Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
066: Bertarung Dengan Rei Ji


__ADS_3

“Siapa Kau Seb…?!”


Suara Komandan Chao Fan dan Pendekar Rei Ji terdengar bersamaan dan keduanya tak sempat menyelesaikan kalimatnya masing-masing.


Hal itu karena melihat wajah Zhu San yang telah kembali ke wajah Aslinya. Mereka terkejut karena dua hal.


Pertama adalah karena perkataan Zhu San yang memanggil mereka dengan panggilan yang sama saat Zhu San masih kecil.


Yang kedua adalah berubahnya wajah Zhu San dari buruk rupa menjadi wajah tampan yang begitu mirip dengan wajah sahabat sekaligus musuh mereka kini, Zhu Han.


‘Lung’er … Benarkah Kau Lung’er? Kau masih hidup Nak?” Rei Ji berkata dengan suara yang terbata-bata.


Zhu San lalu segera menghampiri dan memegang kedua lengan Sosok yang telah belasan tahun menjadi pengawal pribadi Ayahnya itu.


Namun Rei Ji melepaskan pegangan tangan Zhu San dan segera memeluknya dengan sangat erat. Hati Zhu San pun menghangat merasakan kasih sayang Rei Ji padanya.


Rei Ji adalah seorang pendekar dari negara Taiyang, Ia ditemukan dalam keadaan sekarat oleh Ayah Zhu San saat berada di perbatasan Kekaisaran Wei dan Liu.


Entah bagaimana Ia bisa berada di sana, yang Zhu San ketahui sosok seusia Ayahnya yang dipanggilnya Paman Eji itu, baru saja kehilangan Isteri dan ke dua anaknya.


Rei Ji pun dirawat hingga sembuh sebulan kemudian. Dan sebagai rasa terimakasih atas pertolongan Zhu Han, Ia mengabdikan dirinya kepada Ayah Zhu San.


“Lung’er … Benarkah apa yang dikatakan oleh Gubernur Lu tentang Ayahmu yang sekarang adalah palsu?”


Komandan Chao Fan berkata sesaat setelah Ia melepaskan pelukannya pada Zhu San.


“Benar Paman … “ Zhu San lalu menjelaskan yang telah ayahnya ceritakan padanya saat mereka bertemu di kediaman Paman Mu Bai.


Keduanya akhirnya memahami apa yang terjadi pada Zhu San dan juga Ayahnya Bangsawan Zhu Han.


“Lung’er … Sebaiknya Kau pikirkan kembali rencanamu untuk membebaskan Ibumu, Aku pernah bertarung dengan sosok Chou Bai dan kemampuannya sangatlah tinggi.”


Rei Ji lalu menceritakan bagaimana Ia bisa memutuskan untuk berhenti mengabdi pada Ayah Zhu San.


Rei Ji merasa jika Tuan dan juga sahabatnya itu adalah orang yang berbeda. Mulanya Rei Ji menganggap bahwa yang ada di depannya adalah saudara kembar Zhu Han.


Ia pun menyadari bahwa Zhu Han yang ada bukanlah Zhu Han yang sebenarnya. Hal itu Ia ketahui saat Ia pamit untuk kembali ke negaranya yaitu Taiyang.

__ADS_1


Namun Zhu Han yang adalah Chou Bai menahannya dan mengatakan jika dirinya harus mengabdikan diri padanya sampai akhir hidupnya.


Hal itu sangat berlawanan sekali dengan apa yang pernah Ayah Zhu San katakan. Beberapa kali Ayah Zhu San meminta Rei Ji menganggapnya sebagai sahabat, bukan seorang Tuan.


Ayah Zhu San juga mengatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi Rei Ji untuk mengabdi seumur hidup pada dirinya sekalipun Ia pernah menyelamatkan nyawa Rei Ji.


Namun karena perkataan itulah Rei Ji semakin menghormati Ayah Zhu San dan memutuskan akan tetap berada di dekatnya dan menjaganya selama dirinya hidup.


Hanya saja Rei Ji tidak berdaya ketika Ayah Zhu San memutuskan untuk pergi ke utara tanpa mengajaknya.


Hal itu karena Ia harus menjaga Ibu Zhu San yang tidak ikut serta dalam perjalanan suaminya yang bertujuan mencari dimana jasad Zhu San berada.


“Jadi ku mohon batalkan rencanamu itu, Aku tak ingin kehilangan dirimu Lung’er.”


Rei Ji berkata seraya menatap Zhu San yang telah Ia anggap puteranya sendiri. Hati Zhu San pun menghangat mendengar perkataan Rei Ji.


Ia memahami kekhawatiran sosok Pengawal Pribadi Ayahnya itu. Lalu timbul sebuah cara dibenak Zhu San.


Ia ingin mengetahui kemampuan Chou Bai dengan cara bertarung dengan Rei Ji. Sekaligus untuk menunjukan kemampuan bela dirinya.


Hal itu agar sosok lelaki yang telah Ia anggap pamannya itu, tidak khawatir lagi dan tidak mencegah rencananya.


Rei Ji tertegun sejenak setelah mendengar perkataan Zhu San. Ia pun menjadi senang karena dengan mengalahkan Zhu San, maka Ia dapat membatalkan rencananya yang sangat berbahaya itu.


“Baiklah … Aku akan menyerangmu dengan serius. Bersiaplah.”


Rei Ji berkata demikian setelah mereka berada di halaman kediaman itu dang mengeluarkan pedang tipis dan panjangnya yang Zhu San ketahui bernama Samurai.


Walau Rei Ji berkata demikian, namun Ia tidak akan menyerang Zhu San dengan sungguh-sungguh.


Zhu San pun segera mengeluarkan Pedang dari Cincin Jiwa Yinyang di jari manisnya. Zhu San bisa saja mengalahkannya dengan tangan kosong, namun Zhu San tidak ingin merendahkan Pamannya dengan cara itu.


“APA!!! Bagaimana Bisa??!”


“HAH!!”


Zhu San tersedak nafasnya sendiri saat mendengar suara terkejut Komandan Chao Fan dan Paman Rei Ji saat Ia mengeluarkan Pedang Yinyang tadi.

__ADS_1


Hawa panas dan dingin seketika memenuhi udara walau Zhu San belum mengalirkan tenaga dalamnya ke pedang tersebut.


Hal itu karena adanya Kristal Yinyang Sejati yang berada tepat di atas gagang Pedang yang merupakan pusaka legenda itu.


“Paman Aku Sudah Siap, Ayo kita mulai.” Zhu San berkata demikian setelah mengalirkan sepuluh persen tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.


Rei Ji segera tersadar dari tertegunnya, Ia pun segera memasang kuda-kuda khas seorang Pendekar Samurai ketika hendak bertarung.


Tebasan samurai yang cukup cepat dari Reiji ke arah dadanya, segera Zhu San tahan dengan pedang Yinyang di tangannya.


TRAANG!


Suara benturan senjata itu terdengar cukup keras, Rei Ji terhuyung-huyung sesaat setelah benturan terjadi dengan tangan yang terasa kebas.


Matanya melotot lebar seolah tak percaya dengan apa yang terjadi dengannya. Begitu juga dengan komandan Chao Fan.


Baru sekali ini Ia melihat Pendekar Rei Ji terpental saat berbenturan senjata dengan lawannya.


Ia yang sering berlatih dengan Rei Ji, mengetahui sebesar apa tenaga dalam yang dimiliki oleh Pendekar Taiyang itu.


“Lung’er … Kau … Baiklah Aku akan mengerahkan seratus persen tenagaku sekarang.”


Rei Ji segera mengalirkan seluruh tenaga dalam yang Ia miliki ke seluruh tubuhnya. Zhu San pun bersiap menyambut serangan dengan jurus Tubuh Bambu.


Rei Ji melesat dan menebaskan samurai dengan sepenuh tenaganya. Samurai di tangannya bergerak sangat cepat menebas pinggang Zhu San.


TRANG TRANG


Dengan mudah Zhu San menahan semua serangan Rei Ji yang semakin cepat itu. Zhu San bisa melihat jika tangan Rei Ji bergetar setiap mereka berbenturan senjata.


Zhu San lalu mulai menghindari tebasan dengan jurus Tubuh Bambu yang membuat tubuhnya meliuk kesana kemari dengan kaki yang tetap berada di satu tempat.


Komandan Chao Fan sangat kagum melihat apa yang Zhu San tunjukan, dalam satu serangan yang tak mungkin Ia hindari lagi, Zhu San pun menangkisnya.


TRANG !!


Samurai di tangan Rei Ji terpental lepas dan membuat tubuh Pendekar Taiyang itu, berdiri mematung dengan wajah yang tak percaya terhadap apa yang baru saja Ia alami.

__ADS_1


Ia lalu tersenyum senang setelah mengetahui kemampuan yang Zhu San miliki dan akan mendukung sepenuhnya rencana untuk menyerang Kediaman Chou Bai malam ini.


*****


__ADS_2