
Dengan kecepatan tinggi, Zhu San melayang ke arah utara. Setelah dua puluh kilometer, Ia menemukan satu kelompok besar sedang berjalan ke utara dengan santainya.
“Sepertinya mereka adalah para anggota sekte yang merupakan pasukan khusus. Huh mereka mungkin tidak menyangka Aku akan mengejar hingga sejauh ini.”
Zhu San diam sesaat, Ia pun memutuskan untuk membantai mereka semua demi mengurangi kekuatan pasukan khusus Aliansi Aliran Hitam itu.
Ia pun mengeluarkan Pedang Yinyang dan segera melemparkan ke arah kelompok yang jumlahnya sekitar lima ratus orang itu.
Mereka semua adalah Anggota dari Sekte Pedang Siluman. Namun Qing Jun tidak terlihat ada dalam kelompok itu.
Zhu San tidak ambil peduli tentang hal itu, Ia segera melesat mendahului mereka saat Pedang Yinyang mulai melesat ke arah kelompok tersebut berada.
Para anggota sekte itu terkejut saat tiba-tiba Zhu San turun dari udara, menghadang mereka dengan tatapan dingin.
Di saat yang bersamaan, suara jeritan mulai terdengar dari belakang barisan itu. Jerit kematian mereka yang tertusuk Pedang Yinyang.
Dalam sekejap pedang itu telah membunuh lima orang sekaligus, membuat barisan itu segera kacau balau. Mereka pun berlarian, menjauhi pedang yang terus membunuhi mereka yang berada di dekatnya.
Beberapa orang mencoba untuk menangkis pedang itu, namun itu hanya berlangsung sesaat saja. Serangan ke dua dari pedang itu, tidak mampu lagi mereka hindari.
Korban pun semakin banyak berjatuhan baik oleh Pedang Yinyang ataupun oleh serangan Zhu San yang menghadang depan.
Kurang dari tiga puluh menit, ratusan orang itu akhirnya dapat dihabisi oleh Zhu San dan Pedang Yinyang.
Aroma anyir darah segera memenuhi udara membuat Zhu San segera melayang di ketinggian seratus meter dari tanah, Ia lalu memasukan pedang Yinyang ke dalam Cincin Jiwa.
Zhu San berencana menuju ke ibukota Shangyu untuk mengetahui apa yang akan direncanakan oleh Aliansi Aliran Hitam selanjutnya setelah gagal menghabisi pasukan yang Ia pimpin.
***
“APA!!! Pemuda itu masih hidup!? Tidak mungkin, ini tidak mungkin!”
Saat matahari baru terbit di pagi hari itu, suara terkejut dari Luo San terdengar keras, setelah Ia menerima laporan dari Qing Jun yang baru saja tiba.
“Apa untungnya Aku berbohong tentang hal itu? Walau wajahnya bukan wajah pemuda itu, namun aku masih ingat suara dan juga kemampuan melayangnya.”
Qing Jun menambahkan keterangannya dengan suara yang sedikit kesal. Andai Saja Ia tidak segera melarikan diri dari tempat itu, bisa jadi dia tidak akan bisa kembali ke tempat ini lagi.
“Lalu Bagaimana dengan Ketua Chung Ta dan Ketua Zhi Hung?” Luo San bertanya setelah berhasil lepas dari rasa terkejutnya.
__ADS_1
“Mengenai Ketua Chung Ta, Aku tidak mengetahuinya. Tetapi aku melihat Ketua Zhi Hung sempat melesat ke arah timur.”
Qing Jun menelan secawan arak setelah berkata demikian. Rasa takut terhadap Zhu San, membuat Ia tadi lari dengan segenap kemampuannya.
“Ada apa kau tadi berteriak sekeras itu saudara San?”
Tsao Beng yang baru datang bersama Qiao Bun, segera bertanya alasan Luo San yang tadi berteriak membangunkan mereka.
Luo San memandang ke arah Qing Jun yang lalu bercerita tentang apa yang baru saja Ia alami semalam.
“Begitu rupanya? Baiklah aku akan mencari pemuda itu dan memenggal kepalanya untuk memastikan Ia benar-benar telah mati!”
Tsao Beng terlihat geram mendengar hal tersebut. Ia pun berencana untuk segera mendatangi Kota Shinzu. Namun Luo San menahannya.
“Bagaimana Jika Dia datang ke kota ini dan mencari kami semua. Hanya Kalian berdua yang bisa melawannya.”
Luo San meminta Tsao Beng dan Qiao Bun untuk tetap menemani mereka. Apalagi dalam dua hari lagi, mereka akan berangkat menuju utara untuk menyerang Kota Baixan dimana Kaisar Liu Beng kini berada.
“Setelah kita menguasai Kota Baixan dan membunuh Liu Feng, kita masih memiliki satu hal lagi yaitu mengangkat bangsawan Wu Lei sebagai Kaisar baru. Setelah itu barulah kita menyerang Kota Shinzu.”
Luo San mengakhiri penjelasannya, lalu menenggak secawan arak. Namun suara Tsao Beng membuat dahinya berkerut.
Tsao Beng pun mengambil secawan arak dan meminumnya dengan sekali tenggak. Ia tidak memperdulikan raut wajah Luo San yang terlihat khawatir itu.
“Baiklah jika Kalian berdua ingin kesana dan menguasai kota itu. Tapi kuharap kalian berangkat setelah kami juga berangkat ke utara. Aku akan meningkatkan keamanan Istana ini.”
Setelah berkata demikian, Luo San lalu mengajak Qing Jun untuk menemui para komandan prajurit yang merupakan pasukan gabungan dari empat kota besar.
Siang harinya, ketua Zhi Hung telah kembali bersama tujuh ratus anggotanya yang yang masih hidup. Ia pun segera menemui Luo San setibanya di kota Shangyu.
“Ketua Zhi Hung, Syukurlah Kau masih bisa menyelamatkan diri. Apakah Kau terluka?”
Luo San menyapa Zhi Hung yang berwajah murung karena kehilangan tiga ratus lebih anak buahnya.
“Aku baik-baik saja. Tetapi tiga ratus anak buahku terbunuh oleh pemuda itu. Apakah Ketua Qing Jun dan Ketua Chung Ta telah kembali?”
Zhi Hung bertanya demikian setelah Ia tidak melihat keberadaan kedua orang ketua Sekte yang semalam bersamanya.
“Ketua Qing Jun saat ini sedang menemui anak buahnya, sementara Ketua Chung Ta belum kembali dan anggotanya pun belum ada yang melaporkan diri.”
__ADS_1
Bersamaan dengan selesainya perkataan Luo San, Qing Jun terlihat memasuki ruangan Aula Kekaisaran Liu bersama tiga orang ketua Sekte yang lainnya.
Ketiga orang itu adalah Yuan Du, Ketua Sekte Tombak Emas. Jiang Fu Ketua Kelompok Pembunuh Lembah Neraka dan Dao Fang Ketua dari Kelompok Hantu Haus Darah yang berjuluk Si Hantu Darah.
Dari wajah buruk yang ditunjukkan oleh Qing Jun, mereka pun mengetahui sesuatu telah terjadi pada anggota Sekte Pedang Siluman.
“Ketua Chung Ta sepertinya telah tewas terbunuh oleh pemuda itu. Tiga orang Tetuanya yang memberikan informasi ini.”
Luo San menghela nafas panjang setelah mendengar penjelasan Qing Jun. Kekhawatirannya terhadap Zhu San pun semakin besar.
“Lalu bagaimana dengan anggota Sektemu? Apakah mereka telah kembali?”
Qing Jun hanya menghela nafas, sedih dan geram terlihat di wajahnya saat mengetahui hanya dua ratus orang saja yang berhasil kembali hingga saat ini.
“Ketua Luo, apa rencana kita selanjutnya? Apakah kita tetap akan menyerang Kota Baixan atau mengurus putera Bangsawan Zhu Han ini?”
Ketua Dao Fang yang berjuluk Si Hantu Haus Darah itu, bertanya sesaat setelah Ia menenggak arak di cawannya.
“Kita tetap akan menyerang Kota Baixan terlebih dahulu. Pemuda bernama Zhu San itu, Saudara Tsao Beng dan Qiao Bun yang akan mengurusnya.”
Luo San menjawab pertanyaan Dao Fang dan kemudian mereka pun mulai berdiskusi tentang rencana menyerang Kota Baixan dari dua arah.
Dari barat, Sun Yang dan adiknya Sun Li akan memimpin pasukan Kota Wuchang bersama anggota Sekte Tinju Baja yang dipimpin oleh Ketua Sekte mereka, Li Jung.
Sementara dari selatan, Luo San sendiri yang akan memimpin penyerangan tersebut bersama tiga orang Ketua Sekte. Sementara anggota dua sekte akan menjaga kota Shangyu.
Selama dua hari berikutnya, keamanan kota Shangyu pun diperketat dua kali lipat dari biasanya.
Tsao Beng dan Qiao Bun selalu berada di dekat Luo San dan Qing Jun. Keduanya sangat berharap Zhu San datang mencari Qing Jun.
Namun setelah dua hari, mereka tidak mendapatkan serangan atau pun informasi keberadaan Zhu San.
Hingga akhirnya, hari keberangkatan pun tiba. Pasukan berjumlah lima puluh ribu orang itu, bergerak menuju Kota Baixan.
Perjalanan ke Kota Baixan akan mereka tempuh selama dua minggu lamanya. Waktu yang cukup lama untuk terjadinya banyak hal yang tak terduga.
“Kenapa Aku tidak melihat Tsao Beng dan Qiao Bun? Apakah mereka berada di dalam Kereta kuda itu.”
Seorang prajurit di barisan belakang, berkata demikian seraya memainkan cincin yang batunya berwarna Merah dan biru itu.
__ADS_1
******