
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan votes ya.🙏👍
.
.
.
.
Ella terbangun saat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 2 siang, dia menyadari jika tertidur cukup lama di kamar pribadi Erik, dadanya terasa sesak saat menyadari suaminya tidak sedang memeluknya, ntah karena apa air matanya turun tanpa seizinnya.
“Aku merindukanmu Mas,” ucapnya lirih sambil menghapus air matanya.
Dia melihat ponsel yang ada di atas meja dekat ranjangnya, terlihat di layar ponselnya 20 panggian tidak terjawab dari suaminya, dia baru menyadari jika ponselnya sedari tadi dia silent, dia lalu menekan tombol hijau untuk menelepon balik suaminya melalui panggilan suara.
“Hallo ....” ucapnya saat panggilan sudah tersambung, Erik mengangkat panggilannya tapi tidak menjawab sapaan istrinya.
“Yang .....” panggil Ella panik karena Erik tidak menjawab panggilannya, dia lalu mematikan ponselnya, karena bingung harus berbuat apa, dia ingin menghubungi sekertaris Yohan menanyakan kabar Erik. Namun, baru beberapa detik ponselnya sudah kembali berdering tertera nama My Husband di layar ponselnya.
“Hallo ...” ucap Ella saat panggilan sudah tersambung.
“Hallo Yang, jangan buat aku panik! Aku akan memesan tiket kesana sekarang juga,” ucap Ella yang sudah menaikkan nada suaranya, karena Erik tidak kunjung angkat bicara.
“Hmmm ....” jawab Erik dengan nada malas, dirinya sudah kesal karena sedari tadi panggilannya tidak dijawab oleh Ella.
Ella yang merasa lega bisa mendengar suara Erik dia langsung meminta maaf suaminya.
“Maaf Yang, tadi aku ketiduran di ruanganmu dan ponselnya masih aku silent,” jelas Ella. Erik belum mau membuka suaranya.
“Lagi ngapain? Sudah makan?” tanya Ella.
“Yang ... Bicara dong, aku benar-benar akan nyusul kesana nih, kalau kamu tidak bicara,” ancam Ella lagi.
“Lain kali kalau Mas perjalanan jauh, jangan sekali-kali menjauhkan ponselmu dan mematikan deringnya,” peringat Erik.
“Iya maaf... Makanya kamu cepat pulang, biar kita nggak berpisah lagi,” ucap Ella.
“Kamu lagi ngapain?” lanjut Ella yang masih penasaran.
“Dari tadi mas dengerin lagu Celengan Rindu, hanya karena kamu tidak menjawab panggilan Mas,” ucap Erik karena memang sedari tadi dia menunggu istrinya balik meneleponenya, sambil mendengarkan musik.
__ADS_1
“Ih lebay banget! Kaya ABG saja, ingat umur Yang!” canda Ella pada lelaki di ujung telepone.
“Karena itu yang Mas rasakan, kamu mungkin nggak akan bisa merasakannya,” ucap Erik yang membuat Ella mematikan ponselnya, Ella mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video. Dia ingin melihat wajah suaminya hari ini.
Erik tersenyum setelah melihat layar ponselnya, dia lalu menggeser layar ponselnya, terlihat wajah istrinya yang sedang berada di kamar pribadinya.
“I miss you,” ucap Ella saat pertama kali melihat wajah suaminya, meski hanya melalui telepon dia beruntung bisa mamandang wajahnya.
“Mas ...”
“Hmm...”
“Kapan pulang?” tanya Ella dengan nada sedih.
“Secepatnya!” jawab Erik singkat.
“Iya kapan? Aku sesak karena merindukanmu,” ucapnya lagi.
“Tunggu setelah urusan Mas dengan Axel selesai,” ucap Erik.
Ella mengernyit tidak percaya saat mendengar suara Erik menyebut nama Axel, lantaran dia tahu seberapa liciknya orang itu.
“Kenapa dengan Axel? Apa yang dia perbuat padamu?” tanya Ella penasaran.
“Kamu tidak perlu tahu Yang, hanya masalah kecil,” jawab Erik singkat.
“Mas! Aku istrimu! Tidak ada masalah sekecik apapun yang pantas di sembunyikan dari pasangan,” ucap Ella mengingatkan Erik.
“Iya, nanti Mas akan cerita saat tiba di Jakarta,” ucap Erik.
“Mas ....” ucap Ella dengan nada lembut, memohon Erik untuk menceritakan masalahnya dengan Axel.
“Kenapa? Mau cium?” canda Erik sambil tersenyum ke arah istrinya.
“Cerita ke aku Yang,” ucapnya lagi.
Erik yang tidak tega melihat Ella yang khawatir mau tidak mau terpaksa menceritakan masalahnya secara garis besarnya saja.
“Dia mengancam Mas akan mengancurkan rumah sakit disini, jika Mas tidak melepaskanmu,” jelas Erik.
“Apa? Aku akan menyusulmu kesana, dan aku akan menyelesaikan semuanya,” ucap Ella.
__ADS_1
“Nggak kamu tidak dibutuhkan disini, jangan pernah datang kesini tanpa seizin Mas,” peringat Erik.
“Tapi bagaimana denganmu Mas? Aku khawatir denganmu, aku nggak bisa jamin jika kamu akan baik-baik saja jika berhadapan dengannya,” ucap Ella menyampaikan kekhawatirannya.
“Tenanglah Sayang. Jangan meragukan kemampuanku, walau setiap hari aku hanya menyentuh perut wanita, tapi bila menghadapi hal seperti ini, Mas sudah terbiasa mengatasinya, apa kau lupa jika suamimu ini petarung hebat,” jelas Erik pada istrinya.
“Berjanjilah padaku kau akan pulang dengan selamat,” ucap Ella.
“Iya Sayang. Kamu hanya perlu menunggu Mas, menyambutku dan membuka celengan rindu kita di ranjang!” canda Erik yang membuat Ella tertawa, membayangkan suaminya yang mesum itu.
Erik menenangkan Ella yang terlalu khawatir dengannya itu, dia berjanji pada istrinya akan pulang secepatnya setelah menyelesaikan urusannya disana.
“Kamu baik-baik disana, jangan nakal, dan jangan meninggalkan ponselmu melebihi radius 1 m,” ucap Erik.
“Bagaimana bila aku ingin ke kamar mandi?” tanya Ella.
“Ya dibawa saja, biar Mas bisa mengobati rasa rindu Mas padamu,” ucapnya serius.
“Dasar suami mesum,” cibir Ella.
“Kamu lagi ngapain?” tanya Erik.
“Lagi rebahan, merindukanmu yang jauh disana,” ucap Ella menggoda Erik. Erik hanya tersenyum menatap wajah istrinya.
“Apa tidak ada yang ingin kamu ceritakan pada Mas?” tanya Erik yang pura-pura tidak mengetahui kejadian bertemunya Ella dengan Haikal, karena ternyata Erik sudah mendapatkan informasi dari orang yang menjaga Ella disana.
“Nggak ada, tidak ada kejadian yang berkesan hari ini, mungkin karena kamu tidak ada disini,” ucap Ella yang tidak paham maksud dari suamninya itu.
“Baiklah,” ucap Erik sambil merebahkan kembali tubuhnya, tanpa peduli seseorang sudah masuk ke dalam kamarnya.
“Mas percaya padamu,” lanjutnya.
Setelah bebicara lama dengan istrinya, menyampaikan rasa rindunya yang mereka rasakan Erik pun mengakhiri panggilannya, karena dia menyuruh Ella agar segera pulang, mengingat Ella masih berada di rumah sakit.
Erik yang tengah berada di Australia segera bersiap untuk menemui Axel, orang yang sangat menginginkan dia berpisah dengan istrinya.
Dia berharap masalahnya akan segera selesai dan bisa menemui istrinya secepatnya.
“Yo ...! Jam berapa jadwal kita akan bertemu dengannya?” tanya Erik pada Yohan yang sudah sedari tadi menunggu telepon bosnya terputus.
“1 jam lagi Pak,” jawabnya singkat.
__ADS_1
“Siapkan semuanya! Jika dia tidak mau menggunakan cara baik-baik, kita pakai cara kekerasan untuk menghabisinya! Dia belum paham rupanya, siapa aku,” perintah Erik yang diangguki kepala oleh Yohan.
Terimakasih sudah membaca, semoga suka cerita kisah lika-liku Erik dan Ella. Saya berharap readers mau memberikan dukungan like dan votes untuk saya .🙏👍