Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
286:Kemelut di Sekte Pedang Suci


__ADS_3

286: Kemelut di Sekte Pedang Suci


Sekte Pedang Suci adalah Sekte Aliran Putih terkuat di Benua Awan Biru sekaligus Sekte Tertua yang telah berusia ribuan tahun. Jumlah anggota sekte itu kini lebih dari sepuluh ribu orang.


Hal ini membuat Sekte Pedang Suci menjadi Sekte terbesar dengan anggota sebanyak itu. Anggotanya tidak hanya berasal dari benua Awan Biru saja, melainkan dari dua Benua lain.


Hal ini karena reputasi mereka di masa lebih dari seribu tahun lalu. Yaitu masa di generasi ke dua keluarga Gong.


Nama Gong Xhun dan Gong Li adalah nama leluhur yang melekat di benak setiap anggota Sekte Pedang Suci.


Terlebih leluhur mereka Gong Li yang diyakini oleh seluruh anggota mereka masih hidup karena Ia adalah Isteri Dewa Penjaga Dunia, Dewa Yao Chan.


Tidak ada satu pun sekte atau pendekar Aliran Hitam yang berani mengusik Sekte Pedang Suci sejak ribuan tahun lalu. Hal itu karena mereka takut akan kemurkaan Dewa Yao Chan.


Namun Hari ini, saat matahari dua jam lagi tenggelam di ufuk barat, Sepasang Suami Isteri berusia muda, mendatangi Sekte tersebut dengan cara yang kasar dan arogan.


Keduanya membunuh penjaga Gerbang dan setiap anggota sekte yang coba menghadang mereka.


Hingga akhirnya keduanya tiba di alun-alun Sekte Pedang Suci setelah lebih dari lima ratus anggota sekte terbunuh oleh mereka berdua.


“Gong Fei! Keluarlah atau ku habisi seluruh anggota sekte mu!” Teriak sang lelaki sambil memandang ribuan anggota sekte yang telah mengepung mereka.


“Berani sekali kalian bersikap lancang pada Sekte Pedang Suci!”


Sesosok pria berusia sekitar lima puluh tahun, melesat dari dalam sebuah bangunan dengan gerakan yang sangat cepat. Dia adalah Cen Hao, tetua Nomor Satu Sekte Pedang Suci.


Sesaat kemudian melesat sosok lain yang berusia sekitar enam puluh tahun ke hadapan suami isteri yang masih muda itu.


“Aku Gong Fei, Siapa Kalian berdua?” Sosok yang ternyata adalah Ketua Sekte Pedang Suci itu, bertanya dengan suara yang berwibawa. Ia bertanya karena merasa tidak pernah melihat mereka berdua sebelumnya.


“Hohoho … Kau rupanya yang bernama Gong Fei. Aku pikir kau telah memiliki kekuatan tingkat Pendekar Dewa, ternyata masih Pendekar Langit Tahap Akhir.”

__ADS_1


“Lancang!” Cen Hao membentak marah dan bersiap menyerang lelaki muda itu. Namun Gong Fei menahannya dengan mengangkat tangan.


Ia sebenarnya terkejut karena lelaki berusia sekitar dua puluh lima tahun itu, bisa menebak kemampuannya dengan tepat. Sementara dirinya tidak bisa melihat tingkat kekuatan yang dimiliki oleh mereka berdua.


“Anak muda Siapa kalian? Dan ada masalah apa kalian dengan Sekte Pedang Suci?”


Pertanyaan Gong Fei, membuat sosok lelaki muda itu menyeringai lebar sebelum menjawab pertanyaannya.


“Kami adalah Sepasang Pendekar Iblis. Aku Chang Bei dan ini Isteriku Xu Yin. Kami memang tidak mempunyai masalah dengan kalian, tetapi Aku sedang mencari masalah dengan Sekte ini. Bagaimana? Apakah cukup jelas?”


Chang Bei bertanya dengan senyum yang merendahkan Gong Fei. Hal itu membuat Cen Hao sebagai Tetua Nomor satu, tidak bisa menahan lagi kemarahannya.


Ia melesat dengan pedang terhunus menyerang ke arah Chang Bei. Namun perempuan bernama Xu Yin, menghadangnya dengan sebuah pedang yang memancarkan Aura Biru.


TRANG !!


Suara benturan kedua pedang itu, terdengar keras. Wajah Tetua Cen Hao terkejut, merasakan tangannya bergetar saat beradu senjata dengan lawan.


Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan sosok perempuan muda bernama Xu Yin itu berada di atas kekuatannya. Sikap Tetua Cen Hao pun berubah menjadi hati-hati.


Xu Yin meremehkan kemampuan Tetua Cen Hao yang sudah terdesak saat pertarungan baru berlangsung beberapa menit saja.


“Kecepatan perempuan itu di atas kecepatan Tetua Cen. Siapa mereka ini? Jurus pedang perempuannya baru kali ini ku lihat.” Ketua Gong Fei terlihat cemas menyaksikan pertarungan mereka berdua.


“Apakah Kau sudah siap untuk mati Ketua Fei?” Chang Bei berkata seraya mencabut pedang dari balik punggungnya.


“Pedang Kristal Merah! Darimana Kau mendapatkan pedang legendaris itu?!” Gong Fei terkejut saat mengenali pedang yang memiliki aura merah darah di tangan Chang Bei.


Pedang itu, adalah pedang yang telah seribu tahun lebih, menghilang dari Dunia Persilatan. Pedang yang diketahui terakhir kali berada di tangan Tokoh Jahat yang sangat kuat di masa seribu tahun lalu.


Tokoh jahat itu di duga masih hidup walau telah berusia lebih dari seribu tahun, Sosok yang terkenal akan kekejamannya, Qi Shang.

__ADS_1


“Hohoho … Rupanya kau mengenali Pedangku. Tentu saja Aku mendapatkannya dari guruku. Kau pikir aku meminjamnya dari seseorang.” Chang Bei berkata dengan senyum mengejek di bibirnya.


Gong Fei tidak terpancing dengan sikap yang ditunjukkan oleh Chang Bei yang pantas menjadi cucunya itu. Ia pun mencabut Pedang Suci yang merupakan Pedang Pusaka warisan leluhur Gong Xhun.


Aura berwarna putih yang menyilaukan mata, segera memancar dari bilah Pedang Suci, menekan aura mencekam dari Pedang Kristal Merah yang memancarkan hawa mencekam.


“Hohoho … Itukah Pedang Suci yang Legendaris itu? Sepertinya sebentar lagi akan menjadi milikku.” Chang Bei terlihat antusias melihat pedang legendaris Dunia Atas itu.


“Majulah Aku telah siap menerima seranganmu.” Ucapan Gong Fei disambut Chang Bei dengan melesatkan serangan cepat berupa tebasan ke arah leher Gong Fei.


TRANG!


Gong Fei tersentak melihat kecepatan serangan yang dilesatkan oleh Chang Bei dan juga kekuatannya. Tubuhnya terjajar dua meter ke belakang akibat benturan senjata mereka.


Chang Bei kembali melesat sangat cepat, tidak memberi kesempatan kepada Gong Fei untuk menyerangnya.


Serangan cepat dengan energi yang besar itu, membuat Gong Fei terlihat kerepotan. Ia hanya mampu bertahan tanpa bisa membalas serangan Chang Bai satu kali pun.


Tidak pernah terbayangkan oleh Gong Fei sebelumnya jika hari ini Ia akan kerepotan menghadapi lawan yang berusia sepertiga umurnya.


Sementara di sisi lain, Tetua Cen Hao sedang terdesak hebat oleh Xu Yin. Jubahnya telah bersimbah darah di banyak bagian. Hal yang menandakan bahwa Tetua nomor Satu Sekte Pedang Suci itu telah banyak mendapat luka.


Melihat hal itu, tiga orang tetua yang menempati urutan ke tiga hingga kelima, segera melesat membantu tetua Cen Hao. Mereka tidak lagi memegang prinsip kebenaran saat melihat Rekannya dalam bahaya kematian.


Namun ketiganya tidak bisa bertarung lebih lama karena dalam beberapa kali pertukaran serangan, mereka mendapat luka serius yang membuat ketiganya tergeletak tak sadarkan diri.


Wajah Tetua Cen Hao terlihat pucat setelah sebuah tendangan kuat dari Xu Yin, menghantam dadanya hingga membuat darah tersembur dari mulutnya.


Tubuhnya yang terduduk lima meter dari tempatnya semula, kini tidak bisa Ia gerakan lagi saat pedang Xu Yin melesat ke arah lehernya dengan kecepatan tinggi.


Tetua Cen Hao terlihat pasrah akan kematiannya, Ia memejamkan mata menanti pedang lawan menebas lehernya. Namun di luar dugaannya, sebuah pedang berhawa dingin menghadang laju tebasan Pedang biru Xu Yin.

__ADS_1


TRAANG!!!


---------------------------0----------------------------------


__ADS_2