Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
077: Siasat Zhu San


__ADS_3

“Kenapa mereka memandangiku dengan tatapan yang begitu ya?”


Langkah Zhu San sempat terhenti sesaat, ketika melihat banyak wajah yang bengong dan menatap takjub pada dirinya. Terutama wajah Kakek Pendekar Seribu Wajah.


“Kakek Guru … Senang bisa melihat Kakek berada di sini dan baik-baik saja.”


Zhu San berkata setelah Ia memberi hormat pada guru Ayahnya, Pendekar Seribu Wajah pun segera tersadar dari lamunannya.


“Aih Bocah … Baru sebentar tidak bertemu, kemampuanmu meningkat sangat pesat. Sejak kapan Kau kembali dari lembah Houzhun?”


Kini Zhu San yang tersentak mendengar kalimat kakek Gurunya.


Ia sempat heran mendapati fakta jika Kakek gurunya itu, mengetahui kepergiannya ke Lembah Houzhun.


“Lung’er … Lengan mu berdarah! … Ayo ikut Ibu, biar Ibu obati dulu…”


Mu Rong yang melihat lengan jubah kiri Zhu San memerah, segera menarik lengan kanan Zhu San dan membawanya ke belakang.


Zhu San hanya menuruti kemauan Ibunya dengan senyum bahagia, setelah menyadari sesuatu dari perkataan Kakek gurunya itu.


Ia melangkah pergi ke dalam diiringi tatapan penasaran dari Kakek gurunya.


“Guru … Mari kita masuk ke dalam. Biarkan kami menjamu guru.” Zhu Han mengajak gurunya memasuki kediaman.


Banyak hal yang melintasi pikiran Pendekar Sepuh itu, membuatnya hanya diam saat melangkah mengikuti langkah Muridnya.


Satu hal dalam pikirannya saat ini adalah situasi yang sedang terjadi pada dua orang sahabatnya, Fu Kuan dan Lin Kai.


Ia ingin menyampaikan hal itu kepada Zhu San, namun mendengar perkataan Zhu Han tadi, membuat Ia menjadi bimbang apakah harus memberitahu Zhu San atau tidak.


Keduanya tiba di halaman belakang rumah, para pelayan pun segera berdatangan setelah di panggil oleh Zhu Han.


Delapan orang pelayan yang datang, segera kembali bergerak setelah Zhu Han selesai memberi perintahnya.


“Han’er … Apakah Kau yakin tidak akan memberitahu Lung’er tentang situasi kedua gurunya itu dalam waktu dekat ini?”


Pendekar Seribu Wajah bertanya setelah melihat Zhu Han duduk di kursi yang berada di depannya.


“Entahlah Guru, menurut Guru sendiri apakah sebaiknya Aku segera memberitahu Lung’er tentang hal ini?”


Zhu Han sengaja membalikan pertanyaan agar gurunya sendiri yang memutuskan hal tersebut, mengingat Sang Gurulah yang mengetahui dengan persis apa yang terjadi.

__ADS_1


“Kalau begitu Aku akan memberitahunya, dengan begitu Rong’er tidak akan marah dan menyalahkanmu ketika Lung’er pergi berkelana lagi.”


Pendekar Seribu Wajah terkekeh setelah berkata demikian. Ia pun lalu menegak Arak terakhir dalam guci di tangannya.


Zhu Han tersedak nafasnya sendiri saat Ia menyadari, gurunya mengetahui alasan mengapa Ia belum memberitahu Zhu San hingga saat ini.


Zhu San datang tepat setelah Pendekar Seribu Wajah berkata demikian, Dahi Zhu San pun mengerut saat Ia mendengar kalimat terakhir dari Kakek Gurunya itu.


Belum sempat Zhu Han bertanya, Rei Ji telah datang bersama Komandan Mao Sheng yang membawa sebuah surat di tangannya.


“Tuan Zhu Han … Maaf mengganggu Tuan, Ada hal sangat penting yang ingin Saya sampaikan kepada Tuan.”


Komandan Mao Sheng berkata seraya menyerahkan surat yang Ia bawa. Zhu Han menerima surat tersebut dan dahinya berkerut setelah selesai membacanya.


Zhu Han dan Pendekar Seribu Wajah menatap Zhu Han dengan rasa penasaran tentang apa isi surat tersebut.


Zhu Han segera memberikan surat tersebut kepada Zhu Han yang membacanya bersama dengan Pendekar Seribu Wajah.


Keduanya menghela nafas setelah membaca surat itu, namun senyum Zhu San segera terkembang dan sebuah ide melintas dalam benaknya.


“Ayahanda, sepertinya mereka masih mengira jika Ayahanda adalah Chou Bai, ini kesempatan bagus bagi kita untuk bisa menyusup dalam aliansi mereka?”


Dalam suratnya itu Aliansi Aliran Hitam, meminta Bangsawan Zhu Han mengirimkan prajuritnya sebanyak mungkin, untuk menyerang Kota Baixan yang akan di mulai seminggu lagi dari sekarang.


Tentu saja itu hal yang tidak mungkin untuk dipenuhi oleh Zhu Han, mengingat Kota itu adalah Kota di mana Kakak Iparnya, Mu Bai menjadi penguasa Kota.


Selain itu, di kota Baixan pula Kaisar Liu Feng saat ini berada. Hal ini sungguh tidak bisa Zhu Han lakukan karena Ia berniat memerangi mereka.


Berbeda dengan Zhu San, puteranya yang sejak usia belasan tahun telah mempelajari strategi perang itu, melihat hal itu sebagai sebuah jalan untuk meruntuhkan Aliansi Aliran Hitam dari dalam.


“Lung’er bagaimana kau bisa berkata demikian? Siasat apa yang ada dalam benakmu?”


Zhu Han bertanya demikian, setelah Ia tak dapat lagi menahan rasa penasarannya.


Keempat orang tersebut akhirnya duduk dan mulailah Zhu San menyampaikan rencana yang ada dalam benaknya.


Hanya pendekar Seribu Wajah yang bisa memahami siasat Zhu San yang masih menyembunyikan beberapa poin penting dalam rencananya itu.


Rei Ji yang sudah membaca surat itu dan juga mendengar siasat yang Zhu San sampaikan, terlihat tidak setuju. Demikian juga dengan Zhu Han.


“Lung’er … Aku tidak bisa melakukan itu, Aku tidak ingin Komandan Mao Sheng terbunuh saat nanti Ia di ketahui berkhianat pada mereka.”

__ADS_1


Zhu Han terdiam sejenak, lalu menjelaskan bahwa dirinya akan menulis surat untuk Luo San bahwa dirinya keluar dari aliansi.


“Tidak Han’er … Jangan Kau lakukan itu saat ini. Aku setuju dengan rencana Lung’er. Dengan rencananya itu, selain membantu Kekaisaran Liu, Ia juga dapat segera tiba di sana untuk menemui kedua gurunya yang saat ini …. ”


Pendekar Seribu Wajah menghentikan kalimatnya, saat menyadari Ia belum sempat menceritakan apa yang terjadi dengan Fu Kuan dan Lin Kai saat ini.


Namun Zhu San yang cerdas itu, tak bisa dibohongi lagi. Ia segera bertanya apa yang terjadi dengan kedua gurunya.


Pendekar Seribu Wajah menatap Zhu Han yang mengangguk tanda setuju untuk memberitahu Zhu San tentang kondisi kedua gurunya.


Tubuh Zhu San bergetar hebat sesaat setelah Pendekar Seribu Wajah menjelaskan apa yang terjadi pada Fu Kuan dan Lin Kai setelah bertarung dengan Tsao Beng dan Qiao Bun.


“Tsao Beng! Qiao Bun! Kalian berdua tak akan ku maafkan tidak akan pernah!”


Aura panas dan dingin segera memancar kuat dari tubuh Zhu San. Ketiga orang di dekatnya segera berdiri untuk menjauhi dirinya.


Zhu San yang segera menyadari jika Aura tenaga dalamnya yang memancar akibat kemarahannya mendengar apa yang dilakukan oleh Tsao Beng dan Qiao Bun, segera menghela nafas panjang.


Udara pun kembali normal seperti sebelumnya. Zhu San hanya meminta Ayahnya untuk menyetujui rencana yang telah Ia jelaskan tadi.


Zhu Han pun memutuskan untuk setuju dengan rencana Zhu San. Ia hanya bisa berharap Zhu San baik-baik saja dengan rencananya itu.


***


Keesokan harinya, Komandan Mao Sheng terlihat keluar dari gerbang kota bagian utara dengan dua ribu prajurit berkuda.


Sesuai dengan instruksi rahasia dari bangsawan Zhu Han, Ia pun berhenti di sebuah hutan kecil setelah hampir dua jam berkuda.


Komandan Mao Sheng segera turun dari kudanya, Ia mengatakan kepada para prajuritnya untuk menunggunya sebentar karena ingin buang air kecil.


Tak berapa lama Komandan Mao Sheng terlihat telah kembali dari tempatnya yang cukup tersembunyi dari pandangan para prajurit berkuda itu.


Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanannya ke Kota Shangyu.


Tak berapa lama, Sosok komandan Mao Sheng dengan memakai jubah biasa terlihat dari balik pohon.


“Tuan Muda semoga engkau berhasil dengan strategimu itu. Aku akan mengurung diri selama satu bulan dan menunggu berita darimu.”


Ia pun segera mengenakan topeng, yang di berikan Zhu San padanya. Topeng wajah yang mirip dengan wajah Zhu San yang dibuat oleh Kakek Gurunya.


*****

__ADS_1


__ADS_2