
Aku sangat yakin Dewi … Jurus yang digunakan oleh Jenderal Xie Han adalah jurus yang sama yang digunakan olehnya.” Phoenix Api Merah meyakinkan Qiu Lan akan keberadaan Shen Rong.
Wajah Qiu Lan terlihat memburuk, ingatannya kembali ke masa lebih dari seribu tahun lalu saat dimana Shen Rong menghabisi seluruh anak buahnya sendirian.
“Orang itu selalu menjadi penghalang langkahku dari waktu ke waktu. Seandainya Dia tidak memiliki Pedang Angin, Aku pasti bisa membunuhnya sejak dulu.” Terdengar suara geram Qiu Lan.
“Dewi … Bagaimana jika kita kembali ke Dunia Atas terlebih dahulu. Mengumpulkan Pendekar-pendekar hebat disana untuk menguasai Dunia Bawah ini.” Chi Yu mengutarakan idenya.
“Tapi kita masih butuh empat mayat gadis perawan untuk mengaktifkan Batu Tujuh Warna Bukan. Sedangkan di luar sana, Shen Rong mengawasi Kita.” Perkataan Qiu Lan membuat Chi Yu terdiam.
“Bagaimana jika Aku membantu Phoenix Api untuk mencari empat orang lagi. Dengan begitu kita bisa secepatnya kembali ke Dunia Atas.” Chi Yu tak kehabisan ide.
Kali ini Qiu Lan terlihat setuju dengan usulan Chi Yu. “Baiklah … Jika bertemu dengannya lagi, Kalian harus cepat kembali.”
Phoenix Api dan Chi Yu segera bergegas meninggalkan ruangan tersebut. Saat berada di atap, mereka mengedarkan pandangan mencari tahu apakah ada yang mengawasi mereka atau tidak.
Satu jam kemudian, mereka telah kembali dengan masing-masing memanggul dua mayat gadis muda. Qiu Lan tersenyum saat melihat empat mayat gadis tersebut.
Qiu Lan mengeluarkan tiga mayat gadis yang telah mereka culik semalam. Lalu Ia menyusun ketujuh mayat tersebut dengan mendekatkan kepala ketujuh mayat tersebut.
Lalu Qiu Lan mengeluarkan Batu Tujuh Warna dari dalam kotak pemberian Kaisar Liu Feng. Batu itu Ia letakkan diantara kepala ketujuh mayat yang kini membentuk lingkaran kecil.
Kurang dari satu menit setelah batu itu diletakkan, terjadi hal yang diluar nalar manusia. Dari tujuh kepala mayat itu, perlahan keluar asap hitam yang memasuki Batu Tujuh warna.
Semakin lama, asap yang memasuki batu itu semakin banyak seiring dengan menghilangnya bagian tubuh ketujuh mayat tersebut. Hal itu dimulai dari ujung jari kaki, hingga akhirnya selesai saat seluruh kepala mayat gadis-gadis perawan itu menghilang tanpa bekas.
Batu Tujuh warna seketika bersinar terang. “Dewi Kita berhasil!” Phoenix Api berkata dengan wajah yang gembira.
Qiu Lan lalu mengibaskan tangannya dan menyimpan Batu Tujuh warna di dalam Cincin Jiwanya.
“Dewi apa langkah kita selanjutnya?” Tanya Phoenix Api Merah sesaat setelah suasana berubah menjadi hening.
“Aku masih membutuhkan satu lagi mayat seorang gadis. Aku akan membuat duplikatku saat pernikahan dengan Kaisar Tua itu. Sehingga Ia tidak curiga bahwa diriku sedang berada di Dunia Atas.”
__ADS_1
Phoenix Api Merah tersenyum dengan kemampuan baru yang kini dimiliki oleh Tuannya, Dewi Kegelapan. Ia sangat yakin bahwa apa yang dulu dicita-citakan olehnya, Akan tercapai di masa sekarang.
***
Sehari menjelang Pernikahan Sang Kaisar, di Kota Baixan, tepatnya di kediaman Bangsawan Mu Bai, sedang terjadi pertemuan yang sangat penting.
Bangsawan Song Yu yang kemarin sore baru tiba di kota Baixan dengan membawa seluruh Anggota keluarganya serta lima ratus orang prajurit, hadir dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini akan membahas langkah mereka ke depannya, sehubungan menikahnya Sang Kaisar dengan Qiu Lan Sang Dewi Kegelapan.
Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut terkejut, saat Fu Kuan mengatakan bahwa Shen Rong adalah sosok yang telah membunuh Dewi Kegelapan lebih dari seribu tahun lalu.
“Leluhur Shen Rong … Mohon petunjuk Anda.” Dengan sikap yang penuh hormat, Fu Kuan mempersilahkan Shen Rong untuk menyampaikan apa yang Ia ketahui dan yang Ia rencanakan.
Shen Rong lalu berdiri dari duduknya. Ia lalu memulai penjelasannya. “Dewi Kegelapan memiliki Ambisi menguasai dunia. Ia akan menghabisi siapapun yang tidak mau tunduk kepadanya.”
Setelah berhenti sejenak, Shen Rong lalu menjelaskan bahwa Dewi Kegelapan memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Dengan menikahi Kaisar Liu Feng, maka ambisinya untuk menguasai dunia akan semakin terbuka lebar.
Hal itu karena Ia sudah tidak berjodoh lagi dengan Pedang Tanpa Bilah, satu-satunya senjata yang bisa mengalahkan kedahsyatan Senjata Pusaka milik Dewi Kegelapan.
Pedang Tanpa Bilah kini berjodoh dengan Zhu San yang saat ini sedang berlatih di Alam Jiwa. Keduanya Akan keluar dari Alam Jiwa mereka, paling cepat tiga minggu lagi dan paling lambat tiga bulan.
Selama menunggu keduanya kembali, Shen Rong meminta mereka untuk tetap berada di kota Baixan, agar Ia bisa melindungi mereka semua.
Hal itu karena Shen Rong memiliki dugaan bahwa setelah menikah nanti, Dewi Kegelapan akan mulai bergerak untuk memenuhi ambisinya.
Ia akan menaklukkan kota demi kota di Kekaisaran Liu. Lalu akan menginvasi Kekaisaran Kekaisaran Lain dan pada akhirnya akan menguasai seluruh dunia.
Rakyat akan menderita akibat ambisinya itu. Kematian dalam jumlah besar akan menjadi hal yang bisa dilihat setiap harinya. Tidak ada lagi kedamaian di dunia ini Jika Ia telah berkuasa.
Shen Rong juga meminta para Bangsawan untuk mempersiapkan tentara mereka secepatnya. Penjelasan Shen Rong terhenti saat tiba-tiba seorang perwira prajurit memasuki Ruang pertemuan dengan wajah pucat.
Suasana pertemuan dikejutkan informasi yang diberikan oleh Perwira bagian intelijen itu. Ia baru saja mendapat berita dari anggota mereka yang berada di Kota Shangyu.
__ADS_1
Berita itu mengatakan bahwa Kaisar Liu Feng telah menetapkan Jenderal Xie Han dan Isterinya Liu Ling sebagai Buronan Kekaisaran.
Bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya, akan diberi hadiah seribu keping emas. Selain itu bagi yang melindunginya dianggap telah melawan negara dan akan dihukum mati.
Informasi lain dalam surat dari Ibukota itu menyebutkan bahwa Kaisar Liu Feng akan meresmikan Pasukan Khusus Kekaisaran yang beranggotakan tiga ribu orang Pendekar pilihan.
Semua orang terkejut mendengar informasi tersebut. Mereka pun memandang ke arah Xie Han dan Liu Ling yang kini tertunduk dengan wajah yang terlihat bersalah.
Shen Rong yang melihat hal itu segera angkat bicara. “Tidak perlu khawatir dengan berita tersebut. Mereka berdua berada dalam perlindunganku. Dan hari ini juga, Aku umumkan bahwa mereka berdua Aku angkat sebagai muridku.”
Xie Han dan Liu Ling terkejut saat mendengar hal tersebut. Demikian juga dengan yang lainnya. Hanya Fu Kuan dan Lin Kai yang bersikap biasa karena telah mengetahui rencana Shen Rong tentang hal tersebut.
***
Sementara di Alam Jiwa, Zhu San dan Bian Chi masih terlihat duduk bermeditasi dengan jarak sepuluh meter satu sama lainnya.
Sudah dua bulan lebih mereka menyerap khasiat Buah Apel Dewa yang kini masih tersisa setengahnya.
Zhu San bisa merasakan energi qi di dalam tubuhnya, telah meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya. Namun Buah Apel Dewa masih tersisa sebagian.
Buah Dewa itu, berhasil mereka serap semuanya dalam waktu empat bulan atau enam belas hari hitungan waktu di dunia nyata.
Keduanya membuka mata mereka lalu bangkit dari duduk meditasi mereka yang empat bulan lamanya.
Baik Zhu San dan Bian Chi bisa merasakan, jika energi dalam tubuh mereka, meningkat enam kali lipat dari sebelumnya. Hal yang tidak pernah mereka duga akan terjadi dalam waktu sesingkat itu.
Keduanya segera membuka kitab Pedang Tanpa Bilah. Dahi keduanya terlihat mengerut sesaat kemudian, setelah membaca petunjuk di halaman pertama Kitab tersebut.
“San Gege … Akan butuh waktu yang lama untuk bisa menguasai jurus Pedang Angin ini. Apakah tidak terlambat bagi kita untuk kembali ke dunia nyata?”
Wajah Zhu San terlihat memburuk mendengar pertanyaan isterinya itu. Kekhawatiran di hatinya semakin membesar. Namun sesaat kemudian Ia tersenyum seraya mengeluarkan Kitab lain yang diberikan oleh Shen Rong.
----------------------O---------------------------
__ADS_1