
“Kecuali apa? Aku bersedia kok jika mataku harus ditutupi dengan kain hitam selama proses itu.” Kata Zhu San sembari bertanya dengan rasa penasaran di hatinya.
Bian Chi tertegun sejenak, karena bukan di situ letak permasalahannya. Namun Ia merasa sia-sia menjelaskan kepada Zhu San, jika bagi seorang gadis, kehormatan jauh lebih penting daripada nyawanya sendiri.
“Sudahlah kita kembali saja ke dunia kita. Apapun alasannya aku tidak mau memulai proses latihan kecuali kita sudah bertunangan.” Jawab Bian Chi dengan hati yang berdebar saat mengatakan hal itu.
Zhu San tertegun sejenak, kepalanya tiba-tiba merasa sakit mendengar perkataan Bian Chi.
Saat ini, Ia masih berstatus sebagai tunangan Qin Yu atau Song Yi. Dan Bian Chi meminta sesuatu yang membuatnya harus memutuskan pertunangan itu.
Zhu San tidak menanggapi pernyataan itu, Ia kembali membujuk Bian Chi. Cukup lama Zhu San membujuknya agar meneruskan latihan mereka. Namun akhirnya Zhu San mengalah dan menuruti keinginan Bian Chi.
“San Gege … Ku mohon jawablah dengan jujur. Diantara Aku dan Yu’er, siapa sebenarnya yang kau cintai?” Tanya Bian Chi tiba-tiba.
Zhu San terkesiap mendengar pertanyaan dari Bian Chi itu. Ia pun menjadi bingung dengan hatinya sendiri. Pertanyaan yang mudah namun sangat sulit untuk menjawabnya, membuat kepalanya kembali merasakan sakit.
“Entahlah … Aku sendiri tidak tahu. Yang Aku tahu pasti, Aku menyayangi Yu’er, sama besarnya dengan aku menyayangimu.” Jawab Zhu San setelah sempat terdiam sejenak.
Bian Chi menelan ludahnya, ada sakit dan bahagia yang datang bersamaan di dalam hatinya mendengar jawaban Zhu San.
“San Gege … Kita keluar dulu dari alam Jiwa ini. Kembali kesini atau tidak, itu akan ditentukan oleh hatimu setelah Ia memutuskan siapa yang Ia cintai, Aku atau Yu’er.”
Bian Chi berkata dengan suara bergetar karena Ia berkata seraya mengerahkan tenaga dalam untuk mulai membuka Gerbang Dimensi Alam Jiwa.
***
“Jika seperti ini proses yang harus kalian lakukan, tidak ada jalan lain. Kalian harus menikah terlebih dahulu. Tidak hanya sekedar bertunangan.”
Lin Mi berkata yang membuat Zhu San terkejut setengah mati mendengar kata “menikah”. Hal itu Lin Mi lakukan, setelah Ia membaca petunjuk yang ada dalam Kitab Lima Elemen, yang baru selesai Ia baca seluruh halamannya.
__ADS_1
“Apakah memang harus menikah Nek? Dalam kitab itu, sepertinya tidak ada persyaratan seperti itu.” Tanya Zhu San keheranan.
“Apakah kalian sudah membaca seluruh isi kitab ini?” Lin Mi balik bertanya. Setelah melihat keduanya menggelengkan kepala, Lin Mi pun kembali berkata.
“Dalam Kitab ini, di bagian terakhir disebutkan secara tersirat, jika kalian harus menikah lebih dulu untuk bisa menggunakan Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang.”
Lin Mi segera membuka halaman terakhir yang berisi teknik terkuat dalam kitab itu. Lalu Ia memperlihatkannya kepada kepada Bian Chi dan Zhu San.
Wajah Bian Chi dan Zhu San terlihat sama-sama kebingungan, setelah mereka selesai membaca tulisan yang berada di lembar terakhir itu. Zhu San pun kembali membaca petunjuk itu dari awal dengan suara yang keras.
“Kekuatan penuh Jurus Amarah Suci Pedang Yinyang, hanya bisa dibangkitkan setelah kedua pedang tersentuh Darah Suci Pemudi bertubuh Yinyang Sejati yang menetes oleh Tongkat Suci Pemuda bertubuh Yinyang Sejati. Darah Suci akan menyatukan Pedang dan penggunanya menjadi satu hati satu jiwa.”
Zhu San yang membaca petunjuk itu dengan suara keras, terdiam sejenak sebelum Ia melanjutkan membaca kalimat berikutnya.
“Darah Suci harus diteteskan sesaat setelah selesainya proses penyerapan Lima Energi Murni Inti Elemen di lima tempat Suci sebagaimana yang disebut pada halaman kedua dan ketiga dari kitab ini.”
“Penetesan Darah Suci oleh Tongkat Suci, bertujuan untuk menyegel Kelima Energi Murni Inti Elemen yang telah diserap oleh kedua tubuh Yinyang Sejati sehingga dua tubuh Yinyang Sejati akan memiliki kekuatan yang sama besarnya.”
Zhu San terdiam setelah selesai membaca seluruh petunjuk di lembar terakhir itu.
“Dalam petunjuk ini tidak disebutkan tentang harus menikah dulu Nek, yang ada Aku harus mencari Tongkat Suci dan Chi’er mencari Darah Suci. Tapi, dimana kedua benda itu berada kami belum tahu Nek.” Zhu San berkata dengan wajah sedikit kebingungan.
Lin Mi terbengong sebelum akhirnya jatuh terduduk di kursi, sambil menepuk jidatnya sebanyak tiga kali, setelah Ia mendengar perkataan Zhu San.
“AARGGGGGG!!! …. Bodoh! Kalian berdua benar-benar …. Heh!”
Lin Mi berteriak kesal, sambil meremas rambutnya, Ia bingung bagaimana harus menjelaskan hal itu kepada mereka berdua yang masih sangat polos.
Sementara itu Bian Chi dan Zhu San, saling berpandangan dengan wajah keheranan melihat sikap Nenek Lin Mi.
__ADS_1
Bian Chi mendekati nenek Lin Mi setelah Sang Guru melambaikan tangannya. Lin Mi lalu membisikkan tentang Darah Suci dan Tongkat Suci itu ke telinga Bian Chi.
Dan wajah gadis itu seketika memerah, setelah mendengar baik-baik apa yang diucapkan oleh Guru yang merawatnya sejak kecil itu.
Di saat hampir bersamaan dengan selesainya Lin Mi membisiki Bian Chi, Song Ruo dan In Xeuxu memasuki ruangan itu, karena mereka mendengar teriakan Nenek Lin Mi. Keduanya terkejut saat melihat Zhu San dan Bian Chi telah kembali.
Setelah mendapat penjelasan dari Lin Mi mengapa Ia berteriak, Song Ruo dan In Xeuxu pun membaca lembar terakhir dalam Kitab Lima Elemen itu.
In Xeuxu dan Song Ruo tersenyum setelah memahami apa isi petunjuk itu. Dan Song Ruo lalu mendekati Zhu San dan menjelaskan apa yang dimaksud dengan Darah Suci dan Tongkat Suci yang dimaksud dalam Kitab tersebut.
Sepertihalnya Bian Chi, wajah Zhu San memerah setelah mendengar penjelasan singkat dari Song Ruo dengan cara berbisik di telinganya.
Topik pembicaraan lalu beralih tentang langkah apa yang harus dilakukan, agar syarat yang terdapat dalam kitab itu bisa dipenuhi oleh mereka berdua.
Song Ruo Lalu melanjutkan bahwa untuk bisa memenuhi persyaratan dalam kitab itu, maka Ia harus bertemu dengan Zhu Han terlebih dulu untuk membicarakan tentang pemutusan tunangan Qin Yu dan Zhu San itu.
“San’er Kita harus segera melakukan perjalanan ke kota Shinzu secepatnya. Karena Aku baru mendapat kabar dari mata-mata yang menjadi prajurit dan pelayan disana.”
Song Ruo terdiam sejenak, lalu Ia melanjutkan kata-katanya jika Aliansi Aliran Hitam akan mengundang beberapa orang yang Ia tidak ketahui identitasnya.
Hanya satu orang yang membuatnya gentar yaitu sosok bernama Quan Yu. Dia merupakan Jagoan nomor satu Aliran Hitam Kekaisaran Qing, yang telah menghilang sejak puluhan tahun lalu. Dan ternyata Dua jagal Iblis adalah muridnya.
Dua Jagal Iblis sangat tinggi kemampuannya dan juga sangat kejam terhadap lawannya. Keduanya akan membunuh lawan dengan memisahkan bagian tubuhnya menjadi lima bagian.
“Baiklah paman … Kapan kita akan berangkat? Dan siapakah yang akan ikut bersama kita?” Tanya Zhu San setelah mengetahui situasi yang semakin memburuk ini.
“Butuh waktu satu minggu untuk tiba di kota Shinzu jika menunggang kuda. Tapi jika Aku bisa melayang sepertimu, akan butuh waktu kurang dari tiga hari saja. Apakah kau bisa membawaku sambil melayang di udara?”
Zhu San menganggukkan kepalanya. Song Ruo pun tersenyum. Ia lalu mengatakan bahwa mereka berdua akan berangkat ke kota Shinzu saat hari telah berganti malam.
__ADS_1
*****