sana. Abhi pun segera mengangkat panggilan dari rekanya tersebut.


Hampir lima belas menit mereka berbincang, Nathan meminta Abhi untuk datang ke kantor, ada klien yang ingin bertemu dengannya. Dan Abhi menyanggupi. Panggilan itu berakhir ketika Naura keluar dari kamar mandi.


"Siapa, Bhi?"


"Nathan." Abhi menjawab singkat sambil memainkan ponselnya dengan gerakan memutar. Ia tengah memikirkan alasan untuk mengatakan pada Naura.


"Kamu mau pergi?"

__ADS_1


Abhi menatap Naura dengan wajah penuh penyesalan, "iya ... enggak papa, kan? Kita tunda ya."


Naura mendaratkan bokongnya di tepi ranjang. "enggak papa, kok." Naura menjeda ucapanya. "kamu kan pergi untuk kerja, bukan cari istri ke dua!"


Abhi yang justru berat meninggalkan Naura, kini mendekat dan memeluk tubuh Naura. "Istri yang ini saja, belum puas aku menikmatinya, gimana ada niat nyari istri ke dua?!"


"Uluh-uluh, jangan ngomong gitu." Naura mencubit pipi Abhi. "Kamu tahu, ciri-ciri pria yang suka selingkuh?" Naura memberi ruang supaya Abhi menjawab. Tapi Abhi hanya diam. "Pria itu suka gombal. Kaya kamu gini! " imbuhnya sambil menghadapkan wajahnya ke arah Abhi.


"Tapi bukan aku! Udahlah, aku mau ambil baju dulu, di depan!"


"Ya, aku akan membuat sarapan. Nasi goreng spesial untukmu!" kata Naura sebelum Abhi meninggalkan kamar.


Tiga puluh menit berlalu, dua porsi nasi goreng spesial sudah ada di atas meja makan. Makanan itu menunggu Abhi untuk segera menyantapnya. Abhi bilang sekalian mandi di sana. Jadi ia butuh waktu banyak untuk menyiapkan diri.


Bunyi bel pintu berbunyi nyaring, Naura berjalan pelan-pelan untuk membukanya. Robekan akibat kegiatannya semalam masih terasa menyakitkan, jadi ia harus menjaga langkahnya. Di depan pintu terlihat Abhi tengah membawa dua porsi lontong sayur buatan Widya.


"Ah ... Bhi, padahal aku sudah buat sarapan loh?" rengeknya manja, mengiringi Abhi yang berjalan ke arah meja makan.


"Kita sarapan ini, aku akan membawa nasi gorengnya ke kantor."


"Sayang, aku tidak sejahat itu!" tegur Abhi.


"Ih, kamu jahat tahu nggak! Nggak ingat waktu kita ngatasi kasus Ken sama Rosa?"


Abhi hanya tersenyum tipis. "Itu kan skenario Nathan!"


"Ehmmm ... ya sudah. Nanti pulang jam berapa?" tanya Naura ia berjalan mendekat ke arah Abhi yang sudah berdiri di samping meja makan.


"Mau mu jam berapa?"


"Mau ku kamu nggak pergi, di sini temani aku!" kata Naura sambil memeluk pinggang suaminya. "masih sakit aku nggak bisa bergerak terlalu banyak!"


Mendengar keluhan Naura, Abhi sedikit menoleh ke belakang, "nanti aku pelan-pelan!"

__ADS_1


"Ih, bukan itu! beli di apotek obat penghilang nyeri, atau perih! Nanti setelah pulang dari kantor."


"Oke, baiklah, Sayang. Sekarang kita sarapan dulu, ya!" Abhi melepas tangan Naura lalu meminta istrinya untuk duduk.


"Aku usahain, nanti sebelum makan siang sudah di rumah," lanjut Abhi.


Mendengar itu Naura kembali berdiri, berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan kotak makan untuk Abhi. Sedangkan pria yang seharusnya bertanggungjawab atas kesakitan Naura, hanya menatapnya dengan tawa lirih.


"Sayang, sepertinya di sini ada spesies baru, deh!"


"Apa? kecoa, tikus? Mana?" sahut Naura dari arah dapur. Setelah ia mendapatkan kotak makan ia kembali berjalan ke meja makan.


"Zombie, kamu lucu jalannya kaya zombie mencari mangsa," celetuk Abhi sambil menyuapkan sesendok lontong sayur berserta kuahnya dan akibat perkataan itu, ia langsung mendapat hadiah, lemparan kotak makan merk moorlife dari Naura. Ia sampai tersedak saat menatap wajah Naura, aura kemarahan itu membara, seolah ada asap dan api yang keluar dari lubang telinga Naura.


"Mangsa nya, kamu!" jarak yang menyisakan lima langkah lagi, akhirnya Naura percepat, ia ingin menangkap tubuh Abhi, dan menggigit daging berotot itu dengan sekuat tenaganya.


Menyadari bahaya Zombie sedang mengancam, Abhi langsung berdiri, berusaha menghindar, ia berlari ke arah sofa ruang tv. Namun, karena bungkus Chiki semalam yang belum dibereskan membuat Abhi sedikit terpeleset dan itu gara-gara kaus kaki sialan yang sudah dikenakan, ia jadi terperangkap oleh zombie wanita.


"Nah, kan! Kena azab pertama, sudah ngledekin istri, sih!" seru Naura, ia mendekap tubuh Abhi yang terduduk di karpet. Ia langsung menggigit gemas leher Abhi, meninggalkan tanda gigitan di sana.


"Ih, ini mah bukan ngledekin! kamu beneran jadi zombie! Kan aku tertular ... jadi ingin menggigitmu!" Abhi membalikan tubuhnya, lalu mendekap tubuh Naura supaya tidak bergerak, lalu mengangkat sedikit bokong itu dan meletakan di pangkuannya.


"Boleh milih nggak gigitnya?" tanya Abhi sambil mencari posisi ternyaman.


"Sudah sana kerja!"


"Nggak, aku belum mau berangkat kalau belum balas kamu!"


Dengan nafas yang masih naik-turun Abhi mendaratkan bibirnya di bibir Naura. Bibir tipisnya bergerak lembut, tapi semakin lama berubah semakin aggresive. Membuat pikiran Naura menjadi kosong dan kesulitan untuk bernafas. Naura pun berusaha menghindar dan mendorong tubuh Abhi.


Tapi, tenaga Abhi tidak sebanding dengan tenaganya, mau tidak mau ia harus menerima morning kiss dari suaminya, sampai suara dering ponsel dari kamar menjadi alarm tersendiri bagi Abhi.


"Stop, Sayang. Kamu harus ke kantor!" ucap Naura dengan nafas terengah-engah. Ia menjatuhkan tubuhnya, dari pangkuan Abhi ke karpet. Membiarkan Abhi pergi dan mengangkat teleponnya.

__ADS_1


...----------------...


ELLA MAU PROMO NIH, YANG PUNYA APLIKASI kuning boleh mampir ke The Perfect Billionaire nama pena masih sama, Ella minta bantuan Subscribe ya!


__ADS_2