
“Seburuk itukah situasinya?” Wajah Tian Long terlihat sedih mendengar situasi Kekaisaran Hun yang kini terbalik dari situasi terakhir saat Ia memutuskan untuk mengasingkan dirinya.
“Benar Sesepuh. Selain itu kekuatan Kaisar Hun saat ini yang tak lain adalah Reinkarnasi Dewi Kematian, sangatlah tinggi. Namun begitu, kami berdua yakin bisa mengalahkannya.” Jawab Zhu San.
Lalu Zhu San menjelaskan jika ada orang yang mampu menghadapi Sepasang Pendekar Hantu dan Iblis Bukit Pelangi, maka Zhu San yakin bisa memenangi pertarungannya dengan Sang Dewi kematian.
Untuk itulah Zhu San meminta kepada Tian Long agar kembali memimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih dan mengembalikan kedamaian di Kekaisaran Hun.
Ruan Lao pun melakukan hal yang sama. Ia merasa dirinya tenang untuk bergabung dengan Aliansi Pendekar Aliran Putih jika Gurunya tersebut yang memimpin.
“Lalu bagaimana dengan Tang Yun yang katamu akan datang kemari. Aku tak mungkin akan mengambil alih jabatan itu darinya bukan? Bagaimana Perasaannya.” Tanya Tian Long sambil menuangkan arak ke dalam cawan khusus untuknya.
Zhu San dan Ketua Ruan Lao pun saling berpandangan. Tentu saja mereka belum berpikir sejauh itu. Zhu San dan Tian Long tiba-tiba menatap ke arah pintu.
“Kami sangat senang jika Kau berkenan memimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih. Jangan pikirkan perasaan jika itu semua demi kedamaian puluhan ribu manusia.”
Sebuah suara muncul dari balik pintu.”Yang Xio! Kau rupanya. Selamat datang di Sekte Pedang Bumi!” Tian Long berdiri untuk menyambut Yang Xio dan Tang Yun yang baru saja tiba.
“Aku kira Kau sudah Tamasya di Alam Baka sana, Aku hampir saja menyusulmu Tian Long. Hahahaha.” Keduanya berpelukan layaknya seorang saudara.
“Saudaraku Yang Xio, sudah lama sekali kita tidak bermain catur. Aku rasa kali ini Kau tidak akan bisa menang satu kali pun dariku. Hahahaha.” Tian Long melepas pelukannya.
“Huh … Jika Kau menang dari ku satu kali saja, maka Akan ku turuti perintahmu selama tiga hari tiga malam. Bagaimana? Apakah Kau berani bermain denganku?”
Yang Xio terlihat tidak mau kalah. Tian Long pun tertawa lalu memerintahkan Ruan Lao untuk mempersiapkan tempat dimana Ia biasa bermain catur dengan Yang Xio di masa dua puluh tahun lalu.
“Guru … Aku akan perintahkan para tetua menyiapkannya. Tapi bagaimana dengan pembicaraan kita sebelumnya?” Tanya Ruan Lao. Hal itu senada dengan apa yang ada di benak Zhu San.
“Sesepuh Tian Long Tang Yun memberi hormat. Sesepuh … Demi Kedamaian seluruh rakyat Kekaisaran Hun, Aku mohon Sesepuh Tian Long berkenan menggantikan diriku untuk memimpin Aliansi Pendekar Aliran Putih Kekaisaran Hun.”
__ADS_1
Tang Yun berbicara setelah berdiri dan memberi hormat kepada Tian Long yang menanggapinya dengan senyuman.
“Aku sudah tua, sudah saatnya ada yang menggantikanku. Yun’er Kau memiliki kepribadian yang bagus untuk menjadi pemimpin Aliansi. Aku akan mendukungmu dan membantumu untuk menyatukan seluruh Pendekar Aliran Putih di Kekaisaran Hun.”
“Sesepuh ….” Tang Yun hendak berbicara, namun Tian Long mengangkat tangannya.
“Yang Xio … Sepertinya kita harus menunda dulu pertandingan catur kita. Kita bantu Yun’er dengan mengunjungi sekte-sekte aliran putih agar bersedia bergabung dengan Aliansi.”
Yang Xio terlihat setuju dengan menganggukkan kepalanya sebelum berkata.”Baiklah sudah lama kita tidak berkelana bersama lagi. Kapan kita berangkat?”
“Sesepuh berdua, dalam waktu tiga hari ke depan ini, para pendekar itu masih akan berpesta pernikahan Pemimpin mereka. Kurasa mereka akan bergerak dua minggu dari sekarang. Sebaiknya kita secepat mungkin menghimpun kekuatan.”
Zhu San berkata demikian karena Ia tak sengaja mendengar hal tersebut dari pembicaraan para anggota Aliansi Aliran Hitam, saat menyaksikan acara pernikahan Gao Yan dan Qiu Lan.
“Baiklah … Kami berangkat sekarang ke Sekte Aliran putih yang lain.!” Tian Long segera melesat keluar ruangan diikuti oleh Yang Xio.
Setelah kedua sesepuh yang merupakan sahabat baik itu pergi, Tang Yun masih terdiam dalam duduknya. Ketua Ruan Lao pun segera menyapanya.
“Terimakasih atas dukungan Anda dan Sekte Pedang Bumi Ketua Lao.” Tang Yun berdiri sambil memberi hormatnya. Wajahnya terlihat lebih cerah dari sebelumnya.
“Paman Tang Yun dan Ketua Lao … Aku dan Isteriku akan kembali ke ke Kota Hungdao, karena nanti malam ada hal yang harus kami urus terlebih dahulu.”
Zhu San dan Bian Chi berdiri dari duduknya. Keduanya memberi hormat sebelum meninggalkan ruangan itu. Sementara tang Yun akan berbicara lebih lanjut dengan Ketua Ruan Lao tentang langkah aliansi berikutnya.
Zhu San dan Bian Chi kembali melayang di udara menuju ke Kota Hungdao. Keduanya berencana menyelesaikan urusan mereka terlebih dahulu yaitu menghabisi Bangsawan Wu Lei dan Bangsawan An He.
Keduanya berubah wujud kembali menjadi sepasang kakek dan nenek, saat memasuki Kota Hungdao. Keduanya tiba di kota itu, saat hari baru saja berganti malam.
“San Gege … Apakah kita akan langsung menyerang atau beristirahat dulu.” Tanya Bian Chi.
__ADS_1
“Kita istirahat dulu sambil menunggu malam sedikit larut. Mungkin kedua bangsawan itu saat ini masih di berpesta di Istana.” Zhu San lalu merebahkan tubuhnya di pembaringan yang diikuti Bian Chi.
****
Sementara itu di Istana Kekaisaran Hun, tengah berlangsung pesta pernikahan Gao Yan dan Qiu Lan. Terlihat Iblis Bukit Pelangi dan Sepasang Pendekar Hantu tengah minum arak di sebuah meja besar.
Mereka minum bersama dengan Wang Bu dan satu orang Kakek yang merupakan Pendekar Aliran Hitam yang juga setara dengan Wang Bu. Dia Adalah Pendekar Harimau Merah. Guru dari Tiga Harimau Merah.
Pendekar Harimau Merah, saat ini bekerjasama dengan Bangsawan Wu Lei dan Bangsawan An He. Hal itu karena Ia memang gemar berpesta dan menghamburkan uang.
Dengan bekerjasama melaksanakan permintaan kedua bangsawan itu, Pendekar Harimau Merah mendapat banyak sekali uang apalagi setelah Anggotanya berhasil membunuh Mu Dao.
Suasana pesta sedikit terganggu saat tiba-tiba seorang pendekar memasuki ruang dengan wajah pucat. Ia segera berlutut di dekat Iblis Bukit Pelangi, Xin Qung.
“Lapor Sesepuh ada berita buruk. Ketua Kami… Ketua Tiga Hantu Bukit Pelangi yang hingga saat ini belum kembali dari Sekte Pedang Bumi, dikabarkan telah tewas.” Ucap Pendekar itu dengan suara gemetar.
“Apa Katamu!” Raut Wajah Xin Qung berubah seketika. Ia mencengkeram leher pendekar itu dengan kasar.
“Siapa yang membunuhnya! Ruan Lao tidak mungkin bisa membunuh ketiga muridku sekaligus.” Suasana pun menjadi tegang dengan kemarahan Xin Qung.
“Ampun Sesepuh … Kabarnya sepasang suami isteri yang masih muda dan berasal dari kekaisaran Liu!” Jawab Pendekar itu dengan cepat.
Wajah Xing Qung seketika menjadi murka. Ia melemparkan anggota tersebut. Beruntungnya, Sepasang Pendekar Hantu menahan dengan energi tenaga dalam mereka agar kepala pendekar itu tidak menghantam dinding.
“Tenangkan dirimu Saudara Xin Qung. Jangan sampai ada darah tumpah di pesta pernikahan ini.” Salah Satu dari sepasang Pendekar Hantu berkata dengan suara dingin dana tatapan mata yang tajam ke arah Xin Qung.
Xin Qung pun terdiam. Sesaat kemudian Ia Berdiri dan menegak arak di dalam guci dan menghabiskannya. “Kau … cari tau dimana sepasang suami isteri itu berada!”
“Baik Sesepuh!” Pria yang hampir tewas itu segera menjawab dan pergi dari hadapan Xin Qung.
__ADS_1
“Sepasang Pendekar dari Kekaisaran Liu? Jangan-jangan …” Wajah Bangsawan Wu Lei seketika memucat mendengar hal itu.
------------------O--------------------