Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
269: Penjelasan Shen Rong II


__ADS_3

Zhu San dan Bian Chi seketika mengalihkan pandangan mereka ke arah batu tujuh warna. Keduanya kini mengetahui bahwa aura menyejukkan di dalam ruangan goa ini, ternyata berasal dari gagang pedang yang tertancap di batu itu.


“Cabutlah Pedang itu dan tikamkan ke dadaku. Dengan begitu Aku bisa terbebas dari kesunyian dunia Ini.”


Bagai mendengar petir di siang bolong, Zhu San dan Bian Chi seketika tersedak nafasnya sendiri karena rasa terkejut yang teramat besar mendatangi mereka dengan tiba-tiba.


“Leluhur … Apa maksud Anda berkata demikian?” Zhu San dan Bian Chi kembali duduk dan membatalkan niat mereka untuk mencabut pedang tersebut.


“Bukankah Anda memintaku kemari untuk menyerahkan Segel Bola Emas?” Tanya Zhu San yang masih tidak bisa mengerti akan maksud ucapan Shen Rong.


“Bukankah sudah ku katakan kepada kalian? Bahwa hanya pedang itu saja yang bisa menghapuskan keabadian yang ku miliki. Jika ada orang yang bosan hidup, mungkin akulah orangnya.”


Shen Rong kembali terkekeh melihat kebingungan di wajah Zhu San dan Bian Chi. Namun tiba-tiba, tawa kecilnya itu terhenti dan dengan cepat Ia melesat keluar dari goa.


Zhu San dan Bian Chi terkejut melihat betapa cepatnya Shen Rong bergerak, seolah-olah tubuhnya menghilang dan berpindah dalam sekejap hingga telah berada tiga puluh meter di depan goa itu, kurang dari setengah detik saja.


Keduanya segera menyusul Shen Rong yang terpaku melihat ke arah timur laut. Menatap langit nun jauh di sana dengan wajah khawatir.


“Sesepuh ada apa?” Zhu San memberanikan diri bertanya namun Shen Rong tetap diam tak bergeming hingga hampir satu menit lamanya.


Sesaat kemudian, Zhu San dan Bian Chi melihat kilatan cahaya putih melesat begitu cepat memasuki tubuh Shen Rong dan membuat tubuh itu tersentak.


“Sesepuh … Ada …”


“Bahaya! … Dunia ini dan Dunia Atas akan mengalami petaka besar. Tubuh Roh dan Inti Roh Dewi kegelapan telah kembali bersatu!”


“APA!!! “ Zhu San dan Bian Chi tersentak kaget. “Sesepuh bagaimana anda bisa menduga seperti itu?” Tanya Zhu San yang berharap Shen Rong salah dengan dugaannya.


Shen Rong membalikkan badannya dengan bibir yang tersenyum tipis mendengar ucapan Zhu San tadi. “Aku tidak sedang menduga, San’er.”


Shen Rong lalu menjelaskan bahwa pada tingkatan tertentu, seorang Pendekar mampu membuat Inti Rohnya meninggalkan raganya. Dan Ia baru saja melakukan hal itu untuk melihat Kotak Hitam yang telah lama Ia ketahui berada di Kekaisaran Liu.


Hal itu Ia lakukan karena merasakan segel yang Ia buat pada Kotak Hitam telah terbuka. Dan hanya Dewi Kematian yang memiliki Tubuh Roh Dewi Kegelapan yang bisa melakukannya.


“Kaisar itu … Ia tidak menyadari bahwa yang Ia lakukan adalah mengundang bencana besar. Entah apa maksudnya melakukan hal semacam sayembara untuk membuka Kotak Hitam itu.”


Shen Rong menghela nafas panjang, wajahnya tiba-tiba terlihat lebih tua dari sebelumnya. Sementara Zhu San dan Bian Chi tercekat mendengar hal itu.


“San Gege .. Kita harus kembali Ke Kekaisaran Liu secepatnya. Ayah dan Ibu sedang dalam bahaya.” Suara Bian Chi berubah menjadi serak, karena rasa khawatir terhadap Bangsawan Zhu Han dan Mu Rong.


“Tidak! … Dengan kekuatan kalian sekarang, kalian tidak akan bisa mengalahkan Dewi Kegelapan, sekalipun kalian memiliki Pedang Tanpa Bilah.”

__ADS_1


Wajah Zhu San dan Bian Chi, seketika memburuk mendengar Ucapan Shen Rong. “Leluhur mohon petunjuk dan bantuan anda. Apa yang harus kami lakukan untuk menyelamatkan dunia ini?”


Bian Chi mengikuti Zhu San yang berlutut di depan Shen Rong yang tersenyum melihat penghormatan Zhu San.


“Kalian harus bersabar selama tujuh atau delapan bulan lagi. Karena dibutuhkan waktu selama lima bulan untuk menyerap seluruh energi yang terkandung di dalam Apel Dewa dan dua atau tiga bulan untuk menguasai jurus Pedang Tanpa Bilah.”


“Tujuh Bulan?!” Zhu San dan Bian Chi berseru kaget. “Leluhur … Apakah tidak ada cara lain selain melakukan proses penyerapan yang selama itu?” Tanya Zhu San dengan suara bergetar.


Shen Rong menghela nafas panjang. Ia lalu bercerita bahwa beberapa ribu tahun lalu, Ia pernah mendengar legenda tentang dua buah Alam yang berbeda dimensi waktunya. Alam itu bernama Alam Kultiva Naga dan Alam Kristal Dewa.


Namun hanya mereka yang diizinkan oleh Dewa Yao Chan saja yang bisa memasuki kedua Alam tersebut. Namun menurut catatan kuno yang Ia baca, manusia tidak diizinkan memasuki kedua Alam itu lagi, sejak tiga ribu tahun lalu.


“Leluhur … Mengenai hal itu, kami telah mempunyai Alam sendiri yang bernama Alam Jiwa. Alam warisan dari Leluhur Yao San dan Gong Yi.”


Zhu San lalu melanjutkan penjelasannya dan tidak peduli dengan wajah Shen Rong yang terkejut mendengar hal tersebut.


Yang Zhu San maksudkan adalah, apakah tidak ada cara lain bagi mereka berdua selain melakukan proses penyerapan Apel Dewa tersebut agar bisa menghabisi Dewi Kegelapan secepatnya, sebelum Ia menebarkan petaka.


Shen Rong menggelengkan kepalanya. Ia mengatakan bahwa hanya dengan menyerap Apel Dewa itu terlebih dahulu dan menguasai jurus Pedang Tanpa Bilah, adalah satu-satunya cara mengalahkan dan membunuh Dewi Kegelapan.


“Apakah Kau mengkhawatirkan keluarga dan gurumu?” Tanya Shen Rong dengan bibir yang tersenyum licik. Ia mendapat sebuah jalan untuk bisa memaksa Zhu San mengakhiri hidup abadinya.


“Benar Leluhur, begitu banyak orang-orang yang kami sayangi, saat ini berada dalam bahaya.” Jawab Zhu San dengan suara yang serak.


Shen Rong tersenyum puas melihat wajah Zhu San dan Bian Chi yang terlihat gembira dengan usul yang Ia kemukakan.


“Sekarang, kau harus menuliskan nama orang-orang yang ingin Kau lindungi dari Petaka Dewi Kegelapan itu.” Shen Rong berkata lebih lanjut dengan senyum yang semakin lebar.


Zhu San pun segera mengeluarkan sebuah kertas besar beserta alat untuk menulis dan tintanya. Ia pun mulai menulis nama-nama orang yang Ingin Ia lindungi.


“Besar sekali kertasnya. Pasti banyak orang yang harus aku lindungi. Tapi dengan ini Aku bisa memaksanya memenuhi keinginanku.” Shen Rong semakin antusias dengan situasi yang berada dalam genggaman tangannya ini.


Setelah hampir sepuluh menit, akhirnya Zhu San yang dibantu oleh Bian Chi, selesai menuliskan nama orang-orang yang ingin Ia selamatkan dari ancaman Dewi Kegelapan.


“Banyak sekali orang yang harus kulindungi. Ini pasti akan merepotkan. Bolehkah Aku meminta bayaran atas semua yang ku lakukan ini?” Tanya Shen Rong memulai siasatnya.


“Leluhur apapun yang Engkau minta sebagai bayarannya, sejuta koin emas pun, Kami pasti akan memberikannya untuk Anda.” Jawab Zhu San antusias.


“Tidak! Aku tidak akan meminta itu. Aku hanya meminta Kematianku sebagai bayarannya.”


Ucap Shen Rong dengan tersenyum puas setelah mendengar Zhu San berjanji untuk memberikan apapun yang Ia minta sebagai bayarannya.

__ADS_1


------------------------O------------------------------


Mohon Maaf baru di Chapter ini Author membukakan bahwa Legenda Zhu San adalah Buku Ke 3 dari Trilogi Pendekar Tiga Dunia.



Pendekar Tiga Dunia


Tujuh Pendekar Semesta


Legenda Zhu San



Kenapa Bukan Tujuh Pendekar Semesta dulu yang rilis sebagai buku Ke 2, kenapa lebih dulu Legenda Zhu San yang Buku Ke 3?


Jika ada pertanyaan seperti itu di benak anda, bersabarlah, karena jawabannya akan anda temukan di Arc 4 dari Buku Ke 2 yaitu Tujuh Pendekar Semesta.


Terimakasih atas dukungannya kepada Author hingga di chapter ini.


Terimakasih mendalam untuk:



Dewo Kencling


Khoirul Azzam


Kuda Hitam


Arka Ningrat


Suparhan Lie


Pieter Alexandria


Agus Soleman


Windy Rahayu Saputera


__ADS_1


Atas semua Tips yang diberikan selama ini kepada Author. Semoga dimudahkan seluruh urusan Anda semua.


Teruntuk Anggota Grup FB Legenda Zhu San yang merupakan Motivator Utama bagi Author, Terimakasih tak terhingga untuk semuanya. Semoga Anda semua semakin sukses ke depannya. Aamiin.


__ADS_2