Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
271: Shu Luan dan Qiao Hung


__ADS_3

Keesokan harinya, terjadi kesibukan luar biasa di Kekaisaran Liu. Ratusan pelayan istana dan prajurit, bekerja ekstra untuk mempersiapkan segala sesuatu menyambut hari pernikahan Sang Kaisar.


Pernikahan yang akan dilakukan tujuh hari lagi, menjadi hajat besar Pejabat Istana Kekaisaran dan melibatkan seluruh menteri serta Bangsawan di kota Shangyu.


Sementara di kota Baixan, Fu Kuan dan Qin Rui sedang menyambut pagi sambil minum teh di beranda bangunan yang dihadiahkan oleh Bangsawan Mu Bai atas jasanya melindungi kota tersebut.


“Siapakah yang bernama Zhu San? Tunjukkan dirimu! Atau Ku hancurkan kota ini!” Tiba-tiba sebuah suara sepuh, menggelegar memenuhi kota Baixan.


Hal itu membuat Penduduk kota segera melihat ke udara, sejauh seratus meter di atas tanah. Fu Kuan yang mendengar nama muridnya disebut, terkesiap saat tiba-tiba merasakan aura kekuatan yang begitu besar.


“An Gege … Siapakah yang mencari San’er? Kekuatannya sangat besar sekali.”


Kekhawatiran segera memenuhi benak Qin Rui saat merasakan Aura Kekuatan besar yang begitu mengintimidasi itu. “Entahlah … Siapapun dia, Aku harus mencegahnya menghancurkan kota ini.” Ucap Fu Kuan yang segera berdiri dari duduknya.


“An Gege … Hati-hatilah …” Qin Rui berkata dengan suara bergetar. Setelah menganggukkan kepala, Fu Kuan pun segera melesat ke udara untuk menemui sosok yang mencari muridnya itu.


“Siapa anda dan mengapa anda mencari seseorang dengan cara tak sopan seperti ini?”Fu Kuan bertanya saat Ia berada lima meter di hadapan Sosok Sepuh yang tadi berteriak.


Belum mendapat jawaban atas pertanyaannya, Fu Kuan dikejutkan dengan melesatnya seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun dari sebuah bangunan kota.


“Sesepuh Luan … Aku mendapat informasi bahwa Pemuda bernama Zhu San itu sudah meninggalkan kota ini cukup lama, sekitar dua atau tiga minggu lalu. Siapakah kakek ini Sesepuh Luan?”


Sosok sepuh yang dipanggil Luan menggelengkan kepalanya. “Siapa anda sesepuh? Mengapa anda menemui kami?”


Pria itu kini bertanya kepada Fu Kuan. ‘Aku Fu Kuan, orang yang kalian cari adalah muridku. Ada apa kalian mencarinya?”


Fu Kuan balik bertanya. Firasatnya pun memburuk setelah mendengar ucapan pria setengah baya itu.


”Rupanya kau guru dari pemuda yang telah membunuh adikku, Qiao Bun. Jika dirinya tak ada, maka kaulah sebagai gantinya. Bukankah begitu Sesepuh Shu Luan?”


“Benar sekali Qiao Hung, kita habisi saja kakek ini bersama-sama untuk membalas kematian muridku Tsao Beng dan juga adikmu Qiao Bun.”


Sosok yang dipanggil Shu Luan berkata dengan tatapan membunuh ke arah Fu Kuan yang baru memahami situasi yang Ia hadapi.


“Kekuatan keduanya setara denganku. Apakah aku mampu menghadapi mereka berdua secara bersamaan?” Fu Kuan segera bersiap dengan jurus Tinju Besinya.

__ADS_1


“An Gege … Ini Pedangmu!” Qin Rui yang telah mahir melayang di udara sejak dua minggu lalu, datang dengan membawa Pedang Bintang Merah dan menyerahkannya kepada Sang Suami.


Wajah Qin Rui memburuk saat mengetahui identitas kedua orang tersebut. Ia pun memutuskan untuk membantu Fu Kuan walau mengetahui kekuatan lawan berada jauh di atasnya.


Fu Kuan gagal membujuk Qin Rui agar pergi dari tempat tersebut. Qin Rui sudah bertekad untuk sehidup semati dengan Sang Suami.


“Sungguh kalian berdua adalah Tua Bangka yang romantis. Baiklah Kami akan menghabisi kalian berdua agar kalian bisa bersama-sama pergi Ke neraka.”


Selepas berkata demikian, Shu Luan segera berkelebat menyerang Fu Kuan dengan tendangan yang sangat kuat. Fu Kuan yang tak ingin gegabah, menghindari serangan tersebut.


Pertukaran serangan segera terjadi dengan cepat antara Shu Luan dengan Fu Kuan. Jurus Tinju Besi Fu Kuan, berhasil mengimbangi jurus Tapak yang Shu Luan gunakan.


DUAAGGH


Aargghhh!!


Qin Rui yang baru saja memulai pertarungan dengan Qiao Hung, sedikit lengah sehingga punggungnya terkena tendangan kuat Qiao Hung.


Tubuhnya terpental beberapa meter dengan mulut menyemburkan darah. Fu Kuan yang melihat hal itu, segera melesat mengejar tubuh Sang Isteri yang hendak meluncur jatuh.


Qin Rui yang hampir kehilangan kesadarannya, berhasil menguasai diri setelah Fu Kuan mengalirkan energi murni ke punggung yang terkena tendangan.


Qin Rui menolak perintah Fu Kuan yang mengorbankan diri untuk menyelamatkan dirinya serta yang lain. Sempat terjadi perdebatan kecil diantara keduanya. Hingga akhirnya Fu Kuan berkata dengan suara tegas.


Qin Rui akhirnya menuruti perkataan Fu Kuan. Dengan berlinang air mata Ia melesat ke arah timur menuju kota Songdu. Namun Qiao Hung tidak membiarkannya pergi.


Melihat hal itu, Fu Kuan segera melesat untuk menghadangnya. Namun Shu Luan menghalangi langkah Fu Kuan dengan melesatkan serangan yang cepat.


Fu Kuan terpaksa berjibaku kembali dengan Shu Luan. Namun kali ini Ia terdesak karena perhatiannya terpecah ke arah Qin Rui yang terdesak hebat oleh Qiao Hung.


“Lelaki tak tahu malu, menyerang seorang nenek dengan serangan kuat seperti itu!”


Sebuah suara sepuh dengan tenaga dalam yang sangat besar, membuat pertarungan keempat orang itu terhenti seketika.


Keempatnya pun kebingungan karena setelah beberapa waktu, tidak menemukan sosok yang berbicara tersebut.

__ADS_1


“Siapa Kau?! Tunjukkan dirimu jika ingin ku Hajar!” Qiao Hung berteriak dengan amarah yang meluap.


“Apakah benar kau bisa menghajarku?” Sebuah suara di belakangnya, membuat Qiao Hung tersentak kaget. Ia pun segera berbalik dan melesat mundur.


Demikian juga dengan Fu Kuan dan Shu Luan. Keduanya terkejut dengan kemunculan tiba-tiba sosok yang terlihat seumuran dengan Qiao Hung itu.


“Siapa orang ini? Kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaannya?” Setelah terlepas dari rasa terkejutnya, Qiao Hung bertanya kepada Shu Luan yang telah berada di sampingnya.


“Entahlah… Siapapun dia, sepertinya bukan lawan yang ringan.” Shu Luan menanggapi perkataan Qiao Hung dengan mata yang tak lepas menatap ke arah sosok yang baru datang itu.


“An Gege … Siapakah dia?” Tanya Qin Rui setelah Fu Kuan berada di dekatnya.


“Entahlah … Aku juga baru melihatnya.”


Mata Fu Kuan tak lepas memandang ke arah sosok tersebut yang tiba-tiba memandang ke arahnya dengan tersenyum.


“Apakah Anda berdua Fu Kuan dan Qin Rui?” Tanya sosok itu.


Walau sedikit terkejut, Fu Kuan segera mengiyakan pertanyaan sosok tersebut dan balik bertanya padanya.


“Siapakah Anda tuan? Sepertinya kita belum pernah bertemu?”


Sosok itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Fu Kuan. “Aku Shen Rong, muridmu Zhu San telah memintaku untuk melindungimu dan belasan orang lain dari petaka mengerikan yang sebentar lagi akan melanda dunia ini?”


“Apa! Petaka Mengerikan?!” Tentu saja Fu Kuan dan Qin Rui terkejut mendengar hal tersebut. Namun keduanya merasa lega, karena Shen Rong berada di pihak mereka.


“Nanti Akan kujelaskan. Siapakah mereka berdua?” Tanya Shen Rong sambil menoleh sebentar ke arah Shu Luan dan Qiao Hung yang kini menyadari di pihak mana sosok itu berdiri.


“Membalas dendam kepada kalian? Sungguh lucu Hahahaha.”


Seketika keempat orang itu terpental belasan meter saat Shen Rong tertawa terbahak-bahak setelah mendengar penjelasan singkat dari Fu Kuan .


Atap bangunan di kota Baixan bagai diterpa angin ribut ratusan bangunan mengalami kerusakan yang cukup berat.


“Aih … Maafkan Aku, Aku tidak bisa mengendalikan kekuatanku saat sedang tertawa.”

__ADS_1


Shen Rong berkata dengan tersenyum dan Ia terkejut mendapati wajah pucat dari keempat orang lainnya, terutama Shu Luan dan Qiao Hung.


-------------------O---------------------


__ADS_2