
“Ketua Luo, Kami sudah mengeluarkan banyak uang untuk membiayai Aliansi kita, tapi sejauh ini Kami belum mendapatkan apa yang telah Kau janjikan.”
Bangsawan An He adalah orang yang pertama menanggapi perkataan Luo San, dalam diskusi yang sedang mereka lakukan saat ini.
Hal itu terjadi setelah Luo San meminta tambahan biaya untuk menyerang kota Baixan secara besar-besaran. Namun itu semua hanya strategi liciknya, sehingga Ia hanya tersenyum mendengar perkataan Bangsawan itu.
Semuanya rencananya gagal karena keberadaan beberapa tokoh dunia persilatan dan juga Zhu San yang memiliki kemampuan sangat tinggi itu.
Sebesar apapun pasukan yang Ia kerahkan, selama Zhu San masih hidup, maka kegagalan mereka akan terulang kembali. Hal itulah yang Bangsawan An He ucapkan selanjutnya.
“Benara Tuan An He, pemuda itu dan kedua gurunya yang telah kembali memiliki kekuatan penuhnya adalah penghalang utama pasukan Aliansi kita. Aku tak tahu lagi bagaimana cara menaklukkan mereka bertiga.”
Luo San memasang wajah sedih dan bingung secara bersamaan di wajahnya. Lalu trik berikutnya segera Ia jalankan.
“Apakah menurut anda semua, aliansi ini harus kita bubarkan? Mengingat rencana kita yang terakhir untuk menaklukkan Kota Baixan, membutuhkan dana yang besar yang Anda semua tidak ingin memberikannya.”
Wajah ketiga bangsawan itu terlihat terkejut sesaat setelah mendengar perkataan Luo San. Tentu mereka tidak ingin rugi dan keselamatan mereka juga akan terancam jika Aliansi itu dibubarkan.
“Bukan seperti itu maksud Bangsawan An He, ketua Luo San. Jangan terburu-buru dulu memutuskan untuk membubarkan aliansi ini.” Bangsawan Yin Lu berkata seraya berdiri dari duduknya.
“Yang pertama harus kita lakukan adalah membunuh para tokoh pendekar itu sebelum mengerahkan seluruh pasukan kita. Jadi kita harus bisa menemukan beberapa pendekar yang lebih hebat dari mereka semua.”
Luo San pun tersenyum mendengar perkataan Bangsawan Yin Lu. Karena sebenarnya itulah tujuan utamanya. Mengumpulkan sebanyak mungkin pendekar berkemampuan tinggi untuk membunuh Zhu San dan kedua gurunya.
Namun jika dirinya yang menyuarakan hal itu, belum tentu mereka akan setuju dan bersedia mengeluarkan biaya yang besar untuk hal itu. tetapi akan berbeda situasinya jika mereka sendiri yang memiliki usul itu.
“Benar sekali, aku setuju denganmu Saudara Yin Lu, selain merekrut beberapa pendekar yang hebat, Bagaimana jika Pengawal Pribadi Kita juga membantunya? Dengan begitu kita bisa sedikit menghemat Biaya bukan?”
Bangsawan Wu Lei berdiri dan menanggapi perkataan Bangsawan Yin Lu. Mendengar hal itu, Bangsawan An He pun berdiri menyatakan setuju rencana Bangsawan Yin Lu.
__ADS_1
Luo San dan Qing Jun ingin tertawa senang, namun mereka menahannya. Karena perkataan Bangsawan Yin Lu segera terdengar yang ditujukan pada dirinya.
“Ketua Luo, menurutmu siapa saja yang bisa mengalahkan pemuda dan para pendekar lainnya? Aku serahkan hal ini pada anda. Mengenai biayanya kami bertiga yang akan menanggungnya.”
Luo San pun berdiri dan menyetujui rencana tersebut. Ketiga bangsawan pun kembali duduk di kursinya untuk mendengarkan penjelasan dari Ketua Aliansi mereka tentang siapa saja yang akan mereka rekrut.
Luo San lalu menyebutkan satu persatu hingga nama ke lima yang Ia sebutkan. Setelah itu tanpa diduga Salah satu dari Dua Jagal Iblis berbicara.
“Hitung juga Guru Kami berdua. Kami sendiri yang akan mengajaknya untuk bergabung.”
Dahi Luo San mengerut, sejauh ini Ia belum tahu siapa Guru dari dua Jagal Iblis itu. Ia pun segera bertanya kepada mereka berdua.
“Jika boleh tahu siapa Guru anda berdua saudara Jagal Iblis? Mungkin Aku mengenalnya atau setidaknya pernah bertemu dengannya.”
“Guru Kami bernama Quan Yu berjuluk Iblis Penakluk Langit.” Satu dari Dua Jagal Iblis itu berkata dengan suara yang terdengar bangga.
Luo San terperanjat, demikian juga dengan dua orang pendekar dari Kekaisaran Wei. Leng Xue berjuluk Pendekar Tapak Iblis dan Kong Sun Pendekar Pedang Kembar.
Nama itu, dua puluh tahun yang lalu, pernah menjadi nama yang sangat menakutkan bagi Dunia Persilatan Empat Kekaisaran.
Selain karena kemampuannya yang tinggi sebagai jagoan Nomor Satu Aliran Hitam Kekaisaran Wei, juga karena Quan Yu adalah pembunuh berdarah dingin.
Ia akan menyiksa setiap lawannya, hingga menemui ajal mereka dengan sangat mengenaskan.
Namun sejak kekalahannya ketika bertarung dengan Jagoan Aliran Putih nomor Satu Kekaisaran Qing, Biksu Thio San dari Kuil Lonceng Dewa, Keberadaan Quan Yu tidak diketahui lagi.
Biksu Thio San yang berjuluk Pendekar Tangan Seribu itu, terlalu kuat bagi Quan Yu sehingga Ia terluka parah dan dikabarkan tewas setelah melarikan diri dari Kuil Lonceng Dewa.
Sejak itulah semua orang di dunia Persilatan menganggap Quan Yu telah tewas. Namun Siapa sangka Ia masih hidup dan memiliki dua orang murid.
__ADS_1
Dua Jagal Iblis adalah tokoh baru di dunia persilatan Kekaisaran Qing yang muncul sejak lima tahun lalu. Keduanya berusia sekitar empat hingga lima puluh tahun.
Namun kekuatan dan kekejaman mereka sangat terkenal hingga mereka dimasukkan sebagai sepuluh orang pendekar Aliran Hitam di Kekaisaran Qing.
Entah bagaimana ceritanya, keduanya memilih untuk menjadi pengawal pribadi Bangsawan An He. Dan saat ini dikenali bernama Gao Yu dan Feng Hu.
“Sesepuh Quan Yu Masih Hidup? Benarkah itu saudara Gao Yu?” Luo San bertanya untuk memastikan jika dirinya tidak sedang salah mendengar.
“Benar Ketua Luo San. Sebenarnya guru melarang Kami untuk mengatakan hal ini kecuali ada masalah yang sulit kami atasi. Untuk itu. informasi ini jangan tersebar kemana- kemana.” Gao Yu berkata dengan tegas.
Semua orang yang berada dalam ruangan itu menganggukkan kepala, mengiyakan perkataan Gao Yu dengan rasa jerih dalam hati masing- masing .
***
Di tempat yang tak jauh dari mereka berada, tepatnya di sebuah kedai makan terbesar di kota Shangyu, Dewi kematian Qiu Lan bersama dua orang pendekar perempuan, sedang asik menyantap makanan mereka.
Sesaat kemudian, dua orang pemuda bangsawan, memasuki kedai tersebut bersama dua orang pendekar yang merupakan pengawal pribadi masing-masing pemuda itu.
Mereka adalah Wu Ming Putera Wu Lei, Yin Hu putera Bangsawan Yin Lu. Keduanya memasuki kedai dan segera memesan makanan.
Saat hendak duduk, Mata Wu Ming melotot lebar saat melihat ke arah Qiu Lan. Seraut wajah dengan kecantikan tingkat tinggi, terpampang indah di hadapannya.
Yin Hu yang ada di depannya, segera membalikkan badan untuk mengetahui apa yang sedang mereka lihat.
Dan Ia pun terpana melihat seraut wajah gadis yang begitu mempesona dirinya itu. Namun melihat dua orang di sampingnya terlihat seperti pendekar, Ia pun menyadari jika gadis itu bukanlah gadis biasa.
“Saudara Ming … Jangan melihatnya terus. Nanti Kau bisa jatuh cinta padanya.” Yin Hu yang segera duduk, mengingatkan Wu Ming yang agar menyudahi tatapan kagumnya.
“Tidak ada buruknya jika bisa memiliki gadis secantik itu!” Wu Ming sengaja berkata dengan suara yang dikeraskan tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Qiu Lan.
__ADS_1
Qiu Lan pun menoleh dan menatap tajam ke arah Wu Ming. Saat itulah Ia sadar jika dirinya yang dimaksud oleh pemuda yang sepertinya pernah Ia Lihat di masa lalunya.
******