
BLAAMM !!
Suara menggelegar terdengar saat terjadi benturan keras antara Jurus Tapak Api Biru melawan Jurus Tapak Dewa Bumi milik Shen Rong.
Tubuh Keduanya terpental hingga dua puluh meter dengan masing-masing menyemburkan darah segar dari mulutnya. Terlihat bahwa kekuatan keduanya seimbang.
“Bagaimana Ia bisa mencapai Tingkat Pendekar Dewa Tahap Awal?” Shen Rong sedikit terkejut mengetahui Phoenix Biru kini memiliki kekuatan yang setara dengan dirinya.
Sementara puluhan orang pendekar yang melayang dan menyaksikan pertarungan itu, berterbangan bagai diterpa Angin Topan maha dahsyat.
Qiu Lan sendiri terjajar hingga lima belas meter dari tempatnya berada, akibat kuatnya energi yang dihasilkan dari beradunya dua kekuatan besar tersebut.
Hampir seribu pendekar dari pihak Qiu Lan yang paling dekat jaraknya dengan mereka berdua, tergeletak tak bernyawa, akibat diterpa energi besar yang membuat jantung mereka berhenti berdetak.
“Kakak! “ Phoenix merah berteriak dan hendak menghampiri Sang kakak yang baru saja mengusap darah kental berwarna Biru dari sudut bibirnya.
“Diamlah Aku tidak apa-apa!” Langkah Phoenix Merah terhenti karena ucapan Phoenix Biru yang segera bersiap menyerang dengan jurus yang lebih hebat lagi.
Phoenix Biru tiba-tiba menjerit melengking dan sesuatu terjadi pada tubuhnya yang seketika berubah ke dalam wujud aslinya yaitu seekor Siluman Burung Phoenix dengan panjang lebih dari sepuluh meter.
Ekor Siluman Burung Phoenix itu, tiba-tiba mengeluarkan bara api biru dan udara pun seketika menjadi dua kali lebih panas dari sebelumnya.
Dinding Perisai Pelindung yang dibuat oleh Shen Rong terlihat mulai terbakar karena bergesekan dengan energi panas tersebut.
Sementara puluhan pendekar yang melayang segera melesat menjauhi tempat tersebut dengan wajah yang terlihat tidak percaya dengan situasi di depan mereka.
Sementara belasan ribu pendekar lari tunggang langgang menjauhi tembok Kota Baixan hingga sejauh lima ratus meter.
Ratusan Pendekar Pasukan Khusus Kekaisaran Liu yang terlambat meninggalkan tempat itu, terlihat panik karena jubah mereka terbakar, sehingga mereka terpaksa melepas jubah tersebut.
Wajah Shen Rong kini terlihat cemas, melihat udara kota Baixan telah diselimuti oleh api berwarna biru yang sedang membakar dinding perisai yang Ia buat semalam.
Tiba-tiba Shen Rong tersenyum dan beberapa detik kemudian sesuatu yang diluar dugaan terjadi. Langit pun berubah menjadi putih dan menutupi matahari.
__ADS_1
Lalu suhu udara tiba-tiba menurun drastis dan semakin lama semakin dingin hingga butiran salju mulai berjatuhan dari langit berwarna putih tersebut.
Api Biru yang membakar Perisai Pelindung Kota Baixan perlahan mulai redup dan akhirnya benar-benar padam.
Shen Rong segera mengalirkan energi qi lebih besar ke seluruh tubuhnya untuk melindungi organ dalamnya agar tidak membeku. Hal yang sama dilakukan oleh Qiu Lan dan kedua anak buahnya.
Phoenix Biru yang masih berusaha melawan hawa dingin yang sangat kuat itu, akhirnya menyerah dan berhenti mengalirkan energinya ke arah ekor.
Perlahan api biru di ekornya menjadi redup sebelum akhirnya padam. Hal yang membuat wajah Siluman Burung Phoenix Biru terlihat ketakutan.
Sementara Fu Kuan dan ketujuh orang lainnya terlihat dalam kondisi yang kritis. Tubuh delapan jagoan itu, terlihat menggigil hebat dan mungkin tidak bisa bertahan lebih dari satu menit lagi.
Tak jauh dari delapan orang itu, dua puluh pendekar yang melayang di udara, mulai terlihat goyah dan limbung sehingga melayang tidak stabil di udara.
Bahkan dua diantaranya telah melayang turun dengan tubuh menggigil hebat sekalipun sudah mengerahkan seluruh tenaga dalam mereka.
Lalu satu persatu kedua puluh pendekar itu segera melayang turun karena sudah mulai kehabisan tenaga dalam. Mereka menjejakkan kaki di tanah yang kini mulai tertutupi oleh Salju yang semakin banyak berjatuhan.
Melihat situasi ini, Qiu Lan yang masih bisa bertahan dan kebingungan dengan apa yang terjadi, menjadi kesal. Saat itulah sebuah cahaya kuning kemerahan, melesat dari balik sebuah awan.
Wajah pucat dan pasrah saat melihat bola cahaya itu datang, berubah menjadi rasa takjub saat mereka telah berada di dalam bola cahaya tersebut.
Delapan orang itu terlihat tidak menggigil lagi seperti sebelumnya. Bahkan mereka merasakan udara yang hangat dan menyejukkan.
“Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan hal ini?” Tanya Tan Kuan yang sangat takjub dengan situasi yang mereka alami.
Belum sempat yang lain menjawab pertanyaan Tan Kuan, Qiu Lan tiba-tiba menjerit sangat keras. Dari tubuhnya keluar gumpalan asap hitam yang luar biasa besarnya.
Asap itu segera saja menyebar, menutupi langit putih dan membentuk sebuah kubah raksasa yang membuat butiran salju tidak lagi turun ke tanah.
Suasana pun seketika berubah menjadi gelap. Suhu udara yang semula sangat dingin perlahan-lahan menjadi kembali ke suhu normalnya dan hari pun seolah telah berganti malam.
Shen Rong yang diam, mulai bersiap saat melihat Phoenix Biru kembali mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya. Ekornya pun kembali membara oleh api biru, bahkan kini kedua sayapnya pun ikut membara.
__ADS_1
“Keluarlah kalian berdua!!” Qiu Lan tiba-tiba membentak setelah Ia membuka matanya yang terpejam. Hal itu mengejutkan semua orang kecuali Shen Rong.
Tiba-tiba saja terjadi ledakan besar saat Zhu San dan Bian Chi mengejutkan mereka dengan muncul secara tiba-tiba di tengah-tengah arena pertempuran.
Ledakan energi dari tubuh Zhu San dan Bian Chi itu, membuat gumpalan awan hitam sirna tertiup angin yang tercipta dari fluktuasi udara. Demikian juga dengan langit putih yang menjatuhkan butiran salju tadi.
Kini udara di gerbang selatan dan sebagian besar Kota Baixan kembali normal. Matahari pun terlihat kembali bersinar di atas mereka.
“San’er … Kekuatan macam apa yang kau miliki ini? Apakah Kau ini sebenarnya Dewa yang menyamar di bumi?”
Lin Kai menelan ludahnya berkali-kali, saat melihat murid keduanya itu, muncul di hadapan mereka yang kini masih berada di dalam bola cahaya raksasa.
Mereka begitu takjub dengan kekuatan yang memancar dari tubuh Zhu San dan Bian Chi. Sehingga hanya bisa membuka mulut tanpa sepatah kata pun yang terucap.
“Puncak Pendekar Dewa?! Ini mustahil! Bagaimana mereka bisa sekuat itu hanya dengan satu buah Apel Dewa?”
Shen Rong yang memiliki kekuatan di tingkat Pendekar Dewa Tahap Awal, tidak percaya dengan apa yang Ia saksikan.
Demikian Juga Qiu Lan dan Phoenix Biru yang kekuatannya berada di tingkat yang sama dengan Shen Rong. Mereka merasakan jerih saat menyadari Aura kekuatan yang dimiliki oleh Zhu San dan Bian Chi saat ini.
Phoenix Biru segera melesat mendekati Qiu Lan. Lalu berbisik pelan kepadanya. “Dewi Kita harus pergi Ke Dunia Atas secepatnya, hanya Kakakku Phoenix Putih yang bisa menghadapi mereka.”
Qiu Lan terkejut mendengar ucapan Phoenix Merah. Tidak Ia duga kini Phoenix Putih memiliki kekuatan lebih besar darinya. “Bagaimana caranya kita bisa pergi dari mereka?”
Phoenix Biru tersenyum sebelum berkata menanggapi ucapan Qiu Lan. “Aku akan menggunakan teknik ilusiku sementara anda dan mereka berdua membuka Gerbang Dimensi dengan Batu Tujuh Warna.”
Zhu San yang memiliki pendengaran tajam hanya tersenyum mendengar perkataan Phoenix Biru.
“Kau Pikir teknik ilusimu akan bekerja padaku Siluman Burung?!”
Wajah terkejut diperlihatkan oleh Qiu Lan dan Phoenix Biru yang tak menduga Zhu San bisa mendengar pembicaraan mereka.
Wajah Keduanya pun memburuk saat melihat Zhu San dan Bian Chi mengerahkan energi qi ke arah kedua telapak tangan mereka.
__ADS_1
----------------------O-----------------------