
Sesaat kemudian, Ketua Jie Mei memasuki Ruang Aula Sekte Pedang Suci bersama Lian Li yang menjadi pusat perhatian seluruh laki-laki muda karena kecantikannya yang bagaikan Dewi Langit.
Namun, bagi Long Niu dan Ketua Gong Fei mereka terpana bukan karena kecantikan Lian Li, namun karena aura kuat yang dipancarkan oleh gadis tersebut saat membuka Perisai Pelindung yang Zhu San buat dan menutupnya kembali.
“Ketua Gong Fei, Sesepuh Long Niu dan seluruh Tamu undangan lain, Mohon maaf atas kedatangan ku yang terlambat ini.” Ketua Jie Mei berkata seraya menangkupkan kedua telapak tangannya.
Setelah Ia duduk, Long Niu lalu menjelaskan keputusan yang telah diambil dalam pertemuan tersebut. Wajah Ketua Jie Mei terlihat kebingungan setelah Long Niu selesai dengan penjelasannya.
“Ada apa ketua Jie Mei, sepertinya ada yang ingin engkau sampaikan.” Long Niu yang melihat hal itu segera bertanya kepadanya.
Ketua Jie Mei akhirnya berdiri setelah Lian Li menganggukkan kepalanya, menyetujui langkah Sang Guru sekaligus Ketua Sekte Teratai Biru itu.
Ketua Jie Mei lalu menjelaskan bahwa sebulan yang lalu sebelum Zhu San berangkat ke Alam Jiwa bersama Bian Chi, Ia menitipkan pesan kepadanya dan meminta menyampaikannya jika bertemu dengan Guru Long Niu,.
Pesan Zhu San itu adalah meminta agar Long Niu menyatukan seluruh anggota Aliansi Aliran Putih di Sekte Pedang Suci dan jangan bergerak sebelum dirinya keluar dari Alam Jiwa.
Hal itu karena Zhu San bisa merasakan betapa kuatnya Dewi Kegelapan Qiu Lan. Dengan kekuatannya sebesar itu, Qiu Lan bisa dengan mudah menghabisi seluruh anggota Aliansi.
Long Niu terlihat kebingungan setelah mendengar pesan Zhu San yang seharusnya ia terima sebulan lalu itu.
Kebingungan long Niu bertambah saat salah satu pengawal pribadi Kaisar Qiang Kun yang berada di tingkat Pendekar Langit tahap Akhir, terlihat marah mendengar penjelasan Ketua Jie Mei.
“Sesepuh Long … Anda adalah ketua Aliansi, seluruh keputusan berada di tangan anda. Bukan pada pemuda murid Anda itu sekalipun Ia seorang Ahli dalam membuat Perisai Pelindung!”
Sosok Pengawal yang bernama Huang Yun dan dikenal sebagai Pendekar Tombak Api itu, berkata dengan keras. Hal itu membuat wajah Ketua Gong Fei seketika berubah karena marah.
Long Niu yang melihat hal itu, segera berdiri.
“Saudara Huang, kedua muridku itu adalah orang yang bisa mengalahkan Dewi Kegelapan, Sekalipun mereka muridku, kekuatan mereka jauh di atas kekuatanku. Mereka telah berada di tingkat Pendekar Dewa Tahap Puncak bahkan mungkin telah berada di level Pendekar Dewa Sejati.”
“Pendekar Dewa Sejati!!”
__ADS_1
Semua orang terkejut dan tanpa sadar berkata demikian secara bersamaan kecuali Huang Yun.
“Pendekar Dewa Sejati? Tingkat Pendekar Dewa saja sudah sulit dicapai oleh kita yang telah berusia lebih dari tujuh puluh tahun, bagaimana bisa seorang pemuda dua puluhan tahun mencapai tingkat pendekar Dewa Sejati? Apakah anda sedang menakut-nakuti kami?”
Tangan Gong Fei terkepal kuat, bahkan Tetua Xi Tong telah berdiri dari duduknya. Beruntungnya Lian Li segera berdiri dari duduknya.
Semua mata memandang ke arah Lian Li yang tengah menatap tajam ke arah Huang Yun.
“Apa Anda lupa dengan Aura kekuatan yang ku pancarkan tadi Sesepuh Huang? Jika Anda Lupa izinkan Aku mengingatkan anda sekali lagi kekuatan Pendekar Dewa Sejati itu seperti apa.”
Sedetik kemudian semua orang kecuali Ketua Jie Mei, terhempas dari tempat duduknya akibat diterpa energi besar yang memancar dari tubuh Lian Li.
Bangunan Sekte Pedang Suci itu pun bergetar hebat saat Lian Li memancarkan Aura Pendekar Dewa Sejati di level satu.
Seandainya Ia mengerahkan seluruh kekuatannya yang berada di Level lima, bisa jadi Aula Sekte Pedang Suci itu hancur berkeping-keping.
“Cukup Li’er! Kau bisa membunuh mereka semua!” Ketua Jie Mei berteriak panik dan meminta Lian Li menghentikan pancaran Auranya.
“Yang anda rasakan tadi adalah Kekuatan Pendekar Sejati di Level satu. Jadi jangan meremehkan Pemuda bernama Zhu San itu, karena setelah keluar dari Alam Jiwa, kekuatannya akan menjadi sepuluh kali lipat dari yang Anda rasakan tadi.”
Lian Li berkata demikian dengan mata yang menatap tajam wajah Huang Yun yang kini telah memucat. Huang Yun segera berdiri dan meminta maaf kepada Lian Li atas sikapnya yang meremehkan Zhu San.
Setelah semua orang duduk kembali dengan rapi di kursi mereka yang sempat terpental beberapa meter, Ketua Jie Mei meminta maaf atas apa yang muridnya lakukan tadi.
Kaisar Qiang Kun pun berdiri, Ia memberi hormat kepada Lian Li sambil berkata dengan suara yang rendah.
“Nona Pendekar, bagaimana dengan nasib rakyat hamba di Ibukota Kekaisaran, jika pasukan Aliansi Aliran Putih tidak membantu kami mempertahankan kota dari serbuan bangsa Siluman dan pendekar Aliran Hitam?”
Long Niu akhirnya berdiri dan menjawab pertanyaan Kaisar Qiang Kun. Bahwa apa yang telah menjadi keputusan pertemuan tadi, tetap akan dilaksanakan apapun resiko yang harus dihadapi.
“Li’er apakah kau keberatan dengan keputusan ku ini?” Tanya Long Niu dengan hati-hati. “Tidak Sesepuh, itu adalah hak anda selaku Ketua Aliansi, Aku hanya kesal karena ada orang yang berani meremehkan San Gege sep…”
__ADS_1
Lian Li menghentikan kalimatnya, saat melihat Long Niu tersenyum aneh. Ia pun menundukkan kepalanya, karena tersadar telah memanggil Zhu San dengan sebutan San Gege.
“Ketua Jie Mei sepertinya murid kita akan bertambah lagi hahahahaha …” Long Niu tertawa diikuti senyum lebar ketua Gong Fei dan tawa kecil Ketua Jie Mei. Sementara Lian Li semakin menundukkan wajahnya yang kini bersemu merah.
***
Saat terjadinya pertemuan di Sekte pedang Suci, di waktu yang bersamaan, Siluman Phoenix Api Putih telah tiba di sebuah pegunungan yang dipenuhi salju. Bukan rahasia lagi jika pegunungan itu selalu ditutupi salju, meskipun saat di musim panas sekalipun.
Siluman Burung Phoenix Api Putih segera mengubah wujudnya menjadi seorang manusia, setibanya Ia di depan sebuah goa besar yang tertutupi segel pelindung yang sangat kuat.
“Phoenix Putih mohon izin untuk bertemu Ratu Siluman Rubah Putih.”
“Phoenix Putih! Ada perlu apa kau jauh-jauh mendatangi tempatku ini.” Sebuah suara perempuan terdengar dari dalam goa menanggapi perkataan Siluman burung Phoenix.
“Banyak hal yang ingin Aku sampaikan, terutama tentang musuh bebuyutan anda Ratu Siluman Ular Jia Fu.”
“Masuklah jika begitu!” Seiring hilangnya suara perempuan itu, perisai pelindung pintu Goa terbuka. Phoenix Api Putih segera melesat dan sedetik kemudian Ia telah berada di dalam goa yang berhawa sangat dingin itu.
Seluruh dinding goa tertutupi oleh salju, dan di tengah-tengah goa yang semakin ke dalam semakin luas itu, terlihat seorang perempuan berambut putih dengan gaun berwarna sama, sedang duduk bermeditasi di atas sebuah batu berwarna seputih air susu yang memancarkan hawa sangat dingin.
Saat perempuan itu membuka matanya, terlihat bola mata yang seluruhnya berwarna putih dan hanya menyisakan segaris warna hitam memanjang dari tepi kanan hingga ke tepi kiri.
Kedua telinganya terlihat runcing ke atas, namun tidak mengurangi kecantikan paras Sang Ratu Siluman Rubah Putih itu.
Sementara di sudut lain terlihat seorang perempuan muda sedang berlatih beladiri dengan sebuah pedang es di tangannya. Sosok yang dikenali oleh Phoenix Api Putih sebagai pelayan setia Ratu Siluman Rubah Putih.
“Kekuatanmu telah meningkat jauh sejak kita bertemu terakhir kalinya seribu tahun lalu. Pendekar Dewa Sejati Level Tiga, bukan hal yang buruk.”
Siluman Burung Phoenix Api Putih menelan ludahnya, karena Ratu Siluman Rubah Putih bisa mengetahui tingkat kultivasinya dengan tepat.
Sedangkan Ia kesulitan mengukur tingkatan Kultivasi Ratu Siluman itu. Ia hanya bisa menduga, Kekuatan Ratu Siluman Rubah Putih itu, setidaknya di Level lima atau Level enam Pendekar Dewa Sejati.
__ADS_1
---------------------------O-----------------------