
“Adik … Apa Kau terluka?” Paruh Elang Setan segera melayang mendekati adiknya. “Aku .. Hoek! ” pria berjuluk Sayap Kanan Elang Setan itu, memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Paruh Elang Setan segera meletakan tangan ke punggung sang Adik dan mengalirkan hawa murni ke tubuhnya.
“Bentuk Formasi!” Paruh Elang Setan berteriak memberi perintah kepada ketiga adiknya yang lain, setelah Ia melihat adik seperguruannya itu kondisinya membaik.
Seketika pertarungan terhenti, karena mereka bertiga segera melesat mundur dan mendekati Paruh Elang Setan.
Kelimanya segera membentuk sebuah formasi dimana dua Sayap Elang Setan memijakkan kedua kaki mereka di pundak masing-masing Cakar Elang Setan.
Paruh Elang Setan segera memijak bahu kanan dan bahu kiri kedua orang berjuluk Sayap Elang Setan itu. Lalu Ia berteriak keras memberi aba-abanya. “Formasi Elang Setan!”
Tubuh kelimanya tiba-tiba mengeluarkan aura berwarna ungu yang kemudian bersatu membentuk lingkaran yang melindungi tubuh mereka berlima.
Tan Kuan, Yu Mei, Fu Kuan dan Lin Kai akhirnya memahami apa yang akan mereka lakukan. “Kita Lawan dengan Jurus Andalan kita masing-masing.” Lin Kai berteriak seraya bersiap mengeluarkan Jurus Elang Biru Mematuk Mangsa.
Fu Kuan kembali bersiap mengeluarkan Jurus Petir Bintang Merahnya. Sementara Tan Kuan dan Yu Mei, keduanya sepakat menggunakan Jurus Sepasang Pedang Perak.
Saat keempatnya telah bersiap dengan jurus terkuat mereka, Lima Elang Setan pun telah selesai menyatukan kekuatannya. Kini terlihat bayangan seekor elang raksasa berwarna ungu dengan mata yang merah menyala.
Elang yang terbentuk dari energi tenaga dalam mereka berlima itu, segera melesat ketika Paruh Elang Setan memberi aba-aba untuk menyerang keempat lawan mereka.
“Elang Biru Mematuk Mangsa!”
“Petir Bintang Merah Level 2!”
“Sepasang Pedang Perak!”
Suara keempat orang silih berganti terdengar dari Tan Kuan, Fu Kuan dan Lin Kai. Dari ujung pedang Berat di tangan Lin Kai melesat burung elang berwarna biru.
Dari ujung Pedang Bintang Merah, melesat keluar sebuah petir besar yang berwarna merah ke arah Elang Setan. Sementara dari pedang Tan Kuan dan Yu Mei yang ujungnya bersatu, melesat cahaya berbentuk tombak besar.
BLAAAM
__ADS_1
Suara menggelegar terdengar memenuhi udara di sebelah selatan kota Baixan. Bian Chi yang telah mendesak Dua Jagal Iblis menghentikan serangannya. Dan melihat apa yang terjadi.
Sembilan tubuh terpental berlawanan arah, masing-masing dari mereka menyemburkan darah segar dari mulutnya. Posisi melayang mereka terlihat oleng.
Bian Chi segera membantu mereka berempat untuk mengobati luka-lukanya. Ia meletakan telapak tangannya ke punggung Fu Kuan, lalu menyalurkan energi penyembuhnya.
Fu Kuan merasa takjub ketika tiga menit kemudian, tubuhnya kembali segar. Lin Kai dan Tan Kuan pun merasakan hal yang sama. Saat selesai mengobati Yu Mei, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras lainnya.
Sontak semua mata mengalihkan pandangan ke arah sumber suara. Dan mereka mendapati Zhu San, sedang bertarung dengan menggunakan serangan energi tenaga dalam.
Zhu San dan Quan Yu, telah bertukar serangan lebih dari seratus kali. Tak satupun serangan dari Quan Yu yang berhasil mengenai tubuh Zhu San.
Sebaliknya dua tiga kali serangan Zhu San yang menggunakan jurus Tinten Siba, berhasil mendarat di tubuh lawan. Beberapa kali pula Quan Yu harus merelakan tubuhnya terhempas ke tanah.
Merasa tidak mampu melawan Zhu San dengan serangan langsung, Quan Yu pun mulai menggunakan serangan energi tenaga dalam.
Kakek berumur lebih dari seratus tahun yang terkenal dengan julukan Pendekar Penakluk Langit itu, segera mengerahkan tujuh puluh persen tenaga dalamnya ke telapak tangan.
Jurus Tapak Elemen Angin segera Zhu San kerahkan sebanyak lima puluh persen ke tangan kanannya. Sementara Energi dari Elemen Inti Api segera Ia Alirkan ke telapak tangan kiri.
Terlihat pusaran angin memenuhi telapak tangan kanan Zhu San, sementara Api berwarna ungu menyala terang di telapak tangan kirinya.
Quan Yu menelan ludahnya melihat hal itu, namun Ia tak gentar sedikitpun karena telah sangat marah. Baru kali ini Ia dibuat jatuh bangun oleh lawannya.
“Tapak Penakluk Langit!”
Quan Yu melesat ke atas Zhu San dan segera melakukan serangan dengan menghantamkan tapaknya ke arah Zhu San. Dari Tapak Tangan Quan Yu, melesat dua energi berbentuk telapak tangan sebesar tubuhnya.
Tapak tangan energi itu, segera melesat ke arah tubuh Zhu San yang tiba-tiba menggerakan kedua telapak tangannya ke depan.
Dari tangan kirinya menyembur Api berwarna ungu yang segera membesar, ketika terdorong oleh angin yang keluar dari telapak tangan kanan Zhu San yang berisi energi dari Inti Elemen Angin.
Pusaran angin itu bersatu dengan api dan bergulung serta membesar, menghadang dua tapak energi dari Quan Yu. Keduanya energi itu pun berbenturan keras di udara.
__ADS_1
BLAAAMM!!
Suara menggelegar terdengar membahana, membuat semua orang menoleh ke arah mereka. Dua Jagal Iblis pun, segera melesat ke arah dimana gurunya itu berada.
Tubuh Quan Yu terpental puluhan meter dengan mulut yang menyemburkan darah dan dada yang serasa remuk. Pandangan matanya seketika menjadi gelap, tepat saat Dua Jagal iblis berhasil meraih tubuhnya.
Sementara itu, Zhu San hanya terjajar tiga langkah dari tempatnya tadi berada. Dia tidak merasakan apapun selain rasa sedikit kebas di kedua telapak tangannya.
Matanya menatap tajam ke arah Dua Jagal Iblis, yang Ia ketahui nama mereka dari Quan Yu, sesaat sebelum mereka tadi memulai pertarungan.
Bayangan kematian kedua orang tuanya di tangan mereka berdua, membuat amarah Zhu San tak terkendali.
Ia melesat sangat cepat dan telah berada di dekat Dua Jagal Iblis yang baru selesai mengalirkan tenaga dalam ke tubuh guru mereka yang pingsan
Quan Yu pun telah tersadar, Ia segera berdiri ketika melihat Zhu San sudah berada di dekat mereka bertiga. Wajahnya menujukan rasa jerih setelah pertukaran serangan tadi.
“Kalian berdua pergilah dari sini, cari adik seperguruanku di Kekaisaran Wei, katakan padanya, aku memintanya untuk membalaskan dendam atas kematianku ini.” Perkataan Quan Yu membuat Dua Jagal Iblis terkejut.
“Tidak ada dari kalian yang bisa pergi dari sini!” Zhu San berteriak dengan keras. Ia segera mengeluarkan Pedang Yang dari Cincin Jiwa dan segera mengangkatnya ke udara.
“Naga Api Yinyang!”
Zhu San segera saja menyerang mereka bertiga yang segera berhamburan ke udara melihat sesosok Ular Naga Api melesat keluar dari ujung pedang di tangannya.
Ular Naga itu terus melesat, mengejar Quan Yu dan berusaha menelan tubuhnya. Empat kali saja Quan Yu berhasil menghindari terkaman ular naga api itu. Pada terkaman yang ke lima kalinya, Quan Yu gagal menghindarinya.
Tubuh Quan Yu meledak, sesaat setelah ditelan oleh Ular Naga Api raksasa itu. Ledakan juga menyebabkan Ular Naga Api itu, ikut musnah.
Ledakan keras itu, tidak menghentikan pertarungan di depan pintu gerbang, ribuan anak panah, masih terus melesat dari kedua belah pihak.
Sementara Alat pendobrak gerbang, masih terus menghajar pintu gerbang selatan Kota Baixan itu. Hal ini membuat Xie Han merasa khawatir, apalagi ribuan prajurit musuh, terus bergerak maju sambil membawa tangga kayu yang sangat panjang.
*****
__ADS_1