Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
283: Penjelasan Zhu San


__ADS_3

“San’er siapa yang menyuruhmu? Katamu hanya kalian berdua yang bisa memasuki Alam Jiwa warisan mendiang Yao Shan dan Gong Yi.”


Shen Rong bertanya karena penasaran bagaimana Zhu San dan Bian Chi bisa meningkatkan kemampuan mereka hingga Pendekar Dewa tahap Puncak.


Zhu San dan Bian Chi saling berpandangan sejenak. Lalu Zhu San menghela nafas panjang, sebelum menceritakan apa yang terjadi sebelum mereka keluar dari Alam Jiwa.


#Flashback


Zhu San dan Bian Chi selesai dengan latihan terakhir mereka dengan menguasai seluruh Teknik dalam Kitab Pedang Tanpa Bilah dan Kitab Teknik Dewa.


Keduanya sedang beristirahat di bawah sebuah Pohon yang kembali tumbuh setiap kali hancur terkena energi mereka saat berlatih.


Keduanya berencana keluar dari alam Jiwa sehari kemudian. Namun saat sedang bersantai, tiba-tiba mereka merasakan aura yang sangat mengintimidasi bersamaan dengan munculnya sebuah bola cahaya Kuning Keemasan.


Bola cahaya besar bergaris tengah lima meter itu, perlahan berubah menjadi seorang Pria dengan tubuh setinggi Zhu San yang berusia sekitar tiga puluhan tahun.


Aura Kuning keemasan menyelimuti sekujur tubuhnya, hawa sejuk dan nyaman dirasakan oleh Zhu San dan Bian Chi yang masih dengan rasa terkejut mereka.


“San Gege … Siapa Dia? Mengapa bisa memasuki Alam Jiwa Kita?”


Zhu San hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Sang Isteri. Karena Ia tidak mengenali siapa sosok yang bisa memasuki Alam Jiwa Mereka.


“Kalian jangan takut atau terkejut, Aku datang ke masa ini karena Petunjuk Dewa Tertinggi untuk memberi kalian sebuah tugas yaitu mencari Dua Batu yang memiliki Tujuh Warna dan menempanya menjadi sebuah Senjata.”


Zhu San dan Bian Chi tertegun. “Siapakah Anda? Dewa Tertinggi? Masa Kini? Kami tidak memahami apa yang anda ucapkan?” Zhu San bertanya setelah memberi hormatnya.


“Kalian akan mengetahui semua jawabannya suatu saat nanti. Saat ini Terimalah enam Apel Dewa untuk meningkatkan kekuatan kalian. Karena hanya pada Tingkat Pendekar Dewa Sejati, kalian baru bisa menempa batu tersebut menjadi sebuah senjata hebat. Jika kalian Gagal melakukannya, mungkin akan terjadi bencana pada Seluruh Alam Semesta.”


Zhu San dan Bian Chi menelan ludahnya mendengar perkataan Sosok Pria itu. Saat akan bertanya, Pria tersebut telah menghilang dan meninggalkan enam buah Apel Dewa serta sebuah tulisan besar yang terbuat dari energi.


Keduanya membaca tulisan tersebut yang ternyata berisi petunjuk teknik menyerap Apel Dewa dengan cepat. Selain itu tulisan itu juga menjelaskan Teknik menempa Kedua Batu Tujuh Warna.


Di Akhir tulisan tersebut terdapat kata penutup yang berbunyi” Sampai berjumpa di masa yang berbeda.”


Walau masih bingung dengan apa yang baru mereka alami, namun keduanya segera memasukan dua buah Apel Dewa ke dalam Cincin Jiwanya.

__ADS_1


“San Gege … Apel ini sama persis dengan Apel Dari leluhur Shen Rong … Jangan-jangan ..” Mata Zhu San pun terbelalak mendengar ucapan Bian Chi.


“Beliau adalah Dewa Penjaga Dunia, Dewa Yao Chan!” Zhu San berseru keras seraya meremas kepalanya karena terlambat mengenali Sang Dewa.


#End Flashback


“Benar … Beliau adalah Dewa Penjaga Dunia. Sepertinya akan terjadi peristiwa besar hingga Dewa Yao Chan turun ke Bumi menemui kalian secara langsung. Apakah akan terjadi malapetaka besar seperti dulu lagi saat Beliau datang menemuiku?”


Wajah semua orang seketika berubah menjadi tegang mendengar ucapan Shen Rong yang sedang menunduk sambil berpikir keras.


Saat mengangkat wajahnya, Shen Rong baru menyadari jika ucapannya membuat semua orang di dalam ruangan itu menjadi khawatir dengan raut wajah yang terlihat tegang.


“Itu baru dugaan ku saja, jangan terlalu dipikirkan. Hehehehe .. “ Shen Rong terkekeh beberapa detik, namun segera berhenti saat Ia mengingat tugasnya telah selesai.


“San’er … Tugasku sudah selesai. Saatnya Aku meminta bayaranku yang telah kita sepakati bersama.”


Raut Wajah Zhu San dan Bian Chi terlihat memburuk dan menjadi panik. “Tidak Leluhur, Dewi Kegelapan belum dikalahkan. Aku tidak bisa melaksanakan kesepakatan kita.”


Shen Rong terlihat kesal mendengar ucapan Zhu San.


”Tugasku hanya melindungi orang-orang terdekatmu dari malapetaka Dewi Kegelapan yang kini telah berada di Dunia Atas.


Semua orang terkejut mendengar ucapan Shen Rong. Untuk beberapa saat suasana menjadi Hening. Lalu Xie Han dan Liu Ling segera berlutut dan memohon agar Shen Rong tidak meminta kematiannya.


Namun Shen Rong tetap bersikukuh meminta bayarannya. Cukup lama Ia berdebat dengan Zhu San yang Akhirnya kehabisan kata-kata untuk menolak keinginan Shen Rong.


Di saat Zhu San baru saja mengeluarkan Pedang Tanpa Bilah, seorang prajurit masuk ke dalam ruangan. Setelah memberi hormat, prajurit itu menjelaskan bahwa ada tiga orang mencari Zhu San dan Bian Chi.


Saat tiga orang tersebut memasuki ruangan, barulah rasa penasaran Zhu San dan Bian Chi sirna. “Nenek Mei Lan! Nenek disini rupanya!”


Bian Chi berlari kecil menyambut Mei Lan dan kedua muridnya. Lalu mengenalkan Nenek Mei Lan yang merupakan sahabat dari Nenek Lin Mi.


Mei Lan mengatakan jika dirinya baru saja kembali dari berziarah ke makam Lin Mi di kota Songdu. Dan kemarin sore baru tiba di kota Baixan.


Ia mengetahui apa yang terjadi di Kota Baixan dan melihat Zhu San serta Bian Chi juga berada di Kota ini. Itulah alasannya mengapa Ia menemui mereka.

__ADS_1


Sementara Zhu San sedang menatap heran ke arah Shen Rong yang matanya melotot lebar ke arah Mei Lan dengan wajah yang terkejut.


“Lan Lan?! … Tidak Mungkin! Ia telah meninggal seribu tahun lalu. Apakah perempuan ini Reinkarnasi dari Lan Lan?”


Dalam benaknya Shen Rong bertanya jati diri Nenek Mei Lan yang wajahnya sangat mirip dengan Kekasihnya di masa lebih seribu tahun lalu.


Setelah duduk Nenek Mei Lan menatap satu persatu wajah semua orang yang berada di dalam ruangan. Dan Seketika Ia tertegun saat menatap Wajah Shen Rong.


Dalam waktu yang lama keduanya saling bertatapan dengan benak masing-masing berisi pertanyaan.


“Wajah lelaki itu? Mengapa terasa tidak asing bagiku? Mengapa hatiku berdebar menatapnya? Siapa Dia?”


“Tatapannya itu? Tidak salah lagi, perempuan ini reinkarnasi dari Lan-Lan. Aku harus bicara empat mata dengannya.”


Zhu San yang diam-diam Ia memasuki Alam pikiran Shen Rong dengan telepatinya, tersenyum licik, saat mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Shen Rong.


“Baiklah Leluhur Shen … Aku akan segera memenuhi bayaran yang telah engkau minta. Tunjukkan di bagian mana harus ku tancapkan Pedang Tanpa Bilah ini?”


Perkataan Zhu San memecah kesunyian di dalam ruangan itu. Wajah terkejut ditunjukkan oleh Nenek Mei Lan yang entah kenapa berubah menjadi panik.


Sementara Lin Kai dan Fu Kuan tersenyum mendengar perkataan murid mereka. Sementara Wajah Shen Rong terlihat gugup.


“Mengenai itu … Eh bisakah kita tunda dulu San’er? “ Tanya Shen Rong dengan penuh harap.


“Tidak Leluhur! Aku tidak ingin berhutang terlalu lama. Sekarang atau tidak sama sekali!” Zhu San berkata seraya mengangkat gagang Pedang tanpa bilah itu ke atas kepalanya.


Wajah Shen Rong terlihat kebingungan. Namun saat menatap wajah Nenek Mei Lan, Ia pun menghela nafas panjang.


“Simpanlah Pedang itu, Aku tidak akan meminta bayaran itu lagi kepadamu.” Suara Shen Rong terdengar mantap saat Ia berkata demikian.


Setelah memasukan Pedang Ke dalam Cincin Jiwanya, Zhu San pun tersenyum penuh kemenangan.


“Bocah Sialan! Kau mengerjai Aku rupanya!”


Mata Shen Rong melotot kepada Zhu San beberapa saat kemudian. Hal itu Shen Rong lakukan karena Ia baru menyadari Jika dirinya terkena siasat Zhu San yang langsung tertawa setelah mendengar ucapannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Atap bangunan berderak dan ruangan berguncang hebat seolah-olah ada gempa bumi sedang melanda tempat tersebut.


-----------------------O---------------------------


__ADS_2