Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
296: Siasat Phoenix Putih


__ADS_3

“Begitu rupanya, jadi Dunia Atas sedang dalam prahara karena kemunculan si Ratu Siluman Ular itu?”


Ratu Siluman Rubah termangu setelah mendengar penjelasan Phoenix Putih.


“Apakah cermin itu yang Ia cari?” Ratu Siluman Rubah menunjuk ke sebuah dinding dimana cermin tua menempel, tak jauh dari tempat mereka berada.


“Darimana anda mendapatkan cermin itu Ratu?” Phoenix Putih bertanya setelah mengamati cermin yang memiliki bingkai yang terbuat dari sejenis perak itu.


“Pelayanku yang menemukannya di sebuah tempat yang telah porak-poranda sesaat setelah Ia mendengar suara pertarungan. Hal itu terjadi beberapa ratus tahun lalu saat Ia berpetualang, keluar dari Gunung Salju Abadi ini.“


Phoenix Api Putih tidak terkejut mendengar hal tersebut, karena Ia telah menduganya saat melihat cermin itu untuk pertama kalinya.


“Ratu Rubah, Jika Dewi Kegelapan mengetahui anda yang memilikinya, pasti Ia akan kemari mencari anda. Apakah Anda tidak berniat untuk mencarinya dan membalas dendam atas kematian seluruh bangsa Anda oleh Ratu Siluman Ular itu?”


Ratu Siluman Rubah menatap Phoenix Putih dengan tajam, Ia merasa sedang diprovokasi oleh Raja Siluman Burung Phoenix itu.


“Apa tujuanmu yang sebenarnya datang ke tempat ini?”


Pertanyaan Ratu Rubah membuat phoenix Putih menelan ludahnya sebelum menjelaskan apa tujuan sebenarnya Ia kemari.


Ia datang karena ingin mengajak Ratu Rubah bersekutu dengannya melawan Ratu Siluman Ular itu. Ada sejarah yang tak bisa Ia lupakan tentang apa yang diperbuat leluhur bangsa Siluman Ular terhadap Bangsa Siluman Burung Phoenix.


Ratu Siluman Rubah terdiam sejenak setelah mendengar penjelasan tersebut. “Baiklah jika begitu, aku memang sudah menunggu ribuan tahun untuk saat ini. Saatnya bagiku membalas dendam kepadanya.”


Phoenix Putih pun pamit undur diri, setelah menentukan waktu pertemuan mereka selanjutnya, yaitu dua hari dari sekarang di Kota Dezhao, salah satu kota besar di Kekaisaran Qiang yang berada di Benua Merah


Phoenix Api Putih segera meninggalkan Goa di Gunung Salju Abadi yang terletak di bagian utara Benua Hitam itu.


Benua Hitam adalah Benua yang berada di bagian utara Dunia Atas, sedang benua biru di tengah dan Benua Merah berada di bagian Selatan.


“Tinggal satu langkah lagi, Aku harus menemui Dewi Kegelapan dan mengajaknya bertemu di tempat yang sama. Dengan begitu mereka akan bertemu dan bertarung di Kota itu. Semoga saja Ratu Siluman Rubah itu meninggalkan Cermin Sakti di dalam goanya.”

__ADS_1


Phoenix Putih segera mengubah wujudnya menjadi seekor Burung. Dengan Kecepatannya yang sangat tinggi, Phoenix Putih telah tiba di benua Awan Merah dalam waktu kurang dari dua jam.


Saat itu Qiu Lan baru saja menggempur satu kota di wilayah Kekaisaran Jiao, Kota bernama Jiaozhou itu, kini telah berada dalam kekuasaan Qiu Lan.


Kota itu berhasil dikuasai setelah satu jam mereka menyerang dan membantai seluruh prajurit kekaisaran yang berjumlah sekitar sepuluh ribu orang itu.


Phoenix Putih menahan rasa mualnya, merasakan bau anyir darah memenuhi udara kota Jiaozhou saat Ia melayang ke pusat kota dimana Aura Qiu Lan berada.


“Kemana saja Kau Phoenix Putih?”


Qiu Lan bertanya setelah melihat Phoenix Putih memasuki ruang tempat dimana jasad Gubernur Kota Jiaozhou tergeletak dengan kepala yang nyaris hancur.


“Maafkan Aku Dewi Kegelapan, Aku baru saja mendapat informasi penting tentang keberadaan Cermin Sakti itu.” Wajah Qiu Lan berubah saat mendengar ucapan Phoenix Putih.


“Cepat katakan di mana Cermin itu berada?”Qiu Lan segera berdiri dari duduknya. Bertepatan dengan masuknya Chi Yu dan Phoenix Biru ke dalam ruangan itu.


Keduanya segera melaporkan bahwa sudah menggeledah seluruh kota dan belum menemukan cermin yang bisa bertahan dari pukulan para Anggota Aliansi kegelapan.


“Aku mendapat informasi bahwa cermin sakti itu berada di tangan Ratu Siluman Rubah yang sedang menyamar dengan wujud manusia. Ia akan berada di kota Dezhao dalam dua hari dari sekarang.”


“Ratu Siluman Rubah? Bukankah Dia telah tewas dua ribu tahun lalu?” Tanya Qiu Lan yang terlihat tidak percaya dengan perkataan Phoenix Putih.


“Aku juga tidak percaya dengan informasi yang ku dengar dari para pedagang barang antik itu. Perempuan yang akan bertransaksi dengan mereka adalah seorang perempuan berambut putih. Aku meyakini jika perempuan itu adalah Ratu Siluman Rubah Putih.”


Phoenix Putih terdiam sejenak sebelum mengutarakan bahwa tidak ada salahnya jika mereka membuktikan kebenaran informasi itu. Jika perempuan itu bukan Ratu Siluman Rubah Putih, maka mudah bagi mereka untuk mengambil Cermin antik yang hendak dijual itu.


Qiu Lan terdiam sejenak, entah apa yang dia pikirkan. Namun beberapa saat kemudian, Ia tersenyum seraya berkata akan menuju ke kota Dezhao dua hari lagi.


Ia pun meminta Phoenix Putih untuk menunggunya di kota tersebut. Phoenix Putih menyanggupinya. Namun sebelum itu Ia meminta izin untuk kembali ke kediamannya terlebih dahulu.


Qiu Lan mengizinkannya, namun Ia mengancam akan membunuh Phoenix Putih jika tidak menepati ucapannya.

__ADS_1


***


Satu hari kemudian, di sebuah kota tak jauh dari Sekte Pedang Suci berada, terlihat seorang pria berusia sekitar lima puluhan tahun, memasuki sebuah Kedai makan yang sedang ramai pelanggannya.


Ia mendatangi seorang kakek yang memakai jubah dengan penutup kepala, di meja yang terletak di sudut ruangan besar itu.


“Pendekar Long, Anda sudah tiba lebih dulu rupanya.” Pria itu berkata pelan setelah menarik kursi di depannya kakek yang tak lain adalah Long Niu.


“Aku tak ingin membuat anda menunggu terlalu lama Phoenix Putih.” Jawab Long Niu sambil meminum arak di dalam cawannya. “Informasi apa yang ingin engkau sampaikan.”


Phoenix Putih segera mendekatkan tubuhnya ke sisi meja.” Besok akan terjadi pertarungan hebat di kota Dezhao di wilayah Kekaisaran Qiang antara Ratu siluman Rubah Putih dan Dewi Kegelapan.”


Long Niu terlihat kaget mendengar hal tersebut. “Aku telah mengadu domba kedua Ratu Siluman itu agar bertarung satu sama lainnya. Aku harap ada orang dari aliansi Aliran Putih yang mendatangi sebuah goa di Gunung Salju Abadi.”


Long Niu sedikit heran mendengar ucapan Phoenix Putih. “Apa yang membuat keduanya bertarung?” Tanyanya kepada Phoenix Putih.


“Cermin Pelebur Sukma. Siluman Ratu Rubah Putih yang memegang Cermin Sakti itu. Aku telah melihat sendiri cermin itu, dan Aku telah memberitahu Dewi Kegelapan tentang hal itu.”


Phoenix Putih terdiam sejenak sebelum menceritakan rencananya.


Ia hanya bisa berharap bahwa Ratu Siluman Rubah tidak membawa Cermin Sakti itu saat ke Kota Dezhao. Dengan begitu orang dari aliansi aliran putih bisa mengambil cermin tersebut.


Namun Jika Ratu Siluman Rubah membawanya, maka Ia sendiri yang akan merampas dan membunuh keduanya saat mereka terluka dalam pertarungannya.


“Phoenix Putih, rencanamu ini sangat berbahaya, nyawamu sebagai taruhannya. Apa yang membuat mu melakukan semua ini?”


Long Niu bertanya setelah Ia memahami rencana yang disusun oleh Phoenix Putih.


Raja Siluman Burung Phoenix itu, tersenyum mendengar pertanyaan Long Niu. Ia tahu bahwa Long Niu belum sepenuhnya percaya kepada dirinya.


“Baiklah Aku akan menceritakannya kepadamu. Namun tidak di sini. Tempat ini terlalu berbahaya.” Katanya sambil berdiri.

__ADS_1


--------------------------O------------------------------


__ADS_2