
“Aura ini! Apakah kalian mengenali dua aura yang baru saja muncul ini?”
Wajah Labamba dan Labimbi menjadi murung dan sedih, setelah menyadari bahwa kedua muridnya telah mengabaikan peringatan mereka agar tidak berhadapan dengan Zhu san dan Bian Chi.
“Kedua Aura ini milik makhluk Kuno terkuat ke tiga yang berada di tongkat sihir kedua murid kami. Aku sudah melarang mereka untuk menggunakannya, karena hal itu akan sia-sia jika melawan kedua orang bertubuh Yinyang Sejati itu.”
Penjelasan Labamba sedikit mengejutkan bagi Qiu Lan dan Ratu Siluman Rubah Putih. Karena kekuatan kedua makhluk itu terasa lebih besar dari kekuatan yang dimiliki oleh mereka berdua.
“Lalu apakah ketiga aura kuat yang masih sangat jauh ini adalah kekuatan dari makhluk kuno yang paling kuat?”Tanya salah satu Iblis Sejati yang sedari tadi terus melihat ke arah atas.
“Bukan, Ketiga Aura kuat ini berasal dari Makhluk Kuno terkuat ke dua. Mereka bertiga memiliki kekuatan di tingkat pendekar Dewa Abadi tahap Awal. Hanya Dewa Yao Chan dan Dewa Naga saja yang memiliki kekuatan lebih besar dari ketiga makhluk Kuno itu.”
Ketiga iblis sejati terdengar terkejut saat mendapat penjelasan Labamba. Tidak mereka ketahui Jika Penyihir Agung memiliki peliharaan Makhluk Kuno yang kekuatannya setara dengan kekuatan mereka saat ini.
Sementara Labimbi masih terus membaca mantera seraya mengalirkan energi ke Batu Tujuh Warna yang sedang Ia gunakan untuk membuat terowongan dimensi waktu ke masa ribuan tahun lalu.
“Lalu kenapa Penyihir Agung bisa tewas oleh Sepasang Dewa Misterius itu? Bukankah kekuatan Ketiga Makhluk itu bisa membunuh kedua lawannya?”
Tanya Qiu Lan yang sedikit keheranan dengan informasi yang baru Ia dengar itu.
“Hal itu karena kekuatan ketiganya belum sekuat saat ini, masih berada di Level Satu Pendekar Dewa Sejati. Memanggilnya mereka bertiga hanya akan menyebabkan ketiganya mati sia-sia. ”
Qiu Lan menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Labamba. Lalu Iblis Sejati kembali bertanya, sekuat apakah makhluk kuno yang terkuat nomor satu itu.
Labamba menghela nafas panjang sebelum menjelaskan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa Makhluk Kuno terkuat nomor satu itu adalah makhluk pertama yang diciptakan di Alam Semesta ini sebelum ketiga Dewa Tertinggi dan ketiga Iblis Sejati.
Bersama penciptaan makhluk kuno itu, diciptakan juga sosok makhluk yang bernama Dewa Suci. Namun tidak diketahui apa tujuan keduanya diciptakan oleh Sang Pencipta Agung.
Karena keduanya belum pernah menunjukkan keberadaan mereka kecuali kepada Dewa Tertinggi dan Penyihir Agung yang berhasil membuat Makhluk Kuno itu menuruti apa yang diminta olehnya.
Labamba kembali menjelaskan bahwa Gurunya itu pernah mengatakan kepada mereka jika memanggil Makhluk Kuno Nomor Satu itu, maka bisa dipastikan Alam semesta akan mengalami kehancuran.
Hal itu disebabkan karena pertarungan antara Dewa Suci dengan Makhluk Kuno Nomor Satu itu. Mereka akan bertarung jika salah satu diantara mereka melanggar larangan dari Sang Pencipta Agung.
__ADS_1
Larangan itu adalah keduanya tidak boleh menunjukkan diri dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, sebelum Alam semesta ini akan dimusnahkan.
Jika salah satunya melanggar, maka akan terjadi pertarungan besar yang akan diakhiri dengan kematian salah satu diantara mereka.
Satu diantara keduanya yang tetap hidup adalah makhluk yang akan memiliki Cambuk Suci Alam Semesta.
Cambuk yang memiliki tujuh tali itu adalah senjata maha kuat yang dibuat sendiri oleh Sang Pencipta Agung yang akan digunakan untuk menghapuskan keberadaan ketiga alam semesta.
Cambuk Suci Alam Semesta hanya akan diberikan kepada mereka yang tidak melanggar terhadap apa yang dilarang oleh Sang Pencipta Agung saja.
Mendengar penjelasan Labamba, kedua Ratu Siluman dan ketiga Roh Iblis Sejati hanya terdiam mendengarnya.
“Lalu bagaimana dengan Penyatuan ketiga roh kami? Apakah kau tidak ingin melakukannya?”
Belum sempat Labamba menjawab, terdengar teriakan keras dari Labimbi yang berseru kegirangan karena telah berhasil membuat tiga terowongan dimensi yang berbeda bagi ketiga makhluk kuno itu.
“Isteriku, apa yang terjadi?” Tanya Labamba keheranan. Semua wajah pun berubah menjadi senang saat mengetahui bahwa Tiga Makhluk Kuno terkuat nomor dua, akan muncul di Dunia Atas dalam waktu beberapa menit saja.
***
“Chi’er Kau harus berhati-hati melawan Ikan aneh itu, kekuatannya berada di Level Sembilan Pendekar Dewa Sejati.”
Bian Chi menganggukkan kepalanya. Ia segera mengalirkan kekuatan penuhnya di Level Enam pendekar Dewa Sejati.
Di sisi berbeda, Lian Li dan Phoenix Putih telah berada lima meter di hadapan Ke Hin dan Cheng Yun. Lian Li akan melawan Ke Hin yang berada di level tiga Pendekar Dewa Sejati.
Sementara Phoenix Putih akan melawan Cheng Yun yang berada di Level dua pendekar Dewa Sejati.
Namun walau kekuatan mereka berada di bawah kekuatan Lian Li dan Phoenix Putih, namun Ilmu sihir yang mereka miliki, membuat keduanya berhati-hati.
“Ada gadis cantik yang ingin bermain dengan ku rupanya. Sangat tidak sopan jika aku tidak menerimanya. Hahahahaha.” Tawa Ke Hin membuat Lian Li menjadi kesal karena merasa diremehkan.
Berbeda dengan Cheng Yun yang juga merasa senang karena menyadari bahwa phoenix Putih adalah makhluk dari jenis siluman. Ia merasa yakin bisa mengalahkan Phoenix Putih sekalipun kekuatan mereka berbeda satu level.
__ADS_1
BLAAAM
Keempatnya segera mengalihkan pandangan mereka saat mendengar suara ledakan disertai fluktuasi udara yang sangat kuat menerpa tubuh mereka hingga terjajar.
Bian Chi baru saja melepaskan serangan energi dari Tapak Naga Es berupa sebuah bola berhawa sangat dingin yang melesat cepat ke arah Makhluk Kuno berbentuk Ikan bersayap itu.
Ikan bersayap dengan badan sepanjang lima meter itu, terlihat menggerakkan ketiga tentakel yang berada di kepalanya.
Sesaat kemudian, keluar tiga bola berwarna hitam yang berupa cairan kental namun memiliki kekuatan yang bisa meledakkan bola energi dingin Bian chi saat ketiganya bertabrakan dengan bola energi tersebut.
Wajah jelek ikan itu terlihat seperti seseorang yang terkejut, saat ia mendapati tubuhnya terjajar dengan rasa sakit yang menusuk tulangnya.
GRRRRROOOOOK GRROOOKKK
Ikan itu mendengus keras, entah kesal entah bagaimana, yang pasti Ia segera melesat ke arah Bian Chi dengan kecepatan yang mengejutkan isteri Zhu San itu.
DUUUGGHH
Tubuh Bian Chi terjajar hingga belasan meter saat paha kirinya terhantam ekor Makhluk kuno berbentuk ikan itu.
Kemarahan terlihat jelas di wajah isteri Zhu San itu saat mendapati gaunnya robek dan berlubang sebesar kepalan tangan dan sedang terbakar.
Setelah memadamkan api itu, Bian Chi menyadari bahwa Zirah Yin dalam tubuhnya berhasil menahan serangan makhluk kuno itu dan melindungi kulit pahanya yang tidak terluka sama sekali.
Melihat Kulit paha isterinya terlihat mata, Zhu San segera melemparkan sebuah kain panjang dari cincin Jiwanya dan melemparkan ke arah Bian Chi yang segera menyambutnya dan mengikatkan pada bagian tersebut.
Tepat setelah Zhu San melemparkan kain putih itu kepada Bian Chi, serangan dari Makhluk Kuno berbadan kuda dan berkepala tiga seperti ular naga datang kepadanya.
“Lamonyong, hanguskan tubuh manusia itu! Dia yang membunuh kekasihmu Labuda!”
Cheng Yun berteriak kepada Mahkluk Kuno yang selama ini bersemayam dalam Tongkat berwarna Merah Darah di tangan kanannya.
-----------------------O------------------------
__ADS_1