Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
069: Bertamu Ke Rumah Sendiri 3


__ADS_3

“Siapa Kau!!”


Di Yun membentak dengan kesal saat Ia berhasil menghindari tebasan pedang panjang dari seorang pria yang mengenakan topeng putih untuk menutupi sebagian wajahnya.


Sementara itu, Rei Ji tertegun melihat sosok pria berjubah putih yang kini membelakangi dirinya. Ia berniat untuk menghadang Di Yun yang hendak melarikan diri.


Namun Ia kalah cepat dari Pria Berjubah Putih yang seluruh rambut panjangnya, terurai bebas tanpa diikat sama sekali.


Zhu San yang melihat kedatangan Pria bertopeng itu, seketika wajahnya berubah menjadi ceria.


Rasa bahagia, membuncah di hatinya saat mendapati Ayahnya juga berada disini. Dan Ia tersenyum saat benaknya berkata.


“Ibu pasti akan sangat bahagia ketika kami berdua menemuinya nanti.”


Hal itu membuat Cong Hai yang sedang terpana, karena melihat Zhu San melayang di udara setinggi lima meter dari tanah, mengalihkan pandangan matanya.


Dahinya berkerut saat Ia mendapati rekannya Di Yun, baru saja membentak seorang Pria berjubah putih yang memakai topeng berwarna putih pula.


“Mengapa pemuda ini terlihat gembira melihat pria bertopeng itu? Apakah Pria itu guru pem …”


Perkataan Cong Hai yang dalam benaknya itu, terputus sesaat setelah melihat Pria bertopeng putih melepaskan topengnya.


Mata Cong Hai seketika melotot lebar saat melihat wajah di balik topeng putih itu.


“Tidak mungkin! Bagaimana Dia masih hidup?!”


Cong Hai terkejut bukan kepalang, saat melihat sosok Bangsawan Zhu Han Asli, masih hidup dan kini berada di depannya.


Sementara Di Yun terjajar mundur ketika mengenali sosok di depannya. Rasa takut pun mulai merasuki hatinya, mengingat betapa cepatnya serangan pedang dari orang yang pernah Ia injak wajahnya itu.


“Kau !! Tidak mungkin … Bagaimana bisa Kau masih hidup?”


Di Yun berkata dengan suara yang bergetar, seraya mundur dua langkah. Ia yang sudah jerih saat melihat Zhu San bisa melayang, kini harus berhadapan dengan sosok yang pernah Ia aniaya tiga tahun lalu.


“Anggap saja Aku hantu penasaran yang ingin membunuhmu dengan kematian yang menyakitkan.”


Selepas berkata demikian, Zhu Han segera melesat cepat menebaskan pedang panjang dari Gurunya, Pendekar Seribu Wajah.


Walau merasa takut, Di Yun tak ingin mati konyol. Ia pun menangkis tebasan pedang panjang itu dengan kapak besar miliknya.


TRAANG !!

__ADS_1


Suara keras dari benturan senjata yang beradu itu, mengawali pertarungan keduanya.


Zhu San tersenyum lebar saat melihat kemampuan Ayahnya telah meningkat lebih tinggi. Hanya saja Ia tak bisa terus melihat pertarungan Ayahnya itu.


Sosok Cong Hai di depannya harus segera Ia tamatkan dulu riwayat hidupnya. Zhu San pun berkelebat dengan Langkah Angin saat melihat Cong Hai kembali memandangnya.


Kecepatan gerak Zhu San bukan sesuatu yang mudah untuk diimbangi oleh Pendekar tingkat tinggi level satu seperti Cong Hai.


DUAAGH !!!


AARRRGGGH !!!


Tubuh Cong Hai terpental belasan meter dan jatuh di dekat salah satu potongan tubuh Peng Hu yang bersimbah darah.


Darah pun menyembur dari mulut Cong Hai akibat tendangan Kaki Baja Zhu San yang baru saja mendarat telak di dadanya.


Wajah Cong Hai menjadi pucat, merasakan sakit amat sangat di dadanya yang kini terasa begitu sesak.


Baru saja Cong Hai berdiri, Zhu San telah berada satu meter di depannya. Sebuah tinju keras melesat cepat ke arah dagu Cong Hai dan membuat tubuhnya kembali terjungkal dengan mata berkunang-kunang.


Zhu San yang telah memasukan kembali Pedang Yinyang ke Cincin Jiwa Yinyang, segera melangkah mendekati Cong Hai yang masih tergeletak di tanah, mencoba untuk mempertahankan kesadarannya.


Baru saja Ia hendak berdiri, sebuah injakan kuat di punggung, membuat tubuhnya kembali melantai di tanah yang basah oleh embun malam.


Setelah berkata demikian, Zhu San segera mengalirkan lima puluh persen tenaganya untuk menghancurkan tenaga dalam Cong Hai.


Energi panas dan dingin yang sangat besar, segera saja memasuki tubuh Cong Hai yang seketika itu juga, meronta-ronta kesakitan.


Kedua energi yang berbeda hawa itu, segera mengalir deras ke arah bagian pusar dan menghancurkan tenaga dalam Cong Hai membuat tubuhnya seketika menjadi lemas.


Zhu San segera mencengkeram tengkuk Cong Hai dan mengangkat tubuhnya. Tanpa Zhu San sadari, mulut Cong Hai sedang berkomat-kamit membaca sebuah mantera.


Pedang tumpul di tangannya tiba-tiba saja memendarkan cahaya kuning dan tiba-tiba melesat sangat cepat ke arah selatan dan meninggalkan Cong Hai yang kini tertawa sebelum berkata kepada Zhu San.


“Bunuhlah Aku, maka guruku Sang Raja Pedang Akan mencarimu setelah pedang tumpulku itu sampai kepadanya.”


Zhu San yang tertegun saat melihat Pedang Tumpul Cong Hai melayang dan melesat sangat cepat, menjadi sangat marah.


Ia pun segera mengeraskan cengkraman di leher Cong Hai yang seketika tewas dengan leher yang remuk.


Zhu San pun segera melompat ke udara lalu melayang di udara. Ia mencoba mengejar Pedang Tumpul yang melesat sangat cepat dan telah jauh berada di depannya.

__ADS_1


Zhu San tidak menduga jika pedang Tumpul itu adalah pusaka yang kekuatannya disejajarkan dengan Sepuluh Senjata Legenda dalam sejarah.


Awalnya Ia hanya menganggap pedang tumpul itu pedang pusaka biasa. Namun saat ini ia baru menyadari kesalahannya.


Zhu San pun menjadi was-was saat Ia melihat pedang itu semakin menjauhi dirinya, Ia telah mengerahkan kecepatan terbangnya pada kecepatan maksimalnya.


Namun pedang itu belum juga bisa Ia dekati bahkan sebaliknya semakin menjauh dari dirinya.


Satu menit sudah sejak Ia mulai melayang mengejar pedang Tumpul Cong Hai. Zhu San pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengejar pedang itu, saat melihat apa yang terjadi di bawahnya.


Sebuah pertempuran yang tak seimbang dalam jumlah itu, terjadi di tepi hutan tempat dimana markas rahasia Komandan Chao Fan berada.


Dahi Zhu San pun berkerut saat Ia melihat, betapa buruknya situasi yang sedang dihadapi oleh sepuluh anggota Pasukan Heise saat ini.


Mereka sedang berjibaku melawan tiga orang yang memiliki kemampuan tingkat tinggi level satu dan level tiga.


Zhu San tersenyum sesaat sebelum Ia melesat turun dan melemparkan pedang Yinyang setelah mengeluarkannya dari Cincin Jiwa Yinyang.


Pedang Yinyang segera melesat terbang ke arah sosok pendekar tinggi level lima yang tidak lain adalah Chou Bai yang berwujud persis dengan Ayah Zhu San.


“Jadi dia tidak berada di kediamannya karena menyerang Markas rahasia Paman Chao Fan. Apakah Dia mengetahui Kedatanganku atau karena …”


Zhu San terdiam saat menyadari, bahwa hilangnya lima pengawal yang merupakan anak buah Gubernur Kota Shinzu itu, mungkin menjadi sebab markas rahasia itu kini diserang oleh Chou Bai.


Sementara itu, pertempuran di tepi hutan yang diterangi oleh obor di tangan para prajurit Kota Shinzu, terlihat berhenti saat Chou Bai berteriak keras.


Teriakan itu mengejutkan mereka semua, apalagi setelah melihat sebuah pedang yang melayang dan bergerak sendiri, sedang menyerang Chou Bai.


“Bantu Aku jangan diam saja!”


Chou Bai berteriak keras memerintahkan kedua pengawalnya untuk membantu dirinya menahan serangan pedang aneh itu.


*****


Terimakasih yang mendalam Author Ucapkan kepada Saudara WANDI R. SAPUTRA Atas Apresiasi Tips Yang diberikan kepada Author.


Ini sangat berarti sekali bagi Author, Semoga Author bisa membalasnya dengan terus berkarya semaksimal yang Author bisa.


With Love


🙏🙏😍🙏🙏

__ADS_1


Auraga


__ADS_2