Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Kenikmatan Yang Tertunda


__ADS_3

Happy Reading yang nunggu buka segelnya Erik dan Ella silakan dibaca. Jangan lupa like dan votenya.👍 (Maaf ini sudah REVISI Ya🙏)


Ella menggerakkan tubuhnya, mengingat- ingat kenapa dia bisa berpindah ke ranjang suaminya, ranjang dengan warna sprei coklat susu dengan selimut coklat tua, memang bukan warna cowok mungkin ini yang membelikan mama Jihan, batin Ella. Ia menoleh ke arah suaminya, menatap suaminya yang tengah tertidur pulas, memandangi pahatan indah di depannya, Ia lalu melihat ke arah jam di dinding, dia teringat jika dia belum menyiapkan makan siang. Segera dia bangun dan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang.


Ella hanya membuat tumis daging buncis, sup ayam jamur, bergedel kentang dan tak lupa sambal tomat kesukaannya, karena tak kunjung bangun Ella akhirnya membangunkan suaminya mengingat perutnya yang sudah kelaparan.


" Sayang...makan yuk aku sudah lapar, " ucap Ella saat memasuki kamar, melihat Erik yang tak kunjung terbangun Ella lalu mendekat dan menciumi bibir Erik.


" Yank... lapar! " ucap Ella, seketika Erik membuka matanya, saat mendengar suara Ella yang mengeluh kelaparan. Erik segera bangun dan menuju kamar mandi, lalu menghampiri Ella dimeja makan.


" Kamu kapan masak yank? " tanya Erik saat sudah duduk dimeja makan.


" Tadi waktu mas tidur, " jawab Ella.


Ella lalu mengambilkan makanan dipiring Erik, Erik lalu segera menyatap masakan istrinya itu, menikmati masakan istrinya yang menurutnya sangat lezat. Setelah selesai makan Erik segera masuk ke kamar mandi berniat untuk segera mandi mengingat ini sudah jam 5 sore. Sedangkan Ella masih berkutat didapur membuat cake kesukaannya.


" Mandi sana yank, biar mas yang beresin, " ucap Erik setelah melihat Ella yang belum selesai.

__ADS_1


" Mas sudah mandi? kok tumben nggak nungguin, " ucap Ella sambil menyelesaikan pekerjaannya.


" Sudah sana! buruan mandi, " ucap Erik lagi.


" Bentar nunggu chezze cakenya beres dulu, " ucap Ella lalu duduk disamping Erik sambil menikmati teh melati ditangannya.


" Capek? dibilangin panggil ART saja, Mas takutnya kamu kecapekkan yang, " ucap Erik.


" Aku nggak capek yang, aku menikmatinya, " ucap Ella berjalan menuju dapur, memeriksa cakenya.


" Yang, angkat cakenya ya itu sudah matang tinggal nunggu biar agak dingin dulu, " ucap Ella lalu segera menuju kamar mandi, saat berjalan dia melewati ranjang ternyata Erik sudah menyediakan lingrie bewarna hitam disana, dengan memberi note kecil diatasnya.


" Kemarilah, " ucap Erik menyuruh istrinya mendekat.


" Banyak pekerjaanmu, " tanya Ella yang sudah berdiri disampingnya.


" Nggak, Mas cuma ngecek laporan saja, " ucapnya lalu menarik tubuh Ella kepangkuannya, mendekatkan bibir Ella kebibirnya.

__ADS_1


" Apa sudah siap sayang, " Ella hanya mengangguk sebagai jawaban, matanya terus menatap mata indah suaminya itu seolah menyetujui jika suaminya mengambil mahkotanya sekarang.


" Kita pindah ke kamar ya, kita akan mulai setiap kenangan indah kita disana, " ucap Erik, lalu segera menggendong Ella ala koala, berjalan sambil memeluk istrinya supaya tidak terjatuh.


Setelah sampai di kamar Erik merebahkan tubuh istrinya pelan-pelan, menyampaikan rasa cinta pada istrinya melalui tindakkan, malam yang indah dan berbintang akan menjadi saksi bisu awal dari kisah indah penyatuan mereka.


" Aku janji akan melakukannya pelan-pelan, " ucap Erik sambil menciumi kening Ella, Ella yang mendengar itu hanya mengangguk menyetujui, dan malam ini gadis itu berhasil melepaskan mahkotanya untuk suami yang dicintai, setelah 28 tahun menjaga baik-baik, akhirnya mahkota itu dia persembahkan untuk Erik, Ella merasa bangga karena sudah bisa mempersembahkan mahkotanya untuk suami yang dicintainya.


Senyum Erik juga merekah saat melihat darah yang mengalir diatas kain bewarna coklat itu, dia bahagia bisa memiliki seutuhnya gadis yang dicintai, hanya Ella dan selamanya hanya dia yang akan selalu ada dihatinya. Wanita yang selalu dia sebut namanya dalam doanya, dalam mimpinya akhirnya dia bisa menjadi miliknya.


Erik kembali berbaring disamping istrinya, mamainkan perut istrinya dengan jari.


" Semoga akan segera hadir Erik junior disini, " ucapnya lalu mencium perut istrinya, Ella yang mendengar itu tersenyum karena geli dengan ucapan suaminya.


" Terima kasih sayang, sudah menjaganya untuk Mas, " ucap Erik berbisik ditelinga Ella.


" Terima kasih juga sudah melepaskan perjakamu untukku, " balas Ella.

__ADS_1


Mereka kelelahan dan tidur saling berpelukkan, tidak ada ronde kedua, apalagi ketiga, karena ini adalah pengalaman pertama kali untuk keduanya membuka segel, mereka terlalu letih untuk melakukannya lagi.


Terima kasih sudah membaca jangan lupa vote, like dan comentnya.👍🙏


__ADS_2