Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
100: Jurus Hantu Melaknat Besi


__ADS_3

Tidak sekalipun mereka menduga, bertemu lawan yang memiliki tubuh langka. Penyesalan pun kini mulai merasuki hati keduanya.


Sebagai Tokoh Dunia Persilatan, mereka sangat mengetahui kelebihan apa yang dimiliki oleh orang yang memiliki Tubuh Yinyang Sejati.


Selain memiliki tenaga dalam yang sangat besar dan berhawa panas dan dingin, orang tersebut juga akan mampu mengusai jurus-jurus langka yang hebat. Kebal terhadap segala racun adalah keistimewaannya yang lain.


Keduanya saling berpandangan sejenak dan saling tersenyum. Tiba-tiba keduanya melepaskan serangan energi ke arah Zhu San. Zhu San yang sudah bersiaga segera melompat ke udara.


Tanpa diduga oleh semua orang kecuali Zhu San, Sepasang Hantu Kerempeng itu segera berbalik dan melesat pergi, sesaat setelah melepaskan serangan yang ternyata untuk pengalihan itu.


Keduanya pergi dengan peringan tubuh yang hebat tanpa menoleh lagi, sehingga tidak melihat Zhu San yang berhenti di udara setelah melompat menghindari serangan mereka tadi.


“APA ! … Apa mataku sudah rusak?!”


“Dia bisa terbang??! “


“Apakah ini mimpi?”


Suara-suara dari anggota Sekte Pedang Bintang yang takjub atas apa yang Zhu San lakukan, membuat mereka bertanya pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.


Zhu San yang segera melayang mengejar mereka, tentu saja tidak mendengar kata-kata anggota sektenya yang hampir semuanya, mengusap mata mereka.


Zhu San teak ingin melepaskan, kedua tokoh yang merupakan musuh bebuyutan Guru Pertamanya itu.


Zhu San juga mencurigai bahwa, mereka berdua ingin menghancurkan Sekte Pedang Bintang dengan memperalat Gao Yan dan Gao Shan. Sebuah hal yang tentu saja tidak bisa Zhu San maafkan.


“Sepertinya mereka berdua adalah dalang atas apa yang dilakukan oleh Gao bersaudara itu. Aku harus mengikuti kemana mereka pergi dan juga menemukan kemana Gao Yan tadi pergi.”


Zhu San sengaja hanya mengikuti keduanya dari ketinggian satu meter dari ujung dahan pepohonan yang tertinggi. Dengan cara itu, Ia berharap keberadaannya tidak diketahui.


Sekelompok burung murai yang sedang bersantai ria, tiba-tiba saja beterbangan saat melihat Zhu San, mengarah tepat ke tempat mereka yang berada di ujung tertinggi sebuah dahan pohon.


“Ah Sial … Burung-burung ini membuat mereka mengetahui keberadaanku.”

__ADS_1


Zhu San mengeluh dalam hatinya, saat melihat Kedua kakek dan nenek itu, berhenti dan melihat ke arah sekelompok burung murai yang segera terbang dengan suara yang panik.


Ia pun akhirnya terlihat juga oleh mereka, yang saat ini sedang melotot lebar ke arahnya dengan mulut yang terbuka lebar.


Zhu San terpaksa turun dan segera berada di dekat mereka dengan sikap yang waspada. Ia tak ingin kehilangan mereka lagi.


Sepasang Hantu Kerempeng itu, kini sudah tersudut. Keduanya tidak mungkin melakukan trik yang sama untuk mengalihkan perhatian Zhu San. Dan juga, trik yang mereka anggap berhasil, ternyata sama sekali tidak bekerja.


“Sayang … Sepertinya Kita harus bertarung dengannya. Tak ada cara lain agar kita bisa pergi dari tempat ini selain mengalahkannya.”


Kakek bertubuh kerempeng itu, berkata mesra kepada sang Nenek, membuat Zhu San menjadi jengah mendengarnya.


“Iya Sayang … Kau benar. Mari Kita gunakan jurus yang kita ciptakan untuk mengalahkan gurunya itu. Aku yakin Ia telah menguasai jurus Tinju Besi milik gurunya itu.”


Suara Sang Nenek yang terdengar centil, membuat Zhu San merasa ingin muntah dan juga sekaligus merasa kesal.


“Bisa-bisanya mereka berdua bersikap semesra itu, di saat akan bertarung hidup dan mati melawanku.”


Zhu San yang juga penasaran dengan jurus yang akan mereka gunakan untuk mengalahkan Jurus Tinju Besi milik guru pertamanya, segera memasang kuda-kuda jurus itu.


Keduanya segera saja menyerang Zhu San dengan serangan dari dua arah yang berbeda. Sang Kakek menyerang ke bagian kepala Zhu San, sementara Sang Nenek menyerang bagian bawah tubuhnya.


Dua serangan yang cepat yang berbeda arah arah itu, akhirnya Zhu San tangkis dengan Jurus Tinten Siba.


PLAK


DUAGH


Terdengar suara tangan dan tendangan yang saling beradu. Walau Sepasang Hantu Kerempeng itu terkejut dengan teknik yang Zhu San gunakan, namun keduanya tidak berhenti menyerang.


Serangan kedua mereka yang mengarah ke dua titik mematikan di tubuh Zhu San, bisa Zhu San atasi dengan mudah.


Hawa panas dan dingin segera memenuhi udara saat Zhu San meningkatkan tenaga dalamnya. Hal itu Zhu San lakukan karena tangannya merasa sedikit kebas saat menangkis serangan.

__ADS_1


Sepasang hantu Kerempeng segera mengalirkan lebih besar energi mereka untuk, menahan kedua hawa yang membuat kulit keriput mereka, merasakan hawa panas dan dingin pada saat yang bersamaan.


Serangan keduanya begitu cepat dan bergerak dengan waktu yang bersamaan. Satu orang bertahan dari serangan Zhu San, satu orang yang lain menyerang Zhu San dari arah yang berbeda.


Beruntungnya, Zhu San telah menyatukan Kedua jurus tangan kosong terhebat dari kedua gurunya itu, sehingga setelah lebih dari lima puluh kali terjadi pertukaran serangan, belum satu pun serangan lawan yang mengenainya.


“Beruntung mereka tidak menemukan guru, jika saja guru yang bertarung dengan mereka berdua, mungkin Guru akan terluka parah karenanya.”


Zhu San berkata demikian dalam benaknya. Ia mau tak mau harus mengakui jika jurus yang mereka gunakan adalah jurus tangan kosong terkuat yang pernah Ia hadapi.


Setengah jam pun telah berlalu dan kini Zhu San terlihat berhasil mendesak kedua lawannya yang nafasnya mulai terengah-engah.


Walau mereka memiliki tenaga dalam besar, namun usia mereka telah banyak. Hal itu menjadi faktor lain yang tidak bisa mereka pungkiri, menjadi kelemahan saat menghadapi lawan yang jauh lebih muda seperti Zhu San.


Keputusasaan, kini mulai terlihat di wajah keriput Sepasang Hantu Kerempeng itu. Keduanya merasa bertemu lawan yang salah.


Mereka tidak menduga akan berhadapan dengan seorang pemuda yang menguasai jurus yang begitu hebat.


Rasa putus asa itu, membuat keduanya menjadi sedikit lengah. Sehingga harus merasakan sakit, saat serangan tinju dan tendangan Zhu San mengenai tubuh mereka.


DUG


DUAGH


Sang Kakek terpental hingga lima meter lebih dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya saat tinju Zhu San mendarat di dadanya.


Ia pun jatuh terduduk dan kesulitan bernafas karena hawa sangat dingin segera merasuki organ dalam tubuhnya. Dan segera akan membekukannya.


Sedang Sang Nenek Kerempeng itu, Jatuh terguling-guling saat tendangan Zhu San menghantam perut slimnya yang berkulit keriput itu.


Hawa sangat panas segera saja merasuki organ dalam di perutnya, membuat Ia berguling-guling dengan perut yang serasa terbakar.


Satu serangan saja dari Zhu San mengenai mereka, namun akibat yang dirasakan oleh keduanya, sungguh di luar dugaan mereka.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian keduanya terlihat telah tenang, hawa panas dan dingin di tubuh mereka berdua telah menghilang, namun saat akan berdiri, keduanya terkejut setengah mati.


*****


__ADS_2