
Lai Ong memandang Qiu Lan dengan tatapan yang tak percaya. Teknik yang telah menghilang sejak ratusan tahun lalu itu, kini telah muncul dan dikuasai oleh seorang gadis yang memiliki Aura membunuh yang kuat.
Racun yang kini memasuki peredaran darahnya, mulai bereaksi dan memaksa Lai Ong untuk duduk bermeditasi.
Ia mencoba menetralisir racun tenaga dalam tersebut, namun itu bukan hal mudah untuk dilakukan, apalagi di saat Qiu Lan melangkah mendekatinya.
Nafsu membunuh yang kuat, membuat Lai Ong menelan ludahnya. Ia hanya bisa pasrah saat menyadari bahwa tubuhnya menjadi sedikit kaku ketika Ia mencoba untuk berdiri.
“Sebelum kau membunuhku, katakan Siapa kau sebenarnya? Dan bagaimana kau bisa mengusai teknik yang telah menghilang sejak ratusan tahun lalu itu?”
Lai Ong duduk kembali dalam posisi bermeditasi ketika Qiu Lan telah berada satu meter di hadapannya.
“Hihihi … Akhirnya kau menyerah juga. Akan aku katakan siapa diriku setelah kau berada di neraka!”
Gluduk
Suara Kepala Lai Ong yang jatuh menggelinding, terdengar cukup keras sesaat setelah Qiu Lan menggerakan tangannya dengan sangat cepat.
Pedang energi yang setajam senjata pusaka itu, memenggal rapi kepala Lai Ong, Jagoan Nomor Tiga Kekaisaran Hun.
“Sesepuh!! ….”
Terdengar suara teriakan Kaisar Kuang Yun yang terkejut melihat kematian mengenaskan Pengawal Pribadinya itu. Tubuhnya pun bergetar hebat saat melihat kekejaman yang dilakukan Qiu Lan.
Qiu Lan melangkah santai, mendekati lima puluh orang prajurit elit yang kini terlihat ketakutan setelah melihat apa yang terjadi dengan Lai Ong.
Namun mereka sudah bersumpah untuk melindungi kaisar dengan nyawa mereka. sehingga lima puluh orang itu bergerak secara bersamaan menyerang Qiu Lan.
Jerit kematian pun mulai terdengar menindih suara dentingan senjata yang beradu dari pertarungan yang tidak seimbang dalam jumlah itu.
Suara pertarungan itu, mengundang prajurit dan beberapa jendral yang baru datang, segera mendekatinya. Dan mereka terpana saat melihat apa yang tengah dan telah terjadi.
Kuan Long yang juga mendengar suara itu, segera menuju ke asal sumber suara yang terdengar olehnya bersama sang isteri.
Dan Ia sangat terkejut melihat kekacauan yang tengah terjadi di halaman depan istana itu. Qiu Lan terlihat dengan sangat kejam sedang membantai belasan orang yang tersisa dari lima puluh Prajurit Elit Kekaisaran Hun.
“Lan’er!!! … Apa yang kau lakukan?! Bagaimana bisa Kau se…?!”
__ADS_1
“Diam! Sebentar lagi giliranmu dan Isterimu yang akan ku habisi!” Qiu Lan menjawab cepat, seraya menghabisi tiga orang tersisa dari Pasukan Elit Kekaisaran Hun itu.
Tubuh Kuang Long menjadi bergetar hebat, mendengar perkataan Qiu Lan yang terdengar sangat marah padanya. Ia tidak menduga akan mendengar hal itu dari gadis yang pernah akan Ia nikahi.
Qiu Lan melangkah mendekati Kuang Long, namun beberapa Jenderal dan Perwira yang ada di tempat itu, segera menghadangnya.
“Minggir kalian! … Aku hanya memiliki urusan dengan pengkhianat yang meninggalkanku demi perempuan yang tidak lebih cantik dariku itu!”
Suara Qiu Lan yang lantang dengan emosi yang meluap-luap, akhirnya membuat mereka semua menyadari alasan di balik pembunuhan keji yang dilakukan oleh gadis itu.
Kuan Long dan Isterinya terkesiap, saat mereka mengetahui penyebab Qiu Lan berlaku kejam. Para Jenderal pun memahami tentang adanya permasalahan hati yang sulit untuk diselesaikan dengan cara biasa itu.
Hal itu membuat mereka menjadi gamang dan memilih diam seraya memberi jalan kepada Qiu Lan untuk mendekati Putera Mahkota Kuang Long.
“Lan’er … Maafkan Aku … Kau sudah sembuh rupanya.. Syukurlah.”
Kuan Long berkata merendah saat Qiu Lan telah berada dua meter di depannya. Ia tersenyum sesaat setelah berkata demikian, untuk meredam kemarahan Qiu Lan.
“Jadi dia perempuan yang membuatmu meninggalkan aku dan mempermalukan keluargaku hingga membuat Ayahku harus tewas mengenaskan!”
Suara ketus Qiu Lan tentu saja mengejutkan semua orang yang mendengarnya, terutama tentang kematian Qiu Shang. Hal yang membuat masalah menjadi jauh lebih rumit dari yang mereka duga.
“Nona Qiu Lan … Maafkanlah Long’er. Semua itu Aku yang mengaturnya, jika Kau ingin menyalahkan orang. Akulah yang patut disalahkan. Hukumlah Aku tapi Kumohon maafkan dia dan biarkan Ia menjalani kehidupan dengan tenang.”
Di luar dugaan semua orang, Kaisar Kuang Yun berkata yang seharusnya tidak ia katakan. Namun Ia bersikap demikian agar puteranya itu tetap dibiarkan hidup oleh Qiu Lan.
“Tanpa Kau minta sekalipun, Aku memang telah berencana menghabisi kalian semua!”
Qiu Lan segera menggerakan tangannya. Hal yang terjadi selanjutnya sungguh membuat semua jenderal dan prajurit yang ada, menjadi lemas lututnya sehingga jatuh terduduk.
Hal yang sama juga terjadi pada Kuang Long dan isterinya. Keduanya berlutut sambil memandangi wajah Ayah mereka yang kini telah terpisah dari tubuhnya.
Dengan satu gerakan yang sulit diikuti mata, Qiu Lan menebas leher kaisar Kuang Yun. Dan tertawa setelah melakukan hal itu.
Tawa yang kemudian berubah menjadi amarah, saat melihat wajah Isteri Kuang Long. Ia pun berniat membunuh Isteri Kuang Long, namun pria itu segera menghadangnya.
“Lan’er … Dia tidak bersalah. Tolong jangan bunuh dia. Bunuhlah Aku, tapi ku mohon biarkan Ia hidup. Demi Isteriku, Aku rela mati di tangan perempuan yang sangat Aku Cintai. Bunuhlah Aku saja. Aku menerima salah karena meninggalkan dirimu.”
__ADS_1
Kuang Long berkata dengan rasa pasrah akan kenyataan hidupnya yang sebentar lagi sangat mungkin akan berakhir.
Qiu Lan tertegun mendengar perkataan lelaki yang hingga detik ini masih Ia cintai. Ada rasa marah yang besar saat mendengar awal kata Kuan Long.
Namun Ia tak bisa memungkiri, jika Ia merasa bahagia, mendengar Kuang Long masih sangat mencintainya. Qiu Lan terlihat gamang, Ia hanya menatap tajam kepada dua orang tersebut silih berganti.
Entah apa yang mendasari Ia mengambil keputusan yang membuatnya, tiba saja bergerak cepat. Ia melewati Kuang Long tanpa bisa dihalangi oleh Putera Mahkota Kekaisaran Hun itu.
AARGGGHHH
Isteri Kuang Long Jatuh terkulai dengan mata melotot marah ke arah Qiu Lan. Ia tak mampu untuk mempertahankan nyawanya, setelah Pedang Energi di tangan Qiu Lan, menembus jantungnya.
“Mi’eeeerrrr !!! ….”
Kuang Long segera memeluk tubuh sang Isteri yang telah melayang nyawanya. Air matanya pun jatuh membasahi pipi.
Walau Ia belum begitu mencintai sang Isteri, namun kehilangan seseorang yang akan menjalani hidup bersama hingga tua nanti adalah kesedihan yang tak bisa Ia ungkapkan dengan kata-kata.
Tubuh Qiu Lan bergetar menahan rasa marah yang besar, setelah melihat apa yang dilakukan oleh Kuang Long.
Tanpa bisa Ia menahannya, tangan yang masih teraliri energi besar itu, segera Ia hantamkan ke arah Kepala Kuang Long.
PRAAKK
Kuang Long jatuh dengan kepala yang retak, darah pun mengalir deras dari bagian kepalanya yang retak, mengakibatkan Ia tewas tanpa sempat untuk berteriak lagi.
Para Jenderal dan prajurit yang tersisa, kini menjadi sangat marah. Rasa takut mereka akan kekejaman Qiu Lan telah mencapai puncaknya dan berbalik menjadi rasa berani yang besar.
Mereka segera menyerang Qiu Lan dengan membab1 buta. Namun Qiu Lan yang kembali menciptakan pedang dari energinya, dengan mudah membunuh semua jenderal, perwira dan para prajurit itu.
Semua orang yang berdatangan menyerangnya, berjumlah lebih dari seratus orang. Namun, Ia dengan cepat menghabisi mereka semua.
Tak sampai sepuluh menit, Suasana di halaman Istana Kekaisaran Hun itu, kembali menjadi sunyi dengan aroma anyir darah yang segera memenuhi udara.
Hal itu juga menjadi tanda bagi keruntuhan pemerintahan Kekaisaran Hun yang adil. Dan akan berganti dengan Pemerintah diktator dari Qiu Lan Sang Dewi Kematian.
Dengan ambisi dan dendamnya, Qiu Lan pun mengambil alih Kekuasaan Kekaisaran Hun, dan mengangkat dirinya menjadi Kaisar perempuan pertama, di sepanjang sejarah Kekaisaran Hun.
__ADS_1
******