Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
075: Kedatangan Sang Raja Pedang


__ADS_3

Zhu San mengamati sejenak pertarungan kedua Kakek yang kemampuan bela dirinya berada di tingkat Pendekar Tinggi level lima.


“Kakek bertangan kosong itu, akan kalah jika tidak segera mengeluarkan senjatanya, tapi Ia tidak membawa senjata apapun bersamanya.”


Zhu San berkata demikian karena melihat betapa cepatnya serangan pedang tumpul yang dilancarkan oleh Kakek yang berjubah Merah gelap itu.


Sementara satu orang Kakek lain yang bertangan kosong mengenakan jubah Abu-abu yang dipenuhi tambalan di hampir semua bagiannya.


Setelah beberapa puluh kali keduanya bertukar serangan, apa yang dikatakan oleh Zhu San menjadi kenyataan.


Kakek bertangan kosong semakin terdesak hebat. Ia pun terdesak mundur hingga pertarungan keduanya, telah berada ditengah halaman Kediaman Bangsawan Zhu Han yang cukup luas itu.


“Han’er … Kemana Puteramu! Suruh Ia datang membantu Kakek Gurunya ini!”


Sosok Kakek bertangan kosong itu berteriak saat melihat Zhu Han telah keluar dari pintu depan bersama Mu Rong di sampingnya.


Zhu Han kini menyadari Siapa Kakek yang baru saja berbicara padanya, Ia pun tertegun mendengar kata-kata Gurunya yang meminta Zhu San agar membantunya.


“Kakek Guru Seribu Wajah, Ah kenapa Aku tidak menduga itu adalah Guru Ayah. Sebaiknya Aku lekas membantunya.”


Zhu San segera mencabut Pedang Yinyang dari Cincin Jiwa, karena ia tahu kehebatan Pedang Tumpul yang kekuatannya disejajarkan dengan 10 Pusaka Legendaris.


Karena perhatiannya sempat teralihkan, Pendekar Seribu Wajah harus merelakan lengan kirinya terkena tebasan pedang berujung tumpul milik lawan.


Ia terjajar mundur, namun lawan tetap saja mengejarnya dan hendak menebaskan pedang tumpul itu ke arah lehernya.


TRANG


Pendekar Seribu Wajah yang terlihat pucat melihat serangan lawan, segera tersenyum saat mengetahui siapa yang telah datang dan menolongnya.


Sementara Kakek yang memegang pedang tumpul, terkejut saat pedang di tangannya terpental akibat benturan dengan sebuah pedang yang segera Ia kenali itu.


“Pedang Yinyang!!?”


“Kakek Guru … Sejak kapan kakek telah berada di Kota ini? Bagaimana Kakek Tahu jika Aku masih hidup?”


Zhu San segera bertanya kepada Guru Sang Ayah dan mengabaikan Kakek berpedang tumpul yang masih terkejut melihat kedatangannya.


“Aih … Nanti saja ngobrolnya sekarang sekarang kau hadapi dia dulu. Aku tak pandai bertarung dengan senjata.”

__ADS_1


Pendekar Seribu Wajah segera melesat dan menuju ke arah dimana Zhu Han berada. Zhu Han pun segera berlutut di hadapan gurunya itu, diikuti oleh Mu Rong.


“Aih … Tak usah pakai peradatan segala, bangunlah dan ambilkan aku minum.”


Mu Rong yang mengetahui jika Kakek berpakaian seperti pengemis di hadapannya adalah sosok penyelamat hidup suaminya, segera bergegas ke dapur untuk mengambil minum bagi Guru suaminya itu.


Pendekar Seribu Wajah segera saja duduk di lantai yang membuat Zhu Han tersenyum kagum melihat kesederhanaan gurunya yang sebenarnya adalah seorang kaya raya.


“Apakah Kau sudah memberitahu Lung’er tentang hal buruk yang terjadi pada kedua gurunya setelah bertarung dengan Tsao Beng dan Qiao Bun?”


Zhu Han tertegun mendengar perkataan Gurunya. Ia memang belum menyampaikan kepada Zhu San, tentang berita tentang Lin Kai dan Fu Kuan. Ia lalu mengatakan alasannya kepada Sang Guru.


“Belum Guru … Aku masih tak tega untuk membuat Rong’er berpisah dengan Lung’er.”


Zhu Han lalu menjelaskan jika Zhu San mengetahui hal itu sekarang, maka Ia pasti akan segera pergi meninggalkan mereka berdua.


Hal itu tentu saja akan membuat Mu Rong sedih kembali. Sehingga Ia masih saja merahasiakan hal tersebut dari Zhu San.


“Silahkan diminum Guru.”


Mu Rong datang membawa seguci arak dan tanpa cawan. Hal itu membuat Pendekar Seribu Wajah menjadi senang. Ia pun segera meraih guci dan menegak isinya.


TRAANG


Benturan itu membuat si kakek terlihat geram, Ia pun melompat mundur dan berteriak keras ke arah Zhu San.


“Bocah Minggirlah! … Aku ke sini untuk mencari orang yang telah membunuh muridku, Cong Hai. Kau tidak usah ikut campur!”


Zhu San hanya tersenyum mendengar kata-kata kakek itu.


“Kakek … Orang yang kau cari sekarang berada di hadapanmu.”


“APA! Kau yang telah membunuh Muridku? Huh … Kau pikir Aku akan percaya begitu saja omongan bocah sepertimu?”


“Kakek yang berjuluk Raja Pedang … Siapakah nama Kakek yang sebenarnya?”


Kakek itu terkejut setelah mendengar perkataan Zhu San yang mengetahui julukannya di dunia persilatan Kekaisaran Qing.


“Darimana Kau tahu Julukanku bocah?! Cepat jawab!”

__ADS_1


“Aku mendengarnya dari mulut Cong Hai setelah Ia membuat pedang itu terbang menemuimu. Dia mengatakan jika gurunya Sang Raja Pedang akan datang membalas dendamnya padaku. Aku kesal mendengar dia berkata begitu … Ya jadinya lehernya kuremukan.”


Zhu San masih berkata santai tanpa Ia menyadari, wajah Kakek Raja Pedang itu berubah menjadi kelam.


“Baiklah Bocah … kini aku percaya kata-katamu. Siapa namamu?”


“Panggil saja Aku Zhu San kek … dan Siapakah nama Kakek?”


Zhu San balik bertanya setelah Ia menjawab pertanyaan Kakek Raja Pedang di depannya.


“Untuk Apa Kau bertanya namaku, sedangkan sebentar lagi Kau akan mati di tanganku.”


“Oh Ya? begitukah? … Aku hanya ingin menuliskan nama kakek pada batu nisan di atas kuburan kakek nanti.”


Zhu San berkata tanpa senyum sama sekali, karena menyadari aura yang kuat seketika terpancar dari tubuh Kakek Raja Pedang sesaat setelah mendengar kata-katanya.


“Kau!! … Kau!!...”


Raja Pedang Kekaisaran Qing itu segera melesat sangat cepat membuat tubuhnya seolah menghilang dari pandangannya.


Kemarahan yang sangat besar terhadap Zhu San dengan kata-katanya tadi, membuat Kakek itu menjadi gelap mata.


Sebagai salah satu dari sepuluh besar tokoh Aliran Hitam di dunia Persilatan Kekaisaran Qing, Ia tidak bisa menerima perkataan bocah belasan tahun itu kepadanya.


Zhu San yang telah bersiap atas serangan mendadak sempat terkejut melihat kecepatan gerak dari Kakek Raja Pedang itu.


Beruntungnya tebasan kuat ke arah leher Zhu San, berhasil di tangkis olehnya dengan menggunakan Pedang Yinyang.


TRAANG


Benturan keras kembali terdengar bahkan bukan hanya sekali saja. Benturan demi benturan terus terjadi saat kakek Raja Pedang menyerang Zhu San tanpa henti.


Puluhan pertukaran serangan telah terjadi diantara keduanya. Zhu Han dan Mu Rong terlihat sangat cemas. Namun tidak dengan Pendekar Seribu Wajah.


Ia tersenyum senang melihat pertarungan tingkat tinggi itu. Berbeda dengan Zhu Han dan Rei Ji yang hanya bisa melihat tubuh kedua orang itu berkelebat kesana-kemari dengan sangat cepat.


Hal itu membuat keduanya, tidak bisa melihat senyum Zhu San. Berbeda dengan Pendekar Seribu Wajah yang penasaran saat melihat senyuman Zhu San.


“Bocah ini … Ia masih bisa tersenyum walau diserang begitu gencar. Jurus apa yang akan Ia gunakan untuk melawan Kakek Bau tanah itu Ya..?”

__ADS_1


******


__ADS_2