Legenda Zhu San

Legenda Zhu San
328: Akhir Kemelut Kota Xiangqing


__ADS_3

Jeritan kesakitan Lian Li yang terkena tendangan kuat Lahula, mengalihkan perhatian Zhu San sehingga bisa melihat tubuh Lian Li terpental puluhan meter jauhnya.


Namun hati Zhu San menjadi tenang saat mendapati Lian Li baik-baik saja walau baru terkena serangan telak dari lawan.


Melihat Lian Li kembali melesat menerjang Lahula, Zhu San kembali memfokuskan perhatiannya ke arah Ratu Siluman Naga yang semakin terdesak oleh ke enam cahaya dari kelopak bunga teratai biru.


Saat mendapatkan sebuah momen yang tepat, Tubuh Zhu San menghilang dari tempatnya berada dan telah berada di depan Long Li yang terbelalak lebar melihat Zhu San tiba-tiba muncul di depannya.


“…..”


BRUSSSSHHHH


Walau sempat ingin berkata-kata, namun mulut Long Li seperti terkunci sebelum akhirnya Zhu San melesatkan bola energi di kedua ujung pedang di tangannya.


Energi itu segera menghantam tubuh Long Li dan seketika membesar seukuran tubuhnya yang setinggi lima meter.


“Tidaaaaakkk!!!!”


Long Li menjerit keras mendapati tubuhnya segera merasakan dua hawa berbeda, kurang dari sedetik setelah bola energi Zhu san menyentuh tubuhnya.


Ia meronta-meronta saat energi Yinyang itu berusaha mengurungnya dan membuat kedua tubuhnya meringkuk di dalam bola segel Yinyang dimana ukurannya semakin mengecil.


Merasa terancam, Long Li ingin segera mengubah wujudnya menjadi seekor ular naga petir. Namun alangkah terkejutnya Ia saat menyadari bahwa perubahan itu gagal Ia lakukan.


Wajah pucat ditunjukkan oleh Long Li saat bola segel Yinyang semakin mengecil. Rasa sakit yang tak tertahan segera mendera tubuhnya membuat tubuhnya semakin lemas dan Akhirnya Ia pun pasrah setelah pandangannya mulai terasa gelap.


Sepuluh menit kemudian, Bola energi segel Yinyang telah berukuran kecil dengan garis tengah kurang dari satu meter. Ke tujuh cahaya dari kelopak Bunga Teratai Biru, segera meraih bola energi itu dan menggulungnya.


Sesaat kemudian, Energi berbentuk Bunga Teratai Biru, menghilang dari pandangan bersama bola segel Yinyang.


“Akhirnya makhluk mengerikan itu berhasil dilumpuhkan. Aku harus segera membantu Li’er yang sedang terdesak oleh Lahula.”


Tubuh Zhu San segera menghilang dari pandangan dan muncul tepat di samping Lian Li yang baru saja menjauh menghindari serangan Lahula.


“Chi’er…. Gunakan pedangmu mari kita habisi makhluk kuno itu.” Bian Chi meraih pedang Yin dan segera menerjang Laduta bersama Zhu San.

__ADS_1


Melihat kedatangan Zhu San, akhirnya Lahula dan Laduta mengetahui bahwa Ratu Siluman Naga Long Li telah berhasil dikalahkan. Hal itu membuat keduanya menjadi jerih.


Walau keduanya berniat untuk melarikan diri dari tempat tersebut, namun serangan dari ketiga lawan yang kini memiliki kemampuan setara dengan mereka, membuat niatan itu tidak mudah diwujudkan.


Apalagi Laduta yang diserang habis-habisan oleh Zhu San dan Bian Chi. Ia terdesak hebat dan beberapa kali tendangan Zhu San hampir mengenainya.


Kini Laduta merasakan apa yang dirasakan oleh Laluba, rasa putus asa dan takut akan kematian hingga membuatnya berbuat nekat. Laduta pun menyadari bahwa Ia tidak bisa pergi dari tempat itu sebelum menghabisi kedua lawannya.


Laduta meraung keras setelah melesat untuk memperpanjang jarak dengan Zhu San dan Bian Chi. Ia segera mengerahkan kekuatan penuhnya yang membuat udara berfluktuasi hebat.


Sesaat kemudian, tubuh Laduta memancarkan cahaya biru yang sangat terang seiring dengan kedua telapak tangannya diselimuti oleh api berwarna biru yang membuat udara seketika berhawa panas.


Melihat hal itu, Bian Chi segera melesatkan serangan energi dari pedang Yin yang tebaskan dua kali secara menyilang. Dua cahaya putih yang berhawa dingin menderu ke arah Laduta yang sedikit terkejut akan datangnya serangan yang begitu cepat.


Ia melompat ke atas dengan sangat cepat, namun Zhu San telah berpindah tempat dalam sekejap tepat saat Laduta akan bergerak.


Tentu saja Laduta terbelalak saat pedang Zhu San membelah tubuhnya dari kepala hingga ke ekornya. Hal yang membuat Laduta tidak bisa menjerit saat nyawanya melayang.


Tubuhnya yang terbelah menjadi dua bagian itu, segera Zhu San bakar dengan tapak naga api menggunakan tangan kirinya.


Terdengar teriakan keras dari Lahula. Ia terkejut saat mendapati Laduta mati dengan begitu mudahnya. Hal yang membuatnya lengah sehingga pedang Teratai Biru berhasil menebas kaki kanannya.


Lian Li terus melesatkan serangan walau Lahula melesat menjauhi dirinya. Lahula yang telah berada di puncak kemarahannya, berbalik saat mengetahui Lian Li mengejarnya.


Dengan membuat pedang energi di tangan kanannya, Lahula menebaskan pedang energi yang membuat Lian Li segera menahannya dengan pedang Teratai Biru.


Tubuh Lian Li terpental ke belakang karena kuatnya tebasan Lahula yang sudah sangat marah.


Beruntungnya Zhu San segera melesat dan menahan pedang energi Lahula yang kembali ditebaskan saat Lian Li sedang dalam keadaan tidak siap.


Benturan itu kini membuat Lahula yang terpental, namun di luar dugaan, Lahula memang melesat mundur sejauh seratus meter sebelum membuat tubuhnya kembali membesar hingga setinggi dua puluh meter.


Ia sudah merasa putus asa melihat kedua rekannya tewas di waktu yang hampir bersamaan. Hal itu membuatnya memiliki tekad seperti Laluba yang hendak menghancurkan dunia atas ini.


Ia berniat meledakkan dirinya untuk menghancurkan dunia atas ini hingga membuat seluruh lawannya tewas bersama dirinya.

__ADS_1


Menyadari Lahula hendak melakukan hal yang berbahaya, Zhu san segera berpindah tempat dalam sekejap dan segera berada tepat di bawah pangkal kedua paha Lahula.


Zhu San segera menendang bagian pangkal paha Lahula tepat dimana Ia melihat tiga buah benda bulat yang menggantung.


DUAAGHHH


AAAARRRGGGGHHH


Lahula menjerit sangat keras dan panjang sehingga terdengar seperti lolongan saat ketika merasakan bagian vitalnya terasa sangat sakit.


Pancaran energinya pun segera menurun drastis seiring dengan dadanya yang terasa sangat sesak.


Zhu San yang melihat hal itu, segera menebaskan Pedang Yang setelah mengalirkan energi qi nya ke dalam bilah pedang dengan jumlah besar.


Dari bilah Pedang yang melesat cahaya merah yang berbentuk pedang energi dan membelah Tubuh Lahula menjadi dua bagian dari atas ke bawah.


Tubuh berukuran raksasa yang terbelah menjadi dua bagian itu, segera Zhu San serang dengan jurus sentilan jari naga setelah Ia melesat sejauh seratus meter dari kedua potongan tubuh Lahula.


BLAAAAM


Satu potongan tubuh Lahula meledak sangat kuat di luar dugaan Zhu San. Lima detik kemudian, satu potongan tubuh lain meledak lebih kuat dari yang sebelumnya.


BLAAAAAAAM


Dua ledakan keras terdengar menggelegar seiring dengan hancurnya tubuh Lahula menjadi kepingan kecil sebesar kepalan tangan.


Hal yang tidak terduga adalah ledakan itu tiga kali lipat dari ledakan yang Zhu San perkirakan. Hal membuat Zhu San tercekat sendiri saat tubuhnya terhempas dua ratus meter akibat udara yang berfluktuasi sangat hebat itu.


Hal yang sama dialami oleh Bian Chi dan Lian Li yang terpental lebih jauh lagi karena keduanya berada lebih dekat dari salah satu potongan tubuh Lahula.


Menatap ke arah kota Xiangqing, wajah Zhu San memburuk saat menyadari bahwa Perisai pelindung yang Ia buat telah hancur. Tembok kota sepanjang satu kilometer telah runtuh berkeping-keping.


Raut kekhawatiran terlihat jelas di wajah Zhu San saat menyadari Ia tadi sempat merasakan pancaran Gurunya Long Niu membesar, namun kini tidak terasa sama sekali.


--------------------------O----------------------------

__ADS_1


__ADS_2