
Batu Energi Yinyang tiba-tiba memendarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan mata, membuat Zhu San hanya melihat warna biru dan merah kekuningan.
Sesaat kemudian Zhu San tersentak saat merasakan dari kedua telapak tangannya yang masih menempel di batu, mengalir energi sangat murni ke dalam tubuhnya.
Dari telapak tangan kirinya, mengalir deras energi murni berhawa dingin. Sementara dari telapak tangan kanan, mengalir deras energi murni berhawa panas.
Zhu San merasakan energi tersebut memasuki seluruh jaringan otot dan syaraf di tubuhnya.
Bukan hanya itu saja, tulangnya pun kini mulai dimasuki kedua energi yang berbeda hawa tersebut.
Zhu San menahan rasa sakit yang semakin lama semakin kuat menderanya. Ia pun tak tahan untuk tidak menjerit. Mulainya jeritan tersebut hanya sesekali saja.
Namun seiring dengan semakin banyaknya energi yang mengalir memasuki tulang di tubuhnya, rasa sakit itu semakin tidak tertahankan.
AARRRGGHHHH
Zhu San menjerit keras saat energi murni Yinyang tersebut merasuki syaraf dan tulang tengkoraknya.
Air mata Zhu San pun mulai mengalir tanpa bisa Ia cegah saat energi murni mulai memasuki bola matanya. Darah pun segera keluar dari ketujuh lubang di kepalanya.
Tubuh Zhu San pun bergetar hebat saat Batu Energi Yinyang semakin mengecil dan kini hanya tersisa sebesar kepala manusia.
Zhu San yang terpejam karena menahan rasa sakit, tidak melihat bagaimana Pedang Yinyang terangkat ke udara bersama Kotak Hitam yang tadi berada di dekat gagang pedang.
Kedua benda itu, kini tergeletak di atas tanah di depan Zhu San. Sementara Batu Energi Yinyang kini hanya sebesar kepalan tangan manusia.
PRAAKK
Seiring dengan suara pecahnya Batu Energi Yinyang, Aliran energi ke tubuh Zhu San pun terhenti seketika.
Zhu San pun segera bermeditasi untuk mengatur peredaran energi yang sangat besar yang kini berada di dalam tubuhnya.
Hampir satu jam kemudian Zhu San baru membuka matanya, senyum terkembang lebar saat Ia menyadari apa yang baru terjadi pada dirinya.
Zhu San merasakan tubuhnya menjadi sangat ringan. Kini tenaga dalamnya pun telah sepuluh kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
Zhu San mencoba melompat tanpa mengerahkan tenaga dalamnya. Dan Ia pun terkejut akan apa yang terjadi kemudian.
“Ah … Ini luar biasa sekali!”
Zhu San setengah berteriak saat Ia berada di ketinggian sepuluh meter dari tanah hanya menggunakan tenaga luar sedikit saja.
Zhu San pun segera melayang dan turun di dekat Pedang Yinyang kini berada.
“Inikah Pedang Legendaris yang terkuat itu?”
Zhu San berkata dalam benaknya seraya meraih gagang pedang yang tidak memiliki sarung dan tangan kirinya meraih kotak hitam di dekatnya.
__ADS_1
“Aah … Kenapa Pedang ini bisa menyerap energiku tanpa kualirkan?!” Zhu San menjadi bingung sendiri saat merasakan apa yang terjadi dengannya.
Belum menemukan jawaban atas situasi yang baru terjadi, Zhu San kembali dikejutkan oleh Sentakan pedang tersebut, yang menarik tubuhnya melayang di depan tebing sebelah kanan.
Tanpa permisi lagi, pedang itu bergerak sendiri menebas secara diagonal ke arah dinding tebing lembah Houzhun.
Dari Pedang Yinyang itu, melesat dua buah energi berwarna biru dan merah yang menghantam dinding tebing hingga batu-batu di dinding itu berjatuhan.
Setelah debu-debu menghilang tertiup angin, terlihatlah sebuah goa yang bergaris tengah satu meter pada dinding tebing di ketinggian lima meter dari tanah.
Zhu San yang masih bertanya-tanya apa tujuan pedang Yinyang menunjukan goa itu padanya, kembali tersentak oleh tarikan pedang yang membawa tubuhnya masuk ke dalam goa dengan cepat.
Zhu San terperangah saat Ia tiba di dalam goa yang semakin lama semakin lebar dan luas itu.
Pedang tersebut berhenti menariknya saat tiba di depan sebuah Altar kecil, apa yang ada di Altar tersebut membuat mata Zhu San melotot lebar.
Sebuah kerangka tulang manusia terlihat dalam posisi duduk seperti duduknya orang yang bermeditasi.
Diantara kedua tulang paha kerangka manusia itu, Zhu San melihat selembar kulit yang tergeletak. Sementara di Samping tulang Kerangka itu, terlihat sarung pedang yang kosong.
“Jadi begitu rupanya … Pedang ini tidak bersarung karena sarungnya berada disini.” Zhu San berkata sendiri tetapi tidak dalam benaknya.
Zhu San pun melangkah mendekati kerangka tersebut, lalu Ia bersujud sebanyak tiga kali sebagai suatu tanda penghormatan kepadanya.
Saat selesai bersujud yang ketiga, terjadi keajaiban pada selembar kulit yang tergeletak tadi.
Secara perlahan-lahan di permukaan kulit itu, muncul tulisan yang cukup banyak untuk dibaca oleh Zhu San yang segera meraih dan membacanya.
Tertegun Zhu San dan memandang kagum terhadap Kerangka manusia yang ada di depannya, setelah Ia selesai membaca tulisan di selembar kulit yang bercahaya itu.
Zhu San kembali bersujud tiga kali dan berkata dengan menyatukan kedua telapak tangan di depan dadanya.
“Pendekar Legenda Bertubuh Yinyang Sejati Yao Shan, terimakasih atas semua izin, petunjuk serta kemurahan hatimu kepadaku. Aku akan menjalankan amanatmu dan menghentikan kehancuran dunia akibat Pedang Elemen Iblis tiga tahun lagi sejak hari ini.”
Zhu San pun kembali bersujud tiga kali dan setelah itu keajaiban kembali terjadi pada lembaran kulit tersebut.
Perlahan-lahan, lembaran kulit tersebut merapuh dan berubah menjadi debu seiring dengan cahaya yang meresap masuk ke dalam kening Zhu San.
Kini semua petunjuk berharga yang ada di dalam lembaran itu, memasuki memori Zhu San.
Mata Zhu San pun melotot lebar saat tiba-tiba Ia merasakan sakit luar biasa di bagian belakang kepalanya.
Zhu San pun jatuh bergulingan dengan kedua tangan memegang kepala bagian belakang yang terasa sakit luar biasa.
Tak mampu menahan rasa sakitnya, Zhu San pun akhirnya kehilangan kesadarannya. Ia jatuh pingsan dengan tubuh yang meringkuk di lantai goa itu.
Entah berapa lama Zhu San jatuh pingsan, yang Ia tahu saat tersadar dari pingsannya, ingatannya melayang pada sosok seorang
__ADS_1
Seorang wanita cantik bersama seorang bocah kecil.
“Ibu!!”
Zhu San seketika tersentak dan berteriak di luar kesadarannya.
“Ini? … Bukannya bocah itu adalah diriku? Jadi? …”
Zhu San termenung sejenak saat Ia berhasil mengingat apa yang terjadi dengan dirinya sebelum hari dimana Ia bertemu dengan kedua gurunya.
Air mata kerinduan akan sosok ibu yang begitu penuh kasih padanya, membuat Zhu San tidak bisa tidak, meneteskan air dari kedua matanya.
Tangannya terkepal erat saat menyadari situasi yang telah sejak tiga tahun lalu dihadapi oleh Ibunya seorang diri.
“Chou Bai Kau akan membayar mahal atas apa yang kau lakukan pada Ayah dan Ibuku!! Aku akan membunuhmu dengan cara yang tak akan pernah kau duga!!”
Zhu San berteriak keras sebelum akhirnya Ia bersujud kembali ke di hadapan Tulang Kerangka tubuh yang Ia panggil Yao Shan
“Sesepuh Yao Shan … Terimakasih telah mengobati luka di kepalaku sehingga aku bisa mengingat kembali masa laluku.”
Zhu San memandang sosok legenda yang mengasingkan diri sejak seribu tahun lalu setelah Ia menyegel Pedang Iblis Yanying.
Zhu San sangat berterimakasih atas kembalinya ingatan yang sempat hilang karena luka di kepalanya.
Lukanya itu, kini telah sembuh saat energi dari tulisan bercahaya masuk ke dalam pikirannya.
Ia tersenyum saat ingatannya memunculkan seorang anak perempuan berusia sekitar tujuh tahun yang datang bersama sosok pria yang Ia kenali sebagai Song Ruo.
“Yu’er … namamu sebenarnya adalah Song Yi dan kau Puteri Paman Ruo, adik angkat Ayahku.”
Zhu San tersenyum kecut saat menyadari Ia berencana menolak perjodohan dengan Song Yi karena alasan jenis tubuhnya.
“Yu’er … Kenapa Aku tiba-tiba merindukan dirimu?”
*****
Ketiga Hal diatas adalah Apa yang mendasari Author merilis 3 Chapter dalam sehari.
Sebagai Perwujudan Terimakasih atas Apresiasi yang Anda berikan, Pembaca Setia Legenda Zhu San.
Maaf juga jika hari ini Author harus berkata pedas atas sebuah komen yang cukup menjengkelkan.
__ADS_1
🙏🙏🙏