
Tiga hari lalu, di saat yang bersamaan dengan Song Ruo memutuskan untuk menemui Zhu Han, di kota Shinzu terlihat Komandan Mao Sheng datang terburu-buru ke kediaman bangsawan Zhu Han.
Sebuah surat rahasia dari merpati pos yang baru saja tiba, diberikan langsung oleh Komandan Mao Sheng kepada Zhu Han, saat siang itu, Zhu Han sedang berbincang dengan beberapa pedagang di kediamannya.
Setelah membaca surat itu, Zhu Han segera menemui Gurunya Pendekar Seribu Wajah yang sedang berlatih bersama Tan Kuan di halaman belakang kediamannya.
Raut wajah Pendekar Seribu Wajah terlihat cemas ketika Ia selesai membaca surat itu. Ia kemudian meminta Zhu Han memanggil Mu Rong dan Rei Ji karena Ia akan menjelaskan apa rencananya.
“Guru apakah mereka berlima begitu hebat hingga membuat guru menjadi cemas seperti ini?” Tanya Zhu Han setelah mereka berlima berkumpul. Di halaman belakang tanpa satu pelayan yang berada di sekitar tempat itu.
“Benar, Tiga Pendekar Huang dan Dua jagal Iblis, bukan pendekar sembarangan. Mereka memiliki kemampuan yang tidak lebih rendah dari Tan Kuan sekalipun.” Pendekar seribu wajah menjawab pertanyaan Zhu Han.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam surat itu, kedatangan mereka adalah untuk membunuh Zhu Han dan menguasai kembali Kota Shinzu.
Hal ini membuat Pendekar Seribu Wajah meminta Zhu Han untuk mengirim Mu Rong ke Kota Baixan, dikawal oleh Rei Ji dan sepuluh anggota Pasukan Heise yang dua diantaranya adalah perempuan.
“Tidak Guru, Aku dan Mu Rong sudah tidak ingin berpisah lagi. Hidup dan mati kami akan selalu bersama.” Jawab Zhu Han tegas yang disetujui oleh Mu Rong dengan anggukan kepalanya.
Pendekar Seribu Wajah tersenyum mendengar perkataan muridnya. Lalu Ia menjelaskan dengan suara pelan, tentang apa yang telah Ia rencanakan setelah membaca surat itu.
Awalnya Zhu Han menolaknya, namun setelah merenungi kata-kata Sang Guru, Zhu Han terpaksa menurutinya. Mu Rong pun akhirnya setuju dengan rencana guru suaminya itu.
Setelah selesai dengan persiapan yang diperlukan selama dua jam berikutnya, siang itu juga Mu Rong berangkat ke Kota Baixan bersama dengan Rei Ji dan sepuluh Pasukan Heise.
Wajah Rei Ji dan Mu Rong, terlihat sangat sedih ketika menatap ketiga orang yang memandang mereka dengan senyum yang lebar. Seolah apa yang akan terjadi saat nanti ke lima orang it datang, bukanlah hal yang menakutkan.
Rei Ji membawa rombongan itu, menuju kota Baixan dengan melalui jalan berbeda dengan arah datangnya ke lima pendekar itu. Mereka melalui jalan bagian barat.
__ADS_1
Walau kereta kuda yang mereka bawa akan menempuh jalan yang sedikit sulit karena banyaknya jurang di pinggir jalan, namun saat ini, jalan itu adalah jalan yang teraman.
Saat hari baru saja berganti malam saat rombongan Mu Rong dan Rei Ji, telah sejak empat jam lalu meninggalkan kediaman Bangsawan Zhu Han yang kini terlihat sepi.
Zhu Han, Tan Kuan dan Pendekar Seribu Wajah, terlihat berbincang di bagian depan kediaman yang megah itu. Tidak ada satupun pelayan yang tinggal di dalam kediaman itu.
“Apakah kalian berdua menyesal telah bersedia mempertaruhkan nyawa demi kemakmuran ribuan orang?” Tanya Pendekar Seribu Wajah
pada dua orang yang setengah baya di hadapannya.
“Tidak guru, kami hanya berharap bahwa mereka tidak benar-benar mendatangi tempat ini untuk membunuh adik Han …”Tan Kuan menanggapi perkataan gurunya.
Hal itu karena Ia dan juga gurunya, masih belum mempercayai sepenuhnya informasi tersebut. Rencana yang disusun oleh Sang Guru, hanya antisipasi jika informasi itu ternyata benar.
“Tentu saja tidak, karena ….” Zhu Han belum sempat menyelesaikan kata-katanya saat tiba-tiba, empat orang mendatangi tempat itu dengan ilmu peringan tubuh yang sangat tinggi.
“Siapa kalian! Dan ada maksud apa mendatangi kediamanku dengan cara seperti itu!” Zhu Han membentak mereka berempat seolah-olah tidak mengetahui siapa dan apa tujuan mereka.
“Jadi Kau yang bernama Zhu Han, kami datang kesini untuk mengirimmu pergi ke neraka!” Gao Yu satu dari Dua Jagal Iblis berkata seraya menyerang Zhu Han.
Namun Tan Kuan lebih dulu bergerak untuk menangkis tebasan Pedang Gao Yu yang mengarah ke leher Zhu Han. Pedang Gao Yu terpental sedikit terpental. Hal yang menunjukan jika tenaga dalamnya tidak berada jauh di bawah Tan Kuan.
Melihat itu, Feng Hu segera membantu Saudara seperguruannya. Ia mencabut pedang dan menyerang Tan Kuan.
Melihat Kedua lawannya telah mulai bertarung, Dua Pendekar Huang segera menyerang ke arah Pendekar Seribu Wajah dan Zhu Han. Akhirnya pertarungan delapan orang itu pun terjadi dengan serunya.
Namun Huang Du terlalu hebat bagi Zhu Han, dalam sekejap saja tubuh Zhu Han dipenuhi luka akibat tebasan pedang lawan. Pedang Panjang yang Zhu Han gunakan, tidak mampu melawan jurus Pedang Huang Du.
__ADS_1
Pendekar Seribu Wajah pun tidak bisa berbuat banyak. Ia yang bertarung dengan Huang Jun, harus mengakui jika Pria yang berusia sekitar lima atau enam puluh tahun itu, jauh lebih kuat darinya.
Pertukaran serangan terjadi dari belasan menjadi puluhan dan saat pertarungan mulai memasuki seratus jurus, situasi Zhu Han semakin memburuk.
Selain luka di tubuhnya bertambah banyak dan mengeluarkan darah terus menerus, membuatnya tak bisa bertahan dengan serangan cepat dari Huang Du.
AARRRGGHH
Adik Han!!!
Han’er!!!
Suara jeritan terdengar dari mulut Zhu Han yang lehernya telah tertebas pedang lawan membuat lehernya itu hampir putus.
Tubuhnya jatuh terjungkal dengan darah yang segera mengalir menggenangi tanah di halaman kediamannya sendiri. Itulah yang terlihat oleh lawannya.
Karena perhatiannya teralihkan, jurus-jurus yang digunakan Pendekar Seribu Wajah untuk bertahan dari serangan hebat Huang Jun, menunjukan celah yang segera dimanfaatkan dengan cepat oleh Huang Jun.
Sebuah tusukan yang cepat, nyaris gagal dihindari oleh tokoh dunia persilatan Kekaisaran Liu Itu. Tusukan itu hanya menggores tipis bagian bahu kirinya.
Pendekar Seribu Wajah segera mengamuk, Ia berhasil mendesak Huang Jun walau bertangan kosong. Dua kali serangan tapaknya berhasil mengenai tubuh lawan.
Walau terluka dalam cukup parah, namun Huang Jun masih bisa memberikan serangan hebat, Huang du pun segera membantu sang Kakak dan mengeroyok Pendekar Seribu Wajah dengan serangan cepat dan mematikan.
Mendapat serangan dari dua orang berkemampuan tinggi yang kemampuannya tidak berbeda jauh dengannya, membuat Guru Zhu Han itu mulai terdesak hebat.
Tan Kuan menjadi khawatir melihat hal itu. Ia memang berhasil mengimbangi Dua Jagal Iblis, Namun karena perhatiannya terpecah, nyaris saja Ia terkena tebasan dua senjata lawan.
__ADS_1
Pendekar Seribu Wajah, merasakan situasinya semakin sulit saat kedua pendekar Huang itu memainkan jurus gabungan mereka yang terkenal di dunia persilatan, Tiga Elang Menerkam Mangsa.
******