
“Pendekar Muda, apa maksud Anda menghadang Kami dengan cara demikian?” Huo Long menjadi curiga dengan apa yang Zhu San dan Bian Chi lakukan. Ia mencabut pedang dari sarungya.
“Maaf Tetua Huo … Aku bermaksud untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi tentang Kaisar Hun sekarang. Aku merasa anda memiliki banyak informasi lain. Untuk itulah kami berdua akan membantu anda.”
Tetua Huo tidak menurunkan kewaspadaanya walau Zhu San telah berkata demikian. Bian Chi yang melihat kecurigaan itu, menjadi kesal. “Tetua Huo, jika kami berniat buruk kepada anda, apakah anda semua bisa mengalahkan kami?”
Pertanyaan Bian Chi membuat Tetua Huo tersadar, seorang pendekar yang bisa melayang di udara seperti mereka berdua, memang bukan lawan untuknya. Mungkin hanya gurunya saja yang bisa mengalahkan mereka.
“Maafkan sikap kami nona. Kami harus waspada terhadap semua orang yang baru kami kenal.” Tetua Huo memasukan kembali pedang ke dalam sarung di pinggangnya.
Zhu San lalu menanyakan kemana tujuan mereka selanjutnya. Tetua Huo pun mengatakan jika Ia akan membawa Putera mahkota ke sektenya yang bernama Sekte Pedang Bumi.
Zhu San kemudian mengutarakan, jika memang mereka sedang dikejar oleh seseorang sebaiknya membuat jejak pengalihan saja. Tetua Huo mengerutkan dahinya saat Zhu San menyarankan sesuatu kepadanya.
“Ia akan membawa kami semua melayang di udara? Apakah Ia bisa melakukan itu? Atau jangan-jangan Ia akan membuat kami kehilangan kuda dan tidak bisa pergi dari tempat ini dengan cepat.”
Tetua Huo dalam kebimbangan ketika Zhu San mengatakan rencananya itu. Namun sekali lagi Ia menyadari jika pemuda di hadapannya itu. bisa dengan mudah membunuh mereka. Untuk apa bersusah payah mengutarakan rencana seperti itu.
Ia pun memerintahkan rekan-rekannya untuk melepaskan kuda mereka kedua arah yang berbeda. Walau mendapat tatapan tidak setuju dari ke empat orang temannya, tetua Huo tetap melakukan seperti rencana Zhu San.
Setelah kuda-kuda mereka hiLongdi balik pepohonan, Zhu San lalu meminta mereka mengelilingi dirinya. Agar Ia bisa membawa mereka semua melayang di udara.
“Sungguh Pendekar muda yang hebat.” Dalam benaknya Pendekar Huo terkagum-kagum saat Zhu San membawa mereka berlima, melayang di ketinggian lebih dari seratus meter di udara.
Mereka pun tiba di Sekte Pedang Bumi dalam waktu yang lima kali lipat lebih cepat dari yang bisa Tetua Huo dan rekan-rekannya lakukan.
Kedatangan mereka membuat seisi Sekte Pedang Bumi menjadi gempar. Baru kali ini mereka melihat seseorang yang bisa melakukan seperti yang baru saja Zhu San lakukan.
__ADS_1
“Terimakasih San’er … Maafkan Kami yang tadi telah berprasangka buruk terhadap mu dan isterimu. Mari berbincang di dalam, Ketua Sekte pasti senang bertemu dengan mu.”
Sikap Tetua Hu Long berubah setelah berbincang dengan Zhu San selama dalam perjalanan mereka yang berlangsung dalam waktu lima jam itu.
“Baiklah Paman Huo.” Zhu San pun mengikuti langkah Tetua Huo menuju ke sebuah bangunan yang terbesar yang berada di dalam wilayah Sekte Pedang Bumi itu.
“Itu Ketua Ruan Lou telah menyambut kita.” Huo Long segera berkata saat melihat seorang kakek berusia sekitar delapan puluhan tahun keluar dari pintu bangunan tersebut.
Tetua Huo segera memberi hormat kepada ketua Sektenya dan Zhu San melakukan penghormatan dengan caranya sendiri.
Mereka pun akhirnya berbincang-bincang di dalam ruangan itu setelah Ketua Ruan Lou mengucapkan terimakasih atas bantuan Zhu San.
Setelah mendengar informasi dari tetua Huo Long, Ketua Ruan Lou segera memerintahkan Tetua bagian keamanan untuk meningkatkan penjagaan di sekte mereka.
Terlihat sedikit kegelisahan Ketua Ruan Lou saat mendengar nama Tiga Setan Bukit Pelangi yang sedang mengejar tetua Huo Long dan rekan-rekannya.
Namun Ia menyadari jika pemuda di depannya itu memiliki kemampuan yang lebih tinggi darinya. Terbukti dengan Ia bisa membawa lima orang melayang, hal yang tak bisa Ia lakukan.
Malam itu Zhu San mendapat informasi tentang Qiu Lan dari tetua Huo. Dikabarkan Qiu Lan menjadi jauh lebih kuat setelah Ia kembali dari Kekaisaran Wei.
Kabarnya ia mengambil beberapa pusaka dan kitab-kitab kuno yang telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Ia kembali Kekaisaran Hun dengan seorang pemuda berkemampuan tinggi yang akan menjadi suaminya beberapa hari lagi.
Informasi itu membuat Zhu San dan Bian Chi semakin yakin jika Qiu Lan adalah Sosok Dewi Kematian yang mereka cari. Tetua Huo pun melanjutkan penjelasannya.
Selain itu, Qiu Lan telah mengumpulkan puluhan pendekar tingkat tinggi dari sekte Aliran Hitam di Kekaisaran Hun beserta dengan seluruh anggotanya.
Mereka membentuk Aliansi untuk menaklukkan kekaisaran lain dengan prajurit dari anggota Sekte-sekte aliran Hitam dan netral yang telah bergabung itu.
__ADS_1
Hal ini sedikit mengejutkan Zhu San dan Bian Chi saat mengetahui jumlah para pendekar aliran hitam yang tergabung mencapai tiga puluh ribu orang.
Sementara Prajurit kekaisaran Hun sendiri setidaknya berjumlah lima puluh ribu orang. Kekuatan sebesar itu, bisa dengan mudah menaklukkan kekaisaran Liu.
Selain itu Zhu San juga mendapat kabar bahwa tiga orang jagoan nomor dua dan nomor Tiga Aliran putih Kekaisaran Hun telah tewas terbunuh oleh Aliansi Aliran hitam dengan cara licik.
***
Pagi hari saat matahari baru beberapa jam menunjukan dirinya, suara lonceng tanda bahaya berbunyi dengan keras di wilayah Sekte Pedang Bumi.
Ruan Lao segera memasuki ruangan pribadinya dan kembali membawa pedang pusakanya yang bernama Pedang Bumi. Pedang Pusaka itu memancarkan aura kekuatan yang menakutkan.
Sementara Tetua Huo dan Zhu San serta Bian Chi segera bergerak ek arah pintu gerbang, dimana suara pertarungan berasal. Ketiganya mendapati situasi yang menyedihkan.
Belasan orang anggota sekte yang berjaga telah tumbang dengan luka yang parah. Sebagian telah tewas saat tetua Huo Long berteriak kepada anggota sektenya yang lain.
Kini kedua belah pihak telah saling menjaga jarak dan menghentikan pertarungan mereka. Terlihat setidaknya tiga puluh orang bertopeng, dengan pedang terhunus, bersiap menyerang.
“Hahahaha … Huo Long akhirnya kau menunjukan batang hidungmu!” Terdengar suara seorang pria dari belakang ketiga puluh orang bertopeng itu.
Tiga orang terlihat melangkah maju ke depan tiga puluh orang bertopeng. Mereka adalah Tiga Setan Bukit Pelangi, murid dari Iblis Bukit Pelangi yang merupakan jagoan nomor dua Aliran Hitam Kekaisaran Hun.
“Siapa yang berani menyerang Sekte Pedang Bumi!” Sebuah suara dengan tenaga dalam tinggi, membahana sesaat sebelum Ruan Lao turun dari udara dan menjejakkan kakinya di depan Huo Long serta para tetua lain yang telah berdatangan.
Tiga Setan Bukit Pelangi hanya menyeringai lebar melihat kedatangan Ruan Lao Sang Ketua dari sekte yang akan mereka hancurkan itu.
-------------------------O---------------------------
__ADS_1