
Baru kali ini Setan Air air merasa jerih setelah puluhan kali terlibat dalam pertarungan selama hidupnya. Jerih yang membuat firasat buruk menyelimuti benaknya setelah melihat kematian Setan Api.
“Gadis ini, bagaimana bisa Ia mempunyai kekuatan sebesar itu dalam tubuhnya. Aku terpaksa mengeluarkan jurus terkuat itu, sekalipun mati aku tidak menyesal jika telah mengeluarkan seluruh kemampuanku.”
Setan Air segera bersiap dengan Jurus Pamungkasnya. Ia melesat mundur membuat jarak keduanya menjadi lebih jauh. Bian Chi menyadari lawan Akan mengeluarkan jurus terkuatnya.
Terlihat Setan Air menuangkan seluruh air berwarna kuning dan berbau sangat pesing itu. Zhu San segera membuat lapisan pelindung saat menyadari bahwa aroma itu bisa membuat pingsan para anggota Sekte Pedang Bumi.
Selain itu, pertarungan sepertinya akan mencapai puncaknya. Karena Aura kekuatan dari tubuh Setan Air semakin menguat. Mata Zhu San melotot lebar setelah melihat apa yang dilakukan oleh Setan Air dengan Air Seni Iblis.
Wajah Bian Chi sontak menjadi merah, rasa malu terlihat di wajahnya. Namun rasa marah segera menindih rasa malu itu seiring Aura kuat memancar dari tubuh Isteri Zhu San itu.
“Dasar lelaki tak tahu malu! Apalah maksudnya membentuk air itu menjadi bentuk yang memalukan diri sendiri.” Bian Chi menggerutu kesal sambil terus mengerahkan tiga puluh persen energi qi di tubuhnya.
“Hahahaha … Wajahnya menjadi merah, konsentrasinya pasti buyar melihat bentuk Air Seni Iblis yang sekarang. Kau akan terkejut setelah tahu apa yang berikutnya terjadi.” Setan Air tertawa dalam benaknya.
Jurus Iblis Buang Air, demikian Ia menamakan jurus terkuatnya itu. Air Seni Iblis kini berbentuk pusaka pria dengan ukuran sepanjang tiga meter. Bentuk itu memang sengaja dibuat, untuk memecah konsentrasi lawan.
Namun Ia salah perhitungan saat menghadapi Bian Chi, walau konsentrasinya sedikit terganggu karena hasratnya bergejolak, namun Bian Chi tetap fokus dalam pertarungannya.
Dua ekor ular Naga Api keluar dari kedua telapak tangan Bian Chi. Hal itu membuat Setan Air segera menggerakan tangannya.
Energi berbentuk Pusaka Pria berukuran raksasa itu, tiba-tiba menembakkan air berwarna merah darah yang segera berubah menjadi pedang energi sebanyak tiga kali.
Ketiga Pedang energi itu melesat ke arah Bian Chi dengan kecepatan yang tinggi, namun terlihat lambat di mata Bian Chi maupun Zhu San.
Dengan cepat Bian Chi menggerakkan dua ekor ular naga di telapak tangannya. Kedua ekor ular itu segera menyemburkan api besar dan sangat panas sehingga membuat ketiga pedang energi itu menguap menjadi air saat menyentuhnya.
__ADS_1
Mata Setan Air melotot lebar, saat melihat serangannya berhasil digagalkan dengan mudah. Ia menjadi panik dan segera kembali menembakkan Air lebih banyak dari energi berbentuk pusaka pria itu.
Namun serangannya sia-sia, satu Pedang energi Air Seni Iblis yang lolos dari semburan, berhasil Bian Chi hindari. Pedang energi itu menghantam sebuah bangunan hingga meledakkannya.
Bian Chi kembali menggerakan Telapak tangannya dengan sangat cepat. Setan Air kembali terkejut dengan kecepatan serangan Bian Chi, bahkan Ia tak sempat lagi menggerakan energi berbentuk pusaka pria itu, ketika mulut salah satu ular naga api menelannya.
BUUUUMM
Suara ledakan menggelegar saat ular naga api meledak bersama dengan energi Air Seni Iblis. Udara berfluktuasi hebat, lima bangunan sekte Pedang Bumi hancur bagian atapnya karena ledakan tersebut.
Sementara mereka yang menyaksikan pertarungan itu, merasa aneh mengapa tidak terkena imbas sama sekali.
“Apakah San’er bisa membuat lapisan pelindung? Jika Ia, tenaga dalamnya sangat besar sekali. Sulit Aku percaya jika hanya mendengarnya saja. Semuda ini telah memiliki kemampuan seperti pendekar legenda lima ratus tahun lalu.”
Ketua Ruan Lao memandang Zhu San dengan takjub, Ia menyadari jika mereka dilindungi oleh lapisan energi yang dikeluarkan oleh Zhu San.
“Chi’er cepat selesaikan!” Bian Chi menganggukkan kepala mendengar suara Sang suami yang berbicara melalui telepati.
Dengan gerakan sangat cepat, Bian Chi menyerang Setan Air yang terlihat sudah pasrah dengan serangan Tapak Naga Es di tangannya.
Serangan yang sangat cepat itu tidak berhasil dihindari oleh Setan Air dengan tidak sempurna. Kepalanya yang menjadi Incaran serangan Tapak Bian Chi, berhasil Ia selamatkan namun tidak dengan pundaknya.
KRAAAK
Tulang pundaknya patah namun Ia tidak merasakan sakit terlalu lama karena energi berhawa sangat dingin, dengan cepat membekukan seluruh tubuhnya. Jantungnya berhenti berdetak tanpa sempat Ia alirkan tenaga dalam.
Tubuh Setan Air melayang jatuh dari udara dan membeku seluruhnya ketika menyentuh tanah. Tiga Setan Bukit Pelangi tidak menduga jika hari ini mereka berkelana ke akhirat diantar oleh dua orang yang masih sangat muda.
__ADS_1
“Kekuatan yang sangat mengerikan.” Ketua Ruan Lao menelan ludahnya melihat kematian Setan Air dengan tubuh yang membeku itu.
“Bagaimana Nona Bian Chi bisa memiliki dua energi Yin dan Yang dalam tubuhnya … Jangan-jangan ... Tidak mungkin mereka memiliki tubuh langka yang hanya muncul seribu tahun sekali itu?” Ketua Ruan Lao yang lalu tersenyum lebar saat teringat sesuatu dalam benaknya.
Hanya mereka yang memiliki tubuh berjenis langka tersebut yang dapat memiliki dua energi berbeda dalam tubuhnya dengan jumlah energi yang sama besarnya.
Ia pun melihat secercah harapan akan sesuatu yang sektenya miliki sejak ratusan tahun lalu. Sebuah Kitab Pusaka yang tersegel dalam peti aneh yang hanya bisa dibuka oleh oleh mereka yang bertubuh Yinyang Sejati.
Ia pun segera mendekati Zhu San saat Bian Chi telah berada di dekat suaminya. “San’er … bolehkan aku bertanya sesuatu tentang jenis tubuh kalian? Apakah Tubuh Kalian berjenis Yinyang Sejati?”
Zhu San tersenyum mendengar pertanyaan itu. Jawabannya membuat wajah Ketua Ruan Lao berubah menjadi cerah dengan mata berbinar-binar. Ia pun melakukan hal di luar perkiraan Zhu San dan Bian Chi.
“Pendekar Yinyang Sejati mohon bantuan anda untuk membuka Peti Pusaka turun temurun milik Sekte Kami. Menurut wasiat Leluhur Pendiri Sekte Pedang Bumi. Kitab Inti Pedang Bumi yang tersegel dalam peti, hanya bisa dibuka oleh Pendekar berjenis Tubuh Yinyang Sejati.”
Zhu San terkejut mendengar hal itu, Ia segera membuat Ketua Ruan Lao untuk berdiri. Demikian juga dengan para Tetua dan Anggota Sekte yang ikut berlutut, saat melihat ketua sekte mereka berlutut di depan Zhu San dan Bian Chi.
“Ketua Lao Mohon jangan lakukan lagi hal yang seperti tadi. Aku akan membantu Ketua Lao dengan sukarela.” Perkataan Zhu San membuat Ketua Ruan Lao menjadi kagum sekaligus segan padanya.
Setelah memberi perintah kepada seluruh anggotanya untuk membereskan kekacauan akibat pertarungan, Ketua Ruan Lao mengajak Zhu San dan Bian Chi ke bangunan tempatnya tinggal selama ini.
Ia mengajak keduanya memasuki sebuah ruangan dimana tersimpan berbagai senjata tingkat tinggi serta pusaka milik Sekte mereka.
Ketua Ruan Lao lalu mengambil sebuah Peti kecil dan membawanya ke hadapan Zhu San dan Bian Chi. Peti berukiran aneh itu, segera berada di tangan Zhu San.
Zhu San merasakan sebuah getaran halus di tangannya sebelum akhirnya Ia mendengar sebuah suara di kepalanya. Suara yang Ia kenali sebagai Suara Roh Yao San.
---------------------O---------------------
__ADS_1