Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
166: Pertempuran di Kota Baixan III


__ADS_3

Bian Chi tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Ia kembali melesatkan dua energi pedang ke arah Huang Jun.


Huang Jun yang terkejut mendapat serangan yang baginya licik itu, mencoba menghindarinya dengan melesat cepat. Namun Bian Chi telah menduga kemana Huang Jun akan melesat.


Dengan kemarahan akan kematian sang Ayah dan Ibu mertuanya, Bian Chi segera melesat lebih dulu dan segera menebaskan pedangnya ke arah leher Huang Jun.


Huang Jun yang tak menduga serangan itu, menangkis sebisanya, namun sesuatu yang tak pernah Ia bayangkan terjadi.


Pedang warisan dari sang Ayah, patah saat menahan tangkisan Pedang Yin Bian Chi. Hal itu membuat dirinya harus menunduk, untuk menghindari laju pedang yang mengarah ke lehernya.


Bian Chi tak melewatkan kesempatan emas itu, Ia segera melesatkan tendangan ke arah dagu Huang Jun yang terkesiap dan tak bisa lagi menghindarinya.


DUAAGHHH!


Darah menyembur dari dari mulut Huang Jun dan saat tubuhnya terlempar di udara, dengan satu gerakan cepat, Bian Chi mengejarnya dan menusukkan pedang Yin ke dada Huang Jun.


Jerit kematian Huang Jun, tidak terdengar, karena kesadarannya menghilang setelah terkena tendangan kuat dari Bian Chi.


Tubuh Huang Jun membeku sebelum akhirnya menimpa prajurit, yang berada di bawahnya. Bian Chi menghela nafas panjang dan segera memejamkan matanya.


“Ayah dan Ibu Mertua, aku berhasil membunuh mereka. Semoga Arwah Ayah dan Ibu menjadi tenang di alam sana.” Bian Chi berkata demikian dalam benaknya.


Namun wajahnya berubah saat menyadari telah terjadi pertempuran di depan gerbang kota Baixan. Ribuan anak panah, terlihat silih berganti melesat dari kedua belah pihak.


Bian Chi ingin membantu, namun Ia mendengar teriakan dari paman Tan Kuan yang memanggil Yu Mei. Ia pun segera melesat ketika menyadari Bibi Mei-nya sedang terdesak hebat oleh Feng Hu, salah satu dari Dua Jagal Iblis.


TRANG !!!


Bian Chi berhasil menahan laju pedang Feng Hu yang sepertinya tak lagi bisa dihindari oleh Yu Mei yang posisi melayangnya sudah tak stabil lagi itu.


Wajah Feng Hu seketika berubah saat merasakan tangannya menjadi kebas setelah berbenturan senjata dengan Bian Chi. Hal itu menunjukan jika tenaga dalam gadis yang baru saja datang itu, jauh lebih kuat darinya.

__ADS_1


Tan Kuan segera melesat dan menghampiri Yu Mei dengan wajah yang terlihat khawatir. Yu Mei pun tersenyum saat melihat kekhawatiran di wajah pria yang telah sebulan lebih, berlatih bersama dengannya itu.


“Mei’er … Apa Kau terluka?” Tanya Tan Kuan dengan wajah yang terlihat cemas. “Tidak Tan Gege, Aku baik-baik saja, untung Chi’er segera datang.” Yu Mei menjawab dengan hati yang berbunga-bunga.


“Paman … Apakah Paman baik-baik saja? Siapa lawan mereka berdua paman?” Tanya Bian Chi setelah Ia datang menghampiri keduanya.


“Aku Baik-baik saja Chi’er … Terimakasih telah menyelamatkan Mei’er. Mereka berdua adalah Dua Jagal Iblis yang membunuh guru Pendekar Seribu Wajah.” Tan Kuan berkata dengan suara yang terdengar geram.


Bian Chi terkejut mendengarnya, amarahnya seketika naik ke ubun-ubun setelah mengetahui jika mereka berdua adalah Dua Jagal Iblis, orang yang ikut membunuh Ayah dan Ibu mertuanya.


Hawa panas dan dingin yang memancar sangat kuat dari tubuh Bian Chi, membuat Tan Kuan dan Yu Mei segera melesat mundur. Hal yang membuat mereka takjub dengan kekuatan yang kini dimiliki oleh Bian Chi.


“Paman … Izinkan Aku membunuh mereka atas kematian Kakek Guru dan Ayah serta Ibu mertuaku.” Bian Chi berkata sambi menangkupkan kedua tangan yang memegang pedang.


“Chi’er … Mereka berdua sangat kuat, apakah kau yakin bisa mengalahkan mereka?” Walau mengetahui Bian Chi telah jauh lebih kuat, Tan Kuan tetap merasa khawatir.


“Aku lebih kuat dari mereka berdua Paman.” Bian Chi lalu membalikkan badan, menatap Dua Jagal Iblis yang sedang berbincang dengan santai dan wajah yang terlihat mesum.


“APA!!! “


TRAANG


TRAANG


Baik Gao Yu maupun Feng Hu tidak menduga jika Bian Chi bisa bergerak melebihi kecepatan guru mereka, Quan Yu. Tebasan pedang Bian Chi berhasil mereka tahan dengan tubuh yang terpental beberapa meter dari tempat semula.


Mata Tan Kuan dan Yu Mei melotot lebar, saat melihat kecepatan dan kekuatan yang Bian Chi tunjukan.


“Ia benar-benar lebih kuat dari mereka berdua, semoga Chi’er berhasil membunuh keduanya tanpa mengalami luka.” Tan Kuan berkata dengan rasa kagum di dalam hatinya.


“Benar Tan Gege … Apakah kita hanya akan menonton atau membantu yang lainnya?” Tanya Yu Mei kemudian.

__ADS_1


“Kita bantu kedua Kakek yang sedang bertarung dengan lima orang itu.” Tan Kuan segera melesat diikuti oleh Yu Mei, ke arah dimana Fu Kuan dan Lin Kai sedang berjibaku menghadapi Lima Elang Setan.


Kedatangan keduanya membuat wajah Lima Elang Setan memburuk. Kelimanya belum berhasil mengalahkan dua kakek yang berhasil mengimbangi serangan mereka berlima.


Tanpa permisi sepatah kata pun, Tan Kuan dan Yu Mei segera menerjang ke arah Lima Elang Setan. Kini Fu Kuan bertarung dengan salah satu anggota Elang Setan yang memiliki posisi di Sayap Kanan Elang Setan.


Sementara Yu Mei bertarung dengan Sayap Kiri Elang Setan dan Tan Kuan sedang bertarung dengan Cakar Kiri Elang Setan. Lin Kai terlihat senang walau menghadapi dua lawan yaitu Paruh Elang Setan dan Cakar Kanan Elang Setan.


Pertarungan kelima orang itu, berlangsung dengan sengitnya. Hanya Fu Kuan yang terlihat sudah mendesak lawannya dengan hebat.


Pedang Bintang Merah di tangannya, telah menyala dengan api yang membara. Hal yang menunjukan jika Fu Kuan menggunakan tenaga dalam dengan jumlah besar untuk menghadapi lawannya, Sayap Kanan Elang Setan.


Kakek yang pernah menjadi jagoan nomor satu Aliran Putih Dunia Persilatan Kekaisaran Liu itu, berhasil mendesak lawan dengan jurus Petir Bintang Merah.


Sayap Kanan Elang Setan terdesak mundur, membuat mereka berdua berada jauh dari pertarungan dengan yang lainnya. Saat itulah Fu Kuan memutuskan untuk melakukan serangan dengan menggunakan energi pedang.


Guru Pertama Zhu San itu, melesat menjauhi lawan sambil berteriak keras.” Petir Bintang Merah!”


Sayap Kanan Elang Setan yang sudah menduga akan adanya serangan energi itu, segera memutar pedangnya sambil berteriak dengan suara yang tak kalah keras dengan Fu Kuan. “Sayap Elang Menggulung Awan!”


Sebuah energi berbentuk sayap kanan seekor burung elang raksasa, melesat keluar dari ujung pedang dan menyambar keras ke arah Fu Kuan yang segera menggerakan pedangnya.


Sebuah petir besar segera melesat dari ujung pedang, menghantam bayangan sayap kanan burung elang yang sedang mengepak dengan sangat kuat.


BLAAAR ‘


Benturan dua energi itu, segera menggelegar keras. Membuat udara disekitarnya berfluktuasi dengan sangat hebatnya. Fu Kuan terpental dua meter lebih, tetapi lawannya mengalami hal yang lebih buruk.


“Adik!!!”


Paruh Elang Setan yang merupakan ketua dari kelompok Lima Elang Setan segera melesat, meninggalkan Lin Kai yang kesal melihatnya pergi dari pertarungan mereka bertiga.

__ADS_1


*****


__ADS_2