Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
085: Chou Ong 2


__ADS_3

Chou Ong menatap tajam seorang pria yang kini berada di hadapannya. Pria berusia sekitar lima puluh tahun itulah yang baru saja menahan serangannya.


“Siapa Kau!? Mengapa ikut campur urusan kami Hah?!”


Walau Ia Pria di hadapannya memiliki kekuatan yang besar, namun sikap Arogan Chou Ong tidak mengendur sedikit pun.


“Tak Ku sangka Aku menemukanmu disini, Tua bangka licik dan pengecut dan sombong dan bau tanah dan juga jelek, keriput pula.”


Rentetan kata-kata penghinaan seseorang yang tidak Ia kenali, membuat Chou Ong menjadi murka. Apalagi saat sosok itu tersenyum lebar setelah berkata demikian.


Ia pun segera melesat dengan sangat cepat, memberikan serangan tapak yang kuat ke arah wajah Pria yang baru datang itu.


DUAGH !!!


Suara Tapak Chou Ong yang mengandung tenaga dalam sebesar lima puluh persen itu, terdengar keras saat beradu dengan Tinju Pria yang baru datang itu.


Wajah Chou Ong tiba-tiba memperlihatkan keterkejutan yang sangat, sesaat sebelum tapaknya beradu dengan tinju dari lawan.


Tubuh Chou Ong kembali terpental lebih jauh dari sebelumnya. Sedangkan pria asing itu, hanya terjajar satu langkah akibat dari beradunya serangan mereka berdua.


“Kau!! Apa hubunganmu dengan Si Tangan Perak?!”


Kekagetan Chou Ong karena Ia melihat tangan sebatas siku Pria itu, berubah menjadi keperakan dengan cahaya yang terang.


“Hehehe … Baguslah jika Kau masih ingat pada Guru kedua ku. Tentu Kau juga masih ingat bagaimana kau dan dua orang rekan mu mengeroyok guruku hingga terjatuh ke Jurang Tanpa Batas bukan?”


Wajah Chou Ong tentu saja berubah sesaat setelah mendengar penjelasan singkat dari Pria Asing itu.


Ada rasa jerih terlihat di wajahnya yang gagal Ia sembunyikan, setelah mereka baru saja beradu serangan.


Dengan menahan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya, Pendekar Seribu Wajah segera bangkit untuk memastikan sesuatu saat mendengar suara pria asing tersebut.


Namun lukanya yang parah membuat tubuhnya kembali jatuh terduduk.


“Guru!”


Pria Asing itu melesat cepat, sesaat setelah berteriak memanggil Guru kepada Pendekar Seribu Wajah.


“Kuan’er … Kuan’er … Benarkah itu Kau? Selama ini Aku selalu menolak kenyataan jika kau sudah mati nak … Ternyata langit masih berpihak padaku Hahaha … huek.”


Pendekar Seribu Wajah sangat bahagia ketika mendapati murid pertamanya itu, masih hidup dan juga memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi darinya.


Ia tertawa bahagia setelah berkata demikian, namun lukanya yang sangat parah, kembali membuatnya memuntahkan darah dari dalam perutnya.

__ADS_1


“Guru! … Guru!...”


Sosok yang ternyata adalah Tan Kuan, murid pertama Pendekar Seribu Wajah itu, segera berteriak seraya memeluk tubuh gurunya yang telah terkulai lemas.


Chou Ong yang selain arogan ternyata adalah seorang pendekar tua yang licik. Ia segera mencabut tombak pendek di pinggangnya lalu melesat untuk menikam keduanya salam satu serangan.


TRANG


Tombak besi di tangan Chou Ong bergetar dan terpental, sehingga arahnya berubah saat sebuah pedang yang mengeluarkan hawa panas dan dingin datang sangat cepat menangkis serangannya.


Lagi-lagi Chou Ong terkejut saat mendapati di Kekaisaran Liu, Ia dua kali mengalami hal yang membuatnya kesal.


“Tua Bangka licik! Berani sekali Kau menyerang dari belakang punggung!”


Seseorang yang baru datang langsung membentak Chou Ong yang membuat Kakek itu semakin kesal dan marah.


“Bocah! … Siapa pula Kau ini? Beraninya mencampuri urusanku!”


Sikap arogan Chou Ong membuat pemuda itu tersenyum lebar sebelum berkata yang membuat Chou Ong semakin geram.


“Tentu saja Aku mencampuri urusanmu, karena Kau telah membuat keributan di halaman rumah Ayahku.”


Pemuda yang tak lain adalah Zhu San yang baru saja tiba, ingin berkata lebih lanjut.


“Sudah kedua kalinya kau mencelakai guru-guru ku. Aku tak akan memaafkan mu lagi saat ini Chou Ong!!”


Selepas berkata demikian, sinar putih keluar membuat seluruh tubuh Tan Kuan kini berwarna keperakan. Jurus tertinggi yang gurunya Si Tangan Perak sekalipun kesulitan untuk mencapainya.


Tubuh Zhu San terdorong satu langkah saat hal itu terjadi, hal yang menunjukan bahwa sosok pria itu, tidak lebih lemah darinya.


“Kakek Guru!”


Zhu San segera melompat mendekati Kakek Gurunya yang kini telah terkulai lemas tak sadarkan diri. Saat meraih tangan dan memeriksa denyut nadinya, Zhu San pun tersenyum lebar.


Ia segera mengerahkan Teknik pengobatan Yinyang menggunakan energi murni dalam tubuhnya.


Setelah merebahkan tubuh pendekar Seribu Wajah, Zhu San segera meletakan kedua Telapak tangannya di atas perut Kakek Gurunya itu.


Sesaat kemudian suhu udara dalam radius sepuluh meter dari tempat Zhu San berada, berubah-ubah dengan drastis dalam waktu yang tidak lama.


Perubahan udara itu, membuat Tan Kuan yang akan bertarung dengan Chou Bai, menoleh memandangi apa yang Zhu San lakukan dengan pandangan yang takjub.


“Tubuh Yinyang Sejati? Pemuda ini memiliki tubuh istimewa. Semoga Ia bisa mengobati Guru dengan keistimewaan tubuhnya.”

__ADS_1


Tan Kuan yang sempat mendengar Zhu San memanggil Gurunya sebagai Kakek Guru, menjadi lebih tenang saat memiliki dugaan jika Ayah pemuda itu adalah murid ke dua dari gurunya.


Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Chou Bai yang matanya sedang melotot merasakan hawa panas dan dingin yang silih berganti menerpa kulit tubuhnya.


“Tua Bangka Licik! Apa Kau sudah siap menerima pembalasan dendamku?”


Tan Kuan berkata dengan sinis, dendamnya pada Chou Bai yang telah membuat guru keduanya terluka parah itu, kian memuncak saat melihat Kakek itu mengabaikannya.


Ia pun segera melesat dengan kecepatan yang sulit untuk diikuti oleh mata orang biasa, namun lawan Tan Kuan adalah jagoan Aliran Hitam yang menempati posisi tiga besar di Kekaisaran Qing.


Chou Ong pun menangkis tendangan keras Tan Kuan dengan batang tombaknya yang telah Ia panjangkan menjadi dua meter.


Di luar dugaan Chou Ong, tendangan itu sangatlah kuat menghantam tombaknya, Ia pun terpental mundur tiga langkah. Namun Ia segera kembali melesat dan melakukan serangan tusukan.


Tombak milik Chou Ong tiba tiba saja melesat memanjang, membuat Tan Kuat terkesiap. Ia pun terlambat untuk menghindari tusukan yang sangat cepat itu.


TRANG


Chou Ong terkejut saat mata tombaknya seperti membentur besi baja ketika menusuk dada Tan Kuan. Ia pun terpental akibat energi balik dari benturan itu.


Tan Kuan sendiri tidak bergeming sama sekali saat menahan tusukan itu dengan tubuh peraknya.


Chou Ong segera melesat kembali dengan mengerahkan tujuh puluh persen tenaga dalamnya.


Pertukaran serangan yang sangat cepat, segera terjadi. Dari belasan kali, kini menapak puluhan kali pertukaran serangan diantara keduanya.


Saat pertukaran serangan memasuki seratus kali lebih, suara benturan keras terdengar dan kedua orang itu pun sama-sama terpental mundur.


Beberapa saat kemudian, mata Chou Ong sedikit menyipit ketika melihat Tan Kuan mengeluarkan Pedang dari sarung yang berada di pinggangnya.


Sinar keperakan seketika menerangi halaman rumah Zhu San sedangkan Chou Ong menelan ludahnya.


Ia tahu persis kehebatan Pedang Perak di tangan Tan Kuan, karena tiga puluh tahun lalu, Ia nyaris terbunuh oleh pedang itu.


“Kau memang hebat tua bangka licik, tapi aku belum serius. Guru berwasiat kepadaku untuk memenggal kepalamu dengan pedangnya ini. Jadi bersiaplah untuk mati!”


Aura sangat kuat merembes dari tubuh Tan Kuan saat Ia mengalirkan sembilan puluh persen tenaga dalamnya ke seluruh tubuh.


Pedang Perak di tangannya pun bersinar dua kali lebih terang dari sebelumnya. Chou Ong menelan ludahnya.


Rasa gentar mulai merasuki hatinya saat Ia melihat Tan Kuan telah mewarisi jurus pedang terhebat milik Si Tangan Perak. Musuh bebuyutannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2