
“Chi’er … Kau tetap disini, kurasa dengan kemampuanku sekarang, ke lima orang itu bisa kuhadapi sen…”. Kalimat Zhu San terhenti karena Bian Chi telah menjawabnya.
“Tidak San Gege …. Aku ingin menghajar mereka yang telah menghancurkan Istana!” Suara Bian Chi yang terdengar marah membuat Zhu San mengalah.”Baiklah … ayo!”
Mata Ju Yan, Qin Yu dan Lu Fang melotot lebar, saat sekejap kemudian, Zhu San dan Bian Chi seolah hilang dari pandangan mereka. Bahkan Si Bayangan Semu sekalipun terbengong melihat kecepatan gerak keduanya.
Kedatangan Zhu San dan Bian Chi yang muncul mendadak di hadapan Kang Ji dan yang lainnya, membuat mereka terkejut, terutama Hou Ming yang sebelumnya menghajar Zhu San dengan mudahnya.
“Sepertinya kekuatan anak muda ini berbeda dari terakhir kali saat Aku menghajarnya. Siapa mereka berdua? Mengapa Aku merasakan firasat buruk saat melihat keduanya?” Hou Ming hanya menggumam dalam benaknya.
“Bocah!! Dimana kau sembunyikan Kaisar Tua itu! Cepat katakan!” Kang Ji yang sudah gusar sedari tadi segera membentak Zhu San. Ia tidak terlihat terkejut dengan gerakan cepat yang Zhu San dan Bian Chi tunjukan tadi.
“Tua Bangka Peot Keriput jelek hidup pula, Tak akan kubiarkan kalian mengganggu Ayah dan Ibuku Lagi!” Zhu San membentak marah setelah mendengar ucapan Kang Ji.
Wajah Kang Ji seketika berubah kelam saat mendengar ucapan Zhu San yang dinilainya mencari mati dengan berkata seperti itu kepada dirinya yang merupakan jagoan nomor tiga Aliran Hitam Kekaisaran Wei.
Ia pun segera melesat cepat dengan gerakan tangan menampar mulut Zhu San. Tubuhnya seolah menghilang dan tiba-tiba muncul di depan Zhu San dalam waktu kurang dari satu detik saja.
PLAAK
Mata semua orang melotot lebar saat melihat tamparan tangan Kang Ji di tahan dengan mudah oleh Zhu San. Bahkan akibat beradu dengan lengan Zhu San, tubuh Kang Ji terpental hingga dua meter dengan raut wajah yang terkejut.
“Kau!”
Wajah Kang Ji terlihat terkejut sekaligus marah. Baru kali ini ada orang semuda Zhu San yang bisa membuatnya merasakan kebas setelah berbenturan serangan.
“Siapa Kau sebenarnya!? Dari mana Kau …!”
“Mau mati saja banyak omong!” Bian Chi yang sudah sangat marah, segera berkelebat menyerang Kang Ji dengan sangat kuat.
DUAGH!
Suara benturan keras kembali terdengar saat tendangan yang Bian Chi lesatkan ke arah kepala, berhasil ditahan oleh Kang Ji dengan mengangkat lengannya.
__ADS_1
“Tidak mungkin! Bagaimana bisa?!” Hou Ming sangat terkejut ketika melihat Kang Ji yang jauh lebih kuat darinya, bisa terpental sejauh itu saat menahan tendangan seorang perempuan.
Tubuh Jagoan nomor tiga Aliran Hitam Kekaisaran Wei itu, kembali terlempar hingga hampir sepuluh meter akibat benturan itu. Wajahnya semakin mengelam, setelah Ia lepas dari rasa terkejutnya.
“Kurang Ajar!!!”
Kang Ji berteriak keras seraya mengerahkan seluruh tenaga dalamnya. Aura yang sangat kuat dan mengintimidasi, segera memenuhi udara di sekitar mereka.
Bian Chi terlihat tidak peduli, Ia kembali melesat untuk menghajar Kang Ji dengan serangan Tapak Yinyang. Sesaat kemudian, keduanya terlihat telah bertukar serangan.
Sementara Zhu San segera tersenyum ke arah Hou Ming. Senyum yang membuat Hou Ming sedikit heran dan menjadi waspada. Begitu pun dengan Tong Bai dan Shao Meng.
”Beberapa waktu yang lalu Kau telah menampar dan menghajarku. Saat ini aku akan membayar lunas beserta dengan bonusnya!”
Tubuh Zhu San berkelebat sangat cepat setelah Ia berkata demikian. Tubuhnya seolah sirna dari pandangan mata.
PLAK
Terdengar suara keras saat telapak tangan Zhu San singgah di pipi Kanan Hou Ming yang menjerit marah dan terkejut. Tubuhnya pun terpental hingga belasan meter.
DUAGH
AARRRGGGH
Hou Ming memuntahkan darah segar saat tubuhnya kembali terpental. Beruntungnya Shao Meng segera datang membantu dengan menahan tubuhnya.
“Kakak … Bagaimana ini!?” tanya Shao Meng yang merasa jerih setelah melihat kemampuan yang kini Zhu San miliki.
“Pemuda itu, entah bagaimana caranya, sekarang jauh lebih kuat dariku. Aku tak bisa menang jika menghadapinya sendirian. Kita harus menggabungkan kekuatan kita.”
Hou Ming menjawab setelah menelan sebutir pil penyembuh dan mengalirkan tenaga dalamnya untuk mengobati luka di punggung akibat serangan Zhu San tadi.
Keduanya memandang Tong Bai dan Bayangan Kilat yang sedang mengeroyok Zhu San. Namun tak lama kemudian, kedua orang yang memiliki kemampuan tinggi itu, terpental dan melayang ke arah mereka.
__ADS_1
Shao Meng dan Hou Ming segera menahan tubuh keduanya. Bayangan Kilat nyaris saja pingsan, jika saja Hou Ming tidak mengalirkan hawa murni ke dalam tubuhnya.
“Dia benar-benar kuat! Kita harus menggabungkan kekuatan kita berempat untuk mengalahkannya dengan serangan energi.”
Ketiga orang lainnya setuju dengan perkataan Hou Ming. Mereka segera mengeluarkan senjata masing-masing dan mengerahkan kekuatan delapan puluh persen dari yang mereka miliki.
Hou Ming dan tiga orang lainnya, segera membuat jarak satu sama lainnya. Shao Meng mengeluarkan Pedang petir dari sarungnya yang berada di punggungnya.
Sementara Hou Ming mengeluarkan sebuah besi pendek dari balik jubahnya. Besi yang yang panjangnya sekitar satu jengkal itu seketika berubah menjadi satu meter ketika Ia mengalirkan energinya.
“Kakak … Kau akan menggunakan Pusaka Besi Petir Abadi? Apakah kami perlu menjauh dari tempat ini?” Tanya Shao Meng setelah melihat kakak seperguruannya mengeluarkan senjata pusaka warisan dari Guru mereka.
“Kalian serang dari sisi yang berlawanan dengan ku. Sehingga kalian cukup jauh dan tidak terkena imbas serangan petir abadi nanti.” Jawab Hou Ming sambil menatap Zhu San yang juga telah mengeluarkan Pedang Yang.
“Kakak … berhati-hatilah, Ia memiliki jurus yang sangat hebat dengan dengan pedangnya itu.” Shao Meng mengingatkan Hou Ming karena Ia pernah merasakan kehebatan jurus Zhu San.
“Aku tahu dan Aku sudah melihatnya sendiri.” Hou Ming menelan ludahnya. Teringat saat menyelamatkan adik seperguruannya itu dari serangan Zhu San yang sangat hebat.
Shao Meng, Tong Bai dan Bayangan Kilat segera melayang lebih tinggi lagi dan mengurung Zhu San dari sisi yang berlawanan dengan Hou Ming.
Namun rencana serangan mereka terhenti oleh berubahnya warna langit secara mendadak di atas pegunungan Laosan. Mereka pun segera mengalihkan pandangannya.
Terlihat oleh Zhu San, Hou Ming dan yang lainnya, jika pertarungan antara Bian Chi dan Kang Ji telah mencapai puncaknya.
Keduanya terlihat sedang mengerahkan kekuatan penuh mereka masing-masing dengan menggunakan serangan energi yang berbeda warna.
Kang Ji mengeluarkan energi yang berbentuk Ular Naga merah membara dari tongkatnya yang dikabarkan terbuat dari Tulang Raja Siluman Ular yang dibunuh oleh Gurunya sekitar dua ratus tahun lalu.
Namun hanya Zhu San yang mengetahui jika Bian Chi baru menggunakan lima puluh persen dari seluruh kekuatan yang Ia miliki saat ini.
“Chi’er … Berhati-hatilah! … Jangan Lengah! Lawanmu memiliki banyak pengalaman bertarung.”
Zhu San memperingatkan Bian Saat ia menyadari, Kang Ji sedang melakukan sesuatu yang terlihat mencurigakan.
__ADS_1
--------------O--------------