
“Tu… Tuan Muda Zhu.. Zhu … Lung … An … da?” Prajurit yang mengenali Zhu San tergeragap. Ia terkejut mendapati Putera Bangsawan Zhu Han telah kembali.
Bangsawan Yin Lu memang tidak membunuh para prajurit Kota Shinzu, Ia hanya membunuh dua Jenderal mereka dan Walikota. Lalu Ia memerintahkan satu dari Tiga Pendekar Huang untuk menjadi penguasa sementara kota itu.
Tidak ada satupun prajurit yang berani melawan kepada Huang Du, orang kedua dari tiga bersaudara Huang. Ia memiliki Kemampuan yang sangat tinggi.
“Benar … Di mana orang yang berkuasa atas kota ini sekarang?!” Zhu San bertanya dengan suara datar dan tatapan yang dingin.
“Tuan … Huang Du … a …ada … di dalam.” Wajah kedua prajurit penjaga Balaikota itu, menjadi pucat. Takut Zhu San marah, karena kini mereka telah menjadi anak buah orang yang membunuh ayahnya.
“Huang Du … Keluarlah!!!” Setelah mengetahui nama orang yang kini menjadi penguasa kota itu dari prajurit penjaga, Zhu San berteriak memanggil.
Huang Du yang sedang asik meminum arak, terkejut mendengar ada orang yang berani berbicara kasar padanya. Ia pun segera melesat keluar dan tiba di halaman dimana Zhu San dan Song Ruo telah menunggunya.
“Siapa Kal… “ Huang Du menahan kalimatnya saat menatap wajah Zhu San yang mirip dengan Zhu Han. “Kau anak bangsawan yang sudah mati itu bukan?” Huang Du lalu mengubah kalimatnya.
Darah Zhu San mendidih, melihat kesombongan lelaki yang tidak bisa lagi disebut sebagai “lelaki setengah baya” itu.
Zhu San segera bergerak sangat cepat hendak mencengkram Leher Huang Du. Walau terkejut Huang Du sempat menghindar setelah Ia memukul tangan Zhu San.
Huang Du kembali terkejut karena Zhu San kembali menyerangnya dengan sangat cepat, tanpa memberinya jeda untuk sekedar bernafas.
Hawa panas dan dingin yang kuat mulai menyebar di tubuh Zhu San, saat putera Bangsawan Zhu Han itu, mengalirkan tiga puluh persen tenaga dalamnya.
Raut wajah Huang Du berubah, Ia sudah mendengar tentang pemuda bertubuh Yinyang Sejati yang memiliki kemampuan tinggi. Dan Kini Ia harus berjibaku untuk menghindari serangannya yang sangat cepat dan kuat.
Tak Ingin gegabah, Huang Du lalu mengerahkan tujuh puluh persen tenaga dalamnya. Pedang di pinggangnya telah berada di tangannya dan telah teraliri oleh tenaga dalam.
Pedang itu memancarkan cahaya ungu yang membuat Zhu San segera mengerahkan teknik Tubuh Baja Yinyang.
Zhu San ingin membunuh Huang Du dengan tangan kosong. Hingga Ia tidak mengeluarkan pedang Yinyang dari Cincin Jiwanya.
“Sombong sekali Kau ingin menghadapiku dengan tangan kosong!” Huang Du membentak kesal karena merasa diremehkan lawan.
Zhu San tidak menanggapinya, Ia segera menyerang dengan Jurus Tinten Siba. Huang Du terkejut saat merasakan serang tangan kosong Zhu San sangatlah berbahaya.
__ADS_1
Tidak ada jeda dalam serangan tinju maupun tendangan Zhu San. Sambil menghindari tebasan yang datang padanya, Zhu San juga menyerang Huang Du.
Hal ini membuat Huang Du terkejut. Apalagi saat pedangnya yang berhasil mengenai tubuh Zhu San, berbunyi keras seperti membentur baja. Ia pun melompat menjauhi Zhu San.
“Pemuda ini apakah Ia menggunakan pusaka pelindung? Bagaimana bisa tubuhnya sekeras baja? Jurus Apa yang Ia gunakan?”
Benak Huang Du dipenuhi pertanyaan yang tidak menemui jawabannya. Karena Zhu San kembali melesat dengan level kedua Jurus Tinten Siba.
Huang Du melesatkan serangan energi pedang. namun tidak Ia duga, energi itu di tepis oleh tangan hingga berubah arah dan menghantam tembok pagar yang seketika hancur.
Huang Du segera menggunakan jurus pedang keluarga Huang yang sangat terkenal di Dunia Persilatan Kekaisaran Wei Itu. Kali ini Zhu San tidak berhasil mendesak Huang Du seperti sebelumnya.
Jurus Pedang itu sangat kuat membuat Zhu San harus berkali-kali merasakan sakit saat mata pedang mengenai tangan atau kakinya.
Setelah pertukaran serangan mencapai lima puluh kali, Zhu San akhirnya mengeluarkan Pedang Yinyang dari Cincin Jiwa Yinyang.
Hal itu membuat Huang Du terkejut, Ia melihat lawannya memunculkan pedang berbilah dua warna, dari ruang hampa.
Pedang itu segera memancarkan hawa panas dan dingin yang jauh lebih kuat dari tubuh lawannya. Membuat Huang Du segera menjadi waspada.
Jurus Pedang Angin Dingin Yinyang segera Zhu San keluarkan. Mata Huang Du melotot lebar saat melihat Zhu San mengangkat pedangnya ke udara.
Sesaat kemudian dari ujung pedang itu, keluar angin yang bergulung-gulung membentuk Angin Tornado kecil yang memancarkan hawa dingin.
Putaran Angin itu begitu cepat dan kuat, para prajurit segera menjauh agar tidak terseret oleh putaran angin tornado yang semakin kuat.
Song Ruo mengerahkan tenaga dalamnya ke arah kaki, agar Ia tidak terseret angin yang semakin lama semakin kuat dan dingin itu. Namun dinginnya hawa yang keluar dari pedang, memaksa Song Ruo melesat mundur sejauh sepuluh meter dari tempatnya semula.
Huang Du segera mengerahkan seratus persen tenaga dalam miliknya, Ia bersiap dengan jurus Pedang Huang Level ke tiga. Pedangnya di tangannya kin mengeluarkan api berwarna ungu yang sangat panas.
“Pedang Angin Dingin Yinyang!”
“Pedang Api Huang!”
Huang Du segera menebaskan pedangnya dari atas ke bawah seolah hendak membelah tubuh Zhu San dengan energi yang melesat dari mata pedangnya.
__ADS_1
Zhu San segera mengarahkan pedangnya ke tubuh Huang Du, Angin tornado pun segera berubah arah menghadang energi pedang berwarna ungu yang sepanjang dua meter itu.
BLAAM!!
Benturan kedua energi menggelegar sangat keras. Huang Du terdorong dua meter akibat benturan itu dan dadanya terasa sesak.
Mata Huang Du melotot lebar saat Ia melihat pusaran angin tornado dingin melesat cepat ke arahnya setelah membekukan energi pedang yang berupa api berwarna ungu itu.
Huang Du melompat tinggi ke udara, menghindar terjangan angin tornado. Namun Ia kembali terkejut, saat angin tornado itu berbalik arah dan kembali menyerang dirinya yang masih berada di udara.
Huang Hu menghindarinya dengan bersalto di udara, namun Zhu San yang sudah menduga hal itu, melakukan serangan tipuan.
BRUUSSH
Tubuh Huang Du pun diterjang Angin Tornado berhawa sangat dingin, yang membuat tubuhnya seketika membeku, sebelum jatuh ke tanah dengan posisi meringkuk seperti orang yang sedang bersalto.
PRAAK!!!
Kepala Huang Du hancur saat menyentuh tanah, darah pun segera menggenang di sekitar tubuhnya yang kini telah membeku diselimuti oleh es berwarna putih itu.
Mata Song Ruo melotot lebar melihat jurus yang Zhu San gunakan. Ia sangat takjub dengan kemampuan yang dimiliki oleh putera Kakak Angkatnya itu.
Zhu San memasukan kembali pedang Yinyang seraya melangkah ke arah Jasad Huang Du. Sekali injak, tubuh Huang Du hancur, menjadi sepuluh bagian kecil dengan kepala yang remuk terpisah dari lehernya.
Zhu San lalu memanggil lima prajurit yang datang dengan wajah pucat, karena takut melihat kekejaman yang Zhu San lakukan.
“Kalian buang mayat orang ini ke hutan, jangan dikuburkan. Buang saja biar jadi santapan hewan-hewan buas di sana.”
“Siap!!!”
******
Likenya jangan Lupa di setiap Chapter ya.. Biar sekali update langsung dua Chapter. Ok?
Oh iya ...Jika menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan Anda sedikit bersabar ya.. Novel ini masih on Going ... Banyak rahasianya. Simpulkan bagaimana alurnya setelah novel ini selesai. OK?
__ADS_1