
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan votes ya.🙏👍
.
.
.
.
Sydney, Australia.
Di dalam kamar hotel mewah di Sydney, Erik tengah melihat ponselnya, menatap lekat foto pernikahan yang dijadikan wallpaper di layar hpnya.
Senyum Erik terus terukir saat melihat foto senyuman Ella, yang menurutnya mampu mengobati rasa rindunya.
Yohan yang berdiri di depannya menjadi seperti orang gila, menunggu Erik yang sedang melepaskan rasa rindunya melalui foto di layar ponsel.
Hampir 30 menit Erik menatap foto itu, setelah puas, dia lalu beranjak dari sofa, bersiap hendak bertemu dengan Axel.
Erik mengenakan kemeja abu tuanya dan celana jeans, tidak tampak jika dia adalah seorang pengusaha ataupun dokter, tak lupa dia mengenakan kacamata hitamnya, yang lensanya sudah di ubah menjadi kacamata baca.
Dia segera meninggalkan kamar hotel mewah bersama Yohan yang mengekori di belakangnya. Berjalan menyusuri koridor hotel tempatnya menginap, Erik menghentikan langkahnya saat sudah 10 meter berjalan keluar kamar.
“Berdirilah di sampingku!” Perintah Erik pada Yohan, “Kamu tangan kananku, bukan orang yang berdiri di belakangku,” lanjutnya. Yohan yang mendengar perintah bosnya segera mensejajarkan dirinya dengan Erik.
Dia sudah paham dengan apa yang diinginkan bosnya, mengikuti Erik selama puluhan tahun, membuatnya hafal dengan sifat bosnya itu.
Yohan memang sudah lama mengikuti Erik, sejak saham yang Yusuf diberikan oleh Erik dan Bima. Selama ini Yohan yang sudah mengurusnya, sedangkan Erik hanya mengurusi rumah sakit saja, karena dia ingin menggunakan gelar dokter spesialisnya terlebih dahulu. Berkat Yohan juga, dirinya bisa dikenal di kalangan pengusaha, walau dia hanya berada di balik layar, tapi jangan meragukan kemampuan Erik.
Yohan membukakan pintu agar Erik masuk ke dalam mobilnya, Erik dari dulu tidak mau jika harus duduk di belakang kursi kemudi, selain alasannya karena pusing dia juga lebih menghargai Yohan sebagai tangan kanannya, bukan sebagai sopir pribadi.
Erik segera memakai topinya saat mobil sudah sampai di tujuan, ntah kenapa gaya Erik lebih ke orang yang akan menemui kekasihnya, bahkan penampilan Yohan lebih berwibawa dari penampilannya.
“Apa kamu sudah menyiapkan orang kita?” tanya Erik memastikan.
__ADS_1
“Sudah Pak. Sudah ada 10 orang di dalam dan mereka sudah menanti kedantangan Anda,” jelas Yohan.
“Bagaimana di Jakarta?” tanyanya lagi.
“Aman Pak. Ibu juga sudah masuk ke apartemen,” terangnya yang membuat Erik merasa lega.
“Dan menurut laporan Axel sudah menunggu Anda di ruang pribadinya,” jelas Yohan pada Erik.
“Apapun yang terjadi, hidup ataupun mati saat aku keluar nanti, aku berpesan padamu, sampaikan pada istriku bahwa aku sangat mencintainya dan ini, tolong kamu ambil fotoku! Siapa tau ini akan menjadi foto terakhirku untuknya,” ucap Erik sambil menyerahkan ponsel ke tangan Yohan, ingin rasanya Yohan tertawa, tapi dia bisa menahannya dia takut jika Erik akan mematahkan tangannya, karena berani menertawakannya.
Yohan segera mengambil foto Erik, mencari angle yang pas agar bosnya itu terlihat semakin tampan.
“Sudah? Coba lihat,” ucap Erik meminta ponselnya kembali.
“Bagus juga, cocok kamu jadi photographer!” Puji Erik pada lelaki di depannya itu. Yohan yang mendengar itu langsung menatap ke arah Erik dengan senyuman palsu.
Erik lalu mengirimkan foto itu melalui pesan Whatsapp pada Ella. Dicarinya foto terbaik dan yang paling tampan disana.
My Wife 💓 : Apapun yang terjadi Mas bahagia bisa hidup bersamamu selama ini, I Miss U😘
Ketiknya di atas foto yang dikirimkan ke Ella. Dia segera berjalan masuk ke arah ruang pribadi Axel. Meninggalkan Yohan yang berdiri di depan pintu.
“Selamat siang,” jawabnya singkat, dia segera duduk saat si pemilik belum menyuruhnya duduk.
“Silakan memesan makanan dulu Tuan Erik, anak buahku akan memasakkan menu spesial untukmu,” tawar Axel pada Erik, Erik hanya diam menatap orang licik di depannya ini.
“Tidak usah! Aku tidak ingin membuang waktuku yang berharga ini!” ucapnya dengan nada dingin.
“Sombong sekali kamu ya, bagaimana bisa Ella mengabaikanku dan memilih lelaki tua sepertimu, dulu gara-gara Kenzie, dan setelah Kenzie aku lenyapkan sekarang giliran kamu yang menghalangiku,” ucapnya yang membuat Erik tidak percaya.
“Apa?” tanya Erik dengan kaget. Ditanggapi Axel dengan setengah senyumnya.
“Bagaimana? Bersihkan cara kerjaku, bahkan tidak ada satu orang pun yang curiga jika Kenzie mati karena tindakan pembunuhan, dan aku rasa kamulah korban selanjutnya,” ucap Axel dengan percaya dirinya. Erik yang mendengar itu hanya memejamkan matanya, bukan karena takut, tapi dia benar-benar tidak berpikir kesana, jika Kenzie meninggal karena pembunuhan, bagaimana jika istrinya mengetahui hal ini, pasti dia akan sangat berdosa jika tidak mampu membalaskan kematian Kenzie.
“Harusnya kau berterimakasih padaku, karena aku sudah membantumu menyingkirkan Kenzie, dan beruntungnya lagi, kamu bisa jadi orang yang pertama menikmati tubuh wanitaku, dan sekarang aku rasa, sudah cukup waktumu untuk bersenang-senang dengannya,” jelas Axel yang membuat Erik semakin emosi, dia menarik nafas panjangnya.
__ADS_1
“Tanda tangani ini, maka aku akan mempermudah urusan izin rumah sakit di sini, dan sebagai imbalannya aku akan memintamu untuk menyerahkan kembali wanitaku,” Erik tersenyum saat Axel mengatakan itu, lelaki di depannya ini terlihat tampan, apa lagi dengan jas mahal yang dia kenakan menambah nilai ketampananya bertambah, tapi kelakuannya sungguh tidak manusiawi, tak lama pelayan datang membawakan dua cankir kopi hitam untuk mereka berdua. Axel tersenyum sambil mengangguk ke arah pelayan dan segera menyuruhnya keluar.
“Aku tidak menyangka jika Kenzie mati karena ulah licikmu, aku akan mengumpulkan bukti dan menyeretmu ke kantor polisi,” ucap Erik pada Axel.
“Hahaha mana bisa, kau akan mati sebelum keluar dari Australia,” Erik yang mendengar itu hanya mampu membalasnya dengan senyuman sinis, tiba-tiba ponsel Erik berdering , tertera nama “My Wife 💓 ” di sana. Erik menatap ponselnya bingung akan mengangkatnya atau tidak, karena dia tidak mau Axel bicara dengan istrinya.
Akhirnya dia membiarkan ponsel itu mati dengan sendirinya, tak lama terdengar pesan masuk dari ponsel Erik. Ella mengirimi pesan suara melalui hpnya.
Sayang aku merindukan tubuhmu saat melihat fotomu tadi, bisakah kau segera pulang, aku akan menyambutmu dengan senang hati!
Erik dengan sengaja memperdengarkan suara istrinya yang manja itu pada Axel. Membuat wajah Axel berubah menjadi kesal.
“Kau dengar betapa dia mencintaiku, jika aku mati di sini, mungkin tidak lama lagi dia pasti juga akan menyusulku,” ucap Erik setelah menutup pesan suara dari Ella, dia tidak menjawab pesan Ella karena selesai ini dia akan meneleponnya balik.
“Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk berpisah darinya saat mendengar ancamanmu, dan ini surat perjanjian kita, sepertinya kamu perlu lagi datang ke pengacaramu, minta padanya untuk menjelaskan bagaimana isi perjanjian kerjasamanya,” terang Erik sambil memainkan bibir cangkir kopinya, dia mencium aroma kopi itu, wangi tapi tidak seperti aroma kopi pada umumnya.
Axel meraih file itu, membaca ulang isi perjanjian kerjasamanya, dia baru menyadari jika dia justru tertipu oleh Erik.
“Kamu mau berbuat curang padaku? Tapi aku lebih pintar darimu, sepertinya kamu belum mengenal siapa diriku sebenarnya, ceh! Apa kau tidak bertanya pada saudaramu itu?” tanyanya lagi membuat Axel bertambah emosi.
“Nggak usah emosi seperti itu, bahkan jika kau meminta aku memilih rumah sakit atau istriku, aku akan memberikan rumah sakit itu padamu, dan aku tidak akan menarik danaku lagi sepeserpun! karena kamu tau! istriku tidak bisa dinilai dengan uang, bahkan semua kekayaanmu tidak mampu merebut ataupun membeli istriku,” ucap Erik tegas.
Erik mengangkat cangkir kopi di tangannya dia hendak meminum kopi yang disediakan pelayan, cangkirnya sudah menempel di bibir merahnya, tapi dering ponsel yang kembali berdering mencegahnya untuk melanjutkan.
“Katakan!” ucap Erik saat mengangkat telepone.
“ ..........” Erik tersenyum saat mendengar suara tangan kanannya itu berbicara, lalu dia menutup panggilannya.
“Aku pikir sianida hanya ada di Indonesia,”
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih sudah membaca, semoga suka cerita kisah lika-liku Erik dan Ella. Saya berharap readers mau memberikan dukungan like dan votes untuk saya .🙏👍