Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
114: Dendam Masa Lalu


__ADS_3

“Seorang nenek dan sepasang suami isteri memaksa untuk menemui Tuan Bangsawan Mu Bai, Jenderal Han…”


Xie Han segera bergegas menuju gerbang kediaman bangsawan Mu Bai bersama dengan prajurit tersebut.


Beberapa saat kemudian, Xie Han telah kembali bersama tiga orang yang membuat Zhu San terkejut saat mengenalinya.


Hal yang sama juga terjadi pada Qin Rui, Ia terkejut saat melihat sosok yang memiliki wajah sangat mirip dengannya.


“Salam hormat kepada Paman Ruo dan Bibi In Xeuxu.” Zhu San segera mendatanginya dan memberi salam serta hormatnya.


Tubuh Qin Yu seketika mematung, saat menatap wajah cantik yang memiliki kemiripan wajah dengannya.


Air matanya tak bisa lagi Ia tahan, saat kedua wajah yang selalu melintas dalam benaknya itu, kini berada di hadapannya dalam wujud nyata.


“Ayah! … Ibu! “ Qin Yu memekik dengan tubuh bergetar. Teriakannya yang keras segera saja membuat Song Ruo dan In Xeuxu menoleh ke arahnya.


Tubuh sepasang suami isteri itu, bergetar dengan mata melotot lebar. Bagi Song Ruo, Ia serasa melihat sang isteri semasa gadis remaja. Hal yang membuatnya meyakini jika gadis itu adalah puterinya, Song Yi.


“Yi’er … Kau Yi’er?!”


“Yi’er … Benarkah Kau Yi’er? Apakah Kau memiliki kalung mutiara?”


In Xeuxu tentu saja bahagia, namun Ia ingin meyakinkan dirinya terlebih dahulu, jika gadis yang sangat cantik itu benar-benar puterinya.


Qin Yu yang sudah mendekat, segera saja menghentikan langkahnya. Ia mengeluarkan sebuah kalung Mutiara yang membuat In Xeuxu segera melesat memeluknya, sesaat setelah melihat mutiara itu.


Kedua Ibu dan Anak itu, saling berpelukan dan menangis dengan tubuh yang berguncang, menahan isakan tangis mereka setelah terpisah lebih dari tujuh tahun.


Song Ruo pun segera memeluk keduanya, Air matanya tak bisa Ia tahan saat kebahagiaan itu membuncah dalam hatinya.


Tidak Ia duga, kedatangannya ke kota Baixan yang bertujuan untuk menemui Kaisar Liu Feng dan Bangsawan Mu Bai atas perintah Kakaknya, telah mempertemukannya Ia dengan puterinya.


Keharuan yang lain terjadi tak jauh dari mereka bertiga, Guru mereka Qin Ji sedang memeluk erat kakak kembarnya Qin Rui dengan air mata yang tak berhenti menetes di kulit keriput pada pipi mereka berdua.

__ADS_1


Keharuan itu berlangsung cukup lama, suasana pagi di halaman kediaman bangsawan Mu Bai itu, menjadi hening. Masing-masing tenggelam pada memori masa lalu mereka.


“Adik Iparmu tak kalah cantik dengan Kakaknya, Tua Bangka Keriput. Nanti Kau kenalkan aku padanya ya.”


Lin Kai berbisik kepada Fu Kuan yang sedang menahan haru, melihat isterinya sedang menangis bahagia. Ia sudah mengetahui sejak lama jika Qin Rui memiliki saudari Kembar.


“Boleh saja … Tapi ada syaratnya.” Fu Kuan menjawab dengan menahan geli di perutnya. Rencana untuk membalas godaan Lin Kai di masa lalu, mulai Ia susun dalam benaknya.


Lin Kai tersentak mendengarnya Ia pun menunjukan wajah muram, mendengar sahabatnya itu berkata demikian. Namun senyumnya mengembang saat melihat Qin Ruo dan Qin Ji berjalan mendekati mereka.


“An Gege … Ini adikku yang pernah ku ceritakan padamu dulu.” Nenek Qin Ji memberi hormatnya kepada Fu Kuan dan menyapanya dengan sebutan Kakak Ipar.


Lin Kai pun segera tersenyum segagah mungkin saat Qin Rui mengenalkan Adiknya pada Lin Kai. Wajah Nenek Qin Ji itu seketika berubah saat mengenali Lin Kai.


“Kau! … Kau Lin Kai yang dulu pernah mencederai Adik seperguruanku yang berjuluk Dewi Kipas bukan!”


Tidak Lin Kai duga, senyum gagahnya berbalas bentakan dari Qin Ji, membuatnya tersentak saat mendengar julukan yang disebutkan oleh adik Kembar Qin Rui itu.


Ia bertemu dengan Dewi Kipas dan memaksanya untuk menjadi isterinya. Namun Dewi Kipas menolak hal itu. Dan terjadilah pertarungan yang membuat Dewi Kipas terluka.


Lin Kai pun menelan ludahnya saat merasakan hawa panas segera memancar dari tubuh Qin Ji yang segera saja melesat menyerangnya.


Kemarahan Qin Ji yang dipenuhi dendam, membuat Ia tidak memperdulikan Lin Kai adalah guru Zhu San dan sahabat dari Kakak Iparnya.


Lin Kai terpaksa melompat dan menjauh untuk menghindari serangan itu. Apa yang baru saja terjadi, membuat suasana seketika berubah.


Semua orang tentu saja terkejut mendengar bentakan nenek Qin Ji yang segera menyerang Lin Kai, Qin Rui dan Fu Kuan pun tidak sempat mencegahnya.


“An Gege … Bagaimana ini? Adik Ji sepertinya begitu marah kepada saudara Lin Kai.”


“Biarkan saja Rui’er … Adikmu tidak akan bisa melukai Lin Kai kecuali …” Fu Kuan terdiam tidak meneruskan kalimatnya. Hal itu membuat Sang Isteri terkejut dengan rasa penasaran.


Zhu San yang telah mendekat dan berada tak jauh dari mereka berdua, membenarkan apa yang dikatakan oleh Guru pertamanya.

__ADS_1


Walau Qin Ji memiliki kemampuan yang setara dengan nenek Qin Rui, namun bagi Lin Kai saat ini bukanlah lawan sepadan bagi Qin Ji.


Puluhan serangan Qin Ji yang cepat dan mematikan itu, dengan mudah Lin Kai hindari tanpa membalasnya satu kali pun.


Lin Kai yang mendengar perkataan Fu Kuan, akhirnya tersenyum saat menyadari apa yang dimaksud oleh Sahabatnya dengan kalimatnya yang terputus tadi.


Saat merasakan Tenaga Dalam Qin Ji meningkat dua kali lipat dari sebelumnya, Lin Kai sengaja menerima pukulan telak nenek itu yang tepat mengenai dadanya.


DUAGHH


AARRGHH


Tubuh Lin Kai pun terpental lebih dari lima meter dengan darah yang menyembur dari mulutnya.


Tubuhnya terhempas ke tanah dan Ia kembali memuntahkan darah segar untuk kedua kalinya. Hal yang membuat Qin Ji tersadar dari rasa marahnya.


“Kenapa Kau tidak menghindarinya?!”


Qin Ji berkata dengan rasa yang tak karuan, namun Ia tertegun saat mendengar kalimat Lin Kai sesaat kemudian.


“Aku telah melukai adik seperguruanmu dan Aku menerima seranganmu, agar Kau bisa membalaskan dendam adikmu itu. Ini juga kuanggap sebagai hukuman atas kejahatan yang kulakukan di masa lalu. Tuntaskanlah dan bunuhlah Aku. Aku rela mati di tanganmu”


Lin Kai berkata seraya duduk bersila dan meletakan kedua tangannya di belakang punggung. Ia bersiap menerima serangan Qin Ji berikutnya.


Zhu San yang panik melihat hal itu, akan segera bergerak menolong sang Guru. Namun Fu Kuan segera menahannya.


Zhu San hanya menatap heran ke arah Guru Pertamanya itu, Ia tak mengerti mengapa Gurunya bertindak seperti itu.


Tak ada yang mengenal Lin Kai melebihi Fu Kuan saat ini. Tak ada juga yang mengetahui jika saat ini, Fu Kuan sedang mendamprat Lin Kai di dalam benaknya.


“Dasar Bandot Tua … Pintar benar Ia berpura-pura seperti itu. Triknya benar-benar ampuh untuk menundukkan hati seorang wanita.”


******

__ADS_1


__ADS_2