Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
222: Kedatangan Sosok Misterius


__ADS_3

Sepasang mata berbulu lentik terlihat sedang menatap Zhu San dan Bian Chi. “Siapa sepasang muda-mudi itu? Aku merasakan kekuatan qi di dalam tubuh mereka.”


Pemilik mata dengan bulu mata yang lentik itu segera mengalihkan pandangannya ketika Zhu San dan Bian Chi menoleh ke arahnya. Ia segera menundukkan kepala, menghindari tatapan tajam keduanya.


“San Gege … Siapa perempuan yang terlihat berusia tiga puluhan tahun itu?” Tanya Bian Chi. “aku pun tak mengenalnya, yang ku tahu pasti Ia telah melakukan proses penempaan tulang seperti kita.”


Bian Chi memandang heran ke arah Zhu San.”Apa karena Ia memiliki qi?” Tanyanya kemudian.


“Tidak … karena ukuran da … Auh.” Zhu San meringis ketika cubitan keras Bian Chi mendarat di pinggangnya.


“Kenapa mencubitku?!” Tanya Zhu San sambil mengelus bagian yang terkena cubitan Bian Chi. “ Sudah punya yang besar masih saja melihat yang lain!” Bian Chi pun mendengus kesal.


Zhu San terkekeh mendengarnya. “Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau.” Gumamnya tidak jelas.


Suasana meriah di malam yang baru satu jam berganti dari senja itu, tiba-tiba terhenti. “Siapa yang bernama Zhu San! Keluarlah! Tunjukkan dirimu dan hadapi Aku!” Sebuah suara sepuh terdengar menggelegar.


Suasana berubah menjadi hening, seluruh penduduk menjadi ketakutan dan mulai berhamburan setelah mendengar suara yang mengandung tenaga dalam besar itu.


WUSSSHH


Zhu San segera melesat setelah mengetahui dimana sumber suara berada. Sepasang mata berbulu lentik, menatapnya dengan kagum.


“Cepat juga, siapa pemuda ini? Mengapa Ia memiliki qi sebesar itu? Apakah dia dari duniaku asalku juga?” benaknya dipenuhi pertanyaan.


Ia lalu mencoba mengingat-ingat perkataan dua orang pemuda yang berhasil Ia kelabui saat mereka sedang mabuk dan mengambil Artefak Dimensi milik salah satu diantara mereka.


“Mereka tidak menyinggung sama sekali tentang pemuda bernama Zhu San ini?”


Perempuan dengan mata bulu mata lentik itu, mengerutkan dahinya setelah Ia tidak bisa mengingat informasi dari Lang Fu maupun Gao Fang. Ia menatap Zhu San yang telah berada di udara.

__ADS_1


“Ada apa Sesepuh mencari dan menantangku dengan cara demikian? Dan siapa sesepuh ini?” Tanya Zhu San yang tidak peduli dengan keterkejutan sosok tua di depannya.


“Aku Mou Chang, jadi Kau yang bernama Zhu San? Benarkah kau orang yang telah membunuh Kang Ji dan Hou Ming?” Tanya sosok sepuh yang ternyata Jagoan nomor dua Aliran Hitam Kekaisaran Wei itu.


“Benar Sesepuh Chang, Aku bernama Zhu San. Seingatku kita tidak pernah bertemu sebelumnya dan tidak ada masalah. Kenapa Sesepuh menantangku?”


Pertanyaan Zhu San membuat Mou Chang terdiam, Ia memang telah ditemui oleh Qiang Cao dan meminta bantuan untuk menghadapi Zhu San. Namun Ia menolak untuk bekerjasama dengannya.


Kedatangannya menemui Zhu San adalah untuk mengetahui kekuatan yang Zhu San miliki dan atas inisiatifnya sendiri. Sebagai pendekar hebat Ia merasa penasaran terhadap seorang pemuda yang berhasil membunuh pendekar sekelas Kang Ji.


Kini Zhu San yang terdiam mendengar penjelasan Mou Chang. Ia hanya menyayangkan sikap Qiang Cao yang masih saja berambisi akan Tahta Kekaisaran Qing yang kini telah berada di tangan pewaris aslinya.


“Jika memang begitu keinginan Sesepuh Chang, mari kita mencari tempat yang tepat untuk bertarung.”


“Hahahaha Mou Chang! Kenapa Kau berpura-pura dengan ingin bertukar sejurus dua jurus untuk menjajagi kemampuan bocah itu?” Sebuah suara lain terdengar, tepat setelah Zhu San selesai dengan kata-katanya.


“Tua Bangka Jin Fang! Apa maksudmu berkata begitu!” Mou Chang membentak sosok Jin Fang yang tiba-tiba muncul bersama seseorang.


“Tutup mulutmu Mou Chang! Jangan berkata sembarangan!” Sosok yang merupakan jagoan nomor satu Aliran Hitam Kekaisaran Qing itu, melesat hendak menampar Mou Chang.


Namun Mou Chang bukanlah jagoan kemarin sore. Dengan cepat Ia menangkis tamparan itu dan balas menyerang sosok yang Ia kenali bernama Fan Lei.


“Kemampuanmu semakin meningkat rupanya, Mou Chang. Pantas saja kau berani berkata sombong begitu padaku.” Fan Lei yang terjajar akibat beradu pukulan dengan Mou Chang, mengambil jarak.


“Sesepuh semua, mohon jangan bertarung disini karena hari ini ada …”. “Diam kau bocah!” Kata-kata Zhu San terputus oleh ucapan Fan Lei yang membentaknya.


”Sudah lama Aku mendengar tentang mu yang berasal dari Kekaisaran Liu. Kau beberapa bulan ini membubuhi para jagoan aliran hitam Kekaisaran Qing seenakmu saja. Kau pikir Aku akan diam saja Hah!” Fan Lei yang kesal, memotong kalimat Zhu San dan memarahinya.


Wajah Zhu San tiba-tiba mengelam, Ia begitu tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Fan Lei yang memotong perkataan sopan darinya tadi.

__ADS_1


“Dasar Tua Bangka tak punya sopan santun, mulutmu tidak pernah bisa berkata bagus apa!” Zhu San mengoceh sebelum bergerak dengan cepat yang mereka bertiga sekalipun, tidak bisa melihatnya dengan jelas.


PLAK


Tubuh Fan Lei terlempar dengan beberapa gigi yang tanggal dan bibir yang pecah. Ia tidak bisa melihat serangan cepat Zhu San dan hanya bisa merasakan sakit di bibirnya.


Mata Jin Fang melotot lebar, demikian juga dengan Mou Chang. Apa yang Zhu San lakukan barusan, bukanlah hal mudah untuk mereka berdua lakukan apalagi terhadap lawan yang sekuat Fan Lei.


“Cepat sekali gerakan pemuda itu! Aku hanya bisa melihatnya dengan samar.” Perempuan berbulu mata lentik menatap Zhu San dengan mata lebar sambil menelan ludahnya.


Ia begitu berkonsentrasi hingga tidak menyadari bahwa di alun-alun Istana itu, hanya tinggal dirinya saja yang tetap berada di situ.


Sehingga Ia mendapat tatapan tajam dari Ju Yan, Bian Chi, Qin Yu serta Sesepuh Pang Ou yang memutuskan menetap di Kekaisaran Qing dan menjadikan Ju Yan serta Qin Yu sebagai muridnya.


“Nyonya … Mengapa Anda tidak meninggalkan tempat ini seperti penduduk lainnya? Siapa Anda sebenarnya? Dan dari mana Anda berasal?” Bian Chi bertanya dengan hati-hati.


Perempuan berbulu mata lentik itu mendengus kesal.” Aku belum menikah! Jangan memanggilku Nyonya!” Kata-katanya yang ketus, membuat Bian Chi menjadi salah tingkah sekaligus kesal.


“Baiklah siapa nama anda Nona Tua?” Tanya Bian Chi sengaja menggunakan kata “tua” untuk membuat perempuan itu semakin kesal. Namun harapan Bian Chi tidak berwujud.


Sosok perempuan berbulu mata lentik itu, menatap Bian Chi dengan wajah heran.


“Dari mana kau tahu jika aku telah tua? Apakah Kau bisa menebak usia seseorang hanya dengan melihat wajahnya? Atau wajahku kini telah berkeriput?” Perempuan itu bertanya dengan wajah yang kini terlihat panik dengan tangan yang segera meraba-raba wajahnya.


Bian Chi tersedak nafasnya sendiri, Ia pun kehilangan kata dan kebingungan untuk menjawab pertanyaan perempuan berbulu mata lentik itu.


“Tidak … bukan begitu maksudku.” Bian Chi tergagap sesaat. Ia lalu menarik nafas panjang dan menjelaskan bahwa Ia bisa merasakan pancaran energi qi dari tubuh perempuan itu.


Qi sebesar itu hanya bisa dimiliki oleh seseorang yang telah berlatih puluhan tahun dengan teknik yang tinggi serta sumber daya yang tidak sedikit.

__ADS_1


“Apakah Kau berasal dari dunia yang sama denganku?” Tanyanya yang membuat Bian Chi tertegun.


----------------O---------------


__ADS_2