Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
390: Keajaiban Bunga Teratai Biru


__ADS_3

Setelah memasang segel pelindung di area Sekte Teratai Biru, Zhu San dan Bian Chi segera melesat dengan kecepatan penuh ke arah selatan.


Sesaat keduanya merasa takjub dengan apa yang mereka lihat. Tiga ekor siluman Burung elang berukuran raksasa, sedang menyerang Sosok Guru mereka berdua, Long Niu. Sedangkan dua burung Elang terlihat telah tewas dengan tubuh hancur berkeping-keping.


Kedatangan Zhu San dan Bian Chi yang memancarkan aura kekuatan besar, membuat pertarungan seketika terhenti. “Ah benar dugaanku, kalian berdua adalah pemilik aura besar yang ku rasakan tadi.”


Zhu San dan Bian Chi berlutut di hadapan Long Niu yang terlihat gembira bertemu kembali dengan kedua muridnya yang berasal dari Dunia Bawah.


“Guru … mengapa guru bertarung dengan lima siluman burung elang itu?” Tanya Zhu san setelah kembali berdiri dan menatap tiga burung elang yang terlihat ragu untuk kembali menyerang.


“Aku merasakan aura energi kalian, namun saat aku melewati hutan ini, siluman burung elang datang dan menyerangku. Bangsa Siluman memang tengah memburuku beberapa hari terakhir.”


Zhu San akhirnya memahami apa yang terjadi. Tiba-tiba tubuhnya menghilang dari pandangan mata dan terdengar tiga pekikan Siluman burung elang sedetik kemudian.


Tubuh ketiga siluman burung itu terpental puluhan meter dengan tubuh yang terbakar api besar. Untuk sesaat Long Niu hanya membuka mulutnya tanpa mengucapkan satu kata pun.


“Bagaimana San’er bisa memiliki kecepatan seperti itu? Aku juga tidak bisa melihat Tingkat kultivasinya.” Long Niu berkata dalam benaknya Saat melihat jasad ketiga burung elang yang jatuh ke pepohonan besar,.


“Guru … Syukurlah kita bertemu di sini, Kami berencana mencari guru di Benua Merah. Untuk memberitahu bahwa Dunia Atas sedang dalam bahaya karena Dewi Kegelapan telah bangkit dan kembali ke sini.”


Ucapan Bian Chi membuat Long Niu tertegun sejenak. “Jadi Perempuan yang sebulan lalu membentuk Aliansi Kegelapan adalah Dewi Kegelapan Jia Fu? Ini sangat berbahaya sekali.”


Melihat wajah murung Sang Guru, Zhu San dan Bian Chi saling berpandangan. Keduanya mengetahui bahwa Long Niu adalah Pemimpin Aliansi Aliran Putih di Dunia atas. Tentu saja posisi ini membuatnya dalam bahaya besar.


“Guru kedatangan kami berdua ke Dunia Atas, karena perintah Dewa Yao Chan untuk mengambil satu lagi Mustika Batu Tujuh Warna yang kini berada di tangan Dewi Kegelapan. Jadi serahkan Dewi Kegelapan kepada kami, mengenai aliansi yang Ia bentuk, kami mohon bantuan dari Guru.”


Long Niu mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar perkataan Zhu San. Setelah sebelumnya sempat terkejut, mendengar mereka berdua ditugaskan oleh Dewa Penjaga Dunia, Dewa Yao Chan.

__ADS_1


Setelah Zhu San memadamkan api yang telah membakar hangus tubuh ketiga siluman burung elang itu, ketiganya lalu melesat kembali ke Sekte Teratai Biru, dimana ketua Jie Mei dan anggotanya masih menunggu Zhu San dan Bian Chi kembali.


“Hormat Kepada Sesepuh Long!” Ketua Jie Mei yang mengenali Long Niu, segera membungkuk memberi hormatnya kepada sesepuh yang berusia hampir dua ratus tahun itu.


“Ketua Jie Mei jangan sungkan. Silakan lanjutkan membuka Segel Ilusi telaga Suci ini. Aku juga penasaran ingin mengetahui hasilnya.”


Long Niu yang sudah diberitahu oleh Zhu San tentang Bian Chi yang akan meneteskan darahnya ke Telaga Suci itu, membalas penghormatan Ketua Jie Mei.


Bian Chi segera mendekati tepi Telaga dan meneteskan darah dari ujung jarinya. Wajah Ketua Jie Mei yang tegang, segera berubah menjadi ceria dengan air mata menetes di pipinya.


Kejayaan Sekte Teratai Biru akan kembali terulang, karena karena segel ilusi yang menutupi Telaga Suci itu, kini telah terbuka sesaat setelah Bian Chi meneteskan darahnya.


“Chi’er … Kenapa wajahmu seperti itu?” Zhu San bertanya melalui telepatinya saat melihat wajah murung Bian Chi.


Belum sempat Zhu San mendapatkan jawaban, tiba-tiba semua orang dikejutkan dengan munculnya aura dingin yang kuat seiring bergolaknya air di tengah telaga Suci.


Pandangan semua orang tertuju ke arah tengah telaga yang seluruh airnya kini telah berubah warna menjadi biru. Seberkas cahaya menyilaukan mata, muncul dari dalam air seiring dengan terlihatnya sebuah bunga teratai berwarna biru.


Bunga tersebut berukuran sangat besar, setidaknya tujuh kali lipat dari bunga teratai pada umumnya. Selain itu bunga legendaris tersebut hanya memiliki tujuh kelopak bunga.


Sebuah mahkota bunga berwarna kuning keemasan, memancarkan aura hangat yang menindih Aura dingin hingga membuat udara berubah menjadi hangat dan sejuk.


Tiba-tiba saja dua buah cahaya melesat dari mahkota bunga dan melilit tubuh Bian Chi serta Lian Li. Cahaya berbentuk seperti tali itu, segera menarik keduanya ke tengah Telaga Suci.


Bian Chi yang terkejut sontak mengalirkan energi qi dalam jumlah besar, hal itu membuat air telaga menjadi bergolak hebat.


“Chi’er jangan kau lawan, berbahaya untukmu!” Long Niu segera berteriak panik saat dua aura besar beradu. Air telaga pun perlahan menjadi tenang seiring dengan Bian Chi yang menarik kembali energi qi-nya.

__ADS_1


Sesaat kemudian, Bunga Teratai Biru memancarkan cahaya kuning keemasan yang sangat menyilaukan mata, saat tubuh Bian Chi dan Lian Li berada satu meter di dekatnya.


Hal itu membuat semua orang menutup matanya. Hanya Zhu San yang masih bisa melihat apa yang tengah terjadi dengan mereka berdua. Dan mulutnya terkejut melihat apa yang ada di depannya.


“Bagaimana bisa!!! “ Zhu San berteriak dalam benaknya.


Saat cahaya keemasan itu meredup, kecuali Zhu San, semua orang terkejut dan menjadi panik saat tidak melihat tubuh Bian Chi dan Lian Li di tengah Telaga Suci.


“Chi’er … Li’er … Dimana kalian!” Ketua Jie Mei berteriak histeris seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling telaga.


Sementara Zhu San masih dalam kebingungannya terhadap apa yang Ia lihat tadi, hal itu membuatnya berpikir keras. Namun hingga beberapa waktu, Ia tidak bisa menemukan jawaban.


“San’er ada apa? Kenapa wajahmu seperti sedang kebingungan!” Long Niu yang gagal menemukan keberadaan Bian Chi dan Lian Li, segera bertanya saat melihat wajah Zhu San.


“Guru … Aku tidak bisa mengatakannya, karena aku sendiri sulit untuk mempercayai apa yang ku lihat.” Jawab Zhu San dengan suara bergetar.


Ucapan Zhu San membuat Long Niu, ketua Jie Mei dan dua Tetua Sekte Teratai Biru yang lain, menjadi penasaran.


“San’er … Jangan membuat kami khawatir tentang mereka berdua. Katakanlah apa yang kau lihat?!”


Ketua Jie Mei berkata dengan suara cukup keras karena kekhawatirannya kepada Lian Li yang merupakan murid kesayangannya.


Setelah merenung beberapa saat, Zhu San pun menghela nafas panjang. Walau Ia tidak bisa menemukan jawabannya, namun akhirnya Ia memutuskan untuk mengatakan kepada mereka.


“Hal yang Aku lihat benar-benar di luar nalarku. Chi’er dan Li’er … Mereka disambut oleh sosok mereka masing-masing. Hanya tinggi tubuh dan aura saja yang berbeda.”


Mata semua orang terbelalak lebar mendengar ucapan Zhu San, mulut mereka terbuka tanpa sepatah kata pun terucap.

__ADS_1


----------------------------O--------------------------------


__ADS_2